Brother And Love

Brother And Love
bab70- BAL..


__ADS_3

Kini Mita mengikuti kemana langkah Bayu mengarah, selama perjalanan Mita terus melirik le kanan dan kiri, ia sedikit berjaga jaga agar jika terjadi terjadi sesuatu bisa kembali dengan arah jalan yang ia hapal. langkah Mita terhenti ketika Bayu berhenti di depannya.


"Ayo!" Ajak Bayu yang kini sudah mengengam tangan Mita erat, seakan takut kehilangan Mita. "Bentar ya," Ucap Bayu dan melepaskan genggaman tangannya dari Mita. Bayu berjongkok dan mengambil sebuah kunci kecil di kantung bajunya. Mita terus saja memperhatikan apa yang sedang Bayu kerjakan di depanya.


Tak lama kemudian Bayu membuka sebuah pintu berukuran kubus yang memiliki lebar satu meter itu. "Ikuti gue ya. tapi hati hati." Ucap bayu dan mulai masuk ke dalam pintu bawah tanah itu. Hanya menuruni tiga anak tangga sudah sampai di lantai itu. setelah Mita turun Bayu kembali menutup pintu itu.


"Kok di tutup?" tanya Mita was was. "Biar gak ada yang ikut masuk." Jelas Bayu tanpa menoleh ke arah lawan bicara nya. "Lo gak ngapa ngapain gue kan Bay?" tanya Mita ragu.


Bayu yang baru saja mendengar nya tertawa kecil. "Nyapa ngapain gimana maksud nya?" Tanya Bayu balik. Mata Mita melotot mendapat pertanyaan yang malah membuatnya bingung.


"Bukan apa apa!" Ucap Mita dan kini membuang muka dari tatapan Bayu. "Ayo!" Ajak Bayu yang kini sudah menarik tangannya Mita untuk mengikuti nya. "Kenapa harus di peganganin?" tanya Mita heran. "Karena di sini banyak setan hitam yang suka sama cewek manis." Jawab Bayu yang mendapat gelengan kepala dari Mita.


"Pengap ya bay!" Saut Mita saat mulai merasa gerah di badannya. "Sebentar lagi kita sampai!" Jawab Bayu dan benar saja. bahkan rak sampai satu menit, mereka sudah sampai. Mita sampai memutar melihat sekitarnya. "Gimana, suka gak?" tanya Bayu dan kini tangannya sudah memegang senar gitar milik nya. Lentikan dari tangan Bayu melalui gitar di tangannya di tambah dengan sebuah lagu yang di bawanya membuat dirinya semangkin tak memiliki kekurangan.

__ADS_1


Mita yang awalnya mengagumi setikarnya kini beralih ke sosok Bayu yang membawa nya ke tempat ini. Mita berjalan mendekati Bayu, dan ikut duduk di samping nya dengan menyatukan kedua tangannya, ia bertepuk tangan dan menikmati lagu yang di bawakan Bayu.


Bayu yang baru saja selesai bermain gitar, meletakkan gitarnya pelan di samping nya dan kini matanya beralih ke arah Mita. "Di sini sunyi ya Bay, dan suasana nya sejuk, gue suka" Jelas Mita yang pandangan nya kini melihat Bayu yang juga melihat nya. Bayu mengangguk bersamaan dengan elusan kepala di kepala Mita. Sebuah ruangan yang kecil yang di desain bagus dan terlihat elegan. dengan isi ruangan yang terlihat terisi sebuah sofa yang mengarah tepat ke arah pembatas kaca itu. dan tak lupa dari lampu kecil yang berserakan di luar sana membuat suasana semangkin nyaman. mata Mita mengarah ke arah sebuah bangku kayu di sebuah pohon di luar sana. memiliki pembantas senuah dinding kaca, ketika tirai itu di buka lebar ternyata saat ini meraka sedang berada di dekat danau, dari sini sangat terlihat sekali lampu lampu para penghuni di ujung sana. di tambah suasana malam ini yang banyak bintang membuat suasana malam yang mangkin larut mangkin indah di tambah bunyi hewan air yang bersautan.


"Gue boleh ke sana?" tanya Mita dengan muka seakan benar benar ingin. Tanpa menjawab Bayu sudah membuka pembantas di ruangan itu. "Ini bukan dinding?" tanya Mita heran. saat bayu mengeser penghalang itu ke samping layaknya pintu samping.


Dan lagi tanpa menjawab Bayu sudah membawa Mita duduk di kursi yang terlihat tua namun masih terkesan nyaman dusuk di kursi saat ini.


••


Ya mereka berdua, baru saja sampai di rumah sekitar jam sembilan malam jadi, Bella sengaja memilih menginap di rumah Mita karena di rumahnya tak ada orang kecuali para Artnya saja, itu salah satu paktor yang membuatnya malas untuk pulang ke rumah. mereka hanya berlibur lima hari saja, dan menurut mereka itu waktu yang cukup puas bagi mereka.


"Gak nyangka udah balik ke rumah aja ya?" Ucap Bella saat sedang memasuk kan tasnya ke dalam mobil. "Iya," Jawab Mita seadanya.

__ADS_1


Mita menghabiskan waktu libur nya yang seminggu ini untuk cafe bunda nya, sekedar ingin banyak tau tentang cafe milik bundanya. Bukan hanya Mita saja namum Bella dan kedua sahabatnya juga sama, hanya saja mereka akan datang sesekali, jika Mita emang datang sedari pagi dan bahkan ia akan menginap jika sudah terlalu malam ia selesai bekerja di cafe.


seperti malam ini, ia memutuskan untuk menginap lagi di cafe milik nya ini, awalnya Mita hanya mengerjakan hal mudah di area cafenya, namun setelah ia pelajari semangkin dalam membuat nya ketagihan untuk terus berada di area cafe milik bundanya. Bunda juga gak melarang dirinya di area cafe ini, malah mendukung Mita karena menurut nya suatu saat nanti pasti Mita yang akan mengendalikan semua nya.


Sampai hari libur pun usai, hari ini Mita tak memutuskan pergi cafe, ia memilih istirahat di rumah dan membersihkan kamarnya yang terlihat kotor dan berserakan karena sudah beberapa hari setelah ia mengurus cafe membuat nya kelelahan dan malas untuk membersihkan kamar nya. Setelah selesai Mita memilih tidur di sofa depan tv, ia menghabiskan satu hati ini untuk istirahat penuh, karena besok dan kedepannya ia akan jarang lagi untuk seperti ini dan pastinya akan di sibuk kan dengan yang namanya sekolah



"Kantin yuk!" Ajak Amel yang sudah terlihat rapih dangan polesan tipis make up di wajahnya. bukan hanya Amel saja namun Bella dan Dira pun begitu, semenjak beberapa hari setelah masuk sekolah ini mereka sudah sering dan berani memakai yang namanya make up di area sekolah.


"Iya.. gue juga dah gak tahan makan bakso." Saut Dira yang menyetujui ucapan Amel. "Ayuk gih.. gue juga laper... lagian kita udah beberapa hari masuk sekolah belum pernah makan di kantin!" Kini giliran Bella yang bersuara dengan menatap ke arah Mita. Melihat ke tiga sahabatnya itu membuat Mita akhirnya ikut juga ke kantin.


"Tumben sepi! gak ada keberadaan cogan lagi!" Ucap Amel yang baru saja duduk saat memesan yang makanan dan minuman dengan mata yang juga baru saja diam memutar ke arah sekeliling. "Malah mikirin cogan, perut dulu di isi baru beralih ke cogan." Ucap Bella yang memotong coklat mini yang ia beli di super maket kemarin. dan membagi kannya kepada ketiga sahabatnya itu.

__ADS_1


"Mata lo kejauhan muter muter. noh liat tuh ada cogan kejepit di sudut!" Ucap Dira yang mendapat kan tawa dari ketiga nya. "Itu bukan cogan namanya tapi bencong!" Protes Amel tak terima. "Karena dia bencong itu makanya kagak kelihatan, itu ganteng tapi ketupan ganteng nya karena make up di wajahnya." Ucap Dira lagi.


"Tai lo!" Ucap Amel ke arah Dira.


__ADS_2