
Pagi yang cerah membuat senyum Mita terus mengembang, suasana yang cukup mendukung, baginya pagi ini, dengan tenang Mita berjalan membuka jendela di kamar nya dan menghirup udara segar yang masih murni dengan suasa pagi. Kini langkah nya menuju Kamar mandi dan langsung membersihkan badannya yang penuh dengan bau khas bangun tidur.
Paginya di rumah Eka, Mita sudah berada di depan rumah Eka, atau lebih tepat nya, Mita, Bella, dan Amel sudah berkumpul di depan rumah Eka. "Sedang sedari tadi mereka masih sedang menunggu kehadiran Ari. "Kita nunggu Ari kayak nunggu Deni punya doi deh, lama banget punya nya!" Ucap Eka yang membuat tawa mereka mulai terdengar. terkecuali Deni ia hanya nyengir mendengar penuturan Eka barusan.
"Bel, lo mau tagak kenapa Eka bisa suka sama l_" dengan cepat Eka menutup mulut Deni yang terdengar bocor itu. "Apaan?" tanya Bella yang sedang mengitadasi Eka di depannya. "Karena lo cantik, dan baik!" Jawab Eka dengan senyum kikuk.
"Bohongg, "Jawab Deni ikut menyambung ucapan Eka barusan. "Sayang masa kamu lebih percaya sama si Deni, dari pada Aa." Ucap Eka yang terdengar seperti sedang mengoda. namun juga terdengar lucu di telinga yang mendengar nya. "kamu dong Aa." Jawab Bella dengan senyum tulus.
Deni merinding mendengar panggilan Eka, dari Bella, "Roman sih, tapi udah melewati angka seratus persen jadi bikin merinding juga kata katanya!" Ucap Deni mengelus elus kedua lengan nya.
Sedang Eka ia masih sempat sempat nya mengejek Deni, "Menang bro, menang!" Ucap Eka dengan mulut yang bergoyang tanpa suara seakan mengejek kali ke arah Deni.
"Kamu bohong Aa?" Tanya Bella saat melihat muka Eka yang sedang mengejek Deni. "Bella," Panggil Mita. "Kenapa?" tanya Bella. Tanpa menjawab Mita langsung menarik tangannya Bella, "Pinjam bentar ya, Ka." Pinta Mita dan diangguki cepat oleh Eka. Setelahnya membawa Bella keluar dari pekarangan rumah Eka.
Amel yang melihat perdebatan antara Eka dan Deni ditambah dengan adanya Bella yang memanggil dengan sebutan spesial Aa. membuat dirinya sedikit merasakan kata cemburu, "Bodoh. lo Mel, bukanya lo udan lupain Eka?" tanya nya sendiri dan tertawa kecil "Dia milik sahara lo Mel, sadar," Ucapnya lagi dan memilih masuk ke dalam mobil.
"Selamat," ucap Eka merasa lega. "Lama pun gak apa!" Balas Eka dalam hati lalu tersenyum menang untuk yang kedua kalinya kepada Deni. tak lama kemudian "Puk.." Eka menarik baju Deni dengan paksa. "Mau kemana?" tanya Deni kesal ketika mendapat perlakuan kasar dari Eka. "Mau ngudang ajal lo," Jawab Eka ketus. "Asli mata gue merinding dengar nya!" Jawab Deni dengan sedikit ngasal. Eka menggeleng mendengar jawaban dari Deni.
__ADS_1
"Bulu kuduk lo, bukan mata lo!" ucap Eka membenar kan ucapan Deni barusan. dan masih dengan tangan nya yang membawa Deni. "Udah lama ngumpul nya?" tanya Bayu yang baru saja sampe dirumah Eka dangan Ari.
"Mau kemana?" tanya Bella kesal atas tingkah Mita barusan padanya. "Gue lupa bawa_" Mita membentuk tangan nya menjadi segitiga. "Kok bisa?" tanya Bella lagi. "Ketinggalan di atas kasur lo, lupa gue masukkan." Jelas Mita lagi.m dengan bibir yang sedikit nengkerut. "Atasan nya lo bawa kan?" tanya Bella lagi dengan menahan senyum.
Mita menggeleng, "Ya deh. beli di sana aja nanti, gue juga gak bawa!" Jawab Bella enteng, padahal barusan ia sedikit menekan Mita. "Serius?" tanya Mita heran, dengan wajah di tahan tawa. "Masa ia gue jauh jauh ke Vila bawa begituan, beli di sana juga ada," Ucapnya lagi dan kini kedua nya tertawa. "Padahal kita gak janjian." ucap Mita lagi.
"Eh. tunggu deh, setau gue yang namanya Vila itu jauh sama pasar, apalagi mall!" Jelas Bella menjelaskan. "Trus gimana?" Tanya Mita balik dengan wajah bingung nya.
"Dah ah. gak usah di pikirin, mending kita balik yuk, kok pirasat gue menyatakan kalo mereka udah pada ngumpul. Bella pun menarik tangan Mita masuk kembali ke pekarangan Eka.
"Liat tuh mereka semua nungguin kita!" Omel Bella dengan jalan yang tergesa gesa. "Bukanya kita yang dari tadi nungguin mereka." Omel Mita balik. dengan muka heran atas pernyataan Bella barusan.
"Gue gak dicari?" Tanya Ari yang tiba-tiba muncul di depan Mita dengan muka sok manis. nya. Mita tersenyum geli "Gak perlu di cari, lagian orang nya udah muncul di depan," Jelas Mita lagi masih dengan mulut yang cekikikan lucu. "Sok manis, " Batinya lucu. "Eh, tapi emang manis deh, kan gue manis!" Ucap Mita lagi dengan tawa lucu. "Aneh, apa gue barusan ngelawak ya?" tanya Ari dengan memakai helm miliknya.
"Serius nih, lo dua mau naik motor? Apa gak susah nantinya?" Tanya Eka saat melihat Bayu dan Ari yang sudah stanbay bersandar di atas motor Ari. "Sekali ini ya pasti ini!" Jawab Ari ketus. "Kalau saran gur sih emang lebih baik naik mobil, selain jaraknya yang lumayan jauh gak terlalu leleh." Bayu menjelaskan karna ia memang ingin naik Mobil tapi ketika tau Ari akan pergi jika naik motor akhirnya ia pun memutuskan untuk naik motor juga.
"Jadi gimana, masih tetap mau naik motor?" Tanya Deni yang baru saja muncul dari balik mobil. "Gue kira lo aladen!" jelas Eka memandangi Deni dengan muka menahan tawa. "Bukan aladen tapi aladin," jelas Deni kepada Eka.
__ADS_1
"Kan ini persi lo, aladen, ala ala den dang." Jawab Eka dengan tawa. "Kan aneh sendiri gue liat lo, mereka dua aja kagak ketawa malah lo, aneh lah," Balas Deni dengan tawa juga. "Yang jelas kalian dua tergolong fersi adeh!" Ucap Ari dan di angguki oleh Bayu.
"Kita cabut luan, kalian dua dah tau kan jalannya?" Tanya Bayu sebelum mereka dua meluncur meninggal kan pekarangan rumah Eka. "Kan gue punya kontak batin lo, jadi gak mesti tau tapi_" Ucapan Deni terputus ia bingung harus menerus kan dengan kata apa.
"Tapi kita bisa nyesat kalo lo gak nyium gue!" tunjuk Deni ke pipi nya. "Normal nya lo? atau jangan jangan_ " Eka menutup mulutnya dan berlari ke dalam mobil.
Di perjalanan
Amel tampak tenang dengan ponsel nya. begitu juga Deni mereka seakan kompak akan diam jika sudah berurusan dengan ponsel di mata mereka. Lain hal dengan Bella dan Eka mereka sibuk bercanda gurau, ada saja yang menjadi bahan candaan bagi mereka. sedang Mita sendri ia sibuk dengan pikiran nya, membayang kan tempat yang akan ia datangi nanti. "Gimana sih bentuk vila, gue penasaran banget!" ucap Mita bertanya pada dirinya sendiri. Ini pertama kalinya ia menghabiskan waktu libur sekolahnya dengan teman teman nya. "Semoga aja liburan kali ini, semenyenangkan yang gue pengen!" Ucap Mita dengan ekspresi senang nya.
Sedang Bayu yang berada di belakang hanya sibuk berpegang an erat. Ngak nyangka aja kebiasaan Ari yang satu ini masih menempel di otaknya yang sedang amnesia. "Kebiasaan buruk di ingat, lah gue sendiri sedari kecil yang selalu main bersama sama lo, bisa bisanya lo pikun." Ucap Bayu dengan sedikit tersenyum.
"Ngomong apaan lo? gue gak dengar!" Ucap Ari masih dengan pokusnya je depan. "Ngomongin lo!" Jerit Bayu di telinga Ari, "Untung gue pake helm, mungkin kalo gue gak pake, telinga gue udah terbakar dengar jeritan lo!" Protes Ari.
"Bacot lo," Ucap Bayu yang dengan sengaja memeluk Ari dengan erat dari belakang. Ari yang mendapat perlakuan gila dari Bayu menambahkan kecepatan motor nya dengan sedikit membelok belok kan setang motornya.
Bayu tertawa dan langsung melepaskan pelukan nya dari Ari. dan tertawa puas mengerjai Ari apalagi setelah mendengar omelan Ari barusan.
__ADS_1
Para pembaca setia. Mari dukung autor dengan cara klik, Like, favorit, komentar, dan Vote. karena ini sangat berpengaruh untuk semangat nya uator.