Brother And Love

Brother And Love
bab 27-udah berapa istrimu


__ADS_3

Mita mengelus elus kursi yang saat ini diduduki nya. Seketika pikiran yang sejak tadi menghantui pikirannya menghilang seketika. ia kembali teringat akan sosok orang yang dicarinya selama ini, sosok yang menjadi penyemangat di setiap kondisi yang memintanya untuk bersabar, dan selalu mencoba untuk menjalani hari yang sulit untuk menjadi sempurna. Ia berharap agar suatu saat nanti keluarga nya akan berkumpul kembali.


ceklek..


Sebuah langkah kaki yang mangkin lama mangkin kedengaran, dan berjalan mendekati Mita. suara langkah bunda Mita, seorang wanita paruh baya itu pun duduk di samping putri kesayangan nya.


"Tumben disini! Bella nya mana kok sendirian?"


"Hmmm... mita lagi gak bisa tidur bun, jadi keluar bentar. Kalo Bella udah tidur luan makanya Mita sendiri" Mita menjawab sambil mengayun kan kakinya. Sebuah kehangatan dirasakan oleh Mita. Kini bundanya mengelus elus pucak kepala Mita dengan lembut. maafin bunda ya, kalo jarang memperhatikan kamu. bunda tau pasti kamu kesepian kan? bunda lagi cari orang kepercayaan, kalo udah dapat pasti bunda lebih punya banyak yang untuk temenin Mita, Mita melihat bundanya intens.


"Bun..!" Mita menegak kan badannya sambil bersuara pelan Mita gak masalah kok bun, Mita ngerti kok. bunda juga gak ada waktu buat Mita karena bunda sayang Mita. mita tau bunda jarang dirumah dan kerja juga karna demi mita. kini tangannya sudah mengelincir di perut sang bunda dan disambut dengan hangat oleh sang Bunda tenang aja ya.



Ari mendesus kesal setelah mendapa nomor asing yang menelepon nya pagi-pagi. Dengan gerakan malas nan mata yang melirik nomor asing sekilas ia pun kembali terpejam, dan langsung mengangkat.


— "Berani melencang kamu sekarang ya! udah bisa hidup sendiri kamu ya, sampai sampai gak pernah pulang lagi kerumah! udah berapa istrimu sampai lupa kulit! sampai sampai semua nomor kamu blokir?"


Matanya yang awalnya terpejam kini melebar begitu tau suara penelpon di seberang sana. dan langsung terduduk sambil mengacak acak rambutnya malas . Jika tau yang menelepon adalah sang ayah, pasti sampai kapan pun gak akan ia angkat. Kebencian nya sama sang Ayah masih menempel di hatinya.


—"Pulang kamu sekarang. jangan pernah main main sama perkataan ayah!"


—"Bukanya aku gak anak ayah! bukanya anak ayah itu yang paling pinter itu, anak yang selalu ayah bangga banggain sampe ayah lupa kalo kalo selama ini aku yang selalu mengajarinya. lagian, bukanya aku dah ganggu peliharaan ayah yang dirumah?" dan satu lagi, aku gak punya istri, aku gak seperti ayah yang punya simpanan sana sini."


Ari memandang ponsel nya dengan kesal, setelah pasti sambungan terputus ia melempar kan ponsel nya ke kasur dan berlalu meninggalkan kamar.


Ari kaget karana Bayu memukul dadanya berbarengan saat membuka pintu. Ari juga membalas pukulan Bayu tapi dengan tenaga, Bayu yang mendapat tinjuan dari Ari langsung tersungkur dan mengelus perutnya yang sakit. Sedang makanan yang di bawanya pun ikut terjatuh dan berserakan ke mana mana


"Lo, sih. pake pukul dada segala, ripleks dong gue pukul, kirain maling! Ari menjukurkan tangannya ke bayu disambut dengan cepat pula oleh Bayu.


"Mami Rosi. atau lebih tepatnya mami Bayu sedikit melongo melihat ari yang memukul perut putranya sampai terjatuh. Ia berpikir bahwa ari dan bayu lagi berantem, tapi gak meraka sekarang tampak seperti biasa. Ia pun mengurungkan niatnya untuk mendekati mereka.

__ADS_1


Pagi-pagi gini udah dapat serapan mantap bah, bayu mengelus perutnya pelan yang terasa sudah kenyang. Lalu memukul badan Ari balik karena menertawakan nya. Kini mereka sudah berada di kamar tamu atau lebih tepatnya kamar yang ari tidurin selama dua minggu terakhir.


Gue tadi kebawa emosi, jawab Ari diselang tawanya yang mulai memudar. "Kenapa lo?" Bayu melihat gerak gerik Ari yang memang lagi kesal.


"Bokap gue!" mendengar kata bokap Bayu sudah menyimpulkan bahwa Ari lagi berantem sama bokapnya. Tapi bayu sedikit bingung juga, karana selama ini Ari memblokir nomor yang berhubungan dengan keluarga nya.


"Tadi dia nelpon. gue gak tau kalo itu bokap gue, nomer nya beda?" tanya Bayu." iya"


"Gue di disuruh balik. tapi gue tolak gue benci banget sama dia, selalu aja melarang hal yang gue suka!" Kini ari kembali merebahkan bandan nya ke kasur diikuti Bayu.


Bayu tau apa yang sedang di pikirkan oleh Ari sekarang! "Ri..?!" Ari yang mulai terpejam kembali membuka matanya dan menatap Bayu.


"Lebih bagus lo pulang deh! mendengar itu Ari sedikit kesal. Gue sih maunya gitu bay, gue juga udah lama banget kan numpang disini. "Gue merasa lo dan merepotkan keluarga juga. padahal kan ini masalah gue!"


Bayu menepuk pundak Ari kuat. yang membuat Ari menatapnya dengan tajam. "Tapi Bayu biasa aja, gue dan keluarga gue gak merasa terepotkan kok, gue cuma gak mau aja ngeliat lo harus begini. Coba deh lo pikir ri..! selama ini lo gak pernah minta apa-apa kan selain motor lo itu?" ari menganguk mengiyakan.


"Lo liat si Prans walaupun dia bukan anak kandung dari ayah lo tapi semua kemauwanya di turutin. Gue rasa bokap lo benar, lo itu harus serius belajar lagian lo kan yang bakal mengelola perusahaan bokap lo kedepanya. gue rasa bokep lo khawar kalo lo gak bisa meneruskan jasa bokap lo. dan kemungkinan jika lo gak bisa pasti si prans yang bakal menduduki posisi bokap lo. posisi yang sudah berdua sudah terduduk mapan,"


"Emang, tapi itu bisa aja terjadi. kalo lo gak bisa meneruskan kedudukan bokap lo. lagian gak mungkin kan adik lo masih kecil bisa jadi?"


Seketika pikiran merindukan sosok manusia yang paling mengerti padanya, siapa lagi kalau bukan adek kecilnya.


"Kenapa rindu lo ama adek lo?"


"Ari gak menjawab masih berdiam di tempat.


Bayu lebih duluan melonong ke pintu, sebelumnya ia sempat mengajak Ari agar sarapan bersama. Emang selama ini Ari selalu sarapan disekolah begitu juga dengan bayu. berhubung maminya Bayu yang baru pulang dari surabaya. mengharus kan mereka serapan bersama, maminya Bayu memang suka sekali dengan memasak. jadi gak heran serapan pagi pun seperti makan keluarga besar. semuanya dimasak.



"Mitaa..!" Jeritan Bella di kamar mandi mampu membuat seisi kamar berserakan apalagi telinganya Mita untung cepat di tutup kalo gak, udah terbelah dua mungkin. Mita yang masih bersisir pun menghentikan aktivitas nya dan menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Bella yang menggunakan handuk asal asalan serta rambutnya yang berantakan dan belek yang masih menempel di pipi nya terlibat seperti orang yang kurang semangat hidupnya.


Mita tertawa melihat orang di harapan nya. "Kenapa sih bel, masih pagi loh!"


"Bella menunjukkan jari kirinya, Mita malah binggung, kuku gue patah gara gara ada laba laba ngintip gue. Bella menunjuk laba-laba yang cukup besar dengan membawa telur di perut nya. ''Apa hubungannya sama kuku lo?"


"Dia nya jalani tangan gue, ya gue panik lah! eh malah patah tangan gue?" bukan tangan lo yang patah tapi kuku lo!" ucap Mita sambil menunjuk kuku Mita.


'Sekali lagi Mita melihat penampilan Bella, "Lo belum mandii?" Mita setengah menjerit.


Bella hanya cengengesan, "Gue tadi ketiduran, lagian lo bangunin gue cepat banget!" Mita hanya geleng geleng "Ya udah cepat tan mandi ntar kita bisa telat tau! " Mita meninggal kan Bella. tapi Bella malah merengek minta di buangkan dulu laba labanya baru mandi.


Mita menaikan sebelah alis. Entah jurus apa yang dipakai mita dia bisa menangkap laba laba itu dan membuangnya jauh.



"Gue gak abis pikir akhirnya kita di ajak juga ya kerumahnya!" Amel berisik ke Dira dan di anggukin oleh Dira. kini Bella, mita dan kedua temannya pergi ke rumah Bella. Bella sengaja membawa temanya belajar di rumahnya. Alasnya juga simpel. di rumah Amel selain jauh juga sempit.


"Kalo Dira kebetulan ada les di rumahnya, di tempat Mita Bella dah bosan, mau di cafe depan ruang Dira ramai nya gak ketulungan ya udah deh resminya di rumah Bella.


"Kita di belakang aja ya, disini ntar banyak temen mama gue!" Meraka semua mengikuti bella berjalan. sepanjang jalan menuju belakang tak henti hentinya Amel memandang sana sini. "Dekornya bague ya dir? iya"


Serelah sejam lebih mereka belajar akhirnya siap juga tugas yang mereka kerjakan. Dira mengangkat tangan nya ke atas akhirnya siap juga. mita hanya tersenyum menatap ketiga temanya yang bernafas lega.


"Gak, sia sia gue punya temen seperti Mita. pinter banget deh!" amel dan dira memberikan dua jempol ke Mita. "alah lebayy.." Bella menyengir ke dua orang yang baru saja memujinya.


"Hu.. suka gue dong!" amel mengejek Bella dan berlari ke arah dira karna kena kejaran dari Bella. Mit, mereka nih muji lo supaya kedepnya bisa minta kasih tau lo kalo ada pr. Dira, dan Mita membiarkan amel dan bella yang kejar kejaran gak tau tujuan. Sambil main mulut tapi si Amel masi sempat sempatnya makan.


Karena lengah Amel kejebur kolam renang. Bella tersenyum puas melihat Amel yang sudah basah kutup setelan naik ke atas.


kasih like dan vote dong bagi yang baik, gak juga makasih gak maksa kok :) v

__ADS_1


__ADS_2