Brother And Love

Brother And Love
bab74- BAL..


__ADS_3

Mita mengelus puncak kepala Bella saat tubuh nya berhasil memeluk bella. "Eka bohongin gue, dia selingkuh dari gue, dia jahat Mit.." Ucap Bella yang kembali terisak dengan semangkin erat memeluk Mita. Mita terus mendengarkan semua kata yang di keluar kan dari mulut Bella, ia sendiri juga merasa sakit, walaupun ia tak tau seperti apa rasanya, namun ia yakin ini pasti sakit sekali. Mita hanya mencoba menenangkan Bella yang kini sudah duduk dengan tatapan nya yang kosong.


"Bel..!" Panggil Mita pelan, Bella menoleh ke arah Mita. "Apa gue kelihatan jelek ya?" Tanya Bella yang kini sudah menatap wajah Mita lekat. Mita mengangguk, karena itu memang benar menurut nya. Bella kembali menangis lagi namun tak mengeluarkan air mata. "dasar lola banget lo beb..!" Ucap Bella dengan mulut yang sudah maju dua meter. Mita terkekeh.


"Jadi biar gue gak lola harus apa?" Tanya Mita lagi dengan mengoyang goyang pundak Bella.


"harus nya lo bilang gue masih cantik, walaupun dalam keadaan seperti ini, lo beda kayak Eka, gak bisa pandang suasana." Jelas Bella dan kini benar benar nangis kembali. "Dasar cengeng!" Ucap Mita pelan dan langsung menenangkan Bella.


"Lo ada masalah sama Eka, coba cerita ke gue, mana tau gue bisa bantu!" Ucap Mita setelah berhasil mendiam kan Bella dari isak tangis nya. Kini Bella kembali menatap lekat ke arah Mita.


"Tadi waktu gue ke mau pulang sekolah gue liat Eka sama Adel, mereka kelihatan dekat, lo tadi tau kan kalo sebentar nya gue sama Eka udah janjian pulang bareng, tapi dia bilang gak. bisa karena ada kerja kelompok. karena gue penasaran kok bisa dekat sama Adel, gue jadinya ngikutin mereka. dan tujuan mereka adalah kelas, kelas Mia 1, cuma mereka berdua Mit. di sini gue merasa panas, apalagi Adel, keliatan nya dia dekat banget sama Eka. pas gue nguping agar tau apa yang mereka katakan. di sini emosi gue udah di ubun. Mitaa."


"Adel manggil Eka dengan sebutan Ayang, gue langsung masuk tuh dan gue langsung nampar Eka. gue keluarin semua nama hewan yang masih menempel di bibir gue, di hadapan nya.

__ADS_1


"Eka gak ada bilang apa apa sama lo?" Tanya Mita. "Ada, dia bilang dia lagi kerja kelompok, dan lagi nunggu dua orang lagi yang lagi beli bahan," Bahkan dia nanya kenapa dia di tampar.


"Bodoh kan pertanyaan nya?" Tanya Bella pada Mita.


"Gue dah geram kali rasanya, jadi gue injek aja tuh kakinya si Adel, gue katain dia sebagai pho dalam hubungan kita, kaya benalu yang ada di pohon mangga, yang menggagu ketenangan pohon nya saja. dan Eka bukannya menengkan gue tapi malah membantu Adel.."


Mita hanya mengelus elus pundak Bella, saat Bella selesai menceritakan semuanya pada nya.


"Gue rasa gue salah paham Mita.. gue takut Eka gak mau maafin gue lagi, gue terbilang egois Mit.. gue takut..!" Ucap Bella yang kini sudah berbaring di tempat tidur nya, dengan keadaan telungkup. Mita menggeleng melihat Bella saat ini.


"Kenapa belum lo coba, sedang lo sendiri udah main nyerah aja!" ujar Mita lagi. "Gue takut," jelas Bella lagi masih dengan posisi semula. "dengar bel, kalo lo kek gini, gimana mau kelar urusan nya? yang ada lo malah tersiksa, ingat bel, Adel adalah musuh lo, pasti dia lagi senang ngeliat lo sama Eka lagi berantem. ini kesempatan buat dia bel, pasti di jadikan untuk bisa lebih dekat lagi dengan Eka," Ucap Mita mencoba mengingatkan agar Bella sadar.


Bella terdiam sesaat, bahkan isak tangisan nya pun tak terdengar lagi. ia sedang mencerna apa yang barusan saja di katakan oleh Mita. "Gue gak mau, Eka tetap punya gue, kalau pun gue gak berjodoh sama Eka, se enggaknya dia gak bakal gue restuin sama Adel." Ucap Bella yang kini sudah berduduk tegak. "Justru itu, karna Eka punya lo, harusnya lo selesaikan masalah lo sama dia, lo nunggu apa lagi?" Tanya Mita lagi, masih dengan nada seakan ingin memanas manasi Bella.

__ADS_1


"Gue segan Mit, lagian gue gak bakal mau minta maaf, sebelum Eka luan yang minta maaf," Jelas Bella lagi, yang masih teguh pada gengsi nya.


"Gengsi boleh tinggi Bel, tapi apa salahnya jika sekali ini lo merendah, dikit aja, lagian gak salah kan?" Ucap Mita lagi. Bella mengangguk mengiyakan. "Lo pinter juga ya, gue kira lo cuma tau masalah pelajaran aja, tapi masalah perasaan juga lo pinter!" Puji Bella pada Mita. dan di anggapi oleh Mita dengan angkatan kedua bahu.


Setelah mendapat kan izin dari Bunda Dewi, Mita akhir nya tidur di rumah Bella. "Sini, lebih dekat lagi, Mita.. gue pengen lo meluk gue, karena malam ini adalah malam sakit hatinya gue!" Jelas Bella dan mendapatkan geleng an kepala dari Mita. "Patah hati, gue rasa gak lah, setiap kali kita tidur bareng, lo selalu minta di peluk!" Saut Mita merasa jangal atas penuturan Bella tadi. "Kan suasana nya berbeda!" Jelas Bella dan di tanggapi acuh oleh Mita.


Paginya, Berhubung ini adalah hari sabtu, Mita dan Bella berangkat ke sekolah lebih cepat, karena akan ada apel pagi di setiap hari sabtunya. "Makasih mit, atas saran lo kemarin malam, akan gue coba ntar pulang sekolah, jangan lupa do'a in gue ya moga aja di permudah," Ucap Bella sebelum ia masuk ke dalam kelasnya. Mita tersenyum kecil, dan juga ikut masuk ke dalam kelas, namun di kelas yang berbeda.


"Bangku gue mana ya" tanya Mita yang melihat ketidak adanya bangkunya di kelas. "Ambil bangku orang yang belum datang aja, Mit.." Saut salah satu teman cewek nya Mita. "Mita sempat ragu tapi ia melakukan apa yang di ucapan temannya tadi.


Istirahat pertama pun tiba, Mita berjalan cepat menuju ke belakang sekolah, ia tak ingin jika Ari lagi yang menunggu nya seperti kemarin, jadi Mita dengan cepat menuju belakang sekolah. "Apa dia bolos?" Tanya Mita dalam hati, apalagi saat ini keadaan Ari tampak berbaring, sama hal yang ia lakukan beberapa hari ini.


"Duduk," Perintah Ari saat melihat Mita yang hanya diam berdiri di depannya. "Muka gue emang tampan, tapi cuma lo cewek pertama yang berani madang gue sampe dua menit!" Jawab Ari dan sudah bersandar di tembok.

__ADS_1


"Kakak bolos lagi?" Tanya Mita ragu, namun masih ia ucapkan juga. "Gue gak bolos, gue persisi ke kamar mandi, pas mau balik udah mau bel, jadi sekalian aja, daripada balik ke kelas, mending menunggu lo di sini." Jelas Ari dengan mata yang menerawang lurus ke depan.


__ADS_2