
...Perubahan...
Pagi sekali ke empat manusia yang akhir akhir ini jarang berkumpul kini sudah siap dengan logo sekolah yang mereka pakai. "Ehe... patah hati sudah berlalu mari kita rayakan sepulang sekolah nanti, gue ada tempat yang bisa bukin suasana adem kalo baru aja merasakan hal seperti ini, ntar pulang sekolah kumpul lagi ya di mobilnya Bella!" Ujar Dira yang merangkul Mita masuk ke dalam kelas mereka.
Saat ini suasana sekolah masih sepi karena, jam masih menunjuk kan pukul setengah tujuh pagi lewat lima menit.
"Muka gue masih keliatan bengkak gak?" Tanya Mita saat sudah duduk di bangku nya begitu juga Dira. "Enggak, lagian lo kan sakit hatinya udah lewat sehari, apa jangan jangan tadi malam lo nagis lagi ya?" Tanya Dira dengan muka sok taunya.
"Gak ah, nangis bikin gue sakit mata, tapi juga enek, eneknya gue bisa kekuarin air mata, udah lama gak nangis!" Ujar Mita dengan memperbaiki poninya. "Eh.. btw, soal kaca mata lo itu ilang nya dimana?" Tanya Dira yang merasa ada yang berubah dari diri nya Mita. "Gak tau, gak penting lagi kok buat gue, mata gue kan dah sembuh!" Ujar Mita.
"Seneng deh gue liat lo, cepet ya move on nya, perfeck deh buat lo, walaupun memerlukan satu hari penuh untuk menerima kenyataan y_udah deh Dir, gak usah bahas itu lagi malu gue, bnar gue malah suka lagi, kalo omongin dia!" Ujar Mita. "Udah dewasa ya, yang sekarang, udah pande buat kata kata bijak, udah ngerti kata cinta, dan yang lebih lebih hebat nya lagi udah mau di dandani sama kita kita, apalagi kaca matanya udah gak dipeke lagi, gue liat lo yang sekarang jadi meri, terlihat aja keimutan di diri lo bertambah!" Ujar Dira dengan mengacungkan dua jempol ke hadapan Mita. sedetik berikutnya tangannya beralih ke pipi Mita.
"Manis nya wajah ini!" Cubit Dira dengan kuat di kedua pipinya Mita.
"Mita..! makasih ya catatan nya!" Ujar salah satu siswi yang memulangkan catatan Mita.
"Iya!" Jawab Mita dengan senyum manis. "Lo Mita kan?" Tanyanya dengan menujuk wajah Mita dan sekarang ia memegangi wajah Mita. "Asli perubahan drastis nih," Ujarnya lagi dan dengan cepat Dira menyingkirkan kan tangan siswi tersebut. "Satu menit nyentuh lima puluh ribu!" Ujar Dira dengan tangan kanannya yang meminta.
__ADS_1
"Hih.. Mita aja yang di pegang gak protes lah lo, siapanya?" Ucap siswi tersebut dan berlalu meninggalkan kelas Mita.
"Siapa sih dia Mit?" Tanya Dira saat siswi tadi yang sempat sempat nya mengejek ke arah Dira. "Anak kelas sebelah, satu alumni smp gue dulu," Ujar Mita dan menarik Dira.
Mita bangkit daru duduknya dan mengajak Dira ke kantin. "Lo yakin mau ke kantin?" Tanya Dira meyakinkan Mita. pasalnya sejak dulu Mita akan paling susuh kalo di ajak ke kantin. "Iya.. emang kapan gue bilang gak yakin!" Jawab Mita yang kini sudah masuk ke dalam kelasnya Bella.
"Bella.. Amel..!" Panggil Mita dari depan kelas tak lupa Dira saat ini berada di sampingnya Mita. "Lo tadi malam mimpi apa sih?" Tanya Dira yang merasa khawatir atas perubahan Mita. "Mimpi makan lo, dir!" Jawab Mita dengan seulas senyum.
Sedang beberapa siswa/i yang melihat kedatangan Dira dengan seorang cewek sempat menjadi bahan tanya, dan gisipan mereka, mereka mengira jika Mita adalah anak baru, dan setelah mendengar cara panggil nya Bella dan Amel yang menyebut Mita membuat mereka tau jika itu adalah Mita. namun ada beberapa siswi yang tak percaya akan perubahan Mita saat ini, lebih memilih untuk bertanya langsung.
"Eh.. Bella itu anak baru atau Mita?" Tanya salah satu temen sekelas Bella dan Amel. "Kenapa keliatan beda kan sama Mita kaca mata, lebih manisan yang ini kan!" Ujar Bella dengan senyum ramahnya ke siswi yang tadi bertanya.
"Emang dari dulu manis, kali. kan gue udah pernah bilang kalo Mita itu menarik walaupun tak terlihat."
"Iya sih, tapi gue suka perubahannya, cocok sama bawahan nya!"
Saut demi saut tentang Mita di dalam kelas semangkin ricuh membuat empat
__ADS_1
"Drastis bener perubahan nih anak, sampe mimpi nya pun makan gue, jadi gimana di mimpi lo si Dira gimana rasanya?' Tanya Amel yang kini sudah merangkul Mita. "Gue emang pedek, tapi gak gini juga cara memperlakukan gue, kehimpit dan sesak tau!" Ujar Mita dengan memunyungkan bibirnya.
"Aduh, abis minum vitamin merek apa sih? kok bisa kek gue banyak omong dan_ dan hebohnya cukup di lo aja deh Mel, kalo sama bebeb gue no kelebihan lo itu cukup untuk lo aja!" Cacar Bella yang menarik Mita agar berada di sampingnya, "Jangan jauh jauh Beb, natar bisa ilang, dan jangan dekati Amel ntar bisa kena virus heboh..!" Bella dan Mita berjalan mendahului dua Dira dan Amel.
"Gue juga harus hati hati, ntar kena virus, virus emek emek persi bocil," Ujar Dira dengan langkah berlari mengejar Mita dan Bella. ia tertawa mengejek saat meninggalkan Amel.
"Gue do'ain, agar lo tiga kena hikmah nya, hikmah yang bisa bikin gue bahangi pastinya!" Ujar Amel dan kini berlari mengejar Dira, dan keduanya.
•
"Jadi nih, ceritanya lo move on sama Bayu dan beralih ke Ari dung? ya gak?" Tanya Dira saat mendengar kan cerita Mita barusan "Hhhmm.. gue rasa gak lah, gak mungkin deh, Kak Ari suka sama gue, lagian gue juga gak mungkin bisa suka sama dia, gue rasa dia bukan suka tapi sayang sama gue, gue juga bergitu!" Ujar Mita sambil menyeruput es di depannya. "Tapi nih ya, gue yakin sambilan puluh sembilan persen kalo Ari pasti ada naruh perasaan sama lo, gue jadi ingat cewek yang suka sama Ari yang waktu terakhir nya dia kena bully itu, sekarang pindah kan, karna dia sadar kalo Ari udah menaruh perasaannya sama orang lain, orang lainnya itu ya elo, Mita. dan gak ada orang sayang yang gak di kalungi dengan cinta, pasti ada deh dikit dikit!" Dira kembali lagi kemode cerewet nya, apalagi saat membahas tentang cinta, ah auto panjang bibir tuh si Dira, dan yang mendengar nya auto tambah lebar tuh kuping.
"Gue kira gue aja yang berpikiran begitu, ternyata lo juga Dir!" Sambung Bella yang membenarkan ucapan Dira barusan. "Hmm.. liat tuh si Bella aja membenarkan ucapan gue yang shohih ini!" Ujar Dira. "Kok kaya ada yang kurang ya?" Tanya Dira dan kini tatapan ketiga cewek memandangi lekat ke arah Amel yang saat ini sedang makan dengan lahap.
Cekrek..
Dengan jahil nya Dira memotret asal saat Amel yang akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. "Kirim ke Deni ah.. pasti mangkin suka!" Ujar Dira dengan menujukkan hasil potretanya ke pada Mita dan Bella. sedang Amel ia masih pokus dengan makanannya. "Mel..!' Panggil Dira dengan meletakkan ponsel nya tepat di depan wajah nya Amel. "Apaan sih lo, ganggu aja!" Ujar Amel dengan menyingkir kan ponsel Dira agar ia bisa kembali makan.
__ADS_1
Mita dan Bella hanya tertawa melihat tingkah keduanya. "Ya elah Mel, lo kayak kagak makan dua hari aja," Ujarnya Bella seraya menggeleng. "Emang iya gue, emang gak makan dua hari, niat gue mau diet tapi gak tahan jadi balas dendam diet dua hari dung." Ucapnya seraya meneguk minuman. setelah nya ke tiga teman Amel pun ikut makan dengan Amel.