
"Kini mita di kekang oleh Bella, Mita mengatur nafas sebelum memulai berbicara. "Kalo lo bohong gue lempar lo pake bantal!" Ancam Balla dengan menunjukkan bantal sopa yang di
pegangnya.
"Mita menceritakan tentang dirinya dan Ari soal di Mall, tapi Mita gak cerita tentang Bayu yang mengantar nya, bukan Ari. "Bella mengepal kan tangannya kesal, bagi nomor nya, biar gue kasih pelajaran tuh orang, emang lo asisten nya apa?" ucap Bella yang sudah mengotak atik ponsel Mita berniat mencari nomor Ari.
"Gue gak punya! Lagian gue gak masalah, gue ikhlas kok bantuin dia!" Ucap Mita tanpa ekspresi. Bella memandangi Mita inteks, "Lo gak bohong kan?" Mita menggeleng sebagai jawaban.
Bella mendelik mengingat kejadian tadi pagi, "Tadi pagi gue nelpon lo, tapi yang angkat bukan lo?" tanya Bella ke Mita. "Ponsel gue kebawa Kak Ari!" ucap Mita sambil memutar mutar siaran di tv.
"Bella menutup mulut gak percaya, "Gue.. " Bella menatap Mita intens. Mita teringat jika Kak Ari tadi pagi membelikan pembalut dan dia bilang titipan dari teman lo! apa yang dimaksud temen itu.. Mita menatap Bella intens. "Ariii!" ucap keduanya saling tunjuk.
"Gue malu kali..! Ucap Bella menutup wajahnya dengan bantal. sedang Mita masih diam ditempat, "Gue lebih malu!" ucap Mita di hati.
Bella pamit mengangkat telpon dari nyokap, dan kembali dengan wajah mengerut. "Kenapa?" tanya Mita masih pokus ke layar besar di depannya. "Gak jadi nginep!" Ucap Bella menatap kosong kedepan.
"Oh..! kirain tah apa?" jawab Mita dengan santainya. tapi dengan cepat berdiri setelah menyadari perkataan Bella. "Gak jadi makan somai dong, ntar malam?" Ucap mita dengan wajah kecewa. "Sepertinya malam minggu ini lo menyendiri lagi!" Ucap Bella sambil mengambil tasnya di sofa. "gue balik ya! jangan galau kan masih ada besok!" Bella mulai menghilang dari pandangan Mita. Setelah kepergian Bella dua jam lalu membuatnya memutar balikkan badan di atas kasur, "Bosan!" jerit Mita kesal.
Ceklek..
"Sayang!" panggil bunda Mita yang sudah membuka pintu tanpa permisi. "Mita berdiam sambil mengamati sang bunda.
"Kalo bosan, biasanya cara ngilanginnya cari udara di luar, kalo dikamar terus ya bosan bawaannya. Bunda Dewi sudah duduk di kasur sambil membereskan kasur yang sedikit berantakan. "Gak ada teman bun!" Ucap Mita dan langsung berbaring di samping sang bunda. "Mau keluar sama bunda?" tawar Dewi ke putrinya.
Mita menganguk cepat, dan langsung bangkit dari tidurnya. Saat ingin membuka lemari ia menatap kembali bundanya, gak ada siapa siapa. Yang lebih heranya lagi ia bukan berdiri melainkan berbaring di atas kasur. Mita berjalan mendekati pintu, matanya ia kucek kucuk gak percaya. Pintu sedari tadi di tutup dan tadi siapa yang baru saja bengobrol denganya.
Mita berlari mengarah ke dapur, ia menemui bik susi. "Bik bunda mana?" Bik susi yang sedari tadu asik masak sambil dengarin musik langsung kaget dan dan mengelus elus dadanya. "Maaf bik, ngagetin ya?" Mita tertawa kecil melihat tingkah Artnya ini.
"Untung jantung bibik gak kayak jantung pisang yang mudah jatuh kalo dikagetin!" ucap Bik susi yang menurut Mita sama sekali gak nyambung.
"Mau makan apa non!" biasanya Mita kedapur hanya sekedar ingin mengambil makanan, atau mengambil minuman di kulkas. "Gak laper bik, cuma mau nanya bunda jam segini belum pulang?" tanya Mita dengan ekspresi serius dan gak sabaran dengan jawaban bik susi.
"Loh, non belum tau?" tanya Bik Susi dengan wajah heran. "Gak bik, emang tau apaan?" tanya mita balik. "Bunda pigi tapi non! " Ucap bik susi dengan menekan setiap katanya. "Pigi dengan muka heranya. "Astaga!" Mita menepuk kening ketika menyadari jika ia lupa, padalah tadi pagi bunda nya udah kasih tau.
Setelah mengingat, Mita langsung kembali ke kamar, bik susi hanya geleng kepala, melihat tingkah majikannya.
•
__ADS_1
"Bayu yang dapat nomor ponsel Mita langsung mengirimi pesan. Sebenarnya Bayu ada janjian sama Rika, tapi Rika baru saja membatalkan, karana alasan ada urusan keluarga, Bayu tak banyak terlalu mempersoalkan itu, tapi gak tau kenapa, Bayu ingin malming bareng Mita.
Mita yang baru saja mengerjakan pr, langsung menguap uap, padalah baru jam delapan malam tapi sudah merasa kantuk.
Bunyi pesan masuk di ponsel ia abaikan, karna rasa kantuk yang mengancam membuatnya tidur di atas meja belajar.
Ting..
Bunyi bel rumah membuat Bik susi meninggalakan aktivitas makannya.
Ceklek..
Bik susi memicingkan mata, tampak orang asing berdiri di depannya dengan senyum ramahnya. "Ada Mita Bik?" Tanya Bayu dengan sopan. "Oh..! temennya non Mita? Masuk!" Ucap Bik susi sambil membuka pintu melebar.
"Tunggu Bibik panggil ke atas dulu, den. Bayu mengangguk mengiyakan. "Bik susi memutar balik langkah, mau minum apa den?" tanya Bik susi sopan. "apa yang ada aja bik!" ucap bayu sopan. "Mau jus buah apa?" Bayu tersenyum mendengar pertanyaan yang gak ada habisnya.
"Jeruk aja bik!" jawab Bayu setelah mendapat jawaban, Bik susi kembali ke atas memanggil Mita.
Sampai di ketukan ke empat belum juga mendapat jawaban dari dalam kamar. Mita hampir saja terjatuh ke bawah karena mendapat panggilan dari balik pintu. Mita mengelit malas dan berjalan berserat sambil memakai kaca mata, sedang mulutnya masih menguap uap. "Setengah sembilan!" Ucap Mita memandang arloji di atas pintu masuk.
Ceklek..
"Ponsel Mita berdering, petanda ada telpon masuk. "Ya, udah bik! luan aja kebawah, Mita mau cuci muka dulu!" iya non. Setelah mengatakan itu, Mita mengangkat panggilan telepon tanpa melihat siapa yang menelepon.
— Halo, ucap Mita mendahului panggilan telepon dengan suara yang masih serak khas bangun tidur.
— Halo Mit..! gue Bayu udah di bawah nungguin lo!"
Mita membuka matanya lebar melihat lawan telepon nya.
— Ba-bayu, ucap Mita terbata.
— Gue udah kirim pesan, tapi gak lo balas. ucap Bayu di sebrang telpon.
— Gu-gue ketiduran, hehe.. Mita tertawa kikuk. Yau dah Bay, bentar lagi gue ke bawah.
Tap..
__ADS_1
Tap..
"Udah lama kak?" Ucap Mita sambil duduk di sofa tepat di depan Bayu. "Bayu tersenyum dan menggeleng sebagai jawaban. "Lo tinggal sendiri?" Tanya Bayu yang sedari tadi hanya melihat Art di rumah Mita.
Mita menggeleng, "Sama bunda! Tapi bunda lagi keluar kota!" Ucap Mita sambil meneguk jus di depanya.
"Ada perlu apa kak?" Tanya Mita setelah meletakkan jus yang baru saja di minumnya.
"Jalan yuk?" ajak Bayu langsung ke intinya.
"Mita diam dan memandang Bayu bingung. "Kenapa?" Tanya Bayu heran melihat ekspresi Mita.
"Sekarang? tapi udah malam!" Ucap Mita sedikit was was. Bayu hanya tertawa, "Gak mau juga gak apa! Udah bisa liat Mita aja udah senang!" ucap Bayu melihat Mita intens.
"Kenapa liatin nya segitu banget sih? kan jadi sesak!" ucap Mita berbicara dengan dirinya sendiri.
Mita menyengir kuda, dan meminum jus dengan gelagat kaku. Bayu kembali tertawa melihat kelakuan gugup Mita..
•
Ari memandang lurus ke depan, setelah bosan bermain game tadi ia berjalan ke taman dan disini lah ia. Sedang sedari tadi bolak balik cewek yang minta poto, nomor ponsel, pokoknya untuk mencoba mendekati Ari. Tapi tak satupun dapat menarik perhatian Ari.
"Bay!" Ari terpengarah mendengar suara cewek yang baru saja memanggil Ari. "Mira, iya cewek yang masih mengharap perasaannya akan di balas oleh Ari. Ari hanya memandang sekilas dengan malas. "Anterin gue dong Ri..! gue gak kedapetan angkot!" Ucap Mira mencoba memegang tangan Ari, ditepis cepat oleh Ari.
Ari langsung memakai helm miliknya dan menghidupkan motor nya, Mira tersenyum akhirnya Ari konek juga batinya.
"Para cewek yang melihat interaksi keduanya terus menerus melihat Mira iri. Baru saja ingin duduk, tapi Ari sudah menancapkan gasnya kencang. Semua cewek tertawa terbahak bahak melihat Mira yang terjatuh sebelum naik motor.
"Rasain lo, lampir! "
"Done, mental gue kalo di giniin"
"Sakitnya sakit banget, malunya kelebek kelebek, malu cuy! "
"Kedua teman Mira yang baru saja menemukan nya. menggeleng melihat tingkah nekatnya.
"Gila..! tuh Mira!" ucap salah satu teman Mira. "Bukan gila aja! tapi udah sedeng tingkat dewa tingkah konyolnya! " ucap satunya lagi.
__ADS_1
Mereka berdua pun membatu Mira berdiri, dan mulai meninggalkan kerumunan para cewek yang masih saja menjelek jelekkan Mira.