
Mata Mita terperangah saat melihat sosok Ari yang sedang tergeletak di lantai, dengan berbantalkan sebuah buku tulis, sedang kedua tangannya menutupi area wajah nya. Mita memang sengaja kemari, karena bel pertama tadi ia tak melihat Ari ada di sini, apalagi karena Ari sudah meng chat dirinya agar ke belakang, langkah nya perlahan pelan saat jarak sudah mulai mendekat dengan Ari.
Mita terduduk tepat di samping Ari, tatapan nya lurus ke depan, entah apa yang ia pikir kan saat ini, "Kenapa? Kenapa kakak gak bisa kenal sama Mita? kenapa kakak gak bisa tau perasaan Mita saat ini, ingatlah' bunda pasti akan senang jika kakak mengenali Mita, apakah ini artinya Mita juga harus diam sampai menunggu kakak sadar? akankah sandiwara ini akan berjalan semangkin lama?" Mita berucap dari dalam hati. ia mengeluarkan butiran bening di pipi nya. dengan cepat ia menghapus nya saat mendengar suara orang di sampingnya.
•
Ari berjalan menuju belakang sekolah, ia berharap akan ada Mita di sana, ia melangkahkan kakinya dengan cepat namun setelah ia tak melihat akan adanya sosok Mita di sana membuat langkah nya perlahan melambat. mata nya memutar di sekitar belalang sekolah. tampak helaan nafas berat dari Ari. ia terduduk sambil mengacak rambutnya prustasi.
Ia sudah memutuskan agar bolos lagi. Di ambil nya di kantung celana miliknya. di lihat nya pesan yang ia kirim kan untuk Mita beberapa jam yang lalu. ia mrnyerit ketika membaca pesan yang dikirim oleh Mita sekitar lima belas menit lalu.
_ Kak.. dimana?
_ Mita bakal kemari, tapi bel istirahat ke dua,
Senyum Ari terukir, setidak nya ia hanya perlu menunggu sekitar satu jam lebih, menurut nya itu bukan waktu yang lama, Ari memilih bersandar di tembok, sambil memainkan game di ponsel nya.
...Wanita tua😈...
_ pulang sekoleh, bareng sama Mira
__ADS_1
_ Mama nya ada di sini, ingat jangan di tinggal Mira nya
Ari tak mau mengambil pusing, ia hanya perlu membaca tanpa harus menjawab. hal itu selalu ia lakukan dan tak mau mengambil pusing apa setiap pesan yang selalu mama tiri nya itu pesankan pada nya.
Lama lama ia pun menjadi kantuk, Ari memilih mengganti posisi nya, ia mengubah dengan dengan berbaring sambil bermain ponsel. karena merasa kepala belakang nya sakit, Ari pun mencari benda yang bisa ia jadikan bantalan, senyum lagi lagi terukir ketika melihat ada dua buku tulis di dekatnya. tanpa pikir panjang Ari pun mengambil dan menggunakan untuk bantalan kepalanya. dan tak tau kapan ia sudah tertidur di posisi itu.
tidur Ari merasa terganggu ketika mendengar suara langkah kaki yang mendekati nya, tak lama terlihat sosok cewek duduk di samping nya, saat ini Ari sudah bangun, namun ia masih memejamkan matanya, membuka sedikit untuk melihat siapa yang datang. ia pun tersenyum kecil ternyata orang yang ia tunggu dan membuatnya ketiduran, Ari ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh Mita saat ini.
Lama Ari memperhatikan, namun samar terdengar oleh telinga nya dengan jelas, jika Mita seakan sedang menangis.
"Lo kenapa?" Pertanyaan itu seakan keluar begitu saja dari mulut Ari.
Mita menggeleng dan melihat Ari yang sudah terduduk. Mita tersenyum kecil namun pandangan mata nya seakan punya makna tersendiri bagi Mita saat memandang Ari . "Lo nangis?" Tanya Ari lagi, menurut nya ia kurang puas.
"Gak usah bohong, siapa yang buat lo nangis?" Tanya Ari lagi dengan mengusap air mata yang masih terlihat di pipi Mita. "Gak tau, dia juga keluar sendiri, mungkin karna dah lama gak keluar jadi dia bosan," Jawab Mita sambil meletakkan tangan Ari di tempat nya.
Ari tersenyum mendengar jawaban dari Mita di depannya, "Pandai ngeles ya!" Ucap Ari dan mencubit pipi Mita dengan geram. Mita hanya mendesis kesal atas kelakuan Ari saat ini.
•
__ADS_1
Sama hal dengan hari sebelum nya, setelah selesai membantu di cafe, Mita memutuskan untuk pulang kerumah, karena ada tugas yang harus ia kerjakan, berhubung belum malam Mita menyempat kan diri agar mampir terlebih dahulu di sebuah mini market, mata nya terperangah saat melihat sosok cewek yang sempat ia kagumi beberapa waktu lalu.
"Gak berubah, malah mangkin cantik," Puji mita dalam hati. Mita ingin sekali mengajak nya berkenalan, seakan sekedar mengenal satu sama lain. Namun niat nya ia urungkan ketika cewek tadi sedang bersama dengan seorang pria, Mita mengira jika pria itu adalah kekasih nya karena terlihat sangat dekat.
Sampai Mita tak sadar jika orang yang sedang ada di pikiran nya pun melihat nya dan bersimpang siur melewati nya. "Kok gue merasa iri ya liatnya. gue juga pengen cantik kek dia," Jerit Mita dalam hati.
Setelah kepergian kedua orang tadi, Mita membeli makanan ringan sekedar bahan yang akan menemani nya saat mengerjakan tugas nanti.
"Makasih pak!" Ucap Mita saat plastik berukuran besar itu sudah berada di depan kamar nya.
"Sama sama non!" Ucap Pak De dan berjalan menuju ke arah tangga.
Mita mengeluarkan isi dalam plastik bewarna putih dengan corak emot ketawa di luar nya. "Gak nyangka gue belanja sebanyak ini." Ucap Mita seraya meletakkan beberapa bungkus camilan untuk menemaninya saat mengerjakan tugas nanti.
"Ternyata kerja enak juga ya!" Ucap nya saat selesai membereskan sampah yang berserakan di lantai, karna kulit jajan yang ia cemil tadi ia buang sembarangan. Saat ini Mita mendapat kan gaji pertama nya dari sang bunda karena membatu di cafe, bukan hanya Mita saja namun ketiga sahabatnya juga.
"Bella, tumben nelpon!" Ucap Mita dan langsung mengangkat teleponnya dan menyatukan tepat di telinga nya. Saat ia mendengar kan, terdengar Bella yang sedang menangis, Mita yang tak tau menau permasalahan nya apa, menbuat dirinya semangkin kebingungan.
"Ada apa bel?" tanya Mita lagi mencoba menenangkan orang di seberang sana. hanya terdengar isak tangis saja yang ada bukan jawaban dari pertanyaan Mita tadi. Karna lelah menunggu jawaban dari Bella, Mita pun langsung bangkit dari duduknya dan merampas kaca matanya di meja belajar.
__ADS_1
Di rumah Bella, kini Mita sudah berada di depan pintu kamar milik Bella, Mita mengatur nafas nya kasar, ia langsung membuka kamar itu. ternyata benar pintu itu tak di kunci dan langsung terbuka.
Mita berjalan pelan memasuki kamar itu yang terlihat gelap, karena lampu di matikan, setelah lampu hidup Mita kaget ketika melihat wajah nya Bella yang bengkak, mungkin efek dari nangis, Mita pun mendekati Bella dan duduk di atas kasur di samping Bella.