
Bella berjalan pelan pelan menuju kamar Mita,
Crek.. crek.. mata Bella membulat menyadari jika pinta kamar Mita dikunci. "Ih. jahat banget si Mita!" Bella berjalan membalik dan mulai menjauhi kamar Mita.
Langkah Bella berhenti ketika mendengar suara ribut dari dalam kamar, Bella pun membalik. mulai merasa curiga, kini ia menempelkan kupingnya di pintu dengan kedua tangannya memegai pintu.
Ceklek.. Bella terjatuh ke depan bersamaan dengan pintu yang terbuka. "Auu.. sakit bege! Bella memegangi keningnya yang sakit. Mita tertawa melihat Bella di depannya. "Lo ngapin di sini?" tanya Mita di iringi dengan tawa yang
menggema di seisi kamar.
Bella bermimik wajah orang yang lagi sakit, dengan muka yang di buat buat sedih, "Bantuin dong?" Bella mengulurkan kedua tangannya ke atas. Hahaa.. kini gantian Bella yang tertawa. "Ini akibatnya kalo ngetawain gue? Wek.. Bella mengejek Mita dan berjalan ke menuju kasur.
Jangan lupa matiin lampu sebelum tidur, setelah mengatakan itu, Bella langsung menutupi wajahnya dengan selimut.
Mita menggeleng melihat tingkah Bella, "Awas lo bel! bakal gue kerjain lo!" ucap Mita sambil menutup pintu. setelan mematikan lampu Mita kembali menghidupkan poselnya, Mita cekikikan di atas kasur melihat kelakuan pameran utama pria saat menggoda sang wanita. "Lucu, lucu, lucu! kok si hana terus sih yang di goda? Mita dong sekali sekali!" ucap Mita diiringi dengan tawa.
Puk.. sebuah guling melayang di muka Mita, pelakunya adalah Bella, "Gue ngantuk. Jangan ribut dong?" Bella meninggikan nada suaranya.
" Suka suka gue dong!" Ucap Mita tak kalah kuat. "Mitaaa...!" Bella menjerit dan langsung menutupi telinga Bella. "Bod*h kok telinga gue yang ditutupi telinga lo lah!" ucap Bella masih dengan teriak teriak.
"Ah! iya salah pegang?" ucap Mita langsung menutupi kupingnya. "Ini nih! ciri-ciri kebanyakan nonton darma, sampe salah pegang segala!" ucap Bella dan langsung membalik badan dan menutupi kuping nya dengan guling. "Kalo gak mendrama gak bakal seru jadinya!" ucap Mita dan kembali menonton drama, tapi kali ini ia menggunakan heatset agar tidak mengganggu tidurnya Bella.
Paginya Bella paling susah dibanggunin, "Aduh Bel! ini udah yang ke sambilan kalinya gue bangunin lo? ini dah siang bel..!" ucap Mita sengaja di kuatkan. "Benar nafas gue masih di jalan bentar lagi baru nyanpe!" ucap Bella dengan khas suara seraknya, Mita menggeleng melihat tingkah Bella yang susah di bangunin.
Tret..
Trett..
"Mita melirik siapa yang menelepon Bella di pagi seperti ini, ehem.. Mita berdeham setelah membaca nama penelpon. "Doi lo nelpon!" ucap Mita melempar kan ponsel ke kasur di mana Bella masih tidur.
__ADS_1
— Hallo.. ucap bella masih dengan sedikit berjungung
—(...)
— Mata Bella melebar setelah mendengar lawan bicara nya, terlebih jika saat ini bukan telepon biasa melainkan sambungan video, dengan cepat ia balikan ponselnya dan memperbaiki posisi nya. Kini Bella sudah duduk bagus dan rambut yang tidak berantakan lagi ia kembali mengobrol dengan Eka.
Mita yang memperhatikan tingkah Bella barusan hanya tertawa geli melihat tingkah Bella, Mita memutuskan untuk menunggu Bella di bawah.
Pulang sekolah , empat sejoli itu sedang memutuskan untuk pergi ke mall, awalnya Mita menolak, tapi ketiga temannya terus terusan mendesak membuat Mita menuruti kemauan ketiga temannya.
"Cuacanya mendukung banget, gak panas gak mendung tapi di tengah tengah!" ucap Amel yang mendapat tatapan aneh dari Bella, dan Dira. "Lo ngomongin apaan si? gak nyambung sama sekali!" tanya Bella dengan tatapan malas. "Biasa si Amel, bawaan gomlo!" ucap Dira membalas pertanyaan Bella. Memang sedari tadi mereka membahas tentang cowok. semenjak tadi malam Bella lebih terbuka menceritakan tentang Eka, begitu juga Dira yang terus terusan membangga bangkakan sosok Prans yang menempel di hatinya.
"Jomlo gini bukan gak laku, tapi sedang mempertahankan iman!" ucap Amel gak mau kalah.
Mendengar ucapan Amel ketiga temannya ikut tertawa, "Ini nih, efek dari ngejomblo tujuh belas tahun, alasnya mempertahankan iman, sok iya iman lo!" ucap Dira. "Iman nya si tahan, tapi matanya membara ngeliat cogan barusan" Sambar Bella seraya menujuk sosok cowok yang baru saja lewat yang gak henti hentinya di litin sama Amel. Dira dan Mita ikut menoleh arah mulut Bella menujuk orang yang dimaksud. "Kak Ari!" ucap Mita pelan.
Ari berjalan mengarah ke Amel, dengan tatapan datar. "mukak nya tegang amat?" ucap Dira sedikit berbisik ke Bella. "Kesannya seram!" jawab Bella ikut membalas pertanyaan dari Dira dengan berbisik juga.
"Kenapa harus di sini sih!" Mita memejamkan mata sejenak dan menghembuskan nafas lemas. Sedang Amel yang dipandang dingin oleh Ari dibalas dengan senyuman yang gak luntur sama sekali.
"Itu kak!" Amel menujuk Dira, sedang yang dutunjuk merasa takut atas tatapan Ari kepadanya. Kini Ari berjalan ke arah Dira.
"Woi, si Dira mau diapain?" tanya Bella dengan sengaja menyenggol lengan Amel kuat. "Ih! Apaan sih! ntar lo juga tau?" jawaban Amel membuat Bella semangkin penasaran dan memasang wajah kesal ke Amel. "untung di mall, kalo gak dah gue bagi dua badan lo!" ucap Bella dalam hati.
Tap..
Tap..
Langkah kaki Ari berhenti tepat di depan Dira, Dira langsung melototi Amel dengan tatapan yang siap menerkam. Sedang Amel merasa biasa biasa saja. Dengan lihai tangan Ari menyambar tangan kiri Mita dan membawanya menjauh dari teman temanya. "Gue pinjam, ntar gue antar pulang!" ucap Ari sebelum meninggal kan teman teman Mita yang masih bengong. tidak terkecuali Amel, sepertinya Amel tau sesuatu.
__ADS_1
"Mau kemana?" ucap Mita sambil terus berjalan mengikuti langkah Ari membawanya. ke tempat yang penuh dengan pakaian pria. Ari tak membalas, sampai langkahnya berhenti ia menetap Mita dengan lekatnya. "Kaki lo dah sembuh?" tanya Ari sedikit membungkuk men sejajarkan wajahnya dengan Mita. Mita gak membalas dan memilih membuang pandangan nya dari Ari.
"Ah..! ternyata lo masih gugup sama gue!" ucap Ari sambil mencubit pipi Mita pelan. Merasa di lepas dari genggaman tangan Ari, membuat Mita merasa lega. "Kenapa?" tanya Ari melihat tingkah Mita senyam senyum sendiri. "Itu" tunjuk Mita ke arah Badut. Ari ikut tertawa melihat badut itu. "Lo suka?" tanya Ari.
Mita memandang Ari sekilas, dan menggeleng.
Ari menjadi heran melihat orang disampingnya, "Gak suka tapi terus ketawa? Aneh!" ucap Ari sambil memilih milih baju. "Kak sebenarnya gue ngapian?" tanya Mita dengan polosnya. "Carikan baju yang menurut lo bagus!" ucap Ari dengan seulas senyum ginsulnya. Mita nyengir kuda, '' Baju?" tanya Mita dengan mata sedikit memicing.
"Gue kasih waktu setengah jam, gak banyak kok. lo cuma perlu pilih 10 dong!" ucap Ari sambil bersandar dan memaikan ponselnya. "Gak mau ah! gue bukan tipe cewek yang ngerti soal fashion!" ucap Mita dan berjalan ingin pergi, dengan cepat tangan kekar Ari menangkap tangan Mita. Tatapan Ari membuat Mita merasa takut, sangat terlihat berbeda dari sebelumnya, ratapan dingin dan kejam terpasang di wajahnya.
"Masih mau nolak? atau perlu gue..!" Ari berbisik tepat ditelinga Mita, dengan godaan. Sempat terasa hangat terdengar di telinga Mita tapi juga membuat Mita merinding.
"Oke.. oke gue mau!" jawab Mita cepat dan langsung memilih milih baju, Mita terus terusan bertanya baju modelan apa yang diinginkan oleh bayu, semuamya Mita tanyakan. muali dari merek, kantung, kera baju, pokoknya semua yang berkaitan dengan baju ia tanyakan ke Ari. Ari menjawab nya dengan anggukan kepala dengan tatapan mata nya yang gak beralih dari ponselnya dengan senyum senyum gak jelas.
"Kesal banget gue!" ucap Mita di sela pilihannya.
Di sisi lain, Amel menceritakan tentang Ari yang kemarin dan tadi pas di sekolah yang bertanya tanya rentang Mita. Bella dan Dira menganguk mengiyakan atas ucapan Amel. "Tapi si Mita gak bakal di apa apain kan?" tanya Bella memastikan. "Kalo itu gue gak tau!" ucap Amel sambil terus mengunyah popkron, ya mereka bertiga baru saja keluar dari bioskop, "Perlu diselidiki nih!" ucap Dira dengan senyum miring nya.
"Woi.. yang miring cukup senyum lo aja! jangan kepala juga ngikut! udah kaya strok aja?" ucap Bella dengan tatapan menoyor kepala Dira.
"Sakit bege!" ucap Dira dan menabrak Bella di depanya dan langsung berlari mendahului kedua temannya. "Rese lo!" ucap Bella mengelus elus lengan nya yang dilabrak Dira. "Liat deh! tekniknya udah kayak nabrak pelakor!" ucap Amel dengan senyam senyum gak jelas. "Sok tau lo!" ucap Bella dan mengejar Dira yang masih terlihat di depan mata.
Ari melihat arloji di tanganya, "Padahal di ponsel ada jam, malah liat yang di tangan!" ucap Mita dengan gelengan kepala. "Dua jam empat puluh delapan menit tiga puluh delapan detik, waktu gue habis cuma untuk nemenin lo milih!" ucap Ari sambil melihat jam ditangannya dan sekarang sudah berhadapan dengan Mita.
"Mita menarik nafas kesal, seharusnya dia yang bilang gitu, tapi malah kebalik. "Ini! gue mau pulang!" ucap Mita memberikan semua baju yang ia pilih tadi lalu dengan digap ia berlari kencang agar tidak terjebak oleh Ari. Setelah sampai di luar mall Mita menggaruk garuk kepala bingung, setelah menyadari jika ponselnya ia titipkan ke Ari. "Bodoh banget sih!" Mita menghentak hentakkan kakinya kesal akan kebodohan nya sendiri. Niat awalnya mau pulang di jemput pak de, sekarang ia malah bingung gimana mau nelpon pak de, kalo ponsel nya gak ada. "bidohh.. " Mita sedikit menjerit membuat orang di sekelilingnya menatap nya dengan keheranan. "Mana udah malem lagi!" Mita menggigit bibir bawahnya bingung harus kembali ke dalam dan mencari Ari, atau pulang dengan jalan kaki.
"Ah..!" Mita membungkuk kan badanya ke depan membuat rambutnya pun ikut turun, kakinya ia hentak hentakkan ke tanah. "Tau gini gue taruh kantung aja tadi duitnya! Ah.. sekali lagi Mita tampak prestasi. Mita mulai bejalan di pinggir jalan. tatapan nya lurus ke bawah, lesu, lelah, cepek intinya saat ini, ia merasa kakinya keram. ia pun berhenti dan duduk di bangku pinggir jalan sambil memukul mukul kakinya yang keram.
"sebuah air mineral sudah ada di depanya. "Bayu!" ucap Mita dan langsung tersenyum ke arah Bayu. "Minum dulu!" ucap Bayu membukakan Air mineral lalu memberikannya ke Mita. " makasih..!" dijawab dengan anggukan kepala oleh bayu.
__ADS_1