
Mita memilih keluar rumah, rasanya bisan juga di rumah terus berhubung suasana hati nya sedikit terganggu Mita memilih berjalan kaki tanpa tujuan.
Mata Mita membulat melihat sosok cowok didepanya. badanya mematung seakan menunggu kehadiran orang itu, mulutnya terasa kelu ingin mengeluarkan kata kata, ada terasa senang, sedih, dan gak percaya dengan orang didepanya. langkahnya yang mangkin lama mangkin mendekat membuat nafasnya berhenti sesaat, terlebih kini dia juga menarap balik Mita, Mita menelan salipanya dengan susah payah.
semangkin lama jarak semangkin mendekat, "mata itu, senyum itu, alis tebal itu, benar kah! ini' gak Mimpi kan?" Mita bertanya dengan sendiri, gak berubah batin mita. masih sama kayak dulu, cuma tambah keren. Mita tersenyum kecil mengingat masa kecilnya. ingin rasanya ia memeluk orang itu, tapi tubuh nya sendiri aja masih diam ditempat.
Mita tersenyum selebar mungkin menatap orang yang kini sudah berjarak satu meter dengannya. Mita terkejut bukan main, ketika cowok didepanya memandangi nya dengan badan yang sedikit membungkuk yang mensejajarkan tinggi meraka.
"Lo kenal gue?" tanyanya sambil menunjuk wajahnya sendiri. sakit saat mendengar kata itu, tapi senyum di wajah Mita tak hilang sama sekali.
Mita gak bisa menjawab sama sekali, mulutnya masih sama, kelu dan gak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, kecuali senyum yang masih melekat di bibir nya.
cowok didepanya menjulurkan tangan ke wajah Mita.
Dek..
dek..
gak tau tiba-tiba hatinya berdetak kencang, tapi Mita berusaha mengatur nafas.
Mita memejamkan mata, dia sendiri gak tau kenapa harus memejam kan mata, mata nya seakan menyuruh nya agar terpejam.
Orang di depannya membetulkan kaca matanya yang miring, dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Mita, dan lagi Mita di buat kaget, atas tindakan cowok didepanya.
"Kaca mata lo mereng," ucapnya setelah selesai menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Mita. perlahan Mita membuka matanya, awalnya Mita kira cowok didepanya itu sudah tidah membungkuk lagi tapi sial posisi meraka kini sangat dekat mungkin hanya berjarak lima senti.
"gu... ucapan Mita berhenti melihat sosok cowok dengan penampilan yang berbeda dari bisanya. Dia adalah Bayu, kemeja biru yang di pakainya membuat Mita mangkin suka memandang nya.
cowok yang didepan Mita pun ikut menoleh ke arah Mita memandang. kini posisinya sudah tegap dengan kedua tangan sudah masuk ke saku celana.
"Disini nya lo, gue nyariin." ucap bayu menepuk pudak Ari pelan, lalu tahapan nya beralih ke depan, di mana Mita berada. Bayu tersenyum melihat Mita di depan nya. Mita hanya tersenyum kikuk melihat senyun Bayu.
"Lo kenal Ari?" tanya Bayu yang di jawab Mita dengan anggukan kepala.
Kini tatapan Bayu tersenyum simpul melihat Ari disamping nya. dimana Ari hanya menatap Mita dan Bayu secara bergantian.
"Tapi gue gak kenal dia Bay.." ucap Ari di sela kebingungan nya. bukanya menjawab Ari, Bayu malah bertanya ke Mita.
"Lo mau kemana?" tanya Bayu. hm.. Mita sempat bingung mau menjawab tapi berhubung dekat dengan cafe mita menjawab ingin ke cafe. padahal gak ada niat sama sekali.
"Barengan aja kita juga mau ke cafe!" ucapan Bayu barusan membuat Mita tersenyum kikuk, barengan batin nya gak percaya. "gue salah ngomong harusnya gue bilang mau pulang," batin Mita kesal.
"Cafe itu kan?" bayu menunjuk cafe yang yang taj jauh dari mereka!
Secepat mungkin dia mencari cara mengelak, dan sebuah ide menempel di otaknya. Mita memandang Ari dan Bayu bergantian.
"Sorry Bay.. sebelumnya gue mau ke minimarket dulu, lebih baik luan aja deh.." Mita tersenyum getir setelah mengatakan itu, dia memang gak suka bohong tapi yang sekarang di lakukan nya berbohong sampai dua kali.
__ADS_1
"Ya udah kita luan ya!" Bayu berpamitan sambil merangkul bahu Ari dan mulai berjalan ke cafe.
Di tempat lain Bella masih asyik ber vidio cool dengan Eka. sudah dua jam lebih mereka melakukan video cool tapi keduanya seakan baru saja memulai.
— gue masih kangen.. jawab Bella dengan wajah di buat sedih
— gue juga tapi liat tuh.. Eka membalik kan kamera video nya.. dimana Deni sedang duduk sambil makan kacang dengan papang malas.
Sedari tadi Deni menunggu Eka selesai melakukan video cool, berhubung ingin kumpul merayakan hari kesembuhan Ari di cafe walaupun belum bisa dikatakan sempurna tapi Ari sudah bisa dibilang sembuh dari luka ringan nya.. sedang yang di tunggu enggak merasa di tunggu dan jelas Deni hanya diam aja menunggu Eka.
" Gimana udah selesai belum? tanya Deni dengan tatapan malas ke Eka..
belum jawab Eka dengan tersenyum kecil melihat tingkah Deni yang ngambek..
— Bella yang melihat di sambungan video ikut tertawa.. kok gak bilang dari tadi, kalo Deni nungguin?
Lo kira enak ka.. nungguin orang pacaran! batin deni kesal.
— belum puas nengok kamu sayang...
jawab Eka.. dengan senyuman semanis mungkin.
— masuk deh gombal nya.. hawab bella yang tak lepas dari senyum.
" Deni yang mendengar menghela nafas lemas.
udah kan, gue bosan dengerin lo dua. setelah mengatakan itu Deni bangkit dan langsung mengambil jaket di samping nya.
" Iri lo! jawab Eka lalu mengirim pesan singkat ke Bella sebelum turun ke bawah.
" Bella memejamkan matanya sebentar lalu terbangun akibat bunyi air melimpah dari kamar mandinya..
Astaga gue lupa, ucapnya berjalan sambil menepuk jidat.
aaaahh..
Art Bella sampai berlari menuju kamar bella takut terjadi hal yang gak diinginkan terjadi. pikiran Art Itu terus menerus berpokus ke nonya muda pemilik rumah.
ceklek
" tampak Bella yang berdiri mematung membelakangi kamar mandi. terdengar suara air yang melimpah dari kamar mandi. art itu mendekat.
Ada apa non, ucapnya lembut..
" laba-laba bik. tolong bik buang, ucap mita dengan tangan kiri menunjuk ke arah kamar mandi. sedang mukanya masih lurus mengarah ke depan.
iya non.. jawabnya cepat. tak perlu waktu lama art itu pun keluar dari kamar mandi dengan membawa laba-laba itu dengan tangan. Bella mangkin takut melihat laba-laba itu yang masih hidup. bik tolong cepetan buang.. jangan di tunjukin gitu. Bella menggidik ngeri melihat kaba-laba itu.
__ADS_1
iya non..
" Kini bella kembali ke kamar mandi, dia baru sadar kalo ada sarang kecil yang baru di buat laba-laba itu. Bella keluar kamar dengan wajah kesal. sebelum keluar kamar tak lupa ia menyambar ponsel yang tergeletak di kasur.
" Bik.. tolong bersihin kamar madi ya bik.. terutama sarang laba-laba nya, pokoknya gak boleh ada lagi laba-laba di kamar Bella. tegas Bella lalu pergi ke depan.
Di liatnya pak ujang yang duduk, masih sibuk membaca koran dengan goreng pisang yang ditemani oleh kopi tampak serasi di meja itu.
" Awalnya Bella ingin menyuruh Pak ujang mengantarkan nya ke rumah Mita tapi niatnya terhapus. melihat pria paruh baya di depannya.
" Pak.. sapa Bella dan mulai mendekat.
Melihat Bella pak ujang langsung berdiri dan menyapa balik Bella.
" iya non..
kunci mobil mana pak! bella menjukan tangan meminta kunci. biar bapak antar.. jawab pak ujang lagi.
" gak usah pak, bella lagi pengen aja bawak sendiri. emang non mau kemana? wajah khawatir tampak di wajah pak ujang. biasa pak mau kerumah bestyy.. jawab Bella sambil mengambil kunci di tangan pak ujang.
" tapi ini udah mulia gelap non.. gak lama kok pak.. Bella pastiin pulangnya gak malam..
" hati hati non. dijawab dengan anggukan kepala oleh Bella.
" Kini Bella sudah menghidupkan mesin mobilnya, dan beberapa detik kemudian mobil sudah melaju kedepan.
Bella terus terusan menghubungi Mita tapi sejak tadi tidak terhubung, ih.. mana sih lo demen banget gak di angkat. Bella sibel sendiri jadinya.
Mita yang baru saja selesai mandi merebahkan badanya ke kasur. dia memejamkan matanya rasanya lelah sekali hari ini, ingatannya kembali ketika Ari mengatakan bahwa ia tak mengenali nya.
Jleb.. kembali lagi sakit menimpanya... mita tampak mengatur nafas. dan..
Mitaa.. suara jerit seseorang terdengar cempreng di telinga Mita, siapa sih cempreng banget! sebal Mita tapi ia masih memikirkan apakah yang dilakukan oleh Ari saat ini.
Bruk.. kini Bella sudah merebahkan badanya di samping Mita.. Mita melotot melihat Bella disamping nya..
" dengan cepat Mita memperbaiki handuknya.
dan menuju lemari. pantes gak di angkat rupanya baru siap mandi. protes Bella sambil membetulkan posisi duduk nya, sambil menyingkirkan anak rambutnya yang berantakan.
" Bella menatap Mita dengan melotot. sepasang baju berserakan di lantai. lo rebahan tapi belum pakai baju. apa.. pikiran Bella sudah melayang memikir kan yang gak sepantasnya..
" Mita.. jerit Bella lagi yang membuat mita memicingkan kedua mata dan menutupi kedua telinga nya.
Paan sih Bel.. sakit kuping gue! Mita kembali mengelap rambut nya yang masih basah.
" Lo masih suci kan Beb.. ucap Bella yang kini sudah berada di sampingnya Mita..
__ADS_1