
"Kai, kesini sebentar" isyarat ayah diruang tengah saat Kaila melintas untuk masuk kedalam, Kaila segera mendekat. "ada apa yah" hempas tubuh Kaila disofa. "Minggu depan Arga akan melamar Kalai, apa kamu tidak apa-apa" tanya ayah menatap Kaila lekat. "fine yah, nggak usah berlebihan gitu... memang sudah garisnya Kaila dan Kalai harus begini yah. it's ok" geleng Kaila. "are U sure" kata ayah mengusap kepala Kaila berulangkali. "I'm trying it..." senyum Kaila memeluk ayah.
"sore yah.. " sapa Arga menyalami ayah, "sudah pulang Ga" lihat ayah menerima salam dari Arga, "iya, yah. langsung kemari" angguk Arga sembari duduk diseberang kir mereka berdua. "kalo begitu aku tinggal sebentar yah, ada kak Arga. aku mandi dulu, gerah habis pulang" berdiri Kaila mengerti dan berjalan masuk kedalam.
"Kalai udah pulang belum, yah" tanya Kaila sambil berjalan, "mungkin bentar lagi" geleng ayah. Kaila mengangguk tanpa menatap ayahnya.
Kaila keluar dari kamar setelah selesai membersihkan dirinya, "udah pulang Kai" toleh Kalai melihat Kaila yang terlihat segar. "hmmmm..... tadi pulang dari diskusi sama yang lain dikampus" angguk Kaila duduk disamping ayah. "mau makan sekarang atau nanti" tanya ayah menatap Kalai, "emang ada acara yah.... " tanya Kaila tidak tahu apa-apa. "ayah mau ngajak kalian makan ditempat temen ayah, dia baru buka restoran dengan konsep untuk keluarga, jadi agak cozy gitu" jelas ayah. "waaa... asyik tuh yah, yuk gass...." angguk Kalai semangat. "naik satu mobil aja ya... yah" kata Kaila memberi pendapat. "kalau begitu bagaimana jika naik mobil aku aja" tanya Arga menawarkan mobilnya untuk mereka pergi. "pake punya ayah aja deh lebih longgar" geleng Kalai nyengir. "baiklah kalo begitu, kita pake mobil ayah aja" angguk ayah beranjak dari tempat duduknya.
mereka berjalan keluar rumah untuk keluar makan, "yah nggak ganti mobil yang lebih baru" lingkarkan tangan Kaila kelengan ayah, "buat apa, mobil ini masih bisa muat bawa barang proyek" geleng ayah. "yah, abis Kalai nikahan. Kai boleh ikut ke proyek lagi ya.." duduk Kaila dikursi penumpang belakang. "mau duduk dibelakang lagi" toleh ayah sebelum masuk kedalam mobil, "eh.... lupa yah...." cengir Kaila segera berpindah kedepan untuk mengemudikan mobilnya. "ayah yang nyupir nih" sindir ayah masuk ke kursi penumpang dibelakang Kaila. "ish.... yah....ribet amat sih bapak ini" masuk Kalai. "ayah sama kak Arga duduk dibelakang deh. biar Kai sama Kal yang didepan" start engine Kaila cepat. "jangan ngebut Kai" ingatkan ayah sebelum mereka melaju, "86 komandan" hormat Kaila tersenyum menatap reflektor mirror, "kak Pram nggak ikut Kai" tanya Kalai. "haaa ..kenapa... emang harus ikut gitu, ish.. siapa dia.." angkat bahu Kaila menjalankan mobil menembus malam dengan kecepatan sedang, "jauh amat nih yah, lokasinya. cuman makan doang aja harus ke ujung sini" protes Kalai melihat digital map. "nggak boleh protes, nanti saya disuruh putar balik" kata Kaila menirukan instruksi momi nya dulu, Kaila dan Kalai tertawa lebar kemudian. "kalian kalo udah begini, lupa sama kita yang dibelakang" celutuk ayah. "semenjak kuliah, Kaila jarang dirumahkan yah, sibuk mendaki gunung melulu" kata Kalai sedikit protes, "ahhh.... begitu jadi ngerasa bersalah nih, Kal. maafin deh.... abis ayah ngijinin nya kalo udah kuliah, kan dulu belum ngebolehin" cengir Kaila mengelus bahu Kalai.
setelah menempuh beberapa waktu mereka sampai dirumah makan teman ayah. "ngapain kakak disini" tanya Kaila sesaat setelah turun dari mobil. Pram tersenyum mengangguk memberi salam kepada ayah. "kita masuk dulu, perut ayah sudah laper" jalan ayah tak menghiraukan protes Kaila, "darimana tahu kalo kita kesini makan, kenapa nggak bilang kalo kesini juga" toleh Kaila mengerutkan keningnya menatap Pram yang hanya tersenyum. "kejutan untuk mu" jawab Pram mengusap rambut Kaila yang agak panjang. "kebiasaan nih tangannya kagak bisa diam" jauh Kaila jengah, Pram tertawa pelan mendengar perkataan Kaila. "emang ayah sudah pesan" duduk Kalai melihat sekitarnya, "bentar ayah ketemu temen ayah dulu, tuh orangnya" anjak ayah dari tempat duduk. "yaa.... alamat bakal lama nih makannya, katanya udah lapar banget radi" kata Kaila menghembuskan nafasnya panjang.
"kapan rencana pernikahannya Ga" tanya Pram pelan menatap Arga, Kaila terdiam melihat media sosial diponselnya. "minggu depan keluargaku akan melamar Kalai" senyum Arga. "aku harap acaranya nanti akan berjalan dengan lancar" kata Pram, Arga mengangguk tersenyum.
"hallo Dav" sapa Kaila saat terdengar panggilan chat diponselnya. "maaf Dav, aku baru ngumpul sama ayah" ucap Kaila pelan. "kamu dimana sekarang" tanya Kaila mengerti. "oh.... baiklah coba nanti jika ayah ngebolehin, aku kesitu" angguk Kaila. "ya.. Ok Dav" akhiri panggilan Kaila.
"Davi, Kai" tanya Kalai setelah Kaila selesai berbicara, "iya.... dia bilang anak-anak yang lain ada rencana mendaki katanya" angguk Kaila meletakkan ponselnya disamping. "masih mendaki dengan Davi, Kai" tanya Arga sesaat kemudian, "selalu kak, dia yang menemani naik" angguk Kaila menatap Arga sekilas, "apa Davi menyukai mu Kai" tanya Pram langsung, "temen baik kak, temen baik sejak sekolah, Kalai juga kenal baik sama Davi" geleng Kaila.
__ADS_1
"udah pesen makanan belum" tanya ayah datang setelah mengobrol cukup lama dengan pemilik tempat makan, "udah yah, tapi belum datang hanya minuman yang sudah diberikan" jawab Kalai mengangguk. "yah, tadi Davi ngabarin kalo anak-anak yang lain punya rencana untuk mendaki, mereka sedang ngumpul ditempat Davi sekarang, jika boleh nanti Kaila kesana sebentar" kata Kaila meminta ijin pada ayah, "minggu depan ada acara Kalai lho Kai" tatap ayah. "Kai juga belum tau kapan yah. pastinya kalo barengan sama acara nya Kalai nggak mungkin ikut yah" jawab Kaila mengerti, "kamu nanti naik apa, kan tadi kita pakai mobil satu" tanya ayah tersadar.
makanan telah tiba, Kaila menatap makanan dengan senyuman lebar. "kita makan dulu deh, yah. keburu lapar" ambil nasi Kaila, "cukupkan yah" tanya Kaila memperlihatkan nasi didalam piring kepada ayah yang mengangguk. "aku juga Kai" sodor piring Pram sambil tersenyum tipis. "baiklah, segini cukupkan" hela nafas Kaila panjang. "makasih" angguk Pram tersenyum senang, Kaila mengangguk dan mengambil nasi untuknya sendiri.
"nanti Kaila naik taksi online aja, yah. gampang kalo urusan transport yang penting ijin dari ayah, boleh apa nggak" kata Kaila menaik turunkan alis mata nya merajuk kepada ayah. "nanti bareng aku aja, aku bawa mobil tadi" ujar Pram. "nah, bagus itu udah ada yang nemenin. jadi ayah merasa tenang" angguk ayah. "kasih kunci mobilnya sama Arga" kata ayah menatap Kaila yang segera merogoh kunci dari kantong jeans belakang, meletakkan kunci dekat dengan Arga. "makasih, Kai" angguk Arga, Kaila hanya menganggukkan kepalanya diam.
"Kai, aku mau sayur itu" toleh Pram memecah kesunyian, Kaila mengambilnya dan meletakkan dekat Pram agar mudah jika mengambilnya lagi. "yah, pernikahan Kalai diadakan dirumah kan" tanya Kaila mengunyah makanannya pelan, "iya, sekitar jam 9 pagi" angguk Kalai menatap Kaila lekat. "apakah udah selesai semua persiapan nya, ada yang masih bisa aku bantu lagi nggak" tanya kaila kemudian. "tidak ada, Kai. karena semua EO yang membantu. kamu hanya tinggal fitting kebaya aja nanti, semuanya udah disiapin" geleng Kalai. Kaila mengangguk mengerti. "semuanya sudah ada EO yang mengurusnya, karena acaranya sederhana jadi persiapannya tidak terlalu rumit, Kai. kita tinggal terima beres" jelas Kalai.
"ok.... berarti jika Kaila menikah juga akan begitu kan" kata Kaila membayangkan pernikahannya kelak. "itu sih terserah kamu maunya gimana nanti Kai, mau kayak apa akan aku turuti, ngikut kamu aja" senyum Pram menatap paras Kaila. "suka nggak jelas kalo ngomong sih kak" geleng Kaila memutar bola matanya jengah. "serius Kai, mau pake konsep apapun juga boleh" tatap Pram serius. "yaa... kode keras nih Kai" senyum-senyum Kalai dan Arga menatap mereka berdua.
"duh... nanti tinggal ayah sendirian nih dirumah kalau kalian diambil mereka" senyum ayah merasa senang melihat anak-anak nya baik-baik saja. "ishhh.... " gumam Kaila merasa tidak suka, mereka tertawa karena membuat Kaila kesal. "siapa yang membayar" kerut kening ayah sesaat setelah menuju kasir. "kenapa yah" tanya Kalai heran melihat ayah. "ayah tadi akan membayar, katanya udah dibayar" jawab ayah heran menatap Kalai, "temen ayah yang punya resto kali, ngasih gratis" timbrung Kaila datang. "yaaa..... ayah jadi nggak enak dong kalo gitu Kai, mending kasih diskon aja, kan dia usaha" ujar ayah tidak enak hati, "kenapa" datang Pram dan Arga sesaat kemudian. "ayah nih... mau bayar tapi udah dibayar duluan. tau gitu kan tadi nambah banyak mumpung gratis" cengir Kaila. "ish.... kamu... tau aja... " towel dagu Kalai mengangguk, Kaila dan Kalai tertawa renyah.
"maaf ya Ga, Pram. ayah kalo udah gini ketularan gokilnya Kalai sama Kaila" senyum-senyum Ayah. "nggak papa om, kita malah ketularan seneng liat keluarga om" senyum Pram, "nggak papa, sebentar lagi kalian akan jadi keluarga juga jadi siap-siap punya istri yang gokil kayak mereka" goda Ayah menatap kedua putrinya.
"kak, ayo berangkat. tambah ngelantur nanti ngomongnya" berdiri Kaila disamping pintu mobil ayah, "Kai, mobilku ada disebelah sana" tunjuk Pram, "ehh.... lupa" cengir Kaila tersadar, "yah, Kaila pergi dulu yaa... kalo lama nanti Kai kabari" peluk Kaila, "kamu kalo sama Davi lupa waktu" usap punggung ayah sebelum masuk mobil, "sesekali yah" manyun Kaila. "udah" dorong Kalai agar Kaila segera pergi. "dramanya nanti tambah lama tambah kemaleman pulangnya" usir Kalai lembut, "bye" cium jauh Kaila. Kalai tersenyum melambaikan tangan, "nggak usah lama-lama ya Kai ketemuannya" putar mobil Pram, "kenapa... pada kenapa sih hari ini. nggak ayah, nggak kakak, nggak Kalai." gerutu Kaila. "karena kita sayang kamu Kai" berhenti Pram di lampu merah, "terserah" ucap Kaila tidak habis pikir.
"kenapa Kai" tanya Pram pelan melihat Kaila yang menarik nafas dalam-dalam, "jika Kakak ingin memulainya saat ini lebih baik aku pergi sendiri aja" tatap Kaila tajam. "terus kamu ngerasa senang, merasa hebat!" sarkas Pram. Kaila membuang mukanya menatap jalanan melalui jendela mobil sesekali menyeka air matanya yang meluncur turun ke pipinya yang putih bersih ,Pram menghela nafasnya merasa bersalah. "maafkan aku Kai, bukan maksudku untuk begitu" ucap Pram menatap Kaila, ponsel Kaila berbunyi, "hallo Dav" sapa Kaila pelan.
__ADS_1
"kamu ada dimana, biar aku jemput" kata Davi.
"aku ada dijalan melati arah kesana" liat sekeliling Kaila.
"tunggu aku sebentar disitu aku naik motor biar cepat" laju motor Davi keluar halaman.
"berhenti kak. Davi akan menjemput ku disini" pinta Kaila menoleh kearah Pram, Pram hanya mendesah gusar, "aku tunggu hingga Davi datang" tegas Pram tidak mau mendengar penolakan, Kaila hanya terdiam, keluar dari mobil dan duduk di trotoar sambil memainkan game diponselnya. tak berapa lama Davi datang dengan motor trail nya.
"lama nunggunya Kai" serah helm Davi, "nggak, kira-kira setengah jam" geleng Kaila memakai helmetnya, "diantar siapa, Arga" tanya Davi menekan started motornya.
"bukan, seorang teman" jawab Kaila pelan, Davi mengangguk melaju dengan kecepatan sedang, Kaila berpegangan di jaket kulit Davi. Pram yang melihatnya sangat marah hingg memukul setir mobil berulang kali, "da*n it... bodoh kau Pram" acak-acak rambut Pram frustasi melihat Kaila yang pergi menjauh dengan Davi dalam keadaan yang tidak baik-baik saja tadi, dia menyesali sikapnya yang terburu-buru menekan Kaila saat dirinya sedang terluka.
hai hai hai para all readers... selamat menikmati cerita pertama kalang, mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.
dukung yaaa... karya pertama ku.
love...love...love... U all readers sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak.. thanks a lot pisang sekebon..
__ADS_1
stay healthy all