Brother And Love

Brother And Love
bab57- Nyasar..


__ADS_3

Ari memandangi Mama Diva dengan tatapan kesal, begitu juga Mira yang duduk di samping Mama Diva. "Gak jadi arisan ma!" bukan Ari yang bertanya melainkan Prans yang baru saja muncul dari arah dapur dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Lagi, Ari menendang malas terhadap orang yang baru saja menanyai orang yang sedang di kesalinya. "Eh.. Prans sini duduk sayang!" Mama Diva menepuk sofa di sampingnya untuk di duduki oleh Prans.


"Siang ini gak jadi ditunda sire nanti!" Jawab Mama Diva atas jawaban dari pertanyaan dari Prans.


Mira tersenyum simpul saat Prans melihat nya sekilas. Ari berjalan memalui mereka bertiga tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut nya itu.


"Ari mau kemana? Ini kan ada Mira, masa mau ditinggalkan begitu aja!" Kesel mama Diva saat melihat Ari yang hanya memelui mereka begitu saja. Ari tak menghiraukan perkataan Mamanya ia mangkin mempercepat langkah kakinya menuju motor milik nya.


"Pasti Ari marah ma! gara gara tadi!" Mira menunduk lesu setelah mengatakan kepada Mama Diva. Sekarang Mira memanggil mama Ari dengan sebutan mama pula, itu sendiri mama Diva yang menyuruh nya agar memanggil sebutan Mama.


Prans bingung atas pengakuan dari Mira. "Emang tadi kak Mira buat salah apaan" tanya Prans mulai penasaran.


"Tadi mama nyuruh Mira datengin Ari langsung ke kamarnya, karena Ari pas dihubungi gak pernah ada balasan, jadi pas di Mira udah nyampe di depan kamar Ari, langsung mama suruh aja buka!" Jelas mama Diva dan beralih memandangi Mira.


"Ternyata Ari baru aja keluar dari kamar mandi, mungkin alasan Ari gak jawab telepon karana lagi mandi!" Jelas Diva menjawab.


Prans yang mendengar nya langsung paham, "Itu artinya kak Ari marah bukan hanya pada Kak Mira saja, tapi juga Mama!"


Prans balik ke atas ma, mau ganti baju dulu!" Pamit Prans dan bangkit dari duduknya.


Emang sejak pulang sekolah tadi, Prans tidak ada mengganti pakaian sekolah nya, dan memilih menongkrong bersama di cafe dan sekarang ia baru saja pulang.


"Kenapa dengan lo si Mir!" Kesal Ari dengan memukul mukul setang motornya dengan muka kesalnya.


"Tret..


Ari berhenti mendadak, ketika menyadari ia berjalan menuju arah yang sama sekali Ari tak tau dimana ia sekarang, hanya ada beberapa orang saja yang melewati jalan ini.


Ari memutar balik arah motornya, ia berjalan lurus tanpa ada niatan untuk belok kiri maupun kanan. "Sial!" umpat Ari kesal. "Kalo gini ceritanya gue balik muter muter gak jelas doang di sini!" Ari mengacak rambutnya prustasi.


Di tempat lain, Bayu baru saja akan tiba dirumahnya, Bayu sempat heran ketika melihat sang Mami yang berdiri di ambang pintu, setelah memarkir kan motor nya, Bayu mendekati Maminya.


Tampak sang mami yang melirik lirik ke belakang Bayu, "Ada apaan mi?" Tanya Bayu heran melihat tingkah aneh maminya.


"Si manis mana? tadi mami liat sama kamu?" Pertanyaan Mami Rosi membuat menautkan sebelah alis. "Manis? manis siapa?" tanya Bayu yang ingin mendapat pertanyaan yang lebih jelas.

__ADS_1


"Ihhh.. kamu ini loh! Masa gitu aja gak peka! Siapa lagi coba kalau bukan teman kamu yang main kerumah kemarin hari coba?" Jelas Mami Rosi dengan nada yang terdengar kesal.


Bagu semangkin bingung atas pertanyaan maminya lagi, Bayu menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Perasaan gue gak ada ajak teman main kerumah deh! maksudnya mami apa sih!" Bayu bergumam pelan masih dengan menggaruk garuk kepalanya.


"Masi gak peka lagi? tampak helaan nafas lemas melihat tingkah anak semata wayang nya ini. "Temen kamu yang bantuin mama buat kue kemarin!" Ucap Mami Rosi dengan nada lemas.


"Ooo.. Mita maksud mami?" tanya Bayu menyakinkan.


"Ah..! sudahlah yang terpenting mana Mita nya?" Mami Rosi mendorong Bayu yang menghalangi pemandangan di depannya.


"Punya Mami kandung aja begini apalagi punya mami tiri?" Protes Bayu dan menyingkir dari hadapan sang Mami beralih berada di samping Mami Rosi.


"Kok gak ada? kamu sembunyikan dimana si manis?" Bayu tersenyum menyadari jika Maminya mengebut Mita dengan sebutan Manis.


"Gak di sembunyikan Mi, Mita udah Bayu antar ke asalnya!" Jelas Bayu yang mendapatkan sorot mata kecewa dari Maminya.


"Tau gini Mami gak bakal mau berdiri di sini dari tadi, bikin tambah emosi aja, apalagi kamu gak mau ngajak manis mampir dulu!" Mami Rosi berjalan berbalik dan langsung memasuki rumah nya.


"Susun di dapur yang mami kirim tadi!" Suara mami Rosi tak terlalu di dengar kan oleh Bayu.


Bayu menaruh asal belanjaan di atas meja dapur.


'Trett..'


Awalnya Bayu biarkan namun semangkin di biarkan membuat dirinya naik pitam. "An*ir, siapa sih yang ganggu gue!" Bayu menyambar ponsel nya dengan cepat dan langsung mengangkat telpon tersebut tanpa tau siapa yang meneleponnya.


'Halo'


'(...)'


Bayu membuka matanya merasa sakit atas omelan dari si penelpon, dan menjauhkan ponsel nya dari telinganya. ternyata dari Ari. "Harusnya gue yang ngomel tapi kok malah dia yang ngomelin gue!" ucap Bayu ketus namun tak di sampai di dengar oleh si penelpon.


(...)


"Oke, gue bakal kesana!" Ucap Bayu dan mengakhiri panggilan telepon tersebut.


Tanpa mengganti pakaian sekolah Bayu langsung menyambar jaket kulit milik nya dan sedikit berlari menuju dapur. ''Mi, Bayu keluar sebentar ada urusan sama Ari!" Jelas Bayu langsung ke inti.

__ADS_1


Sang Mami memandang Bayu heran, "Belum ganti baju? Udah mau pergi lagi!" ucap Mami di iringi dengan gelengan kepala. "Gak semau Mi!" setelat menyatakan itu Bayu pergi, tapi langkahnya berhenti ketika Mami Rosi menjewer kedua telinga nya dengna kuat.


"Ganti baju dulu, kalo gak ganti gak Mami bolehin pagi!" ucap Mami Rosi sambil menyeret Bayu menuju kamarnya. "Aduh Mi, gak sempat lagi, Ari tadi nelpon katanya nyasar!" jelas Bayu mencoba menyakinkan.


"Gak ad sa aduh aduh han, ganti baju baru pergi, bila perlu mandi dulu, Mami aja kebauan nyium keringat kamu, gimana kalo orang lain yang ngerasain!"


Bayu sama sekali gak ngerasa bauk badan, apalagi keringat, bahkan maminya sering bilang suka nyium dirinya saat selesai olah raga.


"Masuk!" Melihat mata tajam Sang Mami membuat Bayu menurut, ''Maaf Ri gue lama, salah siapa lo gak ngabarin sebelum nyasar!" ucap Bayu saat sedang mengganti bajunya.


"Ini baru anak Mami namanya, keran!" Fuji Mami Rosi saat melihat anaknya yang tampan berjalan cepat ke arah pintu. "Udah kan Mi mujinya, Bayu mau pigi!" Ucap Bayu yang merasa kesal atas tingkah laku maminya.


"Yaudah sana Mami pun dah bosan liat nya!" Bayu berjalan tanpa mendengar kan apa yang dijaga Maminya.



"Gila si Bayu, kurang lama datangnya, udah meleleh hue dusini!" Ari berumput kesal saat melihat Bayu celingak celinguk mencat keberadaannya.


"Ini benaran kan alamatnya? masa ia dia nyasar di sini?" Bayu merasa heran atas alamat yang diberikan oleh Ari, "Gak mungkin Ari bohong Bay!" Bayu menyakinkan dirinya agar tidak berpikir yang buruk buruk rentang Ari.


Bayu berhenti di sebuah pohon rindang di pinggir jalan, ia bermaksud akan menghubungi Ari, "Gue telepon aja kali ya!"


"Tau aja gue mau nelpon lo udah nelpon luan!" setelah mengatakan itu Bayu langsung mengangka panggilan telepon.


"Gue bingung bay! waktu gue putar balik pasti jumpa nya bakal di sini juga!" ucap Ari masih dengan posisi menduduki motor besarnya itu.


Bayu tertawa setelah mendengar cerita dari Ari.


"Mau sampe kapan pun lo bakal terkunci di jalan itu, tapi lo benar benar gak tau ini jalan menuju kemana?"


Ari mengangkat kedua bahu sebagai jawaban.


"Ini nih tempat kita biasa balapan liar tapi dulu, sekarang semenjak lo jatuh kita gak pernah lagi balapan!" Bayu ingin menjawab seperti itu tapi tak mingkin, itu sama aja akan membuat pikiran Ari semangkin memekasa.


"Kenapa kok malah diam?" Ari mulai curiga.


Ini jalan buntu Ri.. bisa tembus, maka jalan yang lo jalanin bakal sama, tapi ini bisa dipotong dan tembus nya ke sekolah. jelas Bayu

__ADS_1


Tolong kasih dukungan dong, beri Like, vote, dan komentar, mari semangati autor, makasih


__ADS_2