Brother And Love

Brother And Love
bab117-


__ADS_3

.........


Dua hari setelah kedatangan Bayu.


Allya yang merasa bosan karna di asingkan oleh Mita, memilih berjalan kaki di sekitaran rumahnya. Ia menendang kesal di sertai galau. Kalo ada Kak Ari bakal gue buat iri tuh laki binik bikin gue sakit hati aja!" Kesalnya.


Ia menatap kedua kakinya sambil memainkan batu kecil yang ia tendang tendang ke depan.


Mulut mungil itu tak putus putusnya menyerapahi bucinnya Mita dengan suaminya.


"Liat aja gue bakal buat si ganteng buncin tingkat kecamatan.. ahaha.. mau membayangkannya saja Allya jadi senyum senyum gila.


"Ngapin?" Ucap suara dari belakangnya, dengan spontan Allya melempar minuman yang sejak tadi di genggamnya.


"Ahhh..!' Ari menatap Allya dengan garang.


"Sory.. Sory gue kira hantu jalanan, jadi spontan gue lempar ,eh malah orang yang kena, emang ya si setan jalanan gak ada akhlak!" Ujarnya yang menyalahkan setan jalanan.


Ampun setan jalanan, autor cuma numpang lewat aja, jangan nakal ya😂


Ari menatap orang di depannya dengan geram. "Lantas untuk apa lo jalan di tengah malam sendirian, hah.. Lo mau cari mangsa sama setan jadi jadian?" Tanya Ari dengan suara galaknya.


"Ih ini anak kok jadi sewot sih, kalo cowok gue mah gak apa yang bilang gitu, ini malah ka.." Allya melihat Ari dengan tatapan tak percaya.


"Eh kak Ari ternyata, kok masih ada di sini, bukannya kak lagi di jakarta?" Tanya Allya sambil meraba menggenggam tangan kanannya Ari.


Ari ingin menepis tapi ia urungkan karna terpaku oleh senyum indahnya Allya. "Kakak sendiri ngapin di sini!" Ujarnya sambil berjalan beriringan dengan senyum yang terus mengembang.


Dek..


Gila.. Gue kenapa! Kok gue senang melihat tingkah Allya ke gue? Tanyanya pada diri sendiri. ia mengalihkan pandangan matanya dan berbincang pada hatinya.


Mereka berdua pun berjalan beriringan dengan senyum Allya yang tak lepas dari bibirnya, sedang Ari ia sampai tak sadar jika sedari tadi Allya terus menerus menggenggam tangan kanannya.


Bayu dan Mita saling tatap dan tertawa lucu saat melihat Ari yang lumayan jinak dengan Allya.


"Nginap aja gimana kak, bukannya udah malam juga!" Ujar Mita yang melihat kakaknya akan balik malam ini juga.


Allya tersenyum bahagia saat panggilan telepon dari orang tuanya sudah terputus.


"Kenapa?" Tanya Mita yang menghampiri sahabatnya itu.


"Kak besok aja ya, baliknya sekalian gue juga ikut!" Bujuk Allya pada Ari. Allya menaik turunkan alis seraya menunggu jawaban. Ari hanya menatap datar sebagai jawaban.


Mita bingung dengan ucapan Allya barusan. "Gua satu kampus sama Kakak lo, dan gue juga satu kos san sama si Risa, gue senang bancet!" Ujarnya dengan ceria.


"Gue pamit balik!" Ujarnya yang langsung pergi. Melihat kepergian Ari. Allya mengejarnya. "Besok aja kak, sekalian sama gue!" Ucapnya namun di acuhan oleh Ari.


"Hih.. Resek banget sih abang lo!" Ujarnya dengan muka masam yang melihat mobil menjauhi karangan rumah. Allya sambil berjalan cepat dengan kaki yang di hentakkan. ia melepaskan sandalnya asal.


Di dalam mobil, Ari mengatur nafasnya yang naik turun, ia menggelengkan kepalanya saat bayangan Allya yang muncul di benaknya. "Kenapa gue jadi mikirin dia?"


...


Berhubungan Mita yang jadwal kuliah pagi, jadi Mita tak bisa mengantarkan Allya sampai di tempat, ia hanya titip salam pada kak Ari jika nanti Allya bertemu dengan Ari.


setelah saling berpelukan satu sama lain akhirnya mobil yang di bawa Pak de pun meluncur menjauh.


Bayu mencium pipi Mita dengan hangat. "Ntar siang gue ******!" Ucapnya sambil mengacak rambut Mita.


Mita menjawab nya dengan gerakan tangan yang di bentuk ok.

__ADS_1


Karna Bayu dan Mita yang masih bertemu dengan Mami Rosi sebentar. Mereka berdua memilih untuk berkunjung ke sana setelah jadwal kuliah Mita selesai.


"Kita makan dulu ya Bay, gue belum makan, makanan di kampus gak bikin gue selera!" Ujar Mita sambil memakai sabuk.


Bayu menggaguk, memang ia juga belum makan.


Setelah selesai makan dan berbelanja makanan untuk Mami, alias ke rumah mertuanya, Mita dan Bayu langsung menuju ke tempat Mami Rosi.


Rosi menyambut hangat kedatangan anak tunggalnya dan menantu kesayanganya. "Anak Mami udah pulang kenapa gak kasih kabar dari kemarin?' Tanyanya yang langsung merapat ke Bayu.


Ehem...


"Mami ini gimana, namanya juga masih muda, puaskan rindu sama istri dulu baru orang tua!" Kelakar Papi Anton.


"Ah iya, mami sampai lupa pi, sory sayang, ini bawaan terlalu kangen sama suami kamu!" Turur Rosi.


Mita menjadi malu saat mendengar ucapan mertuanya barusan. "Aku buatin teh dulu ya Mi, Mita pun beranjak dari duduknya. "Mami sama Papi mau minum apa?"


"Ayo, biar sama mami buatnya. biarkan dua pria perkasa ini mengobrol!" Rosi langsung menarik tangannya Mita ke arah dapur.


"Mi.."


"Hem.. apa sayang!" Tanya Rosi tanpa melihat.


Mita menggigit bibir, ia mulai ragu ragu untuk bertanya. apalagi jika mengingat pertanyaan yang akan ia tanyakan sangat memalukan.


"Hayo mau nanya apa? gak usah malu kalo itu soal suami kamu!" Jelasnya.


Mita mendekati Rosi dan membisikkan sesuatu ke telinga mertuanya. Rosi menatap Mita tanpa berkedip. "Kamu yakin sayang?" Tanya Rosi memastikan.


Melihat Mita yang mengganguk kecil membuat Rosi membentuk tangan 'Ok' Mita membawa dua toples kue dengan sepiring bolu pandan yang mereka bawa tadi. Sedang Rosi sendiri, ia membawa nampan yang berisi empat gelas minuman yang jenisnya berbeda².


"Bay.. kita malam ini nginap sini ya!" Usulnya sambil mencari baju yang cocok di lemari baju.


"Udah.. ini masi cari Baju yang cocok!" Jelas Mita.


Bayu mengulun senyum karna sejak tadi ia berdiam diri sambil melihat hal yang di lakukan Mita. "Cepat mandi Bay, ada yang mau aku omongin!" Ujar Mita yang mendorong Bayu memalui tatapan dari pantulan kaca.


"Mau omongin apa? hem..?" Bayu mendekati Mita sambil memeluk manja Mita dari belakang.


"Mandi dulu baru kita omongin!" Ujar Mita dengan ekspresi geli. "Gak bisa kembali, buaya air udah terlanjur je darat!' Kilahnya.


"Bay.. geli tau, kalo ada yang ngintip gimana?" Resah Mita sambil melihat pintu yang sedikit terbuka.


"Biarin, begini lebih nyaman!"


"Tapi aku gak nyaman Bay!" Keluh Mita.


Bayu menghentikan gerakkannya. Ia menatap Mita dengan tatapan was bagi Mita. "Mati lo Mita!" Ralatnya pada diri sendiri.


"Sayang..." Suara mendayu Bayu membuat Mita


paham.


"Ay.. sory Mami salah buka!" Ucap Rosi yang kembali menutup pintu kamar anaknya.


"Jangan keget, ingat Mi.. kita dulu lebih parah dari mereka!" Tutur Anton yang sejak tadi berada di samping istrinya.


"Itukan karna Papi yang gak tahanan, malah gak kenal tempat lagi!" Kesal Rosi yang berjalan cepat meninggalkan suaminya. Tiba-tiba Rosi mereka kesal jika mengingat masa mudanya bersama suaminya.


Mita memasukan wajahnya di dada bidang suaminya. "Malu!" Ujar Bayu sambil mengelus lembut pipinya Mita. bahkan Bayu bukannya merasa malu tapi merasa lucu melihat wajah meronanya Mita.

__ADS_1


Mita menatap Bayu dengan kesal. "Malu bangett...!" Kesalnya dengan tangan yang tak henti hentinya mencubiti Bayu. Bukannya marah malah mereka geli atas kelakuan istrinya.


"Ketawa lagi!" Kesal Mita yang langsung membalikkan badan dan menutupi seluruh badannya dengan selimut.


Ia terus menerus menepis tangannya Bayu yang berusaha membujuknya. bakan semua pujaan dan gombalan sayang tak ia hiraukan.


Rasa kesal dan malu tadi menjadi satu.


"Sayang, jangan siksa..!" Bayu berhenti berucap saat Mita membuka penutup kepalanya. "Tutup dulu pintunya!" Perintahnya yang melempar guling ke Bayu. Bayu mengulun senyum berlari menuju pintu.


...


Tiga bulan kemudian.


Mita berjalan gelisah sambil menatap Test pack ditangannya. Hari ini Bayu akan kembali ke Singapura. Mita terduduk di atas kasur memikirkan bagaimana caranya agar Bayu tak jadi pergi.


Seketika ia teringat permintaan dirinya pada Maminya. Ia mengeluarkan benda pipih dari kantung celananya dan mulai menghubungi mertuanya itu.


...


Bayu menatap Mita dengan tatapan heran. "Kenapa sayang?" Tanyanya sambil ikut duduk di sampingnya Mita. pasalnya Mita menatapnya dengan tatapan yang tak bersahabat.


Mita tak menjawab ia masih saja menatap wajah tampan Bayu.


Melihat Mita yang seperti ini, membuat Bayu gemas. "Kenapa? he'em?'


Sebuah Test pack ia perlihatkan tapat di depan wajah Bayu. "Aku hamil Bay!" Ujarnya dengan muka kesal.


Bayu menatap Mita heran. "Bagus dong, itu artinya kita di beri kepercayaan!" Pangkasnya.


seraya mengelus rambut Mita.


"Tapi aku belum siap Bay!" Ujar Mita sambil menepis tangannya Bayu dari kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Bayu bingung. "Pokoknya aku gak mau, apalagi kamu mau balik lagi ke Singapura, aku gak mau pokoknya!" Ucapnya lalu berdiri dari duduknya.


Bayu tersenyum geli melihat tingkah Mita saat ini. Ia memeluk erat Mita dari belakang, "Sayang.. lahirkan anak kita, kandung dia, jaga dia. aku sayang kamu sayang!" Bisiknya lembut.


Mita yang sempat goyah kembali memainkan dramanya. "Tapi aku gak mau ngandung dia kalo kamu jadi ke singapura. aku gak mau sendirian Bay!" Kini Mita menangis sambil memeluk Bayu erat.


"Kurang cengeng Mit nangis lo!" Ujarnya pada diri sendiri.


Bayu tersenyum kecil. Padahal ia mau memberi tau jika dirinya tak lagi kembali ke Singapura, karna semua tugasnya sudah ia selesaikan sewaktu ia kembali ke Singapura sekitar dua bulan lalu.


"Bohong!" Ucap Mita yang masih tersisak di pelukan Bayu.


"Ayo kita ke rumah sakit, aku mau lihat udah berapa bulan dia di sini!" Bayu langsung mengangkat Mita. Menyadari hal ini, Mita tersenyum puas. "Berhasil Mi!" batinnya.


Di tempat lain. Allya tersenyum bahagia melihat cowok di depannya ini. "Kak Ari, aku ada tugas yang gak terlalu paham, bisa bantu?" Tanyanya yang sudah pasti di angguki oleh Ari.


Ari yang sedang pokus menjelaskan isi materi yang ia berikan ke Allya malah tersenyum kecil saat melihat wajah Allya dari samping.


"Cantik!" Ucapnya tanpa sadar.


"Apa?" Tanya Allya dengan muka menahan tawa. "Kupu-kupu di ponsel kamu cantik!" Jawab Ari yang membuat Allya mendesis kesal.


"cantikan mana sama aku?" Ari hampir tersedak jika ia makan.


"Cantikan.. cantikan kamu!' Ujar Ari yang tak berani menatap Allya. Allya tersenyum puas, ia menjerit kegirangan dalam hati.


...HALO SAYANG KIRA-KIRA KARYA INI AKAN TAMAT DALAM SATU BAB LAGI, GIMANA PADA GAK SABAR APA GAK NIH SAMA ENDING nya? ...

__ADS_1


...jangan lupa tinggalkan jejek sesudah membaca. ...


__ADS_2