
Mita berjalan dengan lemas, tak tau tujuan ia terus menerus-menerus berjalan dan lamunananya buyar ketika seseorang memegang pundaknya. Dengan ripleks mita menoleh, mita menghembuskan nafas lega ketika melihat siapa memegang pundaknya.
"Lo mau ngapain?" Dira bertanya sambil memakan roti ditangannya.
"Ha.." seketika Mita melihat sekelilingnya dia baru sadar kalo dia hampir aja masuk kolam ikan di depannya. " Gu.. gue mau.. " Mita kehabisan kata-kata dan tanpa ragu ia menarik tangan dira menuju kelas. dira hanya nyikut aja, gak protes sama sekali.
Baru sampai di depan kelas. bel berbunyi semua siswa langsung menuju kelas nya masing-masing termasuk mita dan dira.
Seperti tugas nya Mita langsung keluar menemui klara dan temennya itu. Mita menuruti semua yang mereka suruh, salah satunya kekantin. sejujurnya mita jarang ke kantin dia lebih sering ke perpus. atau langsung ke bascem dan yang kekantin bella. mita lebih sering kekantin di saat jam keluar kedua. itu pun karna suasana kantin sepi. baru ia ke kantin.
Mita melakukan itu semua selama seminggu .ia tak pernah cerita ke Bella, walau bella pernah curiga awalnya tapi atas alasan yang selalu tepat bella pun percaya.
Dalam seminggu ini ia sering begadang. dan biasanya jika tugasnya belum selesai Mita akan pergi ke sekolah pagi sekali . Namun semua terlewati sudah. walau tak semudah yang ia kerjakan.
•
Mita memilih tidur, sesekali membaca novel serta menonton tv. itulah cara termudah baginya untuk menghilangkan stres dari hari-hari sebelumnya. menurutnya menghabiskan waktu dirumah adalah suatu hal yang wajib baginya. terutama disaat seperti ini.
"Ih..., si Mita kenapa sih! payah banget dihubungi, di kirim pesan pun gak di baca " Bella keluar kamar dengan langkah kesal. Ia membanting pintu sanging kesalnya. lalu mengangkat telpon seseorang sepertinya.
— Bel. cafe yuk! "
^^^— " cafe mana? " ^^^
Bella berbicara malas, karna mootnya sudah nempel di wajahnya. siapa lagi kalau bukan karna si Mita.
— The cafe, gue liat banyak cogan. lumayan kan itung-itung cuci mata. sekalian ada gosib nih. Inilah kelemahan Bella. baru dengar cogan udah langsung senyum-senyum. Apalagi ada gosib ah kupingnya dah gak sabar dengar gisib jadinya.
^^^— " Lo. kok tau? "^^^
— " Kan rumah gue disebrang the cafe! bege! masa iya gue gak tau! " Dira sedikit menaikkan nada biaranya karna bella selalu lupa kalo rumahnya berdekatan sama cafe itu.
^^^— Oh..., iya gue baru ingat. heheh..^^^
Bella mengaruk-garuk leher yang gak gatal.
— Tapi ajak Mita ya biar tambah rame!
Dengar kata Mita. Bella langsung sebel lagi jadinya.
^^^— " Males, ah! ajak aja sendiri! " ^^^
Bella langsung mutuskan telpon secara sepihak. Dira yang merasa kesal ke Bella dan memandang ponsel nya yang sudah tak terhubung dengan merepet gak jelas.
' Tut.. tut... tutt '
Setelah makan malam bersama bunda. mita langsung menuju kamarnya. Ia tak sabar ingin melihat kelanjutan novel yang dibacanya sore tadi. Sebuah novel yang baru terbit terlebih lagi dari penulis yang dikaguminya siapa lagi kalau bukan A....., Mita sudah mengagumi penulis ini sejak SMP yang memiliki judul : * Love You Always*.
Mita tersenyum sendiri saat baru saja membaca. Mita memilih sambil tiduran di kasur sambil nyemil kacang telur. Mita memang suka nyemil apalagi kalau baca beginian makin lancar tuh nyemilnya. Beberapa lembar kemudian buliran bening mengalir di pipi imutnya. Astaga Mita, bisanya lo nangis hanya sebuah novel. Ingat mita ini hanya fiksi bukan nyata jadi jangan terlalu kebawa angin. Mita kesel sendiri dengan dirinya. Ia mengelap air matanya dengan kasar.
" Huh... kok jadi baperan gini sih jadinya "
Mita menyudahi membaca karna sudah larut ia pun memutuskan tudur. karna besok mau sekolah seperti biasa. tak lupa meng carger hpnya yang ia biarkan selama seharian.
Mita terbangun pagi sekali. ia memutuskan untuk lari pagi. mita mencuci muka serta menyikat giginya. tak lama setelah bersiap-siap ia pun ke dapur. karena merasa tenggorokan ini kering seperti musim kemarau.
Ternyata sepagi ini bik susi sudah di dapur, menyiapkan makanan bersama bunda.
selesai minum mita pamit kepada bunda, dan langsung mengarah ke depan rumah. mita juga kaget juga sih. karna ternyata pa dede pun udah bangun. Mita memasang sepatu sambil menyapa orang didepannya.
" Pagi pak! " Sapa mita ke supir pribadi keluarga kecilnya.
" eqh..., non mita. Mau kemana non pagi-pagi gini? "
" Lari pagi pak! itung-itung gerak tulang! " mita menjawab asal.
" Tapi awas ke geser non tulangnya. ntar bapak juga sih yang ribet " pak de menjawab dengan sedikit bercanda.
__ADS_1
" Hehehe.. " gak boleh dong pak! Mita menjawab dambil berdiri dan langsung menuju keluar pagar. Semangat ya pak manasin mobilnya tapi awas awas kepanasan pak entar gakbisa dingin. Dan lagi Mita menjawab asal untuk yang kedua kalinya.
Pak de hanya senyum-sebyum mendengar jawaban dari sang majikan.
Mita berlari kecil melewati seputar perumahan di sekitarnya. Hawa dingin memasuki tubuhnya, walaupun baju yang dikenakan termasuk kedalam jenis baju tebal. Namun dingin pagi ini tak bisa ia hindari. Mungkin karena kemarin malam gerimis, sekitar 15 menit berlari mita pun merasa lelah.
Ia berhenti tepat di bawah sebuah lampu penerang di pinggir jalan, yang terdapat dua kursi panjang. yang terletak tak jauh dari taman. Sesekali ia menoleh ke kiri serta kanan. karna aneh menurutnya suasana seakan berubah dari sebelumnya. Namun ia merasa nyaman akan hal ini. Sempat terlintas di otaknya kenapa gak dari dulu aja ia kemari. namun. lamnunannya buyar ketika di otaknya terlintas taman ini banyak kenangan masa kecilnya. Namun seiring berjalannya waktu. taman ini di ubah menjadi taman remaja. dimana yang setiap harinya akan selalu ramai. Yang kebanyakan di isi oleh para pasangan. di setiap pingir jalan pun banyak kedai usaha kecilan, seperti bakso, siomai, kebab, ice cream dan banyak setiap harinya. Pokoknya kalo dateng kemari pasti gak mau pulang. Karna disini juga ramah lingkungan di setiap sudut terdapat tempat sambah. Apalagi malem taman yang seperti bersahabat bagi orang yang suka kesunyian.
Mita mengambil benda di kantong celana kirinya. Sebuah benda yang tak lain adalah ponsel. Ia, mata Mita melebar ketika nyeliat layar ponsel saat baru saja dibukanya. 36 panggilan dan 53 pesan.
Mita langsung melihat siapa yang menelponya. di situ tertera : be≈lov alias bella memanggil sebanyak 27 kali mita gelang-geleng dan terus bertanya ada gerangan apa sebenarnya! "
Lalu kembali melihat telpon lainya ternyata telepon selebihnya dari dira dan amal.
Mita, langsung membuka pesan. hampir semua pesan dari Bella. selebihnya dari Dira.
— " Mita. "
— " Mit! angkat dong "
— " Lo dimana ha...! "
— " Lo kenapa? sakit ha..., kok susah banget sih di hubungi?
— " Woi. baca dong pesan gue! "
— " Kok nomor lo gak aktif sih? "
— Lo lagi apa? "
— Mitaaa...! Gue bilang balas pesan gue, atau langsung telepon gue aja pun gak masalah mit.
Kurang lebih seperti itu lah pesan dari Bella.
mita jadi merasa bersalah karena tak meng-- aktifkan nomornya. sedetik kemudian ia membuka grup school yang ia senyapkan. mata bela tak henti-hentinya terbelalak sebanyak ini pesan masuk! " 1563 pesan :
— Eh, fotonya mana sih! "
— [ p---o ]
nih, ganteng kan?
— " Njir..., gak jelas potonya la!
— " Itu si anak baru ya. Siapa sih namanya?
— " Emang gak ada yang jelas dexs. mau jelas poto dewek aja! biar puas sekalian kenyang gak sih! "
— Hahaha...
— Btw ari namanya
— " Kls berapa sih? "
— 12 ipa¹.
— " Gue ada videonya, si ari lagi di kantin.
— " Liat dong. jiwa penasaran dah meronta- ronta nih. hehe....
— Gue juga di kantin kemarin.tapi gak sempet kenalan jadi cuman cuci mata dong.
fiks deh. ganteng abis! "
— Bagi dong kk vidionya?
— iya kk. penasaran banget! "
__ADS_1
— Eh, ada rumor juga loh. katanya dia gabung di Geng Boy Three!
— Nih. vidionya [ v---o ] "
Dan bukan main. banyak banget yang berkomentar ganteng, keren, dan banyak kali pujian tiap orang yang membalas. mita hanya geleng-geleng heran. hanya anak baru. isi grup bisanya seramai mall saat ada diskon drastis. Mita pun menyudahi membaca kata-kata lebai di grup ini.
Mita, kembali membuka grup --girl onar--
Grup yang baru dibuat dua minggu lalu. Yang beradmin Dira.
(pusing pala gue)
— " Woi! " ini nih. cogan yang lagi di incar-incar. anak baru padahal. ari namanya dia langsung di masukkan ke geng boy three. mantep gak sih. cowok gue banget. eh gak boy three lah ya kan. kan bertambah satu jadi boy four lah. hahaha..., Dira yang akan selalu membuat suasana grup selalu ramai.
(be≈lov)
— Haa.., tuh cowok masuk geng ?" bella seakan gak percaya.
(pusing pala gue)
—Liat nih vidionya. [ v... o ]
" Mata mita membulat tak henti-hentinya memutar vidio akhir itu berulang kali. jadi dia geng three. Mita tersenyum kala ia menemukan orang yang dicarinya.
(amel)
— Ganteng loh! gue aja sampek gak inget tujuan gue ke kantin kemarin. Asli di hipnotis gue! "
( be≈lov)
— Se ganteng apa sih sampai-sampai si datar terhipnotis!
( amel)
— Emang. cowok tipe lo gimna sih. hah..
Terjadi keributan diantara Bella dan Amel mereka itu kalo disatukan sepertinya gak kan pernah satu deh. Mita menghembuskan nafas berat lalu beranjak dari duduknya karna tak terasa hari sudah mulai menampakkan mataharinya.
Mita berjalan dengan hati-hati dia takut jika tiba-tiba bertemu dengan Bella, sudah pasti cewek, beramput sebahu itu akan marah. Karna hari libur kemarin. Mita berulang-ulang menarik napas yang terasa tak karuan.
Seseorang memegang pundaknya. Spontan Mita langsung berdiri tegak. ia merasa sangat bersalah terhadap sahabatnya itu. tanpa menoleh mita berulang kali meminta maaf, mengatakan jika kemarin ia stres, dan berbagai alasan lainnya dilontarkan oleh mita. jadi ponsel di matiin. Tapi Mita tak kunjung mendapatkan jawaban dari sang sahabatnya itu.
Tak lama kemudian sebuah tangan yang dipundaknya pun mulai terlepas. tapi Mita merasa ganjal.
" Maaf. '' gue kebetulan lewat sini. tapi gue liat lo hampir masuk kolam jadi gue pegang deh bahu lo. ta.... ucapan cowok itu terpotong.
ketika Mita langsung berbalik
Mita gak kalah terkejut. Ia membetulkan kaca matanya dan sesekali menelan ludah. jantungnya terpompa deras. matanya tak berkedip sedikit pun. tapi ia merasa badannya lemas. lemas menanggung malu. karna ia meminta maaf kepada orang lain, bukan Mita. bodohnya itulah kata yang keluar dari hatinya.
'salah orang'
" Lo, yang kemarin kan? "
Mita tak langsung menjawab mulutnya terasa tertutup rapat.
" Kenalin, gue bayu dari kelas 12 ipa¹" Ucap seorang cowok di depan Mita yang gak lain adalah Bayu. Mita menelan ludah kering di mulutnya. dia gak percaya rasanya ini nyata atau gak.
" Hmhmm... maaf kak gue kira ta.. tadi temen gue " jadi... ucappan Mita terputus.
" Gak papa kok " Bayu malah mangkin tersenyum melihat ekpresi cewek berkaca mata didepanya yang gugup.
" Oh. ya nama lo siapa? " baywu bertanya ulang.
" Mita. pangilanya Mita " Mita menjawab cepat lalu menjabat tangan bayu lalu dengan cepat. dan dengan cepat pula ia melepasnya. ia langsung permisi pergi. sedangakan bayu masih bingung dengan gadis yang baru saja pergi, bayu masih penasaran dengan gadis itu yang gak lain adalah mita.
Mohon dukungannya ya. jangan lupa kasih like, supaya tambah semangat. boleh juga kasih kritikan.
__ADS_1
-- Mitian KeyElida --