Brother And Love

Brother And Love
bab28- udah kok tan..


__ADS_3

karna lengah amel kejebur ke dalam kolam, bella tersenyum puas. melihat amel yang sudah basah kuyup.


Dira yang hanya sibuk dengan ponsel pun ikut tertawa, diiring dengan Mita.


"Sayang, temenya kok diceburi sih?" kini tatapan semua orang beralih ke sumber suara, dan terjadi keheningan sesaat yang ada.


seorang wanita paruh bayah itu mulai mendekat ia adalah namanya mamanya Bella, tante Hani panggilan nya.


Bella hanya tersenyum kecut ketika namanya berjalan mengarahnya. "temen mama udah pulang?" tanyanya pelan.


Bukanya menjawab malah dirusuh "cepet ambilin baju, liat tuh kesian kedinginan temenya." Hani memandang Amel dengan senyum ramah. Amel pun begitu.


"Siapa nama kamu?" Hani bertanya ketika Amel mulai duduk.


"Amel tan, tadi kita cuma main kok tan!" Amel melihat wajah tante Hani yang sebel dengan Bella. "Iya tan!" Mita mengiyakan di ikuti anggukan dari Dira.


"Si bella emang ada ada aja! temenya main kerumah malah di ceburi."


Kini mama Bella memandangi satu persatu teman Bella. "Kamu Dira ya?"


"iya, tan. dira menyalami tante Hani."Kalo Mita tante udah kenal banget", Hani memandang Mita dengan tersenyum. "udah siap ngerjain tugasnya?" Hani memandang buku yang masih berserakan di meja.


"udah kok tan... makanya kita main." yang menjawab bukan ketiga teman Bella melainkan Bella yang dateng dengan membawa handuk dan dua pasang pakainyan.


"Iya tan". kini baru mereka tiga yang menjawab dengan serentak. maklumin aja ya si Bella kalo manggil mama bukan mama dia udah kebiasaan manggil mamanya dengan tante . hani mencubit lengan bella pelan, lain kali jangan nakal sama teman, nanti temenya gak mau lagi deteng kalo nakal.


"iya, tan." ucap bella. "hmm... mulai lagi?" kini tante Hani memandai Bella dengan kesal dan langsung berlari. "iya mama ku cantik". hani kembali duduk.


" nah dir.. cepetan ganti baju lo, ntar masuk angin. bella menyodorkan bayu ke amel dengan mimik males.


" disambut cuet juga dengan amel, ia pun mulai memasuki kamar mandi.


" bella melihat dira yang asik banget cerita, sedangkan mita. membereskan meja yang masih berserakan.


" melihat bella yang mau duduk, hani langsung memanggil nya. ikut mama bentar!


" kemana? "


" bukannya menjawab malah langsung berdiri, bella yang merasa gak di jawab mangkin doubel kesalnya.


" sampai di ambang pintu hani berhenti. mama sama papa mau pergi ke tempat nenek kamu sore ini. mungkin sekitar semingguan, kamu gak napa kan! hani takut akan kejadian kemalingan terulang kembali, pasalnya waktu itu hampir melukai putrinya, mengingat bella yang juga sudah sering di tinggal pergi olehnya, dia juga baru beberapa hari di rumah, mungkin putrinya akan kesal karena kelakuan nya tapi ini juga demi anak bungsu nya. bella menarik nafas kasar.


" bella gak papa kok. tapi boleh ya, bella ajak mereka tidur sini nemenin bella. sejujurnya bella masih kangen mama, tapi sekarang udah mau pigi lagi. bella bersuara kecil dan menunduk.

__ADS_1


Hani mengelus pundak kepala putrinya, "Mama usahain lebih duluan pulang". Hani mengeluarkan kartu ATM dari tas nya. dan memberikannya ke Bella. "Papa dah mengizinkan kamu pakai ini, tapi ingat jangan boros, mencari uang itu susah." peringati sang mama.


'Nah.. umur kamu udah pantas untuk ini. pakai seperlunya jangan terlalu boros. disini ada dua puluh juta. cukup kan untuk seminggu!" Bella melongo melihat kartu yang sekarang sudah ditangan ya. "Dua puluh juta seminggu cukup banget ma."


hani tersenyum melihat putrinya yang gembira. "Ya udah mama pamit ya. tapi sebelumnya inget kan apa yang mama bilang? jangan boros, pakai seperlunya aja. itu kan?"


"Hani tersenyum lalu pamit pada bwella.


Bella menggangguk lalu memandang mamanya yang mulai menghilang. "Ma hati-hati di jalan." ucap bella diiringi dengan lambaian tangan. :iya sayang."


Bella berjalan dengan keadaan lemas dan muka sedikit cemberut. Mita ya dari tadi memperhatikan gerak gerik Tante Hani dan bella seperti tau kalo Bella bakal di tinggal lagi ke luar negeri.


"Aarrhhhhhh.. Dira menjerit histeris sambil berjoget joget gak karuan di atas kursi. Bella yang melihat tingkah Dira itu langsung tersenyum kecil.


"Kesambet apa si lo?" Amel yang baru keluar dan masih mengelap elap rambutnya yang basah langsung melempar handuk yang tadi di jadikan sebagai pengering rambutnya. sedang Mita memandang Dira dengan tatapan aneh.


Merasa lelah Dira berhenti dari kegiatan nya. dia tersenyum selebar mungkin yang membuat tiga sosok teman di sekitarnya mendang aneh.


"Lo, gak gila kan?" kini Amel yang bersuara sambil memegang dahi Mita.


Dira menepis dengan cepat "pa orang bakal tau gila kalo pegang dahi?" Dira membelalak kan matanya yang membuat Amel takut.


"Gak sih, ya setau gue kayak di drama gitu, kalo tingkah nya aneh, pegang dahi. habis lo aneh banget," Dira memandang Mita dan Bella. mereka menggangguk.


Dira turun dari bangku dan mengambil ponselnya. "Lo napa sih kok keliatan nya seneng banget!" tanya Bella.


"Gue jadian sama Prans.. aaaaaa....". dan lagi Dira menjerit. "Bisa diem gak sih! peka kuping gue." Kesal Bella dan di anguki oleh Mita. "mending, kuping gue dah hancur lebur lagi," Amel ikut menyambung.


"Wieh.. hancur lebur ya!" Dira menjewer kuping Amel. Mita dan Bella tertawa melihat Amel yang kesakitan.


"Dir. Prans orang mana?" Bella menanyai Dira yang sejak tadi hanya pokus dengan ponselnya.


"Dirr" panggilan Bella yang kenceng membuat diqra langsung berhenti memainkan ponsel.


"Kenapa?"


Bella merebut ponsel Dira. "jelasin ke kita dari awal sampai jam akhir tenang Prens" Pinta Bella. "Bukan Prens tapi Prans" jawab Dira dengan tersenyum. "Ya deh terserah, tapi kok lo gak pernah cerita ke kita"


"hehe.. Dira hanya cengengesan.


"Dia anak ipa, gue kenal dia pas pas pemilihan osis. Ingat gak yang waktu itu gue debut waktu pemilihan osis, yak menyampaikan. visi dan misi osis.


Dia meja nomor dua, dia daftar jadi ketua osis. tapi sayang gelombang gue sama dia beda tipis aja. yang cuma beda delapan suara. mereka menggangguk mengerti.

__ADS_1


"Pas gelombang gue kepilih, sejujurnya gue mulai tertarik sama dia, karana cara dia menyampaikan visi dan misi bagus. Dira tersenyum sambil sedikit melamun.


"berhubungan kita dah kepilih, disitu dia masuk jadi seksi seksi osis, berhubung wakil osis nya dah ada, jadi dia jadi ketua pengaman, seperti menangkap anak sekolah yang cabut, merokok, pokoknya gitu lah! sejak itu kita mulai dekat, dia juga sering curhat tentang keluarga nya, di situ gue mulai membuka hati gue ke dia. dia romantis orangnya, perhatian, gue juga sering belajar ke dia. tapi apa? dua bulan belakangan setelah kedekatan gue ke dia, dia gak pernah tuh nelpon, cetingan, bahkan yang lebih payahnya waktu gue simpangan tuh sama prans, gue sapa tau gak reaksinya dia malah nganggap gue orang asing. Di situ gue berusaha tuh buat dia sadar dan peka sama kelakuan gue dan benar dia balik lagi ke dirinya yang gue kenal, butuh dua bulanan juga kita baru jadian.


Amel dan Bella bertepuk tangan, "cinta yang yang bertepuk sebelah tangan. akhirnya terbalaskan." Jawab Amel dengan sedikit menunduk ia terbayang cintanya yang yang hanya bertepuk sebelah tangan, namun tak sedikit pun terbalaskan.


"Selamat ya!" Mita tersenyum sambil menjabat tangan Dira. "Makasih!" sama sama yang menjawab bukanya Mita melainkan Bella.



"Gimana, lo dah pikirkan?" Bayu memakai helm sambil bertanya kepada Ari.


"Dah deh bay, gak usah bahas yang begituan. lagi malas gue" Ari lebih dulu mengendarai motornya dengan kencang. Bayu hanya geleng geleng melihat kekerasan otaknya si Ari.


Ari sudah berbaring sambil bermain game dengan asyiknya. Bayu yang baru tiba di markas disambut hangat oleh Eka. Bayu memutar mutar mata mencarut sosok pria berbadan gempal.


"Deni mana ka?" Eka hanya mengangkat kedua bahu. "Gak diangkat gue nelpon. mungkin dia ada masalah, dari sekolah bukanya dia diem mulu?"


Bayu, teringat lagi kejadian Klara yang meminta bantuan ke deni. bay kok malah bengong sih?


"Gak, gue cuma curigai aja, kemarin Klara mintak bantuan ke deni!" jelas Bayu. "kapan?" tanya Eka. "di hari dia bolos sampe pulang masih ingat kan?" Eka menganguk mengiyakan


"Iya, pasti ini ada kaitannya dengan Klara". Bayu pun mengiyakan perkataan Eka.


"Berisik". Ari berjalan menuruni tangga, eka memasang tanda tanya ke Bayu.


"Dia lagi banyak masalah, masalah sama bokap, udah gua kasih saran tapi ya gitu, otaknya keras bro". Eka memandangi Ari yang mulai menaiki motornya, "Mana tuh anak?" tunjuknya dengan mulut.


"Bayu ikut ikut-ikutan melihat ke bawah. "Ri mau kemana?" Bayu bertanya dengan nada kuat.


"Haus." Ari pun pergi setelan mengatakan haus.


"Ini minum!" Eka menunjuk tiga kaleng minuman yang selalu ia bawa sebelum ke markas. "Mungkin dia pengen lagi nenangkan diri."



"Ntah apa yang dipikirkan oleh Mita dari tadi dia sibuk memandang jendela kamar bella, sedang Bella, Amel, dan Dira. sibuk main-main di belakang. Hem.. hah.. Mita menghela nafas panjang, sekali lagi ia membenamkan wajah nya ke meja belajar bella.


Ceklek


"Mit main yuk, biar rame mumpung kita lagi di sini." Ya amel dan dira menginap di rumah bella untuk dua hari kedepan.


"Ntar gue nyusul! lo luan aja Dir!" Mita melangkah dengan sedikit lemas lalu memasuki kamar mandi. ia mencuci muka agar segar. ketika membuka pintu, "Aah... ngagetin tau gak!" Mita mengelus dadanya yang terpompa kencang.

__ADS_1


Bukanya di jawab oleh Dira, Diranya malah langsung masuk ke kamar mandi dan menutup nya keras. Mita hanya geleng geleng.


__ADS_2