
***
Bruuk...,mita menumpahkan minuman yang dibawanya ke badan seseorang. Mereka yang lagi nyobrol pun terhenti. orang itu sedikit kaget, sedangkan dua orang dikanan dan dikiriya tampak gak sukak nyeliatnya.
heh lo gak punya mata atau gimana sih, protes yang di kanan, sedangkan yang dikiri terus menatapnya dengan senyuman jahil dan mengucapkan bodoh bodoh, berkali kali.
" Ma.. maaf, kak " jawab mita gugup.
" Ya gue maafin " ucap wanita yang ditengah dengan nada lembut seakan tak terjadi apa-apa yang gak lain adalah Klara tapi ia mengembangkan senyum iblisnya ke Mita.
sedangkan kedua temannya hanya bingung nyeliat tingkah Klara, yang semudah itu dimaafkan. dan kompak mengatakan " What " berbarengan saat Klara mengucapkan :
" Ya gue maafin "
Mita permisi ingin pergi, dia berlalu sebelum mendapat jawaban ia langsung pergi. tapi tangannya di tarik cepat oleh Klara. Mita langsung menoleh kebelakang.
" Apakah seperti itu?!"
Mita masih bingung apa yang dikatakan oleh Krara.
" maksudnya kak? " ucapnya polos.
Sedangkan kedua temen klara tertawa, nyeliat ekspresi Mita.
" Gue, tuh bukan orang yang mudah memaafkan, terlebih lagi lo nyiram baju gue, ya pasti gak gue lepasin gitu aja, Klara memberi kode ke dua temannya itu, keduanya mengangguk mengiyakan. Tanpa disadari kedua temen klara itu sudah berada di kanan dan dikiri Mita.
" Saya harus apa kak? " Ucap Mita sedikit gemetar. " Ikut tin gue aja! nanti lo juga bakal tau! "
Klara berjalan menabrak mita dengan kuat, tapi Mita berusaha untuk bersabar, karna menurutnya ia pantas mendapatkan itu. Sedangkan kedua tangannya di pegang oleh kedua temen Klara.
" Heh, denger ya. lo itu beruntung masih diginiin, gak kek biasa yang kita kerjain ya kan Mei? " ucap orang di kiri Mita. orang yang bernama Mei itu mengiyakan dengan nada senang.
Mereka berhenti tepat di depan gudang, Mita terus melihat sekeliling tempat ini, di sini ia merasa asing dengan tempat dimana ia berada saat ini.
" ini dimana kak?! " tanyanya kepada dua orang di sampingnya. yang dikanan malah tersenyum sinis, sedangkan di kiri yang bernama Mei gu..., ucapannya terputas ketika Klara membalik badan dan memberi kode kepada dua temennya.
" Lo aja yang masuk Jen! " Ucap Mei ke orang dikanan yang namanya disebut, Jeni melepas gandengan tanganya di tangan Mita lalu masuk ke dalam bersama klara. sedangkan mita dan mei berjalan di belakang mereka.
" Duduk lo?! ucap Jeni kepada Mita yang baru sampai, kaca mata lo keluaran berapa tuh unuik banget keliatanya ucap Jeni disertai tawa.
emamg seperti apa sih ucap Mei yang langsung melihat ke mita yang baru saja duduk di bangku dan tertawa, karna emang iya kaca mata yang dipakai mita seperti kaca mata neneknya batin Mei dalam hati.
__ADS_1
" Jeni berada tepat di depan Mita dan kedua temenya di samping Mita. Mita sedikit takut nyeliat wajah Klara yang hanya menatapnya dan tersenyum iblis ke arahnya.
" Klara membuka kancing bajunya satu persatu dan sampai di terakhir dia menyuruh Mita membuka bajunya sekarang juga, Mita berdiri ingin membuka baju di sana tapi dia malah di beri jawaban mata iblis.
" Gue itung sampe tiga kalo lo belum siap buka baju, jangan lo tanya apa yang akan terjadi pada lo nantinya " jawab klara nada tinggi dan penuh penekanan.
" Iya, kak." Secepat mungkin ia membuka kancingan baju nya dan tepat pada hitungan ketiga bajunya pun terbuka, mei langsung mengambil bajunya gitu aja langsung membantu memakai baju.
Mita hanya menutupi tubuhnya dengan kedua telapak tangan sedangkan jeni berlari keluar gudang. Mei melempar baju Klara ke Mita, dengan cepat Mita langsung memakainya.
" tepat setelah mita memakai baju jeni datang dengan membawa minuman. bagus jawab klara memuji temanya itu.
" Klara mengambil minuman dati tangan Jeni lalu mendekati mita. dan melihat mita dengan jarak dekat lalu memegang tangan Mita dengan lembut.
" Lo kls berapa?!
" Kls dua kak. jawab Mita dengan suara bergetar tanpa melihat ke arah Klara. bagus jawab Klara yang disertai senyum. lalu melepas tangan mita dan beralih ke kepalanya klara mengelus kepalanya dengan sangat lembut selang beberapa detik kemudian dia menjambak rambut mita kebelakang. Jeni memvidio kejadian ini, sedangkan Mei tak henti tertawa melihatnya Mita yang mulai menangis. " Sa..sakit kak! "ucapnya berulang ulang. Namun keluhannya malah diabaikan dan jambakan semangkin kuat.
Mei menyiram wajah Mita dengan air yang dibeli Jeni tadi. Mita, terus menangis dan memegang tangan Klara dan memohon agar melepaskannya. Diluar terdengar suara seseorang sedang berbicara dengan telpon mungkin. Klara langsung melepas jambakanya
Samar-samar suara itu mulai menghilang perlahan, Mita terus menunduk tak berani menatap orang didepannya.
Kini Klara memegang dagunya lalu mengatakan inget bagus-bagus besok sebelum masuk gue tunggu lo disini, cuci baju gue yang telah lo pakek. Gue gak mau ada sedikitpun noda bekas badan lo, inget itu. dan satu lagi jangan coba-coba nyadu karna gue punya ini. dia memperlihatkan sebuah vidio, dimana vidio itu Mita sedang menutupi badannya dengan kedua tangannya. Mita hanya bisa pasrah dan menangis ditempat.
menangis mersa gak percaya apa yang dialaminya barusan.
Esoknya, Mita datang kesekolah diantar bundanya seperti biasa. dia masih teringat-ingat ucapan klara kemarin. Apakah besok ia akan menyiksanya lagi? ataukah ingin menjambaknya lagi? pertanyaan demi pertanyaan muncul di otaknya, ia pun mulai keringat dingin.
Dia baru saja sampai di depan kelas tapi ia dikejutkan oleh Klara dan dua temennya itu, lama banget lo ucap Mei yang udah ada di samping Mita. Lima belas menit lagi Bel, atau jangan-jangan ni anak sengaja nyelama-lamain timbal Jeni dengan wajah kesal. Dan lagi Mita tak bisa berkutik dari mereka.
'' Mana baju gue? " Kini Klara bersuara dengan tatapan dingin.
Dengan cepat Mita membongkar tasnya tapi tak kunjung jumpa dengan benda yang di carinya. Kini tangannya gemetar gak bisa menemukan baju itu. Mei menarik tasnya Mita mengeluarkan semua isinya.
" Mana?! " Protes Mei ke Mita
Mita bingung harus jawab apa dia hanya dapat menelan ludah. dan memasukan bukunya ke dalam tas.
" wihh... ,berani banget ni anak " ucap jeni. yang mulai mendekati Mita. Jeni memijak buku buku mita yang akan dimasukkan ke dalam tas. sedangkan Klara dia melipat kedua tangannya ke perut. dan hanya tersenyum iblis melihat mita tersiksa.
" Ikutin gua " ucap Klara lalu belaru meninggalkan mereka terlebih dahulu. Mita berjalan dengan lemas tak tau apa yang harus ia lakukan untuk kedepanya.
__ADS_1
" Cepet jalan lo gak usah nyelama-lamain " mereka menarik mita dengan paksa. Mita hanya nangis-dan nangis. cengeng banget sih, gitu aja nangis. " tau nih minta disumpelkan sepatu gue ke mulutnya baru diam "
" Wow, nyapain lo seret-seret mita, mereka semua menoleh ke sumber suara.
" Siapa lo?" gak usah cari masalah ah sama kita.
" Bella, nama gue Bella " sekilas mereka nyeliat Mita lalu kembali menatap Mei yang nyobrol dengannya barusan.
" Yok, Mit gue belum nyerjin tugas " ucap Bella menarik tangan Mita, tapi tangannya ditepis cepat oleh Jeni, siapanya lo berani megang-megang nih cupu. Bella langsung mendelik gak percaya kalo Mita dibilang cupu.
" seharusnya gue yang nanya ke kalian tiga, nyapain kelen nyeret-nyeret sahabat gue ". klara, Mei, dan Jeni tertawa lepas, sahabat apaan bodoh bangat ucap Jeni yang mengucilkan.
" Prankk " sebuah tamparan mulus mendarat di pipi Jeni. Mei nyelit langsung balik nampar tapi gagal tangannya malah di pelintir dengan tangan kananya. Kemudian Bella langsung nyejambak rambut Mei yang terurai itu dengan tangan kirinya.
" Mau lo apa? " kini Klara yang bicara.
" Kembalian sahabat gue, dan jangan pernah ganggu mita lagi " Bakal gue lepas temen lo ini, Bella menunjuk Mei yang meringis kesakitan. " Lepasin dong sakit tau " sebel Mei ke Bella.
" Sahabat lo ini, eh. maksudnya si cupu ini masih ada utang sama gue jadi maaf gak bakal gue lepasin semudahnya" jawab Klara dengan Mata kesel ke Bella.
Bella nyeliat mata Mita yang memiliki arti ada apa? Bel.. panggil Mita dengan suara bergetar!
" Ada apa Mit? biar gue bisa bantu lo mit !"
" Gue..,Klara memotong perkataan Mita. baju gue basah karna kena minuman karna matanya gak di depan tapi dibelakang. Bella masih sedikit bingung, atas ucapan Klara barusan.
Gue udah bilang ke dia bawak baju gua pagi ini, tapi apa dia sama sekali gk peduli, ucap Klara dengan nada emosi.
Bella, tertawa kencang, lalu melepas Mei yang begitu saja. Bella, tampak merogoh sesuatu di tasnya, is tersenyum ketika mendapatkan benda yang dicarinya.
" Nih..!" bella memberikan benda itu tepat di wajah klara. lalu menarik mita dan pergi membawanya. mita hanya nyikut.
***
" Beb, kok jadi nyelamun sih?!"
" Hah, apa Bel? "
" Lo sekelas ya sama Klara. Mita menundukkan kepalanya.
" Kok bisa sih, tapi lo gak di ganggu kan? "
__ADS_1
Ia hanya geleng-geleng kepala. Kini sipat Mita kembali ke semula.