Brother And Love

Brother And Love
bab116-BAL


__ADS_3

...Tamu yang lebih spesial ...


Mita tetawa kecil. Lalu balik memeluk Allya sampai si empunya merasa sesek. "Key.. lo belajar peluk pelukan begini dari mana, kok gue kagak bisa nafas!" Allya berucap yang langsung di lepaskan pelukannya dari Mita.


"Lo mangkin cantik, gimana kabar lo!" Tanya Mita yang menggenggam kedua tangannya Allya erat. "Iya dong, anak Bunda Dewi gitu loh!" ujarnya sambil menyelipkan anak rambut di belakang telinga.


Dek..


Mita langsung terdiam. "Gu.. Kita ngobrolnya di kamar aja yuk, disini semutan kaki gue!" Mita langsung menarik Allya ke atas.


"Kak Ari, titip dan tolong bawakan kopernya ke atas ya, makasih!" Allya tersenyum manis yang di akhiri lambaian tangan.


Ari menatap koper di sampingnya dengan ratapan kesal.


"Ini kamar lo, bagus ya!" pujinya yang langsung berbaring di kasur. "Lo datang kok gak ngabarin!" Ujar Mita yang mendudukan pantatnya di kasur. Allya menatap Mita dengan senyum kecil.


"Lo lupa ya gue kan gak punya kontak lo!" Jawab Allya yang membuat Mita menepuk kening.


"Ah.. Iya ya!" Ujar Mita lagi.


Mata Mita melirik koper yang baru saja masuk ke dalam kamarnya. "Lo langsung ke rumah gue?" Tanya Mita dengan mimik tak percaya.


Yang di tanya hanya menaikan alis sekilas. "Meles gue balik, lagian bokap, nyokap masi di sana!" Ujarnya dengan senyum kecil.


"Oh iya!" Allya turun dari kasur dan mengambil sesuatu dari dalam tas. Ia memberikan sebuah kotak kecil ke pada Mita. "Apaan nih!" Tanyanya sambil menatap kotak tersebut dengan heren. "Kalo gak bom ya zonk!" Ujar Allya dengan tersenyum .


"Jawaban yang unik!" Ujar Mita lalu membukanya. Mita menatap tak percaya dengan isi yang ada di dalam kotak tersebut. "Ini kan_ Iya gelang satu besty dulu, masih gue simpan sampe sekarang, yah walaupun warnanya udah rada beda dari warna aslinya!"


"Ini apaan?" Tanya Mita saat melihat sebuah kalung. "Nah kalo yang ini buat lo, oleh oleh dari kampung gue, selama sebelas tahun terakhir!"


Mita memeluk Allya kembali.


Allya dan Mita merupakan sahabat sejak kecil sejak sd, namun saat merasuki kelas empat sd, Allya dan kedua orangtua, serta adik laki-laki nya, harus pindah ke LN karna urusan bisnis papinya yang harus di jalankan di sana. Semenjak kepergian Allya, Mita yang dulunya tak sepala akrab dengan Bella, kini seakrab yang bisa di bilang seperti seorang adik berkakak. Sedang Allya dengan Bella sebelumnya sudah saling akrab.


"Untuk beberapa hari kedepan, gue boleh nginap di sini ?" Mita menatap Allya dengan bingung.


"Gue sih boleh boleh aja, malah senang, tapi gue harus bi_ Gue yang bilang ke Bunda lo, Bunda lo dimana?" Tanya Allya yang sudah berdiri sambil merapihkan pakaiannya.


"Ke_kenapa Key?" Tanya Allya yang kembali duduk. Mita menghela nafasnya panjang. Ia menatap sahabat lamanya dengan tatapan sendu. "Bunda udah gak ada!" Ujarnya dengan suara pelan dan begeta.


Allya yang mendengarnya, langsung merangkul kedua pundaknya Mita dengan tatapan serius. "Key, lo gak boleh ngomong begitu!" Ujar Allya.


"Bunda udah pergi, udah lama, lebih tepatnya waktu gue kelas sebelas semester dua!" Air matanya Mita meluncur mulus ke pipi mulusnya.


"Gu-Gue gak bermaksud, maafin gue, maaf!" Allya menjadi salah tingkah setelah melihat dan merasa bersalah akibat ucapannya barusan.


"Apa gue peluk aja ya? Biasanya kalo orang lagi sedih sukanya di peluk!" Allya memeluk Mita dengan ragu. Baru saja tanganya menempel di bahu Mita, Mita sudah melepaskan tangannya.


"Lo boleh kok tinggal di sini, sampai berbulan bulan pun gak apa malah gue merasa senang jika lo ada di sini, itu artinya gue punya teman tidur dan juga teman ngobrol!"


"Maaf!" Ucap Allya pelan sambil menunuduk.

__ADS_1


"Gak apa, gue memang pengen nangis aja, maklum udah lama gak ada temen ngobrol!" Mita kini kembali terlihat baik baik saja.


"Berhubung lo dah izinin gue makasih banget, tapi gue mesti minta izin ke Kakak lo dulu!" Mita mengangguk kecil. Baru saja Allya berjalan selangkah, ia kembali melihat ke belakang dengan tersenyum kecil. "Oh iya, gue lupa kasih ini ke kak Ari!"


"Apaan emang?" Tanya Mita yang ikut berdiri. "Rahasia!" Jawab Allya yang membuat Mita mengerutkan bibirnya.


"Cincin lamaran sayang!" Jawab Allya sambil menutup pintu diiringi tawa kecil. "Kena sindrom apa sih tuh anak, beda dari yang lain!" Ucap Mita yang berjalan ke arah koper Allya. Saat Mita akan membawanya ke lemarinya. Pintu kembali di buka. Muncul wajah yang menyelonong masuk ke dalam.


"Apa lagi!" Tanya Mita dengan mengacak pinggang. "kamar Kak Ari dimana?" Tanyanya dengan senyum lebarnya.


"Awas patah tulang leher lo, sekaligus awas koyak bibir lo, lebar amat tuh!" Canda Mita sambil membuka pintu lebih lebar.


Allya langsung mengerutkan bibirnya, sambil menegakkan badannya.


"Tuh samping kamar gue! Kalo gak ada di kamar biasanya di ruang tamu, kalo gak ada juga di kamar mandi" Ucap Mita.


"Kalo gak ada juga?" Tanyanya lagi. "Ngumpet di hati lo" Mita langsung menutup pintunya setelah berucap.


Allya tersenyum kecil saat mendengar ucapan terakhir dari Mita.


...


Setelah makan malam selesai. Mita dan Allya memilah kembali ke kamar, keduanya di sibukkan dengan cerita mereka masing masing. Dari hal yang lucu, bahagia, bahkan hal menyedihkan mereka tuangkan bersama sama.


"Jadi maksud lo, sebenarnya lo gak boleh belik ke ke tanah lahir lo ini?" Allya mengganguk cepat. "Tapi setelah gue nekat bunuh diri yang gue ceritakan tadi, keinginan gue buat lanjutin kuliah di sini di kabulkan, dan untuk urusan bisnis nyokap gue, adik gue yang urus, lagian lo tau lah gak bidang gue di bisnis!" Ujar Allya menjelaskan.


"Lo nekat buduh diri, apa gak lo pikirkan gimana konsekuensi jika lo bisa_ Itu lah, gue pikir gue dah gak bernyawa lagi. Gue juga sempat kritis, selama dua hari masa kritis gue terlewati dan hasil nya sangat memuaskan.


"ih.. ngerih lo, main uji coba sama nyawa!" Ngeri Mita sambil menaikkan selimutnya.


"Gue gak boleh nikah dengan orang indonesia, gue juga hanya boleh nikah dengan orang yang berkarir!" Mita tertawa kecil mendengar tuturan dari Allya.


"Mesti banget ya, sampe masalah jodoh pun harus di atur atur!"


"Sebenarnya!" Allya menggigit bibir bawahnya dengan tatapan ragu. "Sebenarnya apaan, kepo nih! " Ujar Mita


"Sebenarnya gue bunuh diri bukan karna itu aja, tapi..!" Lagi lagi Allya menggantung ucapannya. "Tapi alasan gue bunuh diri hari itu karna gue di paksa nikah sama bule!" Ujar Allya pada akhirnya.


"Gue emang kenal sama tuh bule, genteng nya lumayan, tapi masalahnya, dia playboy. dari pada gue tersiksa dan termakan hati mending gue tersiksa dengan cara bunuh diri!" Mita tak habis pikir atas apa yang di ucapkan Allya barusan.


"Maksudnya lo di jodohin gitu?" Kini Mita semangkin penasaran dengan kisah Allya.


Allya menggelengkan kepalanya. "Dia cowok yang sering ngejer ngejar gue dari awal gue kuliah, bahkan gue sempat terjebak di perangkapnya, tapi karna naseb gue baik, gue lolos bukan di situ aja dia mepet bahkan maksa gue buat jadi pacar dia, gue gak mau lah.


Tapi dengan tiba-tiba dia datang ke rumah ngaku pacaran sama gue, sekaligus ngelamar gue, tapi karna Papi gue di beri mobil keluaran terbaru, merasa iya iya aja, tepatnya saat gue bakal nikah gue gantung diri, yang berakhir terbebas dari buleyam itu!" Allya mengepal kan kedua tangannya dengan kesal.


"Kok malah ketawa?" Allya kesal saat melihat reaksi Mita padanya.


"Lucu cerita lo!" Jawabnya yang berakhir dengan cerita panjang di antara keduanya.


...

__ADS_1


Sudah empat hari Allya tinggal di rumah nya Mita. Sedang Ari yang sudah kembali ke kampusnya.


Setelah berbagi kabar dengan Bella melalui vidio call**


Mita tertawa terbahak bahak saat mendengarkan cerita dari sebahat lamanya ini. "Aneh banget lo, jelas jelas lo yang salah kok malah lo yang marah!"


"emang gue yang salah, tapi gue kan bersalah karna gue mau ngindarin anak-anak yang main di jalan. eh gak tauanya malah nabrak engkong engkong. Untungnya cuma lecet doang, cuma gue bilang maaf trus pigi, eh busyet malah di teriaki pake toak, paksa deh gue kasih duit seratus, malah minta dua ratus. Ya gue bilang dong, gue gak punya duit lagi, kalo mau yah pinta sama tuh anak anak, kan karna mereka gue jadi kelabrak tuh engkong engkong!" Ujarnya dengan muka kesal.


"Tap..." Mita dan Allya saling padang antara satu sama lain. "Lo deh yang buka, gue malas!" Ujar Mita dan Allya berbarengan.


Keduanya saling lihat antara satu dan lalinya. Tanpa ada yang keluar kata dari keduanya. Mereka berdiri secara berbarengan.


"Kok lo ikutan gue sih!" Ujar Allya diselangi tawa mereka.


Tawa mereka terhenti saat melihat orang yang muncul di atara mereka. Terutama Mita, ia mematung di temat dengan tatapan tak percaya. Apalagi saat ini orang itu menatapnya dengan tajam.


"Ba.. Bayu!" Mita berucap dengan suara bergetar. seketika ia mengeluarkan air matanya dengan rasa yang tak percaya.


Allya yang sejak tadi diam dan memperhatikan gerak gerik keduanya hanya memasang muka cengang. "Siapa Key! " Tanyanya yang langsung menggenggam pundaknya Mita arat.


"Siapa Key! " Tanyanya berulang.


Melihat air mata Mita yang keluar, Bayu tak tahan lagi melihat Mita didepannya. Ia langsung menarik Mita ke dalam pelukannya. Allya menatap dengan seribua keheranan.


Melihat adegan di depannya, ia pun berdehem untuk menghilangkan rasa ke heranannya.


"Dia siapa?" Tanya Bayu saat pelukan mereka sudah terlepas.


"Allya, masih ingat kan sama teman Mita waktu kecil!" Ujar Mita dengan ekspresi yang masih sedih.


'Jangan nangis, bukanya kangennya udah hilang?" Bayu mengelap air mata Mita dengan lembut sambil mencium kening Mita.


Allya melototkan matanya, karena melihatnya hal mesra di hadapannya. Tiba-tiba tangannya di tarik oleh Bik susi ke arah dapur.


"All..!" Mita melihat di sekelilingnya yang tak mendapatkan sosok Allya. "Udah, gak usah di cariin, sayang gue rindu, kita ke kamar ya, udah leleh!" Bayu meletakkan kepalanya di bahu Mita.


Seketika Mita teringat sesuatu. "Kenapa seminggu belakangan ini gak bisa angkat telepon, pesan juga lama di balas! kenapa?" Tanyanya dengan wajah yang berubah kesal.


"Sory.. bukan ada niat untuk bikin kamu kesal, tapi aku emang sengaja, karna hari ini aku pulang! lebih tepatnya sebagai kejutan " Ujarnya sambil mencubit pipi Mita dengan gemas.


"Kok mangkin kurus?' Tanya Bayu sambil merangkul Mit agar berjalan ke atas. Mita menipisnya dengan kesal.


"Karna kengen sama kamj, bunda, dan teman dekat Mita, mereka semua pergi, dengan membawa rasa sunyi.


Bayu mengejar Mita yang sudah jauh dari pandangannya. Ia menghela nafas lemas dan berjalan menyusul.


"Jadi pria yang tadi itu suaminya Mita, itu artinya Mita udah nikah dong!" Tanya Allya dengan rasa yang masih tak percaya.


"Mau kemana non!" Tanya Bik Susi pelan. "Mau ketemu sama Mita!" jawabnya pelan. "Biarin mereka melepas rasa rindu satu sama lian Non!" Allya sempat berhenti sejenak lalu mengiyakan ucapan Bik Susi.


...

__ADS_1


***Bantu like, komen, favorit, hadiah, bila perlu beri vote ya sayang...


Autor menantikannya.. sayang kalia***...


__ADS_2