Brother And Love

Brother And Love
bab18- ulang tahun..


__ADS_3

Setelah kepergian Eka dan Deni. Bella merasa tangan nya sudah mulai baikan. Ia langsung merebahkan badannya di sofa yang tadi ia duduki bersama Eka, dan Deni.


sambil melihat status di whatsapp. Bella menunggu pesananya yang akan datang sepuluh menit lagi.


Di mini market.


Mita melihat orang yang baru saja lewat didepan nya dengan seseki bercanda gurau.


gak lain Bayu, dan Ari. Mereka berjalan kaki menuju rumah, kini Mita tersenyum melihat Bayu dari belakang walaupun gak nampak sama sekali wajah Ari, emang seketika rasa rindu akan bayu lega ketika dia baru saja melintasi dirinya. Tapi kini mata Mita beralih ke arah ke teman samping Bayu.


Walaupun dari belakang. namun orang itu serasa gak asing.


Bik susi dari kejauhan melihat nona mudanya yang memperhatikan dua orang cowok yang sudah mulai menghilang.


"Non..!" Bik Susi membangunkan mita Dari lamunan nya. "Eh iya bik, kenapa?" Mita bertanya sambil mendekati Bik Susi.


"Non mita mau minum apa? bibik mau belikan soalnya dari tadi non mita kan capek kesana-kemari nemenin bibik!" Jelas Bik Susi.


"Oh. emang kita mau pindah ke mana lagi bik?"


inwi pertama kalinya ia ikut berbelanja bersama Bik Susi jadi wajar aja kalo Mita banyak bertanya.


"Kita ke minimarket lagi ya non, ada yang lupa tadi!" Ucap Bik susi dengan suara merendah. "Oh, kalo gitu ya udah bik. sekalian Mita beli ice cream di sana!"


Bik susi pun mengangguk. dengan cepat Mita membantu membawa sebahagian belanja bik susi. gak usah non, tolak bik susi keberatan atas tingkah sang majikan. "Ya elah bik, bibik itu udah Mita anggap sebagai orang tua Mita, jadi udah seharusnya Mita membantu bibi, lagian bibik udah kerja di keluarga Mita dari Mita kecil!"


Mita merampas belanjaan yang tadi diambil oleh Bik Susi, lalu berjalan mendeluani bik Susi yang masih segan atas kelakuan tuan rumahnya.


Di rumah


Mita baru saja selesai mengerjakan tugas. ia tersenyum melihat jawaban dari tugas yang baru ia kerjakan. Sebuah tugas yang bertemakan tentang tawar menawar dipasar.


sejujurnya ia ikut bik susi kepasar karena tugas ini. Tapi dia cukup suka berada di pasar yang sesekali ia menawar.


Suasa sore ini yang indah terlihat dari jendela kamarnya. Dia yang awalnya berbaring langsung terduduk melihat ke arah jendela. sinar matahari pun memasuki kamarnya melalui celah jendela dikamar nya, sebelah tangan nya menutupi wajahnya yang silau akan cahaya yang menyerang di wajahnya, sejujurnya dia jarang membuka jendela kamarnya, tak terkecuali malam hari, dia akan membuka jendela jika hari libur, namun kini dia merasa suka akan suasana merahnya matahari sore ini.

__ADS_1


"Mita memilih berdiri tepat di jendela, masih sama wajahnya ia tutupi dengan satu tanganya. Kini tatapannya mengarah ke bawah.


matanya melihat sosok yang selalu ia hindari yaitu klara! Klara bersama dengan seorang cowok, yang sedari tadi tangannya di gandeng Klara tak lepas dari lengannya sang cowok.


Tapi kini dia heran. itu...


Tuk.. tuk..


Mita heran melihat pintunya yang sudah di buka tanpa perintah darinya. yang membuat keningnya mengkerut. tapi hilang seketika, bunda udah pulang, Mata Mita melihat selidik tangan sang bunda yang dari tadi di sembunyikan di belakang.


"Bawa apaan bun?" tanya Mita heran.


"Tebak dong!" Jawaban bunda membuat dirinya semangkin penasaran.


"Pizza, ice cream, bobba, baju, kue. dan banyak kata yang keluar dari mulut mungil itu, sedang sang bunda hanya terus-terusan menggeleng sambil terus menyuruh menebak apa yang dia bawa.


Wajah mita kembali kesal, karna sang bunda tidak memberi tau, melainkan menyuruh menebak dan menebak.


"Nyerah!" Mita mengangkat kedua tangan ke atas. Mita nyerah bun sambil memasang wajah lemas.


"Mita mengambil nya dengan cepatnya... tapi sang bunda malah meminta di cium dulu. Baru boleh di pegang. Sang bunda tertawa kecil setelah bener-benar melihat sang putri kesayangan nya kesal.


Cup..


Kini benda itu sudah ada di tangannya ia ingin langsung membuka nya, namun sang bunda melarangnya. Dan kini malah menarik tangan mita ke luar kamar, Mita yang masih aneh akan kelakuan sang binda pun, langsung bertanya.


"Bukanya kamu mau jalan-jalan sama bunda?"


Mita tersenyum mendengar jawaban dari mulut orang didepanya. "mau kemana bun?" Mita bertanya lagi.


"Cepat mandi bunda nunggu di bawah! ingat buka nanti sebelum tidur!" sang Bunda kembali mengingatkan. "Iya deh!" jawab Mita sedikit cemberut.


Mata mita tak henti-hentinya memandang gedung pencakar langit di luar jendela. sudah sejam lebih mita di mobil bersama sang bunda.


Emang kita mau kemana sih bun, kok kita lama banget nyampenya? rasa penasaran mulai mengelabui dirinya.

__ADS_1


"Nanti juga tau!" Kini kesal kembali menempel di wajahnya. sedikit pun tak ada percakapan antara keduanya, setelah itu.


"Mobil berhenti di sebuah cafe yang terbilang cukup besar. Mita masih melihat cafe itu melalui jendela mobil. Sampai tak sadar kalo dari tadi bunda mengetuk kaca mobil.


"Eh , bunda ngagetin aja!" sang bunda hanya geleng-geleng melihat putrinya. ''ayo keluar" Mita menggangguk.


"Bun tapi tutup?" Mita menunjuk ke arah pintu cafe yang papang kata closed.


"Sang bunda gak ngejawab malah nyuruh masuk. Mita hanya mengekor di belakang sang bunda. begitu masuk mita langsung merangkul lengan sang bunda dengan erat. Ini gelap banget bun, kita ngapain kemari? tanyanya lagi, ia masih terus berjalan. dan respons yang sama ia dapatkan sang bunda hanya diam.


Tiba -tiba bunda melepaskan pelukan tangan mita di lengannya. Mita kaget karna kini dia sendirian sedang sang bunda sudah menghilang tah kemana. mita merogoh saku celananya dengan cepat. namun sial ponselnya malah jatuh kelantai. Mita terus-terusan memanggil nama bundanya tapi gak ada jawaban.


"Dia pun jongkok mencari ponsel nya yang jatuh. Hatinya sesulit lega ketika menemukan ponsel dilantai. Tapi saat ia mulai menghidupkan ponsel nya juga gak merespon sama sekali. Kini rasa takut menghantui nya, semuanya gelap hanya terlihat Keterangan fi luar sana. Ingin sekali pergi dari tempat ini, tapi kakinya menolak ia pun hanya pasrah dengan keadaan yang akan menimpanya. sambil menekuk lutut dia memejamkan mata tak berani sama sekali melihat sekelilingnya.


"Dor.. dor..


"Selamat ulang tahun sayang!". suara bunda Mita yang terdengar samar ditelinga nya dan beberapa orang yang juga mengatakan selamat ulang tahun. Kini lampu mulai hidup kembali.


Melihat sang anak yang gak ngerespon sama sekali terlebih melihat sang anak yang kini sedang senggugukan karena tangisan. sang bunda langsung memeluk Mita.


"Maaf Sayang Ini Kejutan!" ucap sang Bunda di sela elusan rambut sang putri.


Mita masih dalam kondisi semula. melihat ini Bella langsung teringat kejadian beberapa minggu lalu. Dia langsung ikut memeluk Mita. "Maaf pin gue mit gue lupa!" bunda melihat Bella dengan ekspresi bingung. "Lupa?" batin bunda masih gak ngerti apa yang di maksud Bella.


Kini satu persatu orang muli mengikuti memeluk Mita. mitwa berdogak ketika suasana hatinya sudah baikan.


Kini mitaw tersenyum kecut melihat Bunda yang mengcup pucuk kepalanya.


"Jadi bunda ajak Mita kemari karna ini? sang bunda membantu Mita berdiri sambil mengecup kening nya sekilas.


"Mita melihat orang disekeliling nya cuma Bunda, Amel, Dira, Bella, Pak De, Bik Susi yang ia kenal lainnya gak kenal sama sekali. Beberapa orang itu karyawan cafe kita, Mita mengganguk, kini tatapan semua orang beralih memandang seorang yang berdiri di ambang pintu, sambil meminta maaf karena terlambat serta mengatur nafas, Mita tersenyum melihat Alvin Dokter matanya itu.


"Tinggi pas, indung pas, gaya pas, usia pas, wajah pas, udah masuk nih Dalam kriteria amal. tinggal nunggu kerjanya pas arah kagak!" batin Amel sambil tersenyum sendiri.


beberapa karyawan wanita termasuk teman mita tercengang melihat alvin yang tersenyum sambil berjalan mendekat.

__ADS_1


"ganteng, ucap Amel ke Dira, Dira pun mengganguk. "siapa it..!" Dira tak melanjut kan kata-kata nya melihat Bella yang kini sudah bergabung dengan cowok itu.


__ADS_2