
Bella berjalan cepat menuju kamar mandi. antara sebel dan gelisah menjadi satu. "Ih Mita tuh demen banget ya di kamar mandi, jangan-jangan ketiduran lagi? Hah.. Bella menghela nafas kasar.
"Kok gelap?" Bella kaget karena saat memasuki area kamar mandi yang gelap. Bella mencari ponsel di tas, setelah menghidupkan senter. Bella lalu mencari dimana saklarnya berada oh ini dia. lampu pun hidup.
"Di sini terdapat dua kamar mandi . keduanya sama-sama tertutup. ia bingung harus pilih pintu yang mana takut salah pintu. Baru saja ingin mengetuk pintu kedua, Bella mendengar suara tangisan, suara itu pelan namun jika di dengarkan suara itu jelas. Mata bella membulat ketika tanda akan suara isakan tangis itu. Bella langsung mengedor-nyedor pintu itu tanpa ada rasa takut salah orang. Benar selang beberapa menit pintu pun terbuka. Bella langsung memeluk orang didepanya dengan sangat erat, rasa bersalah mengalir di darahnya. Maaf.. Maaf.., Mit! gue gak bermaksud!" Bella mencoba menenangkan Mita yang masih terisak di pelukanya. Entah berapa lama mita berada di pelukanya sampai ia merasa baikan pelukan pun perlahan terlepas. Bella memberikan jaket pinjaman dari bayu. Ia langsung memakaikan langsung ke orang di depanya.
"Kita pergi ya, dari sini?" Gue rasa ada yang gak beras!" Bella melihat kamar mandi yang hampir di ketuk olehnya. Ia heran jika kamar mandi itu ada orang kenapa lampunya gak dihidupkan. Ini nih ada yang gak beres. Mita mulai merasa curiga. Tapi rasa curiga nya terlewatkan ketika melihat konsit
"Kita lewat dari samping aja ya! soalnya cafe mangkin rame!"
" Mita masih sama seperti sebelumnya berjalan tanpa melihat kedepan dan terus menunduk. Sedang tangan Bella masih terus mengelu-elus bahu Mita.
Bella gak ke bayang apa yang sebenarnya terjadi sama Mita sampai segininya?
ceroboh. ya itulah kata yang pantas ia sembur ke darinya sendiri.
"Lima menit lagi pak de jemput! kita tungguin disin aja ya?"
"he'em"
Sambil menunggu, Bella mencoba menenangkan Mita yang masih terdengar cengengesan sisa tangisnya tadi.
" Tak jauh di depan Mita dan bella lewat dua orang cewek. satu cewek sibuk dengan membenarkan gaya rambutnya yang panjang. sedang satunya memandang mita dengan tatapan menjijikkan. dan tersenyum simpul.
" Eh.. itu pak de. kita samprin yok?" Bella menujuk sebuah mobil yang baru saja berhenti di parkiran. Mita mengikut dengan respons yang sama seperti sebelumnya.
Sebelum memasuki mobil Bella membeli mineral sekeder untuk menenangkan tenggorokan sang sahabatnya. Bella memandang tiga cewek yang baru keluar dari cafe yang tertawa terbahak-bahak dengan . mereka lewat tepat didepanya samar terdengar di telinga bella. rasain tuh orang. tapi itu belum seberapa buat gue.
"Gue pasti bakal buat kejutan yang lebih indah lagi buat tuh cupu!" hahaha... tawa mereka mengemang di telinga Bella.
" Salah satunya hanya memakai tantop bewarna kulit dan rok jauh di atas lutut, sambil melipat kedua tangannya di dada. Mata Bella menatap orang itu dengan tatapan jijik, sedang kedua temannya masih bisa di bilang sopan. Dasar cewek pemamer, gerutu Bella saat mereka sudah terlihat jauh. Mereka tiga tak lain adalah geng Klara. geng pencari masalah. Kok bisa ya gue kenal mereka Bella mengelus-elus lenganya serasa melepaskan kejijikan.
__ADS_1
"Amit-amit!" Seketika bella teringat sesuatu. " "Mita! jangan-jangan mereka..." Bella membalik badan melihat tiga orang tadi, namun sekarang sudah tak terlihat sama sekali. Tanganya menggumpal mengingat jika itu perbuatan mereka, sampai botol di tanyanya pun ikut mengkerut.
"Non" Kini pak de, sedang berada di samping
"Eh pak de " Seketika mukanya berubah senyum.
"Non Mita dah nungguin?"
"Iya pak" Bella berjalan mengekor di belakang pak dede.
Sesampai nya di rumah, mereka berdua langsung menuju kamar. "Beb..! Lo cuci muka dulu baru istirahat ya?" Bella mengajak Mita ke kamarlalu kembali membereskan tempat tidur yang tadi sempat terhenti. "Sebaiknya gue nyinep sini deh, gak baik rasanya kalo nyebiarin mita sendiri, kalo ada gue kan ada yang nemenin!" Bella membuang nafas kasar. kata hatinya berhenti ketika terdengar suara telpon berbunyi
" Iya ma..
" Dimana? kok jam segini belum pulang. Bella, nyinep sini ya ma, bunda Mita sekarang sering pulang malem. Bella beralasan. Oh.., kirain kamu kemana, mama kirim salam ke Mita ya soalnya dah lama gak jumpa. Iya ma! setelah memutuskan sambungan telepon, Bella kembali ke dalam kamar.
" Entah sejak kapan Mita sudah berbaring di kasur. dan membelakangi Bella. Bella menyelimuti sang sahabatnya itu. "Gue malem ini nginep sini. maafin gue ya karna gak nyejaga lo dengan baik" Bella bersuara dengan nada penuh penyesalan.
Bella memandang balkon yang sudah lama tidak ia datangi. Balkon disini tak sedikit pun berubah, semua masih sama, ia melihat orang yang lalu-lalang melintar di jalan depan rumah Mita. ternyata di sini enaknya, pemandangan nya juga bagus. Bella memejamkan mata menghirup udara malam yang masih belum terlalu terasa dingin.
()()
"Lama ya nunggunya?" Bayu langsung berdiri lalu tersenyum melihat melihat seseorang cewek yang juga tersenyum ke arahnaya. Tak lama mereka pun duduk bersamaan.
Dari tadi hanya terdengar suara Bayu dan Rika saja. Ya Rika adalah pacar Bayu, mereka pacaran sudah hampir tiga tahun, Bayu menyukainya bukan dari fisiknya tetapi dari sifat nya Rika, dia hampir sama dengan Mita hanya saja Rika tak mudah menerima orang lain masuk kehidupnya, bisa dibilang kalo dia pilih teman. Jadi wajar saja kalo dari SMP sampai sekarang dia hanya berteman dengan Adel. Dibalik itu semua dia punya sebuah alasan, yang Bayu sendiri pun tak tau alasan apa itu. Sedang cewek di samping Rika yang memiliki nama Adel, sibuk dengan ponselnya sama halnya dengan Ari dia juga hanya pokus ke game di tangannya, atau bisa dibilang sibuk dengan dunia virtual. Adel sama sekali gak tertarik dengan Ari, bisa dibilang benci tanpa alasan. Sedang Ari ia bersikap biasa biasa saja..
Sampai satu jam berlalu. Akhirnya mereka pun pulang. hati-hati di jalan nitip Rika ya del, gue percaya sama lo! Tenang Rika aman sama gue,
Bayu bingung karena Ari hilang dari sampingnya dan bahkan sekitarnya. "Mana tuh orang cepat banget nyilangnya?" Bayu pun menelepon Ari!
"Dimana?"
__ADS_1
"Lo yang dimana! gue dah nungguin lo di motor dari tadi!" Suara di sebrang telpon tanpak kesal.
"Liat belakang lo?" Ucap Bayu
Ari tersenyum lebar. Melihat badut yang menjoget-goget di depannya. Ari suka badut jadi wajar aja kalo dia hanya sibuk memperhatikan tingkah laku badut yang membuat anak kecil gembira..
Tanpa di sadari ternyata Ari. Bayu diam -diam mem vidio Ari yang menyukai badut lalu mengirim nya ke grop.
" Woi. badutnya udah pigi! Balik yuk?" ajak Bayu mengeluarkan motor lalu pulang bersama Ari.
"Lo masih sebel ya del sama ari?"
"Keliatan banget ya?" Kini Adel yang menanyai balik.
"Ya. keliatan lah orang pas di cafe lo sibuk sendiri sama ponsel lo."
"Lagian salah siapa lo nyajak gue, padahal gak ada Eka, yang ada si muka koyok itu! yah jadi anti nyamuk deh gue! Lo juga sibuk sendiri sama Bayu. serasa berdua padahal ada gue dan koyok!" Adel memasang wajah jelek.
Rika tertawa kecil sambil memandang Adel di samping nya. "Ya, deh lain kali gue ajak Eka! biar rame. sekaligus buat cuci mata lo, biar gak kusut banget!" ucap Rika sambil memasukkan ponsel ke dalam tas.
"Gitu dong, itu baru Rika namanya" Rika yang mengerti tentang kemauan Adel. "
"Sekarang dah gak nyambek lagi kan?"
Rika menyenggol pipi Adel dengan gemas.
"Gak lah. gue kan gak bisa lama-lama kalo marah sama lo"
Hahaha.., mereka pun tertawa bersamaan.
" Huh..., nyantuk jugak ya" Bella beranjak dari duduknya dan langsung tidur bersebelahan dengan Mita. Tak lupa ia pun mematikan lampu. Tidur yang nyenyak ya beb. mimpi yang indah, dan semoga lo udah lupa saat besok bangun. Lupa atas kejadian di di cafe. Bella pun mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas.
__ADS_1