Brother And Love

Brother And Love
bab118- BAL.. (AND)


__ADS_3

...Happy Reading...


Mita terduduk lemas ketika baru saja selesai membantu sang mertua memasak. "Kan Mami dah bilang gak usah bantu jadi kelelahan kan!" Omel Rosi yang hanya di jawab cengar cengir gak jelas.


"Mi..!"


"Kenapa?" Tanya Rada.


Mita langsung memeluk Rosi dengan erat, jujur ia sangat rindu pelukan Bundanya, namun yang saat ini terjadi ia lah yang lebih dulu memeluk Maminya.


"Kangen bunda Mi!" Ujarnya dengan senyum ranum.


Rosi mengelus puncak rambutnya Mita dengan lembut. "Ada Mami, anggap aja Mami ini Bunda kandung kamu!" Ujarnya dengan senyum kecil.


"Mi.. boleh panggil Bunda?" Tanyanya dengan muka berharap.


Rosi kembali tersenyum, "Kalo kamu mau panggil Mami dengan sebutan apapun Mami bolehin, asal itu dapat buat kamu senang sayang!" Ucapnya seraya mendudukkan Mita di kursi.


"Minum dulu susunya, Bunda tinggal ya!" Mita menggangguk seraya meminum susu buatan 'Bunda Rosi'


...


"Bay.."


"kenapa?"


"kenapa aku susah banget gerak ya?"


"Karna kamu lagi nyandung anak kita!" jawabnya seraya mengelus lembut tangan kanan Mita.


Bukannya senang, Mita malah menujukan muka kesalnya. "Capek tau!"


"Jangan banyak maraton di dalam ya baby, Bunda kamu kecapean tuh, casian!" Ucapnya seakan berbicara dengan anaknya.


"Iya Ayah!" jawab Mita dengan senyum kecil.


Tak lama mobil mereka pun berhenti di sebuah pemakaman, gak lain tempat di mana Bundanya, dan Rika di makamkan.


Mereka membuka sepatu di iringi salam. tangan keduanya menggenggam erat. "Kita ke makan Bunda dulu ya!" Ucap Mita yang di angguk oleh Bayu.


Setelah keduanya seleksi berdoa dengan tabur bunga. Mita memegang batu nisan bundanya dengan mengelap bagian nisan yang sedikit kotor akibat cipratan hujan.


..."Bun.. Mita datang lagi, sama suami Mita lagi, tapi kini bertambah satu lagi bun, calon cucunya Bunda." ujarnya dengan kekehan kecil....


...Bayu yang mendengarnya terkekeh....


...Bunda senang gak?...


...Kira kira cewek kaya Mita, atau kayak Ayahnya ya bun?...


...Nyandung itu capek ya Bun, baru jalan beberapa langkah, udah leleh, apalagi tidur bun, gak bisa miring kanan kiri, gak bisa meluk suami bun!...


...Lagi lagi Bayu terkekeh....


...Bunda sehat kan disana? gak sakit lagi kan?...


...Bunda.. makasih atas restu dan kepercayaannya, Bayu janji bakal menjaga Mita dan calon anak anak kami dengan kasih sayang, seperti Bunda menyayangi Mita....


...Kini gantian Bayu yang berucap....


Setelah puas dengan semua rindu pada Bundanya. Bayu dan Mita kini sudah berada di makan mantan suaminya. Mantan yang juga mendukung hubungannya dengan Bayu. Siapa lagi kalau bukan Rika.


"Rik.. liat nih, ulah dari mantan kamu!" Adu Mita dengan muka kesal sambil mengelus perut buncitnya.


"Katanya mau bikin lima Rik. bisa isdek gak tuh akunya?" Mita melihat Bayu di sampingnya yang juga menatapnya dengan tawa.


"Jangan sampai isdet lah akunya, nanti Bayu kesepian gak ada Mita!" Jawab Bayu yang mewakili Rika. "Kasian juga dedeknya!" Balasnya lagi.


"Tapi kan itu karna Mitanya yang mau mau aja!" Jawab Bayu lagi.

__ADS_1


"Namanya juga kewajiban istri!" tekannya.


"*T*api bikin happy kan sayang?"


"Yang ada bikin akunya tersiksa iya, lincah bangat Rik! siap itu bikin badan remuk.. pengen nagis jadinya kan!" Lagi lagi Mita mengadu.


"Tapi kamu senang kan?"


"Gak!" Jawabnya kesal. Bayu terkekeh. ia menggenggam tangan Mita dengan tangan satunya yang mengelus elus perut istrinya.


"*B*aby.. nanti kalo udah lahir bantu Ayah ya kita jagain Bunda!" Ucapnya yang membuat Mita tersenyum.


"*I*ya ayah!" Dengen logat baby.


"Makasih Rik atas ucapan lo waktu itu, gue udah bawa yang gue janjiin ke lo, ini gue perlakukan dia lebih baik dari pada gue memperlakukan gue sendiri. lo yang tenang ya disana, makasih atas ucapan waktu itu!"


"Rik.. do'a in ya supaya aku lancar pas lahiran!"


Ucap Mita yang sudah mulai meninggalkan pemakaman.


Mita bersandar sambil menatap layar ponsel di depannya. ia saat ini sedang berada di kamar menunggu kantuk datang, sekaligus menunggu Bayu yang sedang pokus ke laptopnya.


^^^"Gimana kabar lo Bel?"^^^


"Gue mah sehat sehat aja, gue liat mangkin buncit aja tuh perut. makan apaan sih?"


^^^"Makan hati mantan pacar, alias suami!"^^^


"Iri deh sama yang dah bersuami, jadi pengen!"


Ucap Allya dengan menampung dagu.


"Makannya cepat kawin lo, biar bersuami!"


Sambung Bella.


^^^"Bel.. gimana hubungan lo sama Eka? masih langgeng kah?"^^^


"Ih.. selepe lo ma gue, liat nih!" Bella mengganti kamera depan menjadi kamera belakang. Terlihat seorang cowok yang sedang tidur nyenyak dengan muka yang sedikit tertutup oleh bantal.


"Ah.. gak jelas lo Bel. bentar benar ketularan bule lo, bulepotan!" Tawa Allya.


"Gile lo, gini gini bule cindo nih!" Ucapnya yang meminkan tangan ke wajahnya Eka.


"Lo kasih apaan tuh, kok adem banget?" Tanya Allya.


^^^"Di kasih sianida Al, makanya nyenyak.^^^


"Gue kasih jatah!" Balas Bella dengan mengedipkan sebelah mata.


"Anjirrr.. gila nih, bisa kena virus bule gue!" Tutur Allya. Sejak tadi Mita hanya diam melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


^^^"Lo sendiri gimana Al?"^^^


"Gu-gue mah ya biasa, lagi jomblo!" Ucapnya dengan muka sok masam.


"Bacot lo!" Balas Bella.


"Dih gak percay..."


"Allya.. siapa di belakang lo?" Jerit Bella dari sebrang telepon.


Mita mendekatkan ponsel nya ke wajahnya. ia sampai mengangga saat tau siapa orang yang di bilang Bella.


"Eh.. Mampus gue!" Ucap Allya yang langsung menutup kameranya.


^^^"Wuihh.. kayanya bukan Bella,^^^


^^^sama Eka aja nih yang kena^^^

__ADS_1


^^^bulenya tapi Allya sama^^^


^^^Kakak gue juga kena!^^^


^^^jadi merinding gue!"^^^


"Siapa sayang?"


Bella dan Mita kompak terbahak kala mendengar suara lembut dari seseorang gak lain Kakaknya Mita.


"Gila. gila. gila... Kakak lo bucin tuh Mita!"


Tak lama kamera di hidupkan dengan menampakkan sosok Allya dan Ari di sampingnya.


"Allya gak jomlo, dia milik gue!" Suara Ari yang serius membuat Bella maupun Mita kembali tertawa.


^^^"Kak.. kok bisa samaan sama si Allya?"^^^


Ari memperlihatkan cuaca dari jendela. "Tadi hujan, jadi mampir ke hotel dulu, lagian ini udah malam" Jelas Ari.


^^^"Berdua?"^^^


"He'em! "


"Gue masih punya kesibukan. jadi gue matikan luan ya besty, Ari jangan di terobos ya si Allya, kasian dia!" Ujar Bella dengan tertawa. Allya yang berada di sampingnya Ari tersenyum kecut. tak lama Bella mengakhiri videonya. tinggallah Allya dan Mita.


"Gue juga ada urusan, dah Allya, kak jangan macem macem ya sama Allya!" Peringkat Mita lalu mematikan vidionya.


bertepatan dengan itu, Bayu menghampirinya di kasur. "Udah selesai?" Tanyanya sambil menyingkirkan rambut Mita.


"Kenapa?" Tanya Bayu yang melihat wajah istrinya yang tersenyum senyum sendiri.


"Bay.. kamu gak ketularan sama bule bule kan?" Tanya Mita dengan mimik serius.


Hah?


"Jangan jangan badan aku remuk, karna kamu di ajari sama bule di sana ya?" tanyanya lagi.


Bayu menjadi bingung dengan ucapan Mita barusan. "Bule bule apa sayang?" Tanyanya dengan memeluk Mita dengan menciumi pipinya.


"Kan baru juga di bilang udah di lakukan! gak mau ahh capek!" Ucap Mita dengan menutupi wajahnya dengan selimut.



Satu *hal yang bisa aku pahami dalam hidup ku, di balik rasa sakit yang aku alami di masa lalu, mulai dengan perginya satu persatu orang orang yang aku sayangi, sampai aku patah hati karna menyukai seorang yang sudah memiliki kekasih.


tapi aku paham sekarang, rasa sakit itu kini aku rasakan dengan rasa sayang dan bahagia dengan di dampingi oleh orang-orang yang aku cintai.


Mereka menggantikan rasa sakit itu menjadi tawa, mereka menghilangkan duka dengan senyum dan tawa.


Terimakasih sebahat.


Terimakasih Kak Ari.


Terimakasih Suamiku.


Terimakasih Bunda.


Dan terimakasih karna pernikahan ini di berikan kepercayaan, berupa bayi mungil yang saat ini sedang tidur nyenyak dengan Ayahnya.


Terimakasih


...•END*...


Makasih buat dukungan dari kalian semua..


Gimana.. kasih kritik di endingnya.


makasih akhirnya selesai juga..

__ADS_1


__ADS_2