Brother And Love

Brother And Love
bab113-Gak Bisa Nolak


__ADS_3

Mita menatap ke arah Mami Rosi dan kakaknya, keduanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Mita kembali menarik nafas berat.


"Bay..!" Bayu menatap Mita penuh harap. "Gue gak bis... Bayu menatap Mita dengan lekat. ia juga sedikit bergetar karna merasa dek dekan.


"Aku gak bisa nolak, kalo yang melamar kamu!" Ujar Mita di pinalnya, semunya bertepuk tangan dengan senyum bahagia, di sertai Bayu yang memasangkan cincin ke jari manis Mita.


"Untuk saat ini gue kasih cincin yang seadanya. jika gue udah kerja dan mendapatkan pendapatan yang cukup gue bakal ganti!" Ucapnya dengan sedikit berbisik.


"Makasih!" Bisik Mita pelan. Rosi memeluk Mita dengan haru, sungguh tak pernah ia sangka jika anaknya akan melamar seorang gadis dengan status pelajar tanpa pengetahuan dirinya.


"Kenapa gak kamu diskusikan dulu sana Mami!" Jewer Rosi ke anak satu satunya itu. "Karna Mami gak bakal bolehin Bayu! " Jawabnya dengan dengan mencoba melepaskan jeweran dari Maminya.


Mita tersenyum bahagia saat melihat Bayu dan calon mertuanya. Sepupunya Bayu yang sudah merasa panas di wajahnya, memilih pergi dari tempat tersebut.


"Hem.. hem.. kemek kemek dong, calon istrinya mas bayu!" Sentil Bella dari belakang Mita.


"Bella merenggangkan kedua tangannya, Mita memeluk Bella dengan erat. "Nagapin lo!" Tanya Dira pada Amel yang sedang duduk dengan wajah lesu. "Merenungi masa depan gue sama Deni!" Ujarnya dengan tertawa kecil.


"Hih.. jangan bilang lo mau kawin muda, gue mah ogah!" Ujar Dira dan kembali berjalan mendekati Prans yang sedang bersama dengan Deni.


Malam ini adalah malam yang penuh dengan momen paling hangat dan bahagia, sosok Mita yang berdiri di pinggir balkon menatap langit malam yang terlihat cerah di atas sana.


"Terima kasih atas semua izinmu, terima kasih atas semua dukunganmu, aku selalu berdoa agar kau bisa tenang di alam sana! thaks Arika Aidila, kau temen sekaligus seorang yang tulus."


Mita menutup buku yang akhir akhir ini sering ia isi dengan semua kata hatinya. ia memegang buku diary di tangannya dengan erat.


"Bunda.. Mita kangen sama Bunda, Mita kagen sama perhatian Bunda, Mita udan miliki jalan hidup ini bunda bunda pasti bahagia disana, Mita sayang Bunda."


Mita mengelap air matanya dengan lembut. ia menggigit bibirnya dengan memejamkan memejamkan kedua matanya. sekedar menghilangkan rasa rindu pada orang yang telah pergi ke alam yang berbeda. ia rasa tempat ternyaman dan termakna adalah balkon yang ia tempati saat ini.


ketika hawa dingin malan mulai masuk ke dalam dirinya, Mita pun masuk ke dalam kamarnya.


...


Satu minggu kemudian.


Di sekolah.


Mita di sambut hangat oleh orang orang terdekatnya. kecuali dengan Dira. "Kenapa?"


"Biasa si mulut lemas, abis kena virus trojan dia sama mantan rival lo, awal awalnya berantem gara gara Prans eh lamah kena hujat tuh anak!" Ujar Bella menjelaskan.


"gak lo bantuin hujat kah si mantan tival lo itu?" Tanya Mita lagi. "Gue mah gak mau hujat hujatan gue langsung tipang tuh anak udah ka'o gak bisa jalan gak bisa berak!"


"Tapi kok segitu lemesnya sih dia?" Tanya Mita yang memang merasa heran.


"Ternyata Prans playboy. si jeni pacaran sama si prans!" Baru semalam kita hepi hepi sekarang udah kebalik aja, dunia memang adil!' Ucap Amel yang sejak tadi diam mendengarkan.

__ADS_1


"Lah kok adil!" Tanya Mita dengan menampung dagunya di atas meja, lebih tepatnya di samping Dira. "Adil lah kan gue lagi jomblo! ahahaha..!"


"Baru sadar gue, ketawa lo melebihi kutilanak!" Ujar Bella yang mengidik geri.


"Mending, timbang lo kuntinenek!" Ucap Amel yang ikut tertawa. malas meladeni dua orang itu, Mita beralih ke orang di sampingnya.


"Minum dulu!" Mita membantu Dira agar duduk dengan tegak. "Mana Dira si bawel dan si heboh yang gue tau, masa lemes kaya gak minum air, ceria dong!" Ucap Mita sambil membantu Dira minum.


"Hahaha.. naseb amat diri lo dek dek.. baru pacaran beberapa bulan, eh udah di tikung aja sama kang jedir!" Amel berucap sambil menatap ke arah Jeni dan Mai.


"Heran gue, tah kapan mereka tobatnya, nunggu laut jadi kuning tai kali ya!" Ucap Amel lagi.


"Jorok amat lo, jadi keingat tai ngambang di kamar mandi kan gue, mana berserak lagi, aduhai bikin selera makan drastis turun!" Bella memasang muka masam dengan bibir yang mengerut, seketika ia teringat kejadian kemarin sore saat akan pulang dari sekolah.


"Lo dua, teman lagi sakit hati kok malah cerita kue kucing, yang di kamar mandi pula!" Ujar Mita sambil menggelengkan kepalanya.


"Tau ah, teman laknat! kesal gue!" Tutur Dira


pisambil melempar tisu bekas ingusnya di ke hadapan Amel.


"Ih si b*d*t ini, aisshh.. corok amat sih lo!" Jerit Amel dengan suara jijik. Bukannya merasa bersalah, Dira kembali melemparkan tisu yang baru saja di lap ingus oleh Dira.


"Diraa..! Jerit Amel. "Jijik tau!" Ujar Amel sedang Dira hanya menatap Amel dengan menyingkir kuda.


"Ahhh..!" Dira merentangkan tangannya bahkan mengenai kepala Mita. "Ini tangan apa tali pocong sih, panjang sangat!" Ujarnya sambil meletakkan tangannya Dira ke tempatnya.


"Eh.. udah masuk, kita dua balik ke asal ya, semangat Dira sayang!" Bella menarik Amel yang hampir saja beradu mulut dengan Dira.


"Gak, kan sekarang ada mobil jalan, jadi bisa jemput antar tanpa ongkos!" Jawab Mita dengan senyum kecil.


"Iyalah si paling punya ayang, eh kok ayang, bukan ayang tapi calon suami!" Dira cekikikan sambil berucap.


Tak lama masuk guru yang akan mengajar di kelasnya Mita. Mereka pun mengikuti pelajaran seperti biasanya.


...


Tiga bulan kemudian..


Mita menatap heren saat melihat lima jajaran mobil di halaman rumahnya. ia menatap mobil itu satu persatu. "Kok rame ya Bay?" Tanya Mita sambil membuka pintu mobil.


Bukanya menjawab, Bayu malah tersenyum tulus dengan memberikan tangan kanan ke Mita. Mita menggenggam tangannya Bayu dengan senang hati.


"Ada acara apaan sih Bay?" Tanya Mita lagi.


"Acara nikahan kita!" Jawabnya dengan enteng.


Mita tertawa lucu saat mendengar ucapan Bayu barusan. "Jangan bilang yang aneh aneh deh Bay!" Ujar Mita dengan senyum kikuk.

__ADS_1


"Nah ini dia, anaknya. wah.. gak bisa lepas ya, kema mana berdua, udah kebelat kali ya?" Tutur Amel yang tertuju ke Mita dan Bayu.


"Heh.. cepertan sana minta di sahin sama Deni, biar gak iri sama calon mantu Mami!" Ujar Rasi di di beri jempol oleh teman temannya Mita.


Mita mengulas senyum kala melihat seseorang dari arah belakangnya. "Kak!" Panggilnya pada sosok Ari yang membelakanginya. Mita langsung terpaku di tempat saat melihat dua orang yang saat ini sedang berbincang serius dengan Ari.


Seorang pria paruh baya berjalan mendekati Mita. Mita diam di tempat ia menatap orang tua didepanya dengan tatapan tajam. "Ini putri ku!" Ucap pria paruh baya yang berstatus sebagai Ayahnya.


Melihat wajah Mita yang seketika berubah, membuat Bayu menggenggam tangannya Mita dengan erat.


"Untuk apa anda datang ke sini!" Tanyanya dalam hati. Mita mengambil nafas panjang yang mengeluarkannya dengan cepat.


"Ayah datang untuk menjadi wali kamu nak, maafkan Ayah!" Ucap pria yang beratus ayahnya Mita. Air mata Mita mulai menetes saat mendengar ucapan sang Ayah.


"Tapi kenapa saat ingin menjadi wali Mita baru datang yah, kenapa di saat Bunda lagi susah menghadapi hidup ini ayah gak ada, bahkan saat Bunda menghembuskan nafas terakhir...! Mita mengelap air matanya dengan kasar. "Kemana Ayah, kemana?" Tanya Mita yang langsung berubah lemas dengan air mata yang sudah keluar dengan mulus.


Semua yang melihat interaksi antara Mita dan Ayahnya langsung berbagi pandang satu sama lain. Rosi yang ingin memeluk calon menantunya itu, di urungkan saat melihat Bayu yang ada di samping Mita.


Bayu mengelus Mita dari samping. Melihat Mita yang beralih memeluknya. membuat Bayu menatap semua orang di sekitarnya. "Bel.. ikut gue!" Ucap Bayu yang di angguk oleh Bella.


Mami, Pi, Ri, gue bawak Mita ke atas betar ya, gue mau nenangin!" Ujarnya yang di angguki cepat oleh semua orang di sana.


Sejujurnya, Ari juga melarang Ayahnya agar tak menghadiri pernikahan Mita dengan Bayu, namun karna Anwar yang memaksa ingin menikahkan anak perempuannya terus menerus mendesak Ari, dan begini lah jadinya. harusnya saat ini sedang mengalami masa bahagia bahagia kini malah berubah tegang dan sunyi.


Bahkan penghuni yang sudah datang juga merasa bingung. Rosi dan suaminya mencoba untuk mengalihkan apa yang baru saja terjadi pada penghulu. sedang Ari bergabung dangan Deni dan teman- temannya Mita.


"Kan dah Mama bilang, kalo kita gak usah da..!" Ucapan Diva terhenti saat melihat wajah sang suami.


"Ini juga salah kamu. kenapa waktu itu kamu gak kabari aku kalo Dewi meninggal, kenapa?" Tanya Anwar dengan geram.


Diva tampak ling lung untuk menjawabnya. "Ka... Mending kamu pergi dari sini, kamu buat aku tambah pusing aja, bawak sekalian anak kamu itu, tapi idil jangan!" Ucap Anwar dengan tatapan tajam.


"Tapi mas!" Diva meraih lengan Anwar namun di tepis kasar oleh Anwar. "Bukanya kamu bilang kalo kamu gak mau dan gak bakal datang, sekarang aku kabulkan, pergilah biarkan aku disini sampai acara ini selesai. jangan hubungi aku kalo gak ada hal perlu!" Ucap Anwar sambil mengeluarkan kartu kredit ke Istrinya.


Prans yang baru saja keluar dari kamar mandi, tertawa geli saat karna melihat tik tok di ponselnya.


Sebuah jeweran langsung merangsang ke otaknya. "Awww..apa..! " Ucapan Prans terputus saat melihat Mamanya dengan wajah marah.


"Ayo pergi, sangat membosankan di sini!" Ucapnya lalu pergi meninggalkan Prans.


Amel menyentil lengan Dira pelan. "Paan sih lo, jahil banget!" Kesal Dira. "Mantan lo, pergi tuh sama nyokapnya!" Bisik Amel namun di dengar oleh semua orang yang ada disana.


"Lah apa hubungannya sama gue." Ucap Dira ketus. "Dih.. sok gak berurusan. kemarin malam lo ngigau omongin Prans terus. "Heh.. emang nama dia aja yang Prans! hah.. liat nih liat, gue dah punya cowok, ntah kebetulan atau emang di takdir kan, gue punya cowok dengan nama yang sama namun dengan sikap yang berbeda!" Dira menujukan pesan dirinya dengan pacarnya.


"Ganteng kan, lebih genteng ini dari mantan, lebih mapan juga, walaupun usia beda tiga tahun tapi gak jadi penghalang!" Ujar Dira dengan bangga. selama ini, Dira tak pernah memperlihatkan dan menceritakan tentang pacar nya ini, karna ia malas akan banyak tanya jika ia bercerita pada temannya. seperti saat ini, Amel tampak tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Dira.


...

__ADS_1


...The And...


...tapi boong...


__ADS_2