
Para siswa/i berserorak ria setelah merasa tegang selama seminggu ini yang selalu menghantui pikiran mereka, termasuk Mita dan ketiga temannya.
Kini Mita dan ketiga temannya sedang berada di The Cafe, mereka sudah janjian akan meluapkan penat mereka dengan makan banyak, dan berkumpul seperti saat ini, karena selama seminggu ini mereka seakan sibuk bertemu satu sama lain.
"Beb kagen deh!" Bella memeluk Mita dari samping. "Ya elah kaya setahun gak jumpa aja!" cibir Amel yang melihat ke lebaiyan Bella.
"Iri ya gak ada yang meluk?" yang menjawab pertanyaan Amel bukanya Bella melainkan Dira.
"Idih iri sama muka sengong lo!" Ucap Amel dan langsung meneguk jus di depannya.
"Muka sengong kaya gue gini banyak yang naksir lo, jangan sepele sama gue," Tampak Dira yang sedikit menyombongkan diri.
"ih sok iya lo!" Cibir amel lagi. "Dah ah.. masa niatnya mau melepaskan penat dan senang senang malah nambah penat aja!" Sebel Bella kepada dua orang di depannya yang tak henti hentinya berdebat.
"Wuihh.. mangkin rame aja nih cafe," Ucap Amel yang masih pokus ke arah beberapa anak sekolah yang baru saja memasuki kafe. "Ih baru tau, tiap hari juga rame, bukan hari ini aja kalik." Bella bersuara ketus.
"Gue ke toilet dulu ya!'' Ijin Mita dan beranjak dari duduknya. "Gue temenin, ya Mitaa!" Jerit Dira yang langsung mendapat anggukan kepala dari Mita. Namun mendapat gelengan dari Amel dan Bella, karena Dira menyusul ke kamar mandi membawa penuh makanan di kedua tangannya.
"Mau menemin atau mau pindah nongkrong tuh anak?" Tanya Bella je Amel.
"Emang kita kenal?" Jawab Amel ketus.
"Ah.. iya gue lupa kita kan gak saling kenal ya! kok bisa gue pikun sebelum waktunya." Bella beranjak dari duduknya dan meninggalkan Amel yang memanggil mangil namun tak dihiraukan oleh Bella, karena masih merasa kesal kepada Amel.
Di kamar mandi
Mita membuka kamar mandi sedikit dan menampakkan wajahnya separu, "Kenapa?" Tanya Dira merasa heran dengan Mita.
Mita melirik ke sekeliling nya, "Sini deh!" Pinta Mita agar Dira mendekat
"Ada apaan sih?" tanya Dira yang sudah berdiri tepat di depan Mita.
"Ya elah begitu doang sampe bisik bisik, pegang dulu makanannya biar gue ambil!" pinta Dira dan langsung berlari meninggal kan kamar mandi.
"Asataga!" Mita baru menyadari jika Dira membawa makanan ke tempat kaya gini, "Apa gak beda rasanya! padahal kan lagi di tempat kaya gini.
Tak memerlukan waktu lama tampak suara langkah kaki yang berjalan menuju kamar mandi. "Baru saja Mita ingin membuka pintu, tanganya terhenti, ketika mendengar suara ribut yang jelas bukan Dira melainkan orang lain.
"An*ir si Bella, gue lagi caper malah di siram, awas aja bakal gue balas sepuluh kali lipat!" Ucap Adel kepada dirinya sendiri sambil membersihkan bajunya yang basah.
"Bella? Apa maksudnya? gak mungkin Mit, Bella kan bukan hanya satu." Mita membuang pandangan kepo pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Rikaa.. cepetan dong!'' teriak Adel kepada Rika yang berjalan pelan menuju ke arah nya. "Lagian kok bisa sih, ampe basah aus banget lo?" tanya Rika dan melemparkan sardigan miliknya ke arah Adel.
"Bukan gue tapi saingan gue!" jelas Adel dengan tatapan tajamnya. "Sejak kapan lo punya saingan?" tanya Rika mulai kepo.
"Si.." ucapan Adel terputus ketika melihat seorang cewek yang baru saja masuk.
"Aneh," ucap Dira dan langsung mengetuk pintu kamar mandi milik Mita.
"An*ir lo Mit! ngagetin tau gak," Kesel Dira di sertai dengan lemparan barang yang ia ambil balik tadi.
"Siapa tadi Mit?" tanya Mita pada Dira dengan mata yang sibuk dengan melirik ke arah luar kamar mandi.
"Kenapa emang?" Tanya Dira mulai penasaran. "gak ada cuma penasaran doang!" Jelas Mita dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari Dira.
"Sini makanan gue! sono cepetan!" Dira mendorong Mita ke dalam kamar mandi, dan langsung melempar kan apa yang Dira pinta tadi.
Di tempat lain
Geng Four boy, sedang berkumpul di tempat tongkrongan biasa, kecuali tuan rumah nya sendiri, Eka dan Deni awalnya sedang membeli makanan di The Cafe, tapi hingga saat ini, mereka belum juga pulang, dengan alasan lagi bersama dengan Bella.
"Biasaan tuh bocah! kalo dah jumpa sama doi, lupa sarang!" Ari menjawab ocehan Bayu dengan senyum simpul
"Gue gak sebucin Eka, masih bisa di kontrol," Jawab Bayu dan mulai mengambil gitar dan mulai memainkannya dengan bagus.
matanya terpejam menikmati suara miliknya yang terbilang merdu.
Setelah selesai memaikan gitar, Bayu mendapatkan tepukan tangan, awalnya Bayu mengira jika Itu Ari, ternyata bukan hanya Ari saja melainkan adanya Rika dari arah bawah.
"Bagus Bay, gue suka!" Jelas Rika yang langsung mendapat senyuman hangat dari Bayu.
"Sendiri?" tanya Bayu ketika melihat Rika seorang diri dan mendapat anggukan kecil dari Rika.
"Boleh naik gak?" Tanya Rika yang padahal sudah mulai menaiki tangga.
"Gak!" Rika menghentikan langkahnya dan menikan sebelah alis. "Gak di harap nih ceritanya?" Tanya Rika dengan suara lirih.
"Becanda, Cepat gih naik gue dah rindu!" ucap Bayu yang langsung mendapat gelengkan kepala dari Rika.
Ari yang menyadari adanya Rika langsung naik kr atas. "Gak Bayu, Eka, Deni sama aja kalo udah urusan doi lupa kulit!" Kesel Ari yang mulai memaikan game onlain nya.
Seteleh Rika sampai di atas, Bayu langsung menawarkan lagu apa yang akan ia bawakan.
__ADS_1
"*Love you bay! keliatanya itu lagu udah lama gak lo bawakan. jelas Rika yang langsung mendapat anggukan kepala dari Bayu.
"Ingat gak ini lagu apaan?" tanya Bayu sebelum memetik gitar miliknya. "Lagu saat lo nembak gue!" Jawab Rika di iringi dengan senyum.
"Pintar, ini baru Rika yang gue kenal!" ucap Bayu sambil mengelus puncak kepala Rika. "Emang selama ini Rika yang gak Bayu kenal itu gimana?" tanya Rika dengan mimik serius*.
Tanpak Bayu yang sedang berpikir, lalu tersenyum licik ke arah Rika. "benaran gak tau?" Rika menggeleng dan dengan cepat Bayu mengecup pipi Rika.
"Bayuu.. mesum lo!" Jerit Rika yang langsung mengusap bekas ciuman Bayu. "Mau lagi?' tanya Bayu menautkan sebelah alis, yang mampu membuat Rika melotot.
"Udah berani ya!" Ucap Rika dan langsung membuang muka. "Lain kali jangan di hapus, sayang kan ciuman pertama!" Muka Rika berubah menjadi merah antara malu dan rese melihat tingkah Bayu saat ini.
Malunya Rika menghilang seiring mendengarkan suara merdu Bayu yang menyanyikan lagu love you dengan hikmat.
Ari yang mendengar kan percakapan antara Bayu dan Rika merasa risih, ia memilih menutupi kedua telinga dengan handset .
Di rumah
Mita sedang berada di rumah Bella, ia memang sudah janji dengan Bella. Jika sudah selesai ujian maka ia akan menginap di rumah Bella.
"Mit.. temenin gue milih baju dong! Bingung gue milih yang mana!" Jerit Bella di depan cermin.
Mita menggeleng melihat tingkah Bella yang ada perubahan dalam memilih pakaian pasti akan selalu meminta pendapat orang lain.
"Padahal gue di sini, gak perlu jerit juga kali bel!"
"Mita memandangi lima Baju yang sudah terletak di atas kasur. "Ini bagus." Mita memilih warna hitam dan langsung di ambil cepat oleh Bella.
"Dah gue tebak, pasti hitam!" Jelas Bella yang langsung becermin di depan lemarinya. "Yang itu gak norak, lebih elegan pun warnanya," Ungkap Mita lagi.
"Setelah memakai baju pilihan Mita, mereka berdua pun langsung keluar dari kamar.
"Kita mau kemana aja?" tanya Mita yang melihat Bella sudah menyalakan mobil nya.
"Pokoknya pergi ke tempat yang lo sendiri sering datanin." Ucap Bella yang membuat Mita menjadi bingung.
Tak memerlukan waktu lama, mereka pun sampai di tempat tujuan. "Ini kan.."
"Gimana berubah banget kan?" ucap Bella sambil membukakan pintu untuk Mita.
Meraka berdua pun bersama sama menuju tempat tersebut.
__ADS_1