
Kini Bella dan Amel sedang cek cok karena ketidak adanya jaringan di malam hari. "Sial. gak jadi ngepost yang tadi siang deh gue!" Ucapnya dengan tangan nya yang melayang layang di atas mencoba mencari jaringan.
"Sama, gue juga gak bisa pamer, sama Dira. gara gara jaringan nih!" omelnya Amel juga.
"Si Deni kurang kerjaan sama Eka." bisa bisanya malam sedingin ini mandi kolam, kan aneh bukanya batuin manggang ini malah nyusahkan aja!" Omel Amel yang baru saja mengantar kan minuman dan cemilan untuk meraka.
"Udah lah Bel.. nyerah aja, apa gak bosan lo dari tadi gonta ganti gaya alay demi dapat jaringan. tapi hasilnya gak ada cuma dapat sedetik dah ilang lagi tuh jaringan." Ucap Amel yang mengomentari tingkah Bella. "Mending lo, bantuin kita, liat tuh kacian kan ganteng ganteng kena asap. bisa kena flu!" ucap Amel dan meninggalkan Bella.
"Sejak kapan orang kena asap kena flu yang ada mandi malam malam kena plu." Jawab Bella dan tertawa tapi ia baru saja ingat ketika Eka dan Deni lagi mandi di kolam. "Ini nih gue rasa besok mereka yang kena flu." ucap Bella dan berjalan ke pemanggangan.
Mita yang baru saja membersihkan diri, dan selesai ingin keluar kamar langsung teringat ketika merasa ada yang mengganjal di di dirinya. "Gue lupa gosok gigi!" Ucapnya dan membalik lagi langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Baru saja ia mengoleskan odol ke sikat. terdengar suara ponsel di kantung celana nya. "Bunda.." Ucapnya senang dan langsung mengangkat teleponnya.
"Gimana, betah gak liburan ke Vila?" tanya Bunda Dewi dari sebrang sana,
"Bentah, bun. tapi pasti lebih betah kalo bunda ada di sini!" Jawab Mita ke bunda nya. ia sambil menjawab dan mengosok giginya. setelah banyak menjawab dan bertanya ke Bunda ia pun merasa lega. lega karena udah dua hari gak dengar suara Bundanya.
__ADS_1
"Mita sambil gosok gigi bun.. tapi Mita jelas kok dengarin nya, bunda juga kan?" tanya nya mematikan.
"Jelas banget malah, bunda kira tadi gak ada jaringan lagi." Ucap Bunda dari sebrang sana.
Mita menutup pintu kamar mandi dan kini mendekatka ponsel nya ke telinga dengan bahu nya yang sedikit ia naikkan. sedang kedua tangan nya mengambil tisu di meja dan berjalan keluar kamar. "Halo.., halo, ucap Mita berulang ulang.
Seteleh membuang tisu ia pun memegang kembali ponsel nya. "Hah.. gak ada jaringan!" Ucapnya sambil menaik naik kan tangan nya ke atas mencari jaringan, sama halnya dengan Bella tadi. Mita berjalan ke arah belakang Vila dimana sudah ada kedua sahabatnya dan juga keempat teman cowok nya.
"Nah.. yang di tunggu tunggu datang juga!" Ucap Amel dan langsung menarik Mita agar bergabung. "Mel.. Bella sama yang lain mana?" tanya Mita, saat tak melihat ketiga orang di sini. "Biasaan lah, lagi ngerepetin Eka," Ucap Amel lagi. "Lo baut sambel apaan, kok keliatan beda?" Tanya Mita lagi.
"Beda, ya. sambal dem dem!" Ucap Bella dengan senyum senyum. "Kenapa malah senyam senyum nih anak?" tanya Mita dalam hati. "Sambal dem dem, sambal apaan tuh?" tanya Mita lagi. "singkatan dari gue dan Deni." Ucap Amel dalam hati. "Lo lagi yang buat sambal nya?" tanya Bella yang baru saja sampai. "Emang siapa lagi yang bisa selain gue!" Jawab Amel bangga.
"Emang Amelnya mau?" Tanya Bella dengan melirik ke arah Amel. "Ogah," Jawab Amel.
"Ntar nyeselll!" Ucap Deni lagi. "Pembahasan yang gak jelas." Ucap Ari yang meletakkan hasil panggangan nya ke atas meja. "Semuanya menoleh ke arah Ari kecuali Mita. Menurut nya ia sudah biasa dengan tingkat laku Ari.
"Di sini emang gak ada jaringan ya?" Tanya Mita yang membuat semua mata beralih ke arah nya. "Sekitar jam enam pagi sampe jam lima sore itu jaringan lancar. tapi kalo lewat dari jam lima ke atas jaringan susah, bahkan gak ada sama sekali!" Jawab Bayu, yang meletakkan ponsel yang Mita pegang ke meja dan menarik Mita agar mengikutinya.
__ADS_1
"Pantes, gue dari tadi lelet jaringan!" Ucap Amel dan kembali membuat sambal bersama Bella. "Apa nih yang bisa kita bantuin?" tanya Eka dan Deni berbarengan. "Sok kompak!" Ucap Amel mengomentari keduanya.
"Kenapa?" tanya Mita saat Bayu sudah melepasnya genggaman tangannya dari Mita. Bayu mengaruk kening nya yang tak gatal. Ia sendiri bingung, karena ia sendiri tak tau apa yang membuat nya membawa Mita sampai ke sini. "Bay..!" Ucap Mita yang kini sudah menatap Bayu lekat di hadapan nya. "Ntar malam gue mau ngajak lo ke suatu tempat yang belum lo tau, bukan hanya lo tapi semua orang di sini kecuali Ari. dan gue rasa lo termasuk orang yang beruntung karena gue bakal bawa lo ke tempat itu!" Ucap Bayu dengan mengelus puncak kepala Mita. tah mengapa mengelus puncak kepala Mita itu memang sudah menjadi kebiasaan bagi Bayu saat ini. "Emang tempat nya bagus bangat apa?" Tanya Mita mulai penasaran.
"Kalo gue kasih tau sekarang, mungkin gak seru, tapi nanti pasti bakal kagak mau pulang kalo udah kesana!" Ucap Bayu lagi. "Gak percaya!" ucap Mita dengan melihat ke arah luar. "Di soni juga enak, jauh dari ribut nya suara kendaraan, dingin malam yang membuat candu bagi siapa saja yang tinggal disini, dan_" Mita menghentikan ucapannya dan melihat ke Bayu.
"Dan apa?" tanya Bayu seakan meminta penjelasan. "Dan gue senang punya orang orang yang selalu sayang sama gue," Ucap Mita dan mendapat senyum manis dari Bayu. "Dan sayang nya gue sama lo!" ucap Bayu dan kembali mengacak rambutnya Mita. "Jahat!" ucap Mita dan berlari menjauhi Bayu.
"Nakal!" ucap Bayu ketika mendapat cubitan di perut nya, bukanya sakit tapi geli, yang Bayu rasa. setelah nya Bayu mengikuti Mita dari belakang.
Mita berjalan dengan memperbaiki rambutnya. "Napa rambut lo?" tanya Bella saat melihat Mita yang tampak sibuk memperbaiki rambutnya. dengan sengaja Bayu semangkin mengcak sedikit kuat rambut Mita kembali. Mita menghela nafas lemas, "Kalo gini bakal kucir ulang dong!" Ucap Mita dan sedikit menjauh dari kerumunan.
Dengan asal Mita memilih menggulung rambut nya, karena rasa malas jika mengambil sisir lagi di kamar, "Mitaa.. cepetan, ini udah pada nunguin lo!" Panggil Bella dan di angguki dengan cepat oleh Mita.
"Muka lo mangkin bulat kalo di sanggul gitu!" Ucap Amel saat meraka sudah berkumpul di meja makan. "Kelihatan lebih manis lah." Ucap Bella ikut menyambung. "Tapi gak semanis sambal buatan lo!" Jawab Mita dan mencolet sambal. "Gak ada imbang nih, sambal den den." Ucap Amel dengan tertawa. "Garing, kok lucu!" Ucap Bella ke Amel. "Lebih garingan lagi, ayam panggang nya." Jawab Mita lagi.
Sesuai perkataan Bayu tadi dengan Mita. Kini Bayu sudah setia menunggu di depan pintu kamar yang di tempati oleh cewek tersebut. Sedang Mita yang masih berada di dalam kamar dan balik selimut, ia sedang menunggu kedua sahabatnya itu tidur, entah berapa lama Mita menunggu. sampai suara ricuh tadi berubah menjadi hening, ia pun merasa senang dan dengan gerakan pelan. Miya mulai menuruti kasur.
__ADS_1
"Mau kemana lo!" Suara Bella membuat langkah Mita kembali diam. "Gu_" Mita membalik dan melihat Bella yang sedang memeluk Amel. "Hah.. kebiasaan tuh, ngigau nya mulai lagi. "Keluar bentar, gak apa kan?" tanya Mita pelan. "Hmm.. beliin pisang goreng ya, gue pengen!" Ucap Bella lagi dan semakin mencari posisi enek nya.