Brother And Love

Brother And Love
bab114-Kepergian Bella.


__ADS_3

.........


Setelah lama bertengkar dengan rasa yang gelisah, Mita menatap Bella dengan tatapan serius. "Apa yang gue lakukan tadi salah!" Ujarnya dengan muka sedih.


Bella menggelengkan kepalanya. "Lo gak salah, dan gue malah suka dengan apa yang lo buat, tapi.. Bella menjeda ucapannya. "salahnya waktu yang kurang tepat. " Sambungnya.


Kini Mita beralih ke arah Bayu. "Muka aku jelek ya?" Tanyanya dengan cemberut. "Jelek kalo nangis!" Ujarnya pelan sambil mengelus pipi Mita lembut. Melihat Mita yang sudah tersenyum walaupun tipis . Bella memberikan segelas air putih.


"Lo harus gue dandani seteleh ini bentar lagi lo kan mau...!


Bella tak meneruskan ucapannya saat melihat Bayu yang menggangguk mrngiyakan.


"Bayu tinggal ya, jangan bagis lagi. jelek!" Ujar Bayu dengan senyum kecil. setelahnya ia berjalan meninggalkan kamar. Bella datang dengan membawa peralatan make up di tangannya. "Lo ganti baju dulu, baru kita mulai." Bella memberikan sebuah gaun ke tangan sagantnya itu.


"Gue, gue benaran bakal nikah muda?" Tanyanya dengan ragu. "Emang lo mau nikah tua, lebih cepat lebih bagus, gue juga gak sabaran mau punya debay! " Ucapnya sambil memake up dirinya di depan cermin.


Mita menatap kasur nya dengan heran. "Kenapa di ubah Bel?" tanya nya dengan heran.


'Ya. supaya malam pertama ko lancar tanpa gangguan bahkan sebutir pasir pun gak ada!" Ujar Bella menjelaskan.


Mita mengidik ngeri atas ucapan Bella. "Udah yuk dandani gue!" Pinta Mita yang membuat make up Bella tercoret. "Mita!" Kesal Bella dengan tatapan menerkam.


"Kok gue dek dekan, gimana nih!" Ujar Mita yang menggenggam tangannya Bella erat. "sampai buat tangan lo dingin dan gemetar ya!" Ujar Bella dengan membisik.


'Eh, tapi gue kan masih sekolah, jadi gimana tuh kalo ketahuan sama kepala sekolah, bisa lanjut sekolah kan gue!" Tanya Mita yang masih memikirkan tentang sekolahnya.


Bayu tersenyum bahagia saat berhasil mengucapkan dengan lugas dan lancar. Mita menitikan air matanya lalu mencium panggung tangannya Bayu dengan rasa yang tak percaya.


Dira mengulas senyum saat baru saja membagikan postingan tentang Mita. Bella yang saat itu berada di sampingnya Dira langsung merampasnya dan menghapus postingan Dira.


"Lo gila, Mita belum lulus dan acara ini masih jadi rahasia. jadi jangan macam macam lo, bisa ambyar urusan nya gara gara lo!" Dira yang tadinya akan berkomentar ia urungkan. ia menggaruk pipi yang tak gatal.


Semua orang menikmati makanan yang terhidang di rumah itu, hanya tinggal Papi Anton, Mami Rosi, Ari serta teman dekat Bayu dan Mita. sedang Ayah Mita sendiri sudah pulang saat selesai menikahkan putrinya. Mita tak menolak ucapan Ayanya untuk menikahkan dia, bahkan Mita sempat memeluk Ayahnya dan mencium tangan Anwar dengan tulus.


Jujur saja Mita sudah memaafkan semua kesalahan ayahnya . namun yang namanya kesalahan yang patal masih akan tersimpan di dalan memori otaknya, bahkan jika di bilang ia sangat membenci ayahnya, maka ia akan menjawab, jika orang itu bukanlah Ayahnya. maka seumur hidup, Mita tak akan pernah memaafkan orang itu.


Mita yang terus menerus mendapatkan pertanyaan dan godaan dari teman temannya merasa risih dan bosan. memilih menghindar yang berakhir berada di kamar.


Bayu yang menyadari kepergian Mita pun merasa resah. saat akan pergi. Ari menepuk pundaknya pelan. "Gue titip adek gue, jangan lo apa apain dia sebelum tamat, ingat masih di bawah umur!" Ucap Ari dengan muka serius yang beralih mengoda.


"Aduh, jelas banget nih masih baru yakan jadi kamar aja lah yang di tuju!" Deni mengoda namun tak lagi di dengar Bayu.


Bayu duduk di atas kasur sambil melipat baju di bagian lengan tangan di kanan dan kiri nya. Ia membaringkan badannya di atas kasur sambil menopang kepalanya dengan kedua tangannya.


"Rika..! gue dah lakukan semua yang lo mau, bahkan semunya jauh lebih cepat dari yang gue bayangkan, terima kasih atas izin dari lo. makasih Rika, nama lo akan selalu gue ingat, baik di memori maupun hati. namun saat ini gue akan memperluas hati gue buat orang yang akan mendampingi hidup gue, sekali lagi makasih.

__ADS_1


Bayu tertidur dengan keadaan kaki sebelah yang turun ke bawah.


...


Suasana yang mulai malam, membuat teman temannya Mita dan Bayu balik ke rumah masing masing. sedang Papi dan Mami mertua menginap di sini.


Mita membuka knop pintu dengan pelan. matanya langsung tertuju pada sosok Bayu di depannya.


Tak ingin berlama lama di tatap, Mita berjalan ke arah kasur lalu membuka semua benda yang mengantung di kepalanya.


"Biar gue bantu!"


Mita sempat melihat wajah lesunya Bayu, perasaan tadi dia ketiduran, apa aku terlalu berisik sampai dia kebangun?


Karna Bayu yang menawari bantuan. ia tak menolak karna memang ia butuh bantuan untuk melakukan semuanya. "Udah selesai!" Ujar Bayu yang di angguki kecil olah Mita.


Muncul kepala dari balik pintu kamar mandi. matanya langsung tertuju pada sosok Bayu yang sedang bermain ponsel di atas kasur.


Ia menghela nafas sebelum memulai langkahnya.


"Bay..!" panggilnya pelan. Bayu menoleh dengan senyum tipis. "Sini!" Ucapnya sambil menunjuk sampingnya.


Mita menurut, ia berjalan pelan ke arah Bayu dan duduk tepat di samping Bayu.


"Liat apa?"


Mita langsung mendelik. ia menatap Bayu dengan was was. Melihat wajah panik Mita, Bayu tersenyum jahil. ia mengangkat tangan setelah lalu mengelus pipi Mita lembut. sebuah ciuman di berikan di kening Mita.


"Ayo kita tidur udah malam!" Ujar Bayu yang lagi lagi melihat wajah khawatir Mita. Mita langsung menurut tanpa ada kata bantahan. Ia menarik Mita ke dalam pelukanya.


Pagi sekali, Mita sudah selesai menyiapkan makanan bersama dengan bik Susi. "Makasih bik!" Tuturnya lalu berjalan menuju kamar. "Mau kemana?" Tanya Ari yang ternyata sudah duduk di meja makan.


"Banguni Bay.. Ucapan Mita terhenti kala mendengar suara dari belakangnya. "wangi banget, pasti istriku yang masak!" Kelakarnya sambil mengelus rambut Mita lembut. Mita tersenyum kecil mendengar ucapan Bayu.


Sedang Ari yang melihat interaksi keduanya memasang muka datar. "Udah deh elus elusannya gue lapar!" Kelakar Ari yang langsung mengambil piring.


Bayu dan Mita tertawa mendengar ucapan Ari. setelahnya ketiganya pun mulai sarapan pagi.


...


"Aduh kenalin dong mah doinya mana mana nempel ke gue!" canda Amel dengan senyum manis.


"Mending lo cuci muka dulu deh mau berak gue liat muka lo!" Kelakar Dira dengan santainya.


"Deni! " Dira menyengir kuda saat melihat sosok Amel yang sedang melakukan video call. Dengan muka licik Dira merampas ponsel Amel .

__ADS_1


"Oh Deni. gue kasih tau ya ma lo jaga nih calon masa depan lo, masa cowok gue pun mau di embatnya!" Adu Amel.


"Gue gak percaya!"


Dira sempat kesal atas jawaban dari Deni apalagi saat melihat Amel yang cekikikan di belakangnya. "Oke.. terserah deh. yang jelas awas lo di tinggal sama bebeb yuyu lo, gue udah bosan liat muke lo bay! '


Dira kembali duduk di tempatnya. sedang Amel kembali melanjutkan masa rindu dengan kekasihnya.


"Mita sama Bella mana sih, lama banget!" Kesal Dira dengan tangan kanan yang di kipas kipaskan ke wajah.


"Kamu nyariin gue yaaa! Nayariin yaa! kamu marah yaaa!"


Puk..


Sebuah pukulan melayang di bahu Amel. "Kek bayi tau gak!" Kesal Dira.


"Mitanya mana?"


"noh di belakang!" Tapi Dira dan Amel sama sekali tak melihat adanya Mita. "Gak ada, nanti si Mita nyasar gak?" Tanya keduanya bersamaan.


"Di belakang lo dua bukan di belakang gue!" Kesal Bella.


Di tengah tengah keasyikan merasa. suasana menjadi tegang kala mendengar ucapan Bella.


"Jangan becanda, gak asik tau!" Kesal Dira.


"Gue serius, gak ada kata canda benaran!" Tutur Bella yang mengangkat kedua tangab ke atas.


"Lo kaya penjahat yang menyerah tau kalo bergitu!" Ucap Amel.


"Gue serius, ntar sore gue pergi!" Ketiganya saling pandang. "Bell.. kalo kalian bertanya kenapa gue baru kasih tau sekarang, alasannya karna gue gak mau nyusahin kalian, apalagi buat kalian gak bisa tidur!" Ujarnya.


Mita yang sejak tadi mendengar ucapan Bella tanpa buka suara, langsung memeluk Bella dengan air mata yang sudah mengalir dengan derasnya.


"Cukup mereka aja bel yang pergi. lo jangan, lo satu satunya orang yang bisa buat gue nyaman!" Tangis Mita pun akhirnya pecah.


"Amel dan Dira yang melihat itu pun ikut ikutan memeluk Bella.


...


Mita menatap jalanan malam dengan perasaan campur aduk. Bayu yang baru saja pergi kemarin sore berasa sudah pergi berbulan bulan. Bunda.. Rika.. mereka pergi yang tak mungkin kembali lagi.


Bayu. bella, serta Ari mereka pergi dengan keadaan yang berbeda namun satu hal yang sama mereka pergi meninggalkan Mita seorang diri. Amel dan Dira sudah lebih dulu pulang. sedang Mita ia bersama dengan Pak dede.


Mita menatap kosong ke arah kasurnya. hampir sebulan ia tidur dengan Bayu dan kini ia harus kembali merasakan kehilangan. ia meletakkan tasnya di atas sofa, perasaan sepi dan sunyi kembali menyelimuti dirinya.

__ADS_1


"Gue pasti bisa menjalani semua ini, semangat Mita!" Lirih nya dengan kedua tangan yang di kepal dan di angkat ke atas.


Ia memilih mengikat rambutnya dan mulai membersihkan kamarnya. hal yang sudah lama menjadi sisi kepribadiannya. jika ia merasa bosan dan jenuh maka memilih hal seperti ini. dan biasanya ia lebih suka dengan kata menyendiri.


__ADS_2