Brother And Love

Brother And Love
bab15- hantu..


__ADS_3

"Jadi ri! Tuh cewek bukan nganggap lo hantu. dia menganggap lo orang jahat, coba deh lo bayangi tengah malam, jalanan sepi, tiba-tiba lo pegang pundaknya, ya ripleks dong tuh cewek kaget, apalagi lo bilang lo dengan cepatnya udah ada di didepanya. ya pastilah dia mikir lo yang aneh-aneh.ketiga temen yang menderkan pun ikut mengiyakan termasuk ari sendiri. Tadi deh gue belum puas sama tuh cewek, pokoknya kalo gue jumpa bakal kena tuh cewek, ari memasang senyum liciknya.



"Bella heran kerika memasuki pintu ruang guru. ia memilih menunggu mereka diluar. disitu ada dqira, Amel, Mita, dan...mata Bella menatap orang itu dengan keheranan. gak lain Selsi salah satu musuh Dira dari kandungan.


Tampak buk Noni yang marah terhadap ketiga orang yang terkecuali Mita.


Setelah panjang lebar berceramah dan memberikan sangsi membersihkan ruang guru serta kamar mandi setelah pulang sekolah. selama tiga hari, tak lupa Buk Noni meminta agar mereka saling bermaaf pan mereka pun keluar dari ruang guru itu.


Wajah kesal terpancar di wajah Dira sambil mengomel dengan sendiri sedang Amel dan Mita mencoba untuk menenangkan sang Dira.


Sedang Selsi menyosor jalan, dan dengan sengaja menabrak Amel dan Dira dengan tatapan kesal.


"Sebenarnya ini ada apa sih?" setelah Dira dan Amel selesai membersihkan rambut yang berantakan serta baju yang kumuh, Bella langsung menginterogasi mereka berdua.


"Gue, tadi ke kelas lo nyarin amel , tapi darah gue naik ketika tuh orang mengucilkan dira ama mita, tau gak apa yang dia bilang?"


Mendengar kata Mita wajah Bella berubah semangkin serius terhadap orang didepanya.


sebelumnya..


"Gue, sering liat Amel pas pulang sekolah main cowok di belakang gudang, dipegang-pegang lagi, dia nya malah kesenangan. malah ngasih lebih dari itu lagi


"Bukan hanya itu, gue kan selalu pigi pagi kan! nah, pas gue piket dan buang sampah dia juga ngelakuin itu, sama cowok yang beda lagi, mantap gak sih! hahaha... Selsi tertawa seneng dengan orang disekeliling nya.


"tau gak dia bilang apa tentang Mita, Dira melihat Mita sekilas dan menelan ludah.


"Eh, ada yang seru lagi loh, tau gak si cupu, yang kelas sebelah loh! temen-temen Selsi menggangguk tau bahwa yang di bilang selsi itu adalah Mita. Mita yang pake kaca mata itu kan! jawab mereka serempak. ha betol banget.. itu cewek tadi malam lewat tuh didepan rumah gue, kebetulan gue tadi malam begadang karena ngerjain tugas di balkon sama reni. pas gue iseng-iseng poto pemandangan tengah malen gue kepotret Mita sama cowok lagi ciuman, di tengah jalan, gue gak nampak wajah tuh cowok, tapi gue yakin kalo itu Mita, karna wajahnya jelas di poto gue, lo pada pasti kaget kalo gue terusin jawab Selsi dengan tersenyum simpul.

__ADS_1


"Kelen dua tau Amel gimana orangnya kan, dia gak serendah itu, apalagi si selsi nuduh dia main sama cowok di belakang gudang, itu fitnah namanya, udah jelas amel gak pernah pacaran terlebih dia sering pulang bareng sama gue. Jadi gue rasa itu bukan Amel!" Jelas Dira memandang amel dengan tatapan iba.


"Gue langsung jambak tuh rambut selswi, gue gak suka ngeliat mereka dua dikatain apalagi itu gak benar. Tapi waktu gue ditunjukin poto Mita sama tuh cowok gue binggung jadinya! Mit gue mau tanya satu hal?" kini Dira menatap Mita dengan penuh selidik.


Mita yang di liatin jadi kikuk. terlebih mendengar ceritanya yang berciuman rasanya terlalu berlebihan. Bella yang mendengar cerita Mita yang lagi ciuman langsung menyuruh Mita agar menjelaskan yang sebenarnya.


"Mita menjelaskan kejadian tadi tadi malam sampai ia menginap di rumah Bella,


mereka bertiga merasa kalau selsi telah membuat nama baik Mita dan Amel rusak.


"Oh.. apa mungkin itu poto di edit?" tanya Dira kepada ketiga orang di depannya dengan tatapan bergantian." iya..!" jawab Bella dengan yakin, gue rasa dia edit. lo tau sendiri kan kalau Selsi pande PG( photo grafer), jadi mudah aja kalo soal mengedit dalam poto. kini mereka semua mangkin yakin kalo Selsi cari masalah sama mereka.


" Awas aja kalo dia berani lagi nyari masalah sama kita!" Dira mulai geram sendiri.


"Maafn gue ya temen-teman seharusnya ini cuma masalah gue, tapi kini kalian jadi kena masalah. amel menunduk setelah mengatakan itu. kini mereka semua berpelukan.


Di sini lah ke empat cowok geng four tengah mengobrol di kantin. qtak Bayu permisi dengan ketiga temannya itu.


Setelah mendapatkan izin dari ketiga temannya, Bayu pun mulai menghilang dari pandangan.


Kini gantian Eka yang permisi! dengan alasan yang sama seperti Bayu, dia pun pergi.


Kini tinggal Deni dan Ari, sesekali Deni melihat Ari yang masih asik dengan ponselnya, "Emang Ari gak bakal banyak cakap kalo gak ada Bayu!" Untuk menghilangkan keheningan Deni mengajak ngobrol Ari.


"Deni pulang duluan setelah Emak nya siap membersihkan kantin. Emak dan bapak nya deni merupakan seorang pemilik kantin, keluarga nya sudah berjualan di sekolah sekitar enam tahun silam. Sedang Ari yang diajak pulang bareng malah nolak, dia milih agak lama baru pulang. Deni gak maksa akhirnya dia pulang duluan.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore, seisi sekolah kini sudah sunyi, hanya terdengar suara kendaraan di luar sekolah. kini Ari mulai bosan dengan game nya. dia pun hanya menyeruput es yang kini tinggal sedikit.


Ari mengeluarkan nafas berat, rasanya malas sekali kakinya ingin pulang, namun rasanya ia lelah ingin sekali ia istirahat dirumah.

__ADS_1


Dengan langkah jalan yang setengah diseret Ari menuju parkiran, yang kini hanya tesedia motor nya saja yang terparkir.


Sedang Mita dirumah sibuk dengan sendirinya. Mita, dengan seragam sekolah nya itu yang terlihat kumal, ternyata Mita membongkar kamar, nampaknya ia sedang mencari sesuatu, namun tak kenal lelah sampai ia tersadar ketika mengingat sesuatu.


Dengan langkah cepat ia meminta kunci kamar tamu yang berada di sampingnya, kepada bik susi!


"Bik..! pinjam kunci kamar tamu dong! Mita berlari sambil mengipas-ngipas wajahnya yang panas? "


Bik Susi yang melihat majikannya itu berlari kearahnya langsung menghentikan kerjaanya .


bentar non, Bik Susi berlari kecil menuju kamarnya tak lama kemudian memberikan sebuah kunci yang sangat mirip dengan kunci kamarnya, mirip banget ya, batinya.


"Ada tamu ya non? "


Mita langsung melihat bik susi, "Eh gak kok bik. cuma mau nyari sesuatu aja kok.


yaudah bik mita balik ke atas lagi ya?"


"Iya. non..


"Ceklek... "


"Mita melihat seisi kamar yang baru ia masuki, rasanya nyaman melihat kasur yang terlihat lebih luas dari kasurnya, bukan hanya kasur tapi juga seisi kamar, dan juga kamarnya jauh lebih luas dari kamarnya. kamar ini bersih tak terlihat sama sekali ada bekas debu, walau gak ditempati tapi tiap dua hari sekali bik susi selau membersihkan.


Udah hampir dua tahun semenjak ia pindah kamar ke kamarnya yang ia tempati sekarang, sejak kepindahannya ia tak pernah lagi memasuki kamar ini. Kamar ini dulunya adalah kamarnya, namun karna merasa kebesaran ia memilih pindah ke kamar yang ia tempati sekarang, dulunya kamar itu adalah kamar tamu, tapi sekarang udah di ubah bukan.


Setelah puas, mengelus kasur dengan tanganya, dan juga matanya yang dari tadi memandang seisi kamar ia pun kembali dengan tujuan awalnya.


Ia membongkar seisi lemari yang dulu sempat menjadi lemari dan langsung mendapatkan sebuah benda berbentuk persegi panjang yang terdapat sampul yang sedikit berdebu di luarnya. Wajar saja luar nya berdebu

__ADS_1


karna kunci lemarinya di simpan oleh mita.


Senyum indah terukir di bibirnya, sambil merebahkan badan nya ke atas kasur, ia membuka lembaran buku yang sudah lama ia simpan.


__ADS_2