Brother And Love

Brother And Love
bab112- Sepupu Bayu


__ADS_3

Mita langsung mendapatkan pelukan hangat dari seseorang yang memang sudah akrab dengannya. Ari tersenyum kala melihat Mita yang tersenyum bahagia.


"Malam tante!" Sapa Ari yang sejak tadi di abikan oleh Maminya Bayu.


"Astaga. sampai lupa sama Ari kan Tante!" Ujar Mamj Rosi yang menepuk pundaknya Ari pelan.


"Ayo masuk, di luar dingin!" Mami Rosi berada di tengah tengah antara keduanya. "Mami nungguin kamu datang dari tadi tau, kangen banget Mami sama kamu!" Rosi menyentil hidungnya Mita dengan gemas.


"Bayunya mana Mi?" Tanya Mita yang memang tak merasa tak adanya Bayu di sekitar mereka.


"Lagi di atas tadi lagi mandi, bentar lagi juga datang!" Jawab Rada dengan senyum kecil.


"Ari ke ke kamar Ya Tan!" Ari beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya Bayu. sejak tadi ia merasa jika dirinya menjadi asing ketika berada di antara Mita dan Tante Rosi.


"Adik gue di bawah!" Ari merebahkan badannya di atas kasur dengan menatap ke arah sang sahabatnya. "Udah lama lo?" Tanya Bayu balik.


"Udah. kasian tuh adik gue, awalnya gue mau pergi siap magrib tapi pas gue mau ajak tuh anak, dia malah bongkar seisi lemari, alias lemari!" Bayu menatap Ari dengan heran.


"Nyapin?" Tanya Bayu. "Nyari baju sampai semuanya di bongkar.


"Mi.. enak banget!" Mita menunjukkan dua jempolnya ke Mami Rosi, sebagai tanda mantap. Rosi hanya tersenyum kecil. "Ajari dong Mi, apa bahannya, dan gimana cara masaknya!" Mita mendekati Mami Rosi yang sedang mencuci buah .


"Siap tapi setelah kamu jadi istrinya Bayu!" Ucap Rosi dengan mengedipkan sebelah matanya.


Mita terdiam sejenak. "Mita sih mau aja Mi, tapi si empunya yang gak tau, mau apa gak!"


"Mau sama siapa Mi?" Tanya Bayu yang mengagetkan Mita dan Mami Rosi.


"Mau sama ka_mau sama kucing!" Balas Mita yang memotong ucapan Mami Rosi. Rosi terkikik saat melihat wajah Mita yang memberi kode ke arahnya.


"Bay.. bantu angkat, kasian calon mantu Mami angkat sendiri!" Ujar Mami Rosi yang membuat Bayu tersenyum kecil.


"Ri.. lo bantu juga, biar sekalian siap!" Ujar Bayu sambil melewati Ari. "Awas jatuh!" Ari menepuk pundaknya Bayu dengn kuat.


"Hampir!" Ujar Bayu sambil menatap Ari tajam.


"Tadi siang gue jumpa sama sepupu gue yang pernah gue ceritakan ke lo, katanya dia penasan dengan lo, karna udah berhasil dapetin gu_ Mita menutup bibirnya Bayu dengan telunjuknya.


"Suutt! jangan bahas Si Nadin sekarang, ntar aja kalo udah selesai makan!" Ujar Mita yang meninggalkan Bayu.


...


Setelah berkumpul dengan keluarga Bayu, Baik Mita maupun Ari berasa berkumpul bareng keluarga sendiri. malam malam yang menghangatkan di malam itu sudah selesai, yang di ganti dengan obrolan diiringi tawa.


Di sini lah Mita dan Bayu berada, di sebuah kolam renang yang di temani lampu yang cukup menerangi sekitaran mereka.


"Bay!" Mita menatap Bayu dengan kesal. "Gak gitu maksud gue. itu untuk sementara waktu aja, gimana?" Tanya Bayu yang lagi lagi bertanya tentang hal yang sama.


"Gue kesal sama sepupu lo, kemarin gue gak sengaja jumpa sama sepupu lo di cafe, dan kita bagikan air dan minyak yang tak bisa akur sama sekali. mana dia ngancam gue lah, peke mata tajamnya lagi, bahkan dia sampai ngaku ngaku jika lo sama dia di jodohi. gue sendiri gak terpengaruh sama semua ucapan dan ancamannya tapi gue gak mau nasib gue bakal sama dengan para pans kakak gue, gue bukan lemah atau gak bisa balas tapi gue leleh aja dengan hal begituan, cukup masa lalu gue aja, sedangkan kedepanya gue hanya pingin adem dan tentam!"

__ADS_1


Saat ini Bayu sedang berusaha utuk membujuk Mita agar mau di ajak bertemu dengan sepupunya. Namun karena Mita yang tau sifat sepupunya Bayu hanya menatap kesal ke arah Bayu.


"Bayu menatap Mita dengan wajah memelasnya. "Lo tau lah, gue sama dia gak ada hubungan apa apa selain sepupuan tapi setidaknya, gue menghargai permintaannya dan hal itu berkaitan dengan lo Mita!"


Mita menghela nafasnya kesar barulah ia menatap Bayu dengan senyum kecut. "Tapi harus janji!" Ucap Mita masih dengan bibir yang mengkerut.


"Janji apaan? hmm!" Mita membuang pandangan ke lain arah. "Jangan buat gue cemburu!" Bayu tersenyum lebar saat mendengar ucapan Mita.


"Kamu yang buat aku cemburu!" Balas Bayu dengan tatapan lucu ke Mita.


"Cemburu kenapa?" Tanya Mita masih dengan mengalihkan pandangannya. "Cemburu karna kamu gak dekat sama Kakak kamu!" Mita menatap Bayu dengan cengo.


"Cemburu yang sangat langka!" Mita berjalan meninggalkan Bayu di tempatnya. Yang di susul oleh Bayu di belakangnya.


...


Dua hari kemudian. Mita yang sudah rapih dan wangi dengan baju pilihan sabatatnya, gak lian Bella. "Udah sono dan di jemput dari tadi juga, masa ia lo biarin dia nunggu lama!" Sewot Bella yang malah kesal karna Mita yang berdandan terlalu lama, padahal hanya mengoles listrik di bibirnya dengan sedikit make up yang di berikan Bella.


"Biarin, lagian lamanya dia nunggu gak selama gue nunggu hal yang gak pasti!" Mita berubah sedih ketika mengingat masa lalunya saat menyukai Bayu.


"Ya elah masa lalu itu udah berlalu, lagian lo juga udah dapat jawabannya, tinggal nunggu pengumuman kapan lo di lamar!" Bella mendahului Mita yang berjalan ke arah teman temannya.


Mita menatap heran orang orang di sekitarnya. "Lo semua pada ngumpul di sini nunguin sembako apa nungguin gue pergi?" Tanyanya dengan keran.


"Ya nunguin lo pergi dong sama calon suami, masa ia nunggu lalat datang!" Amel berucap dengan melipat kedua tangannya di perut. "Yok bay, pergi aja banyak banget nyamuk tak di undang di rumah ini, cukup nyamuk aja yang demem berdarah, kita jangan!"


Di sepanjang jalan, Mita terus menerus menceritakan tentang sepupunya Bayu. kamarin malam, entah emang di sengaja atau tak disengaja. Mita bisa bisanya bertemu dengan sepupu Bayu yang sok jagoan itu.


Bayu hanya terkekeh saat mendengar kocehan dari kekasihnya saat ini. sampai mereka tak sadar jika tempat yang sedang mereka datangi kini sudah berada di depan matanya.


Matanya Mita langsung berbinar saat melihat tempat di sekitarnya. "Bagus banget bay, tempatnya!" Pujinya dengan mata yang gak henti hentinya melihat sana sini.


"Kok sepupu lo belum datang, Bukanya kata lo dia udah datang sejak tadi?" tanyanya dengan wajah tak sabaran


"Kok sepi ya bay, adem jadinya!" Sejak tadi Bayu hanya tersenyum tanpa mengeluarkan kata dari mulutnya.


Sudah setengah jam lebih keduanya berada di ruangan itu yang di temani dengan suara sendok serta musik yang di putar dengan lagu menenangkan.


"Bagus juga ya. tempat yang di pilih sepupu lo!" Puji Mita, padahal ia tadi sempat kesal saat mendengar tentang sepupunya Bayu.


"Perasaan gue sendiri dah yang ngomong dari tadi, Bay! gak lagi puasa ngomong kan?" Bayu tersenyum mendengar perkataan Mita. "Sepupu gue datang tapi gak sekarang, cepat habisan makanannya, setelahnya gue mau bawak lo ke tempat yang lebih bangus dari tempat ini!" Ucap Bayu yang bersuara setelah sekian lama berdiam diri.


"Mita kira beneren puasa ngomong, eh udah buka aja ternyata!" Ujar Mita lalu menyuap makanan terakhirnya. keduanya pun mengobral santai yang di temani dengan tawa antara keduanya.


"Mita merasa was was saat kakinya yang melangkah terlalu jauh, apalagi penutup matanya sangat ketat dan tak bisa melihat apa yang ada di depannya.


Saat membuka penutup matanga. Mita dapat merasakan hahagia saat melihat dan mendengar tepukan tangan dari orang di sekitarnya.


"Astaga. gue sampe lupa dengan hari lahirnya gue ini." Ujarnya dalam hati. dengan perasan yang campur aduk, Mita dengan refleks memeluk Bayu yang saat ini berada di hadapannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian satu persatu mulai muncul, dari Mami Rosi, Ari, Om Anton dan teman teman dekatnya Mita juga menghadiri acaranya ini.


"Mita tersenyum bahagia saat semua orang dengan semangat nya memberi ucapan padanya, namun hanya satu orang kini belum terdengar sama sekali kata maaf itu. yaitu Bayu.


Mita memutar bola matanya jengah saat mrncari Bayu namun malah bertemu dengan sepupunya Bayu.


Mita baru sadar jika sepupunya Bayu, juga ada di sini. Mita dapat melihat jelas jika sepupunya Bayu menatap nya degan penuh musuh.


Mita sendiri tak ambil pusing, menurutnya hal seperti ini sudah biasa ia rasakan.


Cukup lama Mita menunggu kedatangan Bayu.


"Sabar atuh, bentar lagi akang lo kemari, sabar aja!" Ujar Dira dengan senyum menggoda. Mita menatap Dira kesal.


benar apa yang di ucapkan oleh Dira. tak lama Bayu dayang dengan senyum lebarnya yang berjalan ke arahnya. tiba-tiba lagu yang awalnya di bunyikan dengan kuat serta di ganti menjadi lagu yang terbilang lebih santai, semua mata menatap ke Bayu dan Mita sorak sorak teman Mita dan Bayu terdengar heboh saat Bayu sudah berada di hadapan Mita.


Bayu menatap Mita dengan tajam. ia menghela nafas cepat lalu kembali menarik nafas dengan gusar. lalu menghembuskan nya perlahan.


Mita menjadi heran dengan tatapan yang di berikan oleh Bayu apalagi saat melihat wajah seriusnya Bayu.


Bayu bertekuk lutut di hadapan Mita dengan membuka sebuah kotak dari saku celananya.


"MitianKey Elyda, sebagai anak pertama dan satu satunya dari keluarga Anton, aku Abayu


Anton Prayuda, di depan kedua orangtuaku dan di depan Kakak mu serta yang lainya, aku ingin melamarmu sebagai pendamping hidupku, maukah kamu berada di sisi ku sampai ajal memisahkan kita?"


Dek..


Mita menegang di tempat, ia tak menyangka jika Bayu akan melamarnya di saat saat hari yang menentukan jika umurnya bertambah satu tahun.


Bukan hanya Mita sendiri yang kaget tapi semua orang yang ada di tempat itu. terkecuali Ari dan Om anton.


Semua dengan serentak menyoraki Mita agar menerima lamaran dari Bayu. Dira tak melewati dari kata heboh. ia bahkan mengambil gambar beberapa kali untuk untuk gosip terbarunya nantinya.


"Tapi gue masih sekolah Bay!" Ujar Mita pelan.


"Aku gak bakal paksa kamu!" Ujar Bayu pelan.


semua berbisik karna tak mendengar ucapan Bayu dan Mita.


Mita menghela nafasnya kesar, ia memejamkan mata sebelum mengambil tindakan.


Terima..


Terima..


Terima..


Sorak demi sorak dari teman temannya Mita terus terdengar di sekitar ruangan itu. Sepupunya Bayu yang berada di sampingnya Rosi terus mengomel sendiri dengan bibir yang sudah maju tiga inci.

__ADS_1


__ADS_2