Brother And Love

Brother And Love
bab106


__ADS_3

Tiga bulan berlalu. Semenjak Klara yang datang waktu itu, dan pergi setelah tiga hari setelah ia berdebat dengan Mita karna Mita sempat melarang nya pergi. apalagi saat mengetahui jika Klara tak memiliki tujuan. Namun karna tekat dan kemauan Klara sendiri, akhirnya Klara pergi saat malam hari yang hanya meninggalkan sebuah kertas berisikan pamitnya dirinya pada Mita yang ia letakan di atas nakas.


Mita sendiri merasa kurang nyaman, dan merasa bersalah karna cara Klara yang pergi dari rumahnya dengan cara seperti itu. Namun apa bisa di buat, itu semua sudah menjadi kemauannya sendiri, Mita hanya berdoa agar Klara bisa hidup layak nantinya.


Semenjak perginya Klara, Ari sering mampir ke rumahnya Mita, semenjak kedatangan Ari membuat Bunda Dewi menjadi senang dan merasa lega. lega karna jika suatu saat nanti ia harus pergi meninggalkan Mita, ia tak perlu merasa risau lagi karna sudah ada yang akan menggantikan posisinya, walaupun tak bisa sepenuhnya menjadi sosok seperti dirinya. namun jika hal itu benar benar terjadi, ia akan pergi dengan lapang dada, tanpa harus merasa khawatir.


Namun semenjak mendekati masa ujian yang akan dilaksanakan satu bulan lalu. Ari hanya mampir saat pulang sekolah saja. itupun hanya seminggu sekali.


Bukan hanya Ari seorang, namun semua anak kelas dua belas, termasuk Bayu, Eka, dan juga Deni. Bahkan keempat manusia itu, jarang berkumpul seperti masa biasanya. mereka sibuk di dengan kegiatan yang akan mereka tempuh beberapa hari lagi.


Saat ini anak kelas satu dan dua, di peraikan sekolah selama dua minggu.


Selama dua minggu itu, Mita jalani dengan memperbanyak ilmu di cafe. Karna jika melihat Bundanya yang sekarang, Mita menjadi lebih sungguh sungguh dalam menghadapi masalah di cefe. bahkan masalah kafenga yang baru di buka sekitar setengah tahun itu pun, Mita juga yang mengurus, namun karna sudah ada orang kepercayaan Bunda Dewi yang di tugaskan di sana, Mita hanya sesekali mengecek saja.


Dira dan Amel memilih berlibur ke kampung Neneknya Amel. Dira dan Amel memang sering berselisih, namun di balik itu semua, Amel dan Dira masih dalam ikatan antara sesama sepupu, walaupun dari jarak yang jauh.


Jika Bella, ia hanya sesekali menemani Mita ke Cefe saja. ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya!" Selama ini Bella sangat jarang sekali bisa berkumpul dengan kedua orang tanya.


Mita yang sedang sibuk mengecek berapa pengeluaran selama satu minggu ini, terhentikan saat pintu ruanganya di ketuk.


Mita beranjak dari duduknya, saat pintu terbuka Mita langsung heran saat melihat Bundanya lah yang ada di hadapannya. "Lah kok kemari bun? bukannya Bunda harus banyak istirahat dirumah?" Bunda Dewi langsung masuk, ia memilih duduk di sofa dan meminum jus mangga yang hanya tinggal sedikit.

__ADS_1


"Bun..!" Mita merasa tak tega dengan minuman yang hanya butuh sekali teguk saja agar habis seluruhnya.


"Masa selama tiga bulan lebih. Bunda di rumah aja, bosan!" Keluh Bunda Dewi. "Niat Bunda cuma mau jalan jalan sama Pak De, tapi kok malah keterusan ya udah deh, Bunda mampir aja ke cefe. lagian Bunda udah lumayan lama juga gak pernah ke kafe ini, jadi sekalian juga, mau liat gimana cara anak kesayangan Bunda ini menjalankannya!"


Mita hanya diam saja. "Tenang aja, udah Bunda minta buatkan es cream buat kamu!" Ujar Dewi dengan senyum manis.


Mita langsung menghampiri Bunda nya, begitu jarak keduanya sudah dekat. Mita langsung memeluk Bundanya.


"Mita sayang Bunda!" Ujarnya yang masih berada di dalam pelukan Bunda Dewi. "Bunda juga, malah pake banget lagi!" Mita terkekeh mendengar ucapan Bunda Dewi.


Setelah mengecek semuanya dengan benar, Mita mengajak Bunda Dewi ke kamar atas, kamar yang sering ia gunakan saat ia menginab.


"Bun.. malam ini kita tidur sini aja ya!" Pinta Mita di sertai gerakan alis.


"Apasih yang gak boleh buat anak Bunda ini?" Jawab Dewi yang disertai cubitan di pipinya.


"Sakit bun!" Keluh Mita. "Sakitan mana sama patah hati?" Tanya Bunda Rada dengan jari telunjuk nya yang di mainan di hidung Mita. "Sakitan nungguin Bunda sembuh dong Bun!" Jawab Mita yang kembali memeluk Bundanya.


Setelah membuat Bunda Dewi tertidur, Mita kembali ke bawah. "Ia berjalan pelan menuju dapur, "Kak!" Panggil seorang pria. Mita berbalik badan dan mendapati seorang yang ia yakini seorang pelanggan.


"Ada apa?" Tanya Mita yang berjalan mendekati orang itu.

__ADS_1


Pria yang tadi memanggilnya hanya diam saja sambil menatap Mita lekat. Merasa kesal karna hanya diliatin saja. Mita memangil salah satu cewek yang bekerja di cafenya, "Sis lo urus tuh orang ya!" Mita pun pergi menuju dapur.


Mata Mita memutar mencari tempat kosong yang akan ia duduki nantinya. "Mita..Mita.. Manis..!" Mendengar namanya di panggil. Mita pun mengarah ke adah orang yang memanggilnya.


Senyum Mita langsung mengembang saat melihat dua orang yang duduk di tengah ruangan cafe yang ternyata memanggilnya.


Mita berjalan ke arah orang yang tadi memanggilnya.


"Kamu sama siapa ke cafe?" Tanya Tosi yang penasaran. "Hmmm.. tadinya sendiri, tapi sekarang sama Bunda,!"


"Lah Bunda kamu mana?" Tanya Mami Rosi dengan wajah celingak celinguk mencari keberadaan Bundanya Mita. "Lagi istirahat Mi.. tadi kecapean waktu nemeni Mita susun data, jadi langsung istirahat." Mami Rosi masih merasa bingung. karna kebingungannya, ia pun menanyakan hal ini pada suaminya.


"Maksud kamu, ini kafe milik kamu?" Tanya Papi Bayu. "Bukan punya saya Om, tapi punya Bunda!" Jawab Mita dengan mimik lesu.


"Yah.. gak jadi ketemu sama besan dong!" Koceh Mami Rosi dengan tawa keci. Mita hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Mami Rosi, hantinya masih tersentil mengingat bagaimana dirinya yang patah hati karna menyukai orang yang salah.


"Mami heran banget loh sama Bayu, tiap hari pulang nya sore, sampai rumah makan, siap makan langsung belajar. jadi jatang komunikasi kami!" Keluh Mami Rosi ke Mita.


"Namanya juga lagi mengejar target. jadi harus serius, biar pas sama target yang di incar incar!" Jawab Papi Bayu dengan menyantap mie goreng. "Tapi kan, Mami merasa dia gak baik juga Pi, kalo terlalu serius. liat aja sekarang ini, udah berapa kali kita ajak makan barang, tapi selalu nolak!" Kesal Rosi yang memasukan kur terakhir ke mulutnya.


Ehem...!" Deheman dari belakangnya Mita, membuat keempat nya memutar badan. 'Ini nih yang di ceritakan dari tadi!" Pinal Rosi yang langsung memberikan tempat duduk di sampingnya Mita.

__ADS_1


__ADS_2