Brother And Love

Brother And Love
bab102 "Gue Adik Kakak


__ADS_3

Napas Mita merasa sesak saat melihat pria tua yang baru saja keluar dari dalam mobil. matanya Mita tak kedip dan tak hilang dari tatapan Pria itu. Diva mengambil tas yang di bawa Anwar, ia mengandeng lengan suaminya seperti hari hari biasanya.


Terlihat jelas wajah leleh dari Anwar, sedang Diva, ia sibuk bercerita tentang diskon baju hari ini. "Jadi mereka..!" Mita tak meneruskan ucapannya, air matanya keluar tanpa ada perintah darinya.


"Idil mana?" Tanya Anwar yang tak melihat anak terakhir nya. "Itu lagi main mobil mobilan!" Ujar Diva yang lupa jika ada Mita bersama dengan Idil..


Mita mengelap air matanya dengan kasar. "Dasar cengeng!" Ejeknya teruntuk dirinya sendiri.


"Kak..!" Suara idil membuat nya mengangkat alis dan senyum getir. "Lo adik gue!" Ucap Mita dalam hati. "Walaupun kita beda mama, tapi kita tetap satu Ayah!" Ujar Mita dangan mengelus elus rambutnya Idil.


"Adik Mita yang paling ganteng, kaya abangnya!" Puji Mita diiringi senyum manis.


"Senyum Mita berubah datar saat melihat empat kaki yang sudah berada di depannya. Mita langsung berdiri dan tersenyum ramah.


"Sore tante, dan.. Om..!" Sapa Mita yang menyalami kedua orang itu, Mita sempat bingung harus memanggil Anawar dengan sebutan apa, namun ia kembali lagi layaknya orang asing satu sama lain. Anwar bertanya tanya siapa wanita di hadapannya ini dalam hati.


"Kenalin saya Mita teman nya Ari!" Ujar Mita yang memperkenalkan dirinya. "Oh mau jenguk anak saya!" Ucap Anwar. Mita mengganguk, tak lama kemudian ia bersama dengan seorang art menuju kamar Ari.


Mata Mita menelisik seisi ruangan yang ia lalui, "begini kayanya kah, kehidupan Ari selama ini, namun mengapa sikap dan perilakunya jauh berbeda dari prediksi?" Batin Mita.


Art yang bersama Mita tiba tiba saja meminta maaf karna tak tahan ingin ketoilet. Setelah art itu menjelaskan arah ke kamar Ari. ia pun pergi dengan sedikit berlari. Mita hanya tersenyum tipis melihat tingkah art yang baru saja pergi.


Mita mulai menaiki tangga demi tangga, sampai di anak tangga ke lima dari atas, tiba tiba saja ia terpeleset, karena lantai yang ia injak diyakini basah. Mita sudah memejamkan kedua matanya, pasrah dengan apa yang akan ia alami nanyinya.


Namun itu hanya halusinasi Mita saja, karna ia sama sekali tak jatuh, Matanya perlahan terbuka. Di lihatnya sosok yang sangat dekat dan bahkan menjalin hubungan dengan salah satu sahabatnya.


.


"Maaf!" Ucap Mita yang langsung meninggalkan Prans begitu saja. "Lo Mita ya?" Tanya Prans dengan alis terangkat. "Ada apa?" Tanya Mita ketus.

__ADS_1


.


"Cuma mau bilang kalo lo manis!" Ujarnya dengan senyum nakalnya. ia bahkan tak sadar jika sedari tadi ponselnya masih tersambung dengan Dira.


Mita tak mempedulikan apa yang di ucapkan oleh pacar Dira, ia memilih melanjutkan jalanya, "Dasar cowok gak bisa diem, jumpa yang manis manis dikit langsung di ucapin gak punya malu, padahal dia tau kalo gue temen dekatnya Dira!" Batin Mita merasa kesal.


"Eh..!" Mita kaget karna tiba tiba saja Dira menarik tangannya dengan cepat. "Prans mana?" Tanyanya dengan tatapan menelisik. Mita mengangkat kedua bahu. "Mending lo pilih cowok yang lebih bisa jaga status deh Dir, pacar lo bilangin gue manis secara terang terangan, risih gue!" Ucap Mita langsung ke intinya.


"Gue juga heran, dulu gak begini tapi sekarang..!" Hati hati lo, saat bersama dengan dia!" Ujar Mita dan melanjutkan jalannya.


Saat Mita akan memebuka pintu kamar Ari, pas pula pintu itu dibuka. Tatapan kedua nya bertemu, Mita menghela nafas berat dan langsung mengalihkan pandangan nya ke arah kasur.


Mita melewati Bayu begitu saja. Ia berjalan pelen mendekati Ari yang duduk di atas kasur.


Ari yang sejak tadi berbincang bincang dengan Eka dan Deni serta kedua sahabatnya Mita langsung terdiam kala melihat kedatangan Mita.


"Kak..!" Panggil Mita saat sudah berada di hadapan Ari. Ari mengerutkan kening nya tatapannya terlihat sedang marah. Bella yang tau situasi, mengajak Eka, Amel, serta Deni untuk memberikan waktu pada Mita.


"Mau ngegawain gue! ketawa aja, gak apa gue emang manusia yang cocok di ketawain oleh orang yang menolak.. Kak.. Mita menjeda ucapan Ari. .


Mita memandang Ari dengan tatapan seriusnya. "Mitian Key Elida, Arian Dara, Ayura Dewi, Anwar Ardian. Kakak masih ingat kan dengan nama yang Mita ucapin barusan?" Tanya Mita. "Mita dengar ingatan kakak kembali mengingat masa lalu!" Ujar Mita pelan.


"Gue adik kakak, Key!"


Ari sedikit berpikir. "Gak mungkin! gak mungkin kalo lo Key, gak mungkin!" Ujar Ari lagi. "Kak.. mungkin kakak bertanya tanya kenapa Mita gak pernah jenguk Kakak selama ini, alasnya karna Bunda sakit!" Ucap Mita yang menitikkan air mata.


"Bunda.. sakit..!" Ari terlihat khawatir. "Dan alasan yang sama saat Mita meninggalkan Kakak waktu itu. Ari kembali teringat kala masa dirinya mengungkapkan perasaannya pada Mita.


"Kakak sendiri gimana?" Tanya Mita mengalihkan pembicaraan. "Udah lebih baik dari pada lima hari lalu, ini juga demi dapetin lo!" Ujar Ari.

__ADS_1


Kalo seandainya kakak menang, gak bakal bisa mendapatkan cintanya Mita. karena.. karena alasan yang sama!" Ujar Ari yang meneruskan ucapannya Mita. Mita tertawa kecil.


"Tapi kenapa Mita dari sebanyak cewek di luaran sana, bahkan si Mira sampai rela ngelakuin ini itu demi dapatin hatinya kakak!" Jelas Mita.


"Itu karna gue gak suka mereka. tapi malah suka sama adik sendiri, kedengaran aneh tapi harus di bilang apa, cerita cinta dengan adik sendiri!" Ari menggelengkan kepalanya tak menyangka jika cinta pertama nya adalah adik nya sendiri.


Tatapan Ari kembali tajam ke Mita. "Tapi gue gak yakin kalo lo adik gue!" Ujar Ari dengan ratapan tajam.


"Karna adik kakak yang dulu, manja, polos, dan cengeng, serta penakut, dan nyusahin!" Mita tertawa hambar mengingat masa kecilnya.


Semenjak kakak pergi. Orang yang selalu melindungi mita Saat Bunda gak ada cuma Bella, bahkan sampai sekarang!" Adu Mita dangan air mata yang mengalir.


Ari bangkit dari duduknya dan memeluk adik kandungnya itu. "Maafin kakak yang gak bisa menjalani kewajiban seorang kakak, maaf!" Ari memeluk dengan penuh rasa senang, khawatir, dan sendu.


Dira yang keheranan melihat teman temannya pada diluar kamar langsung berjalan cepat. "Ada apaan? kok pada di luar? Mita mana?"


"Lo itu kalo nanyak bisa satu satu kagak si!" Kita jadi binggung mau jawab dari yang mana dulu!" Ujar Bella dengan tak bersahabat.


"Melihat wajah Bella seperti itu, Dira dengan nekatnya langsung membuka pintu kamar dengan tatapan melotot. "Mita lo kenapa?" Dira langsung berjalan masuk ke dalam kamar tanpa ada suruhan.


Mita dan Ari melepaskan rangkulannya. "Kalian jadian?" Tanya Deni asal tebak. "Bukan jadian. tapi bawangan!" Jawab Amel. "Wibu dong, mana nih pencinta wibu?" Eka ikut bertanya.


"Apa, lo mau kena pencet!" Bellaa sudah mencubit perut Eka dengan kuat.


"Yang lain tertawa melihat tingkah Eka dan Bella berbeda dengan Ari dan Bayu mereka seakan memiliki masalah tersendiri yang terus terbawa, mereka hanga memasang wajah tengeng.


Tiba tiba saja, Mita menangis, Hal ini menjadi tanpa tanya bagi mereka semua. 'Semuanya bertanya tanya kenapa Mita nangis. "Gue kadian sama Kak Ari!" Mita berucap dengan kedipan mata ke arah Ari.


Hal ini membuat Bayu menjadi tak gerem dan rasa kesal, ia berjalan keluar dari kamarnya Ari. Mita dan Ari membiarkannya saja. Karna ini memang kemauan dari Mita dan termasuk cara menguji Bayu. Bella tak menjadi urung bertanya saat melihat ada sesuatu yang Mita buat nantinya.

__ADS_1


...


Mita yang sedang berada di kamarnya sedang melakukan telpon dengan Ari. Ia terus bercerita bangaimana kehidupan dirinya dan Bunda Dewi selama ini. mereka bedua juga menyusun rencana untuk membuat sesuatu untuk kedepannya.


__ADS_2