Brother And Love

Brother And Love
bab 93-Mencoba Kembali


__ADS_3

Dua hari berlalu, di sini lah Mita, sedang berada di sebuah kafe yang jauh dari keberadaan kota, lebuh tepatnya di sebuah desa yang jauh dari kota.


Mita berjalan mondar mandir, saat ini ia sedang menunggu kedatangan Bella, sahabat sekaligus kakak angkat nya itu. Sebuah dehemen dari arah belakangnya membuat Mita langsung menoleh dan langsung tersenyum kecil, kala mengetahui siapa yang sedang ia lihat saat ini . "Lama banget!" Ujar Mita dengan bibir yang mengerut, ia langsung duduk di kursi nya dan memesan minuman untuk Bella.


Begitu juga dengan Bella, ia ikut duduk yang berhadapan dengan Mita.


"Kenapa gak di cafe lo aja?" Tanya Bella saat sedah selesai memesan. "Gue sempat nyasar tau waktu ke sini, untung aja ada adek adek yang nunjukin arahnya, akhirnya gue dampe juga!" Ujar Bella sambil meletakkan tasnya di atas meja.


Mita tak menjawab, Ia memilih meminum kopi susu yang sejak tadi belum ada ia minum. "Yah.. muka lo napa, keliatan menyembunyikan sesuatu dari gue! Cerita dong, gue kan manusia kepo, gak bisa tahan kalo gak tau, dan mesti tau bagaimanapun caranya, apalagi lo tumben banget ngajak gue ke dolok dolok begini, rada serem tau, !" Ujar Bella dengan menarik gelas yang berisi kopi, karna sejak tadi Mita hanya meminum kopi saat ia sedang bertanya.


Mita menatap Bella dengan senyum simpul, "Lo mau kopi, biar gue buatkan!" Ujar Mita dengan tangannya yang sudah melambai memanggil pelayan cafe. "Gak jadi kak!" Ujar Bella pada pelayan yang baru saja sampai di mejanya Mita dan Bella. Mita menikan alis heran. "Kalo lo pengen ngopi, biar gue pesan kan!" Ujar Mita yang kembali memanggil pelayan.


"Hih.. Mitaa!" Jerit Bella dengan melekan gelas berisi kopi ke tanganya Mita. "Gak jadi kak!" ujar Bella pada pelayan yang tadi menghampiri mejanya. Bella mamajukan bibirnya sepanjang sepuluh senti "Soal Bayu!" Ujar Mita dengan tatapan serius. Bella yang tadinya munyun kembali ke bentuk bibirnya semula. ia langsung memajukan kursinya kedepan, di iringi dengan kepalanya. "Kenapa? apa dia ganguin lo, atau dia nyakiti lo? kalo emang dia nyakiti lo lagi, biar gue basmi sekarang juga" Ujar Bella dengan wajah tak kalah serius.


Mita tersenyum kecil, hal itu membuat Bella menjadi bingung. "Gue masih suka Bel, sama Bayu, gue udah coba mengubah diri gue menjadi begini, menyibukkan diri gue, tapi susah Bel, cinta itu menyakitkan bagi gue, karna hanya gue aja yang merasakan cinta itu, sedang yang gue cintai, gak tau apa yang gue rasa.


Bella bangkit dari duduknya yang kini beralih ke kursi sampingnya Mita. Mita menghela nafas lemas, "Bayu putus Bel, sama Rika!" Ucap Mita dengan menunduk. Bella tak bisa berkata kata saat mendengar ucapan Mita barusan. "Gue dapat liat bel, kalo Bayu sayang banget sama Rika, hubungan mereka hancur karena Rika selingkuh dari Bayu. Gue gak pernah sangka dan gak pernah mikir kalo Rika, cewek cantik, baik, bisa sejahat itu sama Bayu. gue udah coba menerima iklas dengan keadaan yang gue alami tapi, semuanya gak sesuai dengan ekpestasi gue Bel!" Mita mengehela nafas berat.

__ADS_1


"Hati gue sakit Bel, sesak melihat Bayu yang tersakiti, gue juga ikut merasakan apa yang di rasakan sama Bayu, gue udah mulai kembali lagi dengan Bayu, kembali menjadi teman, namun menurut gue, hal ini adalah hal yang gak gue bayangi sebelumnya." Ujar Mita lagi.


Bella mengelus pundak nya Mita, "Hidup itu memang seperti ini, selalu memiliki masalah, dan gak akan pernah lepas dari kata masalah. "Harusnya lo bersyukur Mit, akhirnya Bayu dengan Rika putus, hal ini merupakan sebuah peluang buat lo, apalagi lo bilang lo masih ada rasa suka dengan dia, gue yakin suatu saat ini lo pasti bisa mendapatkannya, dan gue juga percaya kalo Bayu juga mempunyai rasa sama lo, tapi saat ini Bayu belum merasakan nya saat ini!" Ujar Bella yang memberikan peluang dengan Bayu.


Mita mencubit pipinya Bella. "Lo aneh, bukannya bantuin gue menghilangkan rasa ini ke Bayu. malah membuka lebar lebar rasa ini agar mangkin masuk ke dalam. gue emang suka bel sama Bayu, masalahnya, gue takut Bayu bakal buat hati gue hancur lagi gue gak mau Bel, gue gak mau berharap lebih, yang nantinya malah buat gue menderita yang melebihi dari ini," Jelas Mita panjang lebar.


"Cukup sekali inj dan ini adalah yang terakhir dan awal dari menderita nya gue karna bayu!" Ujar Mita lagi


"Gue tau, lo takut sama masalah yang akan terulang kembali, tapi lo harus pikir Mita. dan lo harus coba, lo gak boleh baper dengan apa yang Bayu berikan ke lo, seperti kata lo, dia menganggap lo sebagai adiknya, begitu juga dengan lo, lo harus anggap dia sebagai abang lo, percayalah yang namanya usaha pasti akan membuahkan hasil, cepat atupun lambat, lo pasti akan merasakan hasilnya.


"Oke.. gue bakal coba dan gue bakal berusaha untuk mendapatkan yang gue suka!" Batin Mita.


...


Saat sedang pokusnya mengerjakan tugas, Ari di kagetkan oleh kedangan ayahnya. "Ayo makan malam, nanti lagi di siapkan!" Ucapnya dengan memegang bahunya Ari. Ari tersenyum tipis, lalu mengangguk kecil.


Sudah beberapa minggu ini hubungannya dengan ayahnya berjalan dengan baik, layaknya hubungan anak dan Ayah pada umumnya. Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju meja makan. Saat sedang makan tak ada si pun yang angkat bicara. memang saat ini di tambahan peraturan jika saat makan bersama di larang merbicara sebelum selesai.

__ADS_1


Saat satu keluarga itu sudah selesai makan. mereka pindah je posisi ruang keluarga. Jika dulu Ari tak pernah bergabung, maka sekarang ia ikut bergabung, hal ini menjadi salah satu kebisaan di rumah bagi Ari.


"Mama dengar kamu lagi dekat sama cewek, sesekali ajakin main ke rumah dong, biar Mama ada bisa dekat juga!' Ujar Diva dengan tak hentinya memakan kemilan. Anwar menoleh je arah Ari begitu juga dengan Prans. "Kok Prans gak tau ya Ma!" ujar Prans dengan wajah keponya. "Apalagi Ayah, gak tau tingkat internasional malah!" Sambung Anwar ikut menyambung.


Ari yang mendapatkan tatapan di antara ketiga nya hanya bisa diam. "Cuma teman dekat, gak ada hubungan spesial nya, lain kali kalo dia gak sibuk Ari bakal ajak main ke rumah!" Jawab Ari dan langsung mendapatkan senyum dari ketiga nya.


Di lain tempat. Mita tampak berpikir harus berbuat apa, saat ini ia baru saja pulang dari rumahnya Bella, niat ingin menginap tak jadi, karna besok masih hari sabtu. Namun kesialan dialami oleh Mita, Ban mobil nya sedang bocor, terhubung saat ini masih jauh dari permukiman membuat Mita merasa tak nyaman. awal ingin meminta Pak De agar menjemputnya malah tak bisa, di karenakan ponsel nya tertinggal di balkon milik Bella.


Mita mondar mandir di depan mobil nya. bingung dan tegang yang saat ini di alaminya. "Gue harus gimana?" Tanya nya pada diri sendiri. Baru beberapa satu minggu ia mengendarai mobil, saat ini malah mendapatkan hal seperti ini. Mita berinisyatif akan menggantikan siapapun yang lewat nantinya.


Lama Mita bersabar di depan mobilnya. namun tak ada tanda tanda kendaraan yang meintasi jalan ini. Mita mengehela nafas dengan kondisi menunduk, ia berharap akan ada orang baik yang akan membantu dirinya nantinya. Sebuah mobil dari arah yang berjalan berlawanan membuat Mita langsung berdiri tegak. "Saat Mita akan mengangkat tangan dan ingin memberhentikan mobil di depannya. mobil itu sudah lebih dulu berhenti tanpa ada permintaan darinya.


Karna lampu mobil yang terang, membuat Mita tak dapat melihat siapa orang yang berjalan mendekati nya. "Kenapa dek!" Seketika Mita merasa was was saat mengetahui jika suara itu jelas suara pria yang terbilang tua. "Boleh pinjam ponsel nya Pak?" Tanya Mita sopan. "Aduh kebetulan ponsel saya lagi habis baterai tapi sebentar bapak ambilkan. Pria tua itu berbalik arah menuju mobil nya berada. Mita juga begitu ia masuk ke dalam mobil dan mengambil tas untuk jaga jaga. bahkan ia membuka sandalnya yang ia letakan di atas mobil nya.


Mita heran saat melihat sosok wanita yang kini berjalan ke arahnya. "Mobil anda kenapa?" Tanya wanita itu seraya memberikan ponsel nya ke Mita. Saat ini Mita merasa senang dan sedikit terbantu. ia tanda betul suara orang di depannya. "Mami!" Ujar Mita dengan senyum mengembangnya.


Rosi yang tadinya menunggu jawaban dari orang di depannya, kini di kagetkan oleh perempuan di depen nya. "Ini benaran Mita, hah.. Rosi memegangi kedua pipinya Mita di akhiri dengan pelukan hangat.

__ADS_1


__ADS_2