Brother And Love

Brother And Love
bab8- taruhan..


__ADS_3

"Aduh...kok tiba-tiba hujan ya?" Bella merapihkan pakaian nya yang sempat terkena hujan tadi. Tampaknya sekolah masih sepi. Jadi hanya mereka berdua yang berlindung dari hujan di parkiran. Untung aja beb, kita dah di sekolah. Tapi gimana ya supaya sampai kelas. hujannya mangkin deras kagi. lagi-lagi Bella mengeluh. Mita hanya sibuk membaca novel yang dibawa dari rumah.


"Ka.. ka.. eka!" panggil Deni. "Apaan sih!" Eka kesal ke Deni yang manggil-manggil namanya ber ulang-ulang. "Liat tuh!" Deni menunjuk dengan memunyungkan bibirnya. Eka langsung mendelik. "Bella? hah.. Kalo dah cewek lupa nih sama gue?" Deni menyenggol bahu eka. " Ya udah sono sampirin!" Eka menggeleng gue rasa tuh sahabatnya Bella. eka menunjuk orang disamping Bella. " Gimana menurut lo?" Eka balik tanya. "Gue punya ide" mereka berbisik merencanakan sesuatu.


"Mit! gimana nih! gue ada tugas dari buk noni les pertama!" bella menepuk jidatnya ketika baru mengingat. Mita hanya menggeleng, "tugas apaan?!" tanya Mita balik.


Bella langsung mengeledah seisi tasnya.


"Hah.. ini dia" Bella memberikan buku tugasnya ke Mita. Mita langsung memberikan jawaban.


"Disini?!" Bella bertanya dengan ragu.


"Maunya gimana?" Mita bertanya balik.


"Ya udah deh dari pada gue dihukum" tertt.. trett...baru aja mau nulis panggilan ada panggilan masuk. Bella langsung memasang wajah kesal ketika melihat siapa yang menelepon.


"Siapa bel! kok di abaikan?" tanya Mita melihat wajah bella seperti lagi kesel.


"Gak penting" Bella menjawab cuek.


"Oh.." mita pun tak kalah cuek. Tapi lagi-lagi ponsel Bella berdering. Dan tanggapan Bella hanya satu di biarin doang. dan sangging sebelnya cuma di senyapkan doang.


"mungkin penting bel, coba angkat dulu. lagian kesian bel, Mita memberi saran" Bella menghembuskan nafas berat.


--SAYANG-- terdengar suara telpon disebrang. Bella langsung mengecilkan suara telponya.


Mita hanya berdeham.


--Apa sih sayang-sayang. Bella menjawab dengan sebel. Dan langsung menutup panggilan telepon. Dan langsung mematikan daya.


-- Mita hanya tersenyum melihat ekspresi Bella. yang sebel.



Sedang di seberang, Deni tertawa melihat kelakuan cewek Eka di sebrang dan juga Eka yang sedikit lemas. Deni memukul punda Eka.


"Tenang gue punya cara lain" Eka langsung menoleh ke arah Deni.


"Apaan? " Eka gak sabar dengan ide deni selanjutnya. Deni hanya tersenyum lalu mulai membisik tepat di telinga Eka, sama seperti sebelumnya mebisik. Eka mulai tersenyum ketika Deni membisik di telinganya.


"Lo yakin nih bakal berhasil?" "Ya 100% gue jamin!" Deni dengan yakin nya memberi ide kepala Eka. "Kalau gagal?" Eka gak sabar dengar kata-kata deni selanjutnya.


"Kalo gagal gue jadi budak lo selama seminggu. tapi kalo berhasil sebaliknya" Deni menaikan alis percaya diri. Eka jadi bingung tapi sih ada untungnya juga, batinnya. "Tapi sejenis taruhan gak sih!" Eka bertanya dengan sendiri nya.


"Muka lo napa? Aneh banget gue liatnya?" Mita merasa Bella menyembunyikan sesuatu darinya. Bella menyimpan buku ke dalam tasnya lalu beranjak dari duduknya. "Mau kemana?" tanya Mita. "kelas"

__ADS_1


"masih gerimis Bel! " ada tugas yang belum gue selesaiin jadi gue luan ya. "Eh.. eh.., main pigi-pigi aja sih Bella"


Bella berlari menuju ke kelas. Tapi tiba-tiba seseorang memegang tangannya erat. Bella kaget ketika tau siapa orang itu. " E.. eka!" ucapnya terbata. Eka membalas dengan senyum. Bella melihat sekelilingnya yang mulai ramai karna hanya tinggal gerimis-grimis kecil. "Eka lepasin liat tuh orang-orang pada liatin nanti mereka salah paham?" Bella sedikit gelisah. "Biarin emang kita lagi pacaran" Eka sengaja bersuara sedikit keras. lalu tersenyum.


"Eh itu kan musuhnya Klara nyapain tangannya di pegang Eka?" satu-persatu orang mulai membicarakan Eka dan Bella.


Bella merasa risih dengan sekelilingnya. Ia langsung menarik Eka jauh dari kerumunan anak sekolah.


"Maksud lo apaan?" Bella bertanya dengan penuh emosi, bahkan sudah menggulung kedua lengan bajunya.


Eka menarik nafas. lalu mulai berbicara "Maafin gu!' Karena gak angkat telpon lo sore itu. maaf karna gak balas pesan lo sore itu"


"Maaf karena lo jalan sama cewek lain gitu kan ?!" Bella bertanya sambil mengepal tangan kanannya


"Eka mengerutkan dahinya. dia bingung atas pertanyaan Bella. gak ada seorang cewek dihati gue selain kamu sayang. Eka memegang kedua bahu Bella bertujuan menyakinkan. Tapi dengan cepat bella melepaskan pegangan eka dari bahunya.


"ini apa?''


"Eka malah tertawa melihat poto yang ditujukan Bella. Bella malah memukul perut Eka dengan kuat sangging kesalnya.


"Aw.." Eka meringis kesakitan. tapi tak hentinya tersenyum melihat cewek didepanya.


"Kenapa! masih kurang? " Bella bersiap memukul tapi tangannya di pegang oleh Eka.


Eka tersenyum dengan sedikit menggoda Bella. "Dengerin penjelasan gua. kamu salah paham sayang! gue gak sayang ama lo!" Bella mulai mengeluarkan buliran air mata. Dan memukul-mukul dada Eka dengan pelan. "Kan gue jadi baper gara lo!" ucap Bella di sela pukulanya.


"Maaf. gue gak bermaksud sebenarnya, tiba-tiba kak Dara pulang jadi gue yang jemput dibandara, lagian itu emang tugas gue. Gue kira gak lama. Tapi semua di luar dugaan gue. gue di ajak nemenin dia makan, ke mall. Gue bingung harus bilang apa sebagai alasan. Karna kak dara orangnya kepoan. Waktu gue mau nyabarin batre ponsel gue abis. Eka tampak mengeluarkan nafas lega setelah selesai menjelaskan.


"Bruk... bella memeluk eka yang masih bengong. gue sayang sama lo ka. gue tahan diri agar gue bisa lupakan lo. tapi gak bisa. hati berkata lain. gue sayang!"


Ari membalas pelukan bella.


Di parkiran Deni mencoba bertahan dengan sosok Mita. "Eh..., nama lo miya ya?"


Mita membalik. dan mengerutkan keningnya, "Siapa?" ucapnya pelan. "Gue deni" ucap deni mengulurkan tangan. "Mungkin lo salah orang gue bukan miya!" ucap Mita dan ingin meninggalkan Deni begitu saja.


"Ah..iya Mita. gue dari kls dua belas ipa¹. Lo kenal kan sama andre kls sebelas ips¹?"


" he'em" jawab Mita tanpa berbalik.


"Gue, tetangganya. ini buku tulisnya ke bawa gue. bisa tolong kasihkan" Deni memberi sebuah buku tulis.


Mita mengambil sambil menggangguk. Lalu berbalik menuju kelas. Tapi Deni memanggilnya lagi.


"Jatuh.." Deni memberikan sebuah pena ke mita. Tapi Mita tak mengambil malah bilang untuk lo aja. Deni tampak berpikir agar mita tidak langsung menuju kelas. Tanpa pikir panjang ide terlintas di otaknya.

__ADS_1


"Lo punya sahabat kan?"


"Kenapa?"


"Sampaikan salam gue ke Bella. dari Deni" ucap deni dan mendahului Mita.


Mita. berjalan sambil membuka tiap lembar buku yang di pegangnya.


Buku itu bernamakan: eka arduan karra. kls 12¹. buku : Kimia.


aneh batinya dalam hati.


Setelah memberikan buku ke andre. Mita duduk kembali ke tempat duduknya. Dia merasa was-was ketika melihat ketiga orang yang paling di takutinya. Mita menunduk ketika tiga orang itu mulai berjalan mendekatinya.


" srett..., bangkit lo. Jeni menendang bangku yang menghalagi jalanya. Sambil menyuruh mita berdiri.


" klqara duduk tepat di atas meja Mita. Dengan sebelah dengan kaki yang yang disilangkan sambil memandang Mita jijik.


" Liat deh kaca matanya besar banget. haha...


Mei langsung mengambil kaca mata Mita dengan paksa lalu mengutak-atik. Kaca mata di tangannya.


"Eh. liat deh! si cupu baca novel" Mita mencoba mengambil tapi tangannya dengt cepat disanggah oleh Jeni.


Krekk..., Klara menjambak rambut mita dengan kuat. Mita hanya mengaduh kesakitan.


Ini belum seberapa kalo lo nyadu. Dan gak nurut ama kita. Klara sedikit berbisik.


"Woi..., nyapain lo?" Dira berjalan mendekati keramaian. Biar gue aja yang nyadapin, Jeni berjalan mendekati Dira.


"Cari masalah lo sama kita?" Jeni berbicara seakan paling berkuasa.


Dira hanya tertawa sekeras-kerasnya. nyebuat jeni semangkin geram. Dia menggulung lengan bajunya sambil tersenyum sinis.dia melempar buku yang ada di meja paling depan ke arah dira. tapi dira sudah memasang ancang-ancang. jadi dia terelakkan. Sambil mengemut permen karet dengan santainya. Dia melempar sepatunya ke arah Jeni. Tanpa mengelak Jeni terkena lemparan dari Dira. Dira nih bos..., masih mau melawan tantang Dira sambil mengambil dan memasang kembali sepatunya.


Klara turun dari meja. dengan cepat ia langsung menjambak rambut dira. Dira kaget karana rambut nya sudah di jambak oleh Klara.


dasar main keroyok. Dira masih sempat-sempatnya mengejek.


" Kreek... Bella menjambak balik rambut Klara. "Masih demen ya main keroyokan?" Bella menjambak Klara semangkin kuat. "Gue peringati buat lo tiga. jangan pernah ganggu temen gue! terlebih sahabat gue" Bella bersuara sedikit lantang. sambil memandang kedua teman Klara dengan tatapan benci. Mei gak tinggal diam. Dia malah nampar Mita dengan tiba-tiba. Bella pun tak mau kalah. "Gimana Kla! masih mau dilanjutin?" tanya Mei ke Klara.


"Klara memberikan kode kedua temannya. Mereka pun pergi. dita mengelus-elus leher serta kepalanya yang sakit. "Lo gak papa kan Mit?" tanya Dira setelah meletakkan tasnya di meja.


Mita hanya menggeleng. "Lain kali kalo lo diganggu jangan sungkan minta bantuan ke gue!" Dira berbisik ke Mita. yang dibalas dengan anggukan sambil senyum kecil.


"Mereka tuh emang gak ada berubah ya!" Bella mendesus kesal.

__ADS_1


__ADS_2