
"Lelah juga ya?" tanya Mita saat melihat wajah nya dari pantulan jendela mobil. Sudah dua jam lebih mereka di perjalanan. dan hanya ia sendiri yang tak ada banyak omong, sedang Amel sedari tadi sudah tidur, padahal ini masih pagi tapi entah apa yang di pikir kan oleh Amel, begitu juga dengan Deni, mereka seakan punya ikatan batin yang sama. Kalau Bella dab Eka jangan ditanya, pasti udah pada tau kan.
Tak lama kemudian mobil meluncur di jalan yang jarang dengan perumahan. mangkin masuk dan melaju mobil. makin terasa sejuk nya suasana pepohonan di sepanjang jalan, Mita membuka kaca jendela, sehingga ia dapat dengan nyaman merasakan sejuk nya suasana di jalan ini. "Aaa, lama lagi gak?" Tanya Bella ke Eka dengan suara yang terdengar manja. "Eka menggeleng, gak Bel, sekitar sepuluh menit lagi kok." Jelas Eka lagi.
Mita yang baru saja mendengar kan percakapan antara Bella dan Eka, seperti tak tega ingin cepat sampai di tujuan. karena ia masih merasa ingin merasakan sejuk nya disi.
Matanya terpejam dengan kedua tangannya yang memegang sedikit jendela mobil. Mita kaget ketika mendengar suara klakson motor dari belakang. ternyata ia sempat tertidur pulas, ketika menikmati suasana sejuk nya jalanan yang ia jalani.
Mita langsung tersadar ketika melihat Bella, Amel, Deni, serta Eka yang sudah turun dari mobil. dan menyambut kedatangan Eka dan Bayu. Dengan mata yang masih terasa kantuk. ia pun keluar dari mobil. dan berjalan sedikit gontai mendekati Mita.
"Udah lama nyampe?" Tanya Mita dengan memegang pundaknya Bella. "His.. ngagetin aja," Omel Bella dengan menggeleng gelengkan kepala. "Baru aja. lo sih, tidur nya nyenyak kali, jadi kita keluar duluan. tapi untung juga lo udah bangun padahal baru aja gue mau nyusul lo!" Jelas Bella lagi. "Amel mana?" Tanya Mita saat melihat Amel yang sudah tak kelihatan, padahal tadi masih ada di samping Bella.
"Oh.. noh, ngambil tas, ayuk bantuin. kasihan liat tuh, entar encok pula pinggang nya." Mita mengangguk dan kembali berjalan menuju mobil.
sedwari tadi sejak perjalanan menuju Vila mata Mita tak hentinya melihat sekitar nya yang mengkin terasa sejuk, nyaman sekali. Bukan hanya Mita saja Bella dan Amel pun begitu, mereka terlihat sangat menyukai tempat yang sekarang mereka pijak saat ini. Kini Mita dan kedua sahabatnya sudah berada di ruang yang terbilang sangat luas. bisa di bilang mungkin ini ruang keluarga.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Eka, dan ketika temannya pun terlihat. Kamar kita dimana?" Tanya Bella ke Eka. sedang yang di tanya kini malah melihat ke arah Bayu. Bayu yang mengerti langsung duduk di atas sofa. "Di sini ada empat kamar, dua kamar punya kami dua lagi punya kalian. "Kalau satu kamar kita tiga, bisa gak?" tanya Amel dengan menujuk teman nya satu persatu dan dirinya.
"Gue rasa muat deh, jangan kan tiga, lima juga bisa." Jelas bayu lagi. "Yang mana kamar yang bisa kita tempatin?" Kini Mita yang bertanya.
Tanpa menjawab Bayu berjalan dan di ikuti ketiga orang di belakangnya, yaitu Mita, Amel, dan, Bella.
"Beneran ini kamar nya?" Tanya Bella tak yakin. "Kalo merasa gak nyaman bisa pindah ke kamar sebelah." jelas Bayu lagi. Mita menggeleng, "bukan gak nyaman bay, ini kamar bukan kaya kamar, tapi_" Mita menjeda ucapannya dan tersenyum simpul ke arah Bayu. "Gue suka, kalo mereka berdua gue gak tau!" ucap Mita lagi. dan kini sudah berjalan mendekati kaca yang transparan itu.
"Gue sih ngikut aja." jawab Amel dan mendudukkan dirinya di atas kasur. "Kalo gue! setuju." Jawab Bella dan kini tangannya sudah mendorong Bayu ke luar, ia ingin segera merebahkan badannya di atas kasur. karena mungkin kelelahan di jalan.
"Tapi gak sesejuk hati gue!" ucap Amel pelan. namun bisa di dengarkan keduanya. "Lo kenapa?" tanya Mita yang kini sedang menatap Amel bingung.
Amel melirik ke arah Bella sekilas, dan berbisik di telinga Mita. Mita tersenyum kecil mendengar ucapan Amel barusan. "Ngomongin apa sih?" tanya Bella yang merasa penasaran. "Kepo lo!" Ucap Amel dan kini memberikan kode ke Mita agar tidak memberi tahu Bella. Mita mengiyakan tapi di saat matanya terarah ke Bella. Bella seakan membuat sebuah ancaman jika tak memberi tahu.
Pintu kamar diketuk. "Biar gue aja!" ucap Mita yang kini berjalan ke arah pintu. Mita menatap heran orang di depannya. "Saya Isah Mbak, panggil aja bik sah. saya orang yang membersihkan Vila ini," ucapnya sopan. Mita mengangguk mengerti dan kini melihat ke arah tanganya, ini minum, "saya di suruh nganterin minum ini ke Mbak." ucapnya lagi dan kini memberikan minuman yang ia bawa ke tangan Mita. "Makasih bik." ucap Mita dan di angguki oleh Bik sah.
__ADS_1
"Siapa Mit?" tanya Bella yang kini membuka pintu lebih lebar. "Bibik pengurus Vila." Jelas Mita lagi. "Eh, pas banget gue lagi haus." Ucap Amel yang kini tangganya sudah mengambil gelas yang Mita pegang. "Aduh.. makan apa sih lo sebelum nya sampe segitu hausnya!" tanya Bella dengan kepala yang di geleng geleng kan.
"Habis makan perasaan," jawabnya ketus dan kembali minum lagi. "Aneh." ucap Bella sedang Mita tertawa mendengar jawaban Amel.
"Keluar yuk, bosan gue dikamar mulu!" Ajak Bella kepada Mita dan Amel. "Ayuk lah. gue juga bosan, tapi bosan liat muka lo!" Ucap Amel di iringi tawa. "Kalo tadi lo bilang bisan hidup dah gue gempret lo!" Jelas Bella dan kini sudah mengandeng tangan nya Mita dengan erat dan membawa nya ke arah pintu.
"Kalo lo mit, bosan apa?" tanya Amel yang kini juga mengandeng tangan nya Mita. "Bosan dengerin lo dua cek cok." Jawab Mita dengan senyum.
"Kita mau kemana nih ceritanya?" tanya Mita ke pada dua orang di sampingnya. "Ke hati gue!" jawab Bayu yang tiba-tiba muncul di depan ketiga cewek itu. "Bay.. nitip ya, gue sama Eka." ucap Bella yang kini tangan nya sudah mengandeng tangan Eka. "Gue_ mau liat ke depan deh!" ucap Amel dan melepaskan gandengan taganga dari Mita.
"Mau di temenin gak?" tawar Deni dengan gaya cool nya. "Ogah..!" jawab Amel ketus. "Ntar nyasar_ nyasar ke hati gue!" ucap Deni yang mendapat pelototan dari Amel dan mengejar Deni yang berlari setelah mengetawai nya. Bayu dan Mita pun ikut tertawa. "Cocok gak?" tanya Bayu yang membuat tawa Mita diam.
Mita menaik kan alis bingung. "Lo itu kalo bingung tambah aneh!" jelas Bayu dengan tangan nya yang mengelus elus pundak kepala Mita. Tanpa sengaja Ari menggenggam tangan nya dengan kesal. niatnya mau keluar ngambil minum tapi malah liat mereka. Ari berbalik arah kembali menuju kamar lagi, rasanya rasa haus nya hilang begitu saja.
"Ayo, katanya mau keliling," Ucap Bayu yang berbalik lagi ketika melihat Mita yang hanya diam di tempat nya dengan tangan nya yang mengulurkan tangan agar di gapai Mita. Mita menyambut tangan Bayu dengan senang, "Dari mana dulu?" tanya Bayu seteleh mereka sudah berjalan cukup lama. "Ke semua tempat yang gue belum tau!" Ucap Mita dengan tenang.
__ADS_1
"Kalau ini dah tau belum?" tanya Bayu dengan memegang dadanya dan menghentikan langkah kakinya serta mata tajamnya yang memandang Mita lekat." Mita menggeleng di iringi tawa kecil nya. "Udah, tapi cuma mampir doang!" Jawabnya asal. "Kok mampir kok gak netap aja!" Tanya Bayu lagi. ''Kalo netap rasanya bosan." Jawab Mita lagi. "Gak bakal bosan, kalo udah punya rasa." Ucap Bayu dengan tersenyum.