
Setelah pulang dari rumah sakit, Mita, Bella memutuskan untuk membeli makanan terlebih dahulu, saat ini Bunda sedang di rawat di rumah sakit, tingkat penyakit nya ternyata sudah menyebar di badanya, dan jalan yang harus di lakukan hanyalah satu, yaitu operasi kembali.
Mita terus terusan menunduk memandangi langkah kakinya yang menginjakkan tanah. "Bel..!" Pangil Mita yang tiba tiba menghentikan langkah kakinya. Bella yang pokus ke ponsel dan terus berjalan pun akhirnya membalik badan dan melihat Mita yang masih diam di tempat nya. Bella mendekati Mita dan menegangi bahunya.
"Apa Mit?" Tanya Bella dengan wajah penih iba terhadap Mita. Tah sejak kapan Mita sudah menempel di pelukan Bella. "Bunda baik baik aja kan? bisa sembuh kan?" Tanya Mita di selagi dengan isak tangisan.
Bella mengehela nafas lemas saat ia berada di posisi seperti ini, "Gue gak yakin Mit, tapi gur percaya jika kita terus berdoa dan meminta, pasti semuanya akan berjalan dengan keadaan baik baik saja!" Ujar Bella sambil menengkan Mita yang saat ini sedang memeluknya.
Setelah pulang dari warung nasi dua gadis itu berjalan pelan menuju rumah sakit, "Bel, lo kalo mau pulang, pulang aja gue gak apa kok, lagian nantikan orang Amel sama Dira bakal kemari, gue ngucapin makasih sekali lagi karena udah mau menemani gur selama bebeberapa hari belakangan ini!" Ujar Mita dan mendapat kan gelengan kepala dari Bella. "Gak ah gue belum tenang kalo Amel sama Dira belum datang, tunggu mereka datang baru gue pulang, dan lo juga pulang, udah dua hari lo Mit, lo gak ada pulang ke rumah, senuanya serba di kerjakan di sini!" Ujar Bella dan mendapatkan gelengan kepala dari Mita.
"tapi bel gue juga bakal tunguin Bunda sadar baru gue bakal pulang ke rumah, lagian gue kan dah izin sama gak masuk sekolah, jadi kemungkinan gue bakal pulang setengah bunda sadar dan dan bisa di bilang kondisi yang sudah baikan." Jelas Mita dan rak lama kemudian muncul dua cewek dengan keempat tangan yang penuh dengan bawaan
"Lo pada mau pindahan atau mau ngekos sih?" Tanya Bella sambil mebantu Amel yang tampak kesusahan dan keberatan membawa saat membawa beberapa kantung plastik di tangannya.
__ADS_1
"Menurut lo?" Tanya Amel belik. "Mau melamar Deni," Jawab Dira degan senyum lucu. "Ajaran mana tuh, biasnya yang melamar lakik lah ini binik!" Ujar Bella ikut menyambung. "Belum nikah, masa ia lakik binik, asing banget dah di telinga gue!" Ujar Amel lagi.
"Udah deh, kalian semua jangan terlalu ribut, ini di rumah sakit, bukan di rumah sakit jiwa!" Ujar Mita dan mendapatkan tatapan dari ketiga nya. ketiga nya memeluk Mita dengan kasih sayang, "Ya udah gue balik ya!" Bella berlalu setelah mengucap kan nya. tinggal lah dua orang yang berada di sini, Mita dan Dira, jika Amel ia sedang pergi ke kamar mandi.
Di tempat lain, Bayu sedang menjambak rambut nya pfustasi, ia kira keadaan akan berubah, naman ia salah. Rika mangkin hari mangkin bertindak sesuka hatinya. "Napa lo?" Tanya Deni yang baru saja tiba di markas.
"Biasa Den, masalah Rika!" Jawab Eka dengan wajah kasihan melihat Bayu.
"Oh. kirain tah apa!' balas Deni degan mendudukka pantatnya di lantai. "Bege lo, pake kirain tah apa? emang lo kira masalah sepele gitu?" Tanya Eka dengan menepuk pundak nya Deni pelen.
"Pala lo peang, bodo amat segala, emang lo kira main petak umpet gitu. dengerin gue, Kali ini Rika keterlaluan banget sama Bayu. dia selingkuh sama sepupunya_ Yang gak jantan itu, ais gue merinding deh lit Rika yang cantik bisa di dapetin sama Sepupu yang kaya tai!"
"Gue belum selesai, kok lo potong sih, emang lo pikir ini kue ultah apa, siap di tiup berjalan di potong," Ujar Eka lagi.
__ADS_1
"Udah deh, lo mangkin buat gue pusing aja, bukan cari solusi malah nambah penuh otak gue aja!" Ujar Bayu sambil mulai menuruni anak tangga. "Wuihh.. sensi juga ya, tuh anak!" Ujar Deni lagi, kali ini deni mendapatkan pelototan dari Eka. "Sekali lagi lo ngomong gue hajar lo!Ancam Eka dengn wajah yang sudah di tutupi dengan raut kesal. "Bodo amat, emang apa peduli gue!" Jawab Deni dengan wajah tanpa dosa. Eka langsung mengapit lehernya Deni dengan tak memberikan celah sedikit pun pada Deni, Eka mengerikan tinjuan kecil ke badanya Deni.
...
Dua hari berlalu, Bunda Dewi sudah bisa di rawat di rumah, Mita pun sudah bersekolah seperti biasanya. Saat baru saja ia memasuki kelas. tiba-tiba sebuah tangan menariknya dengan erat, Mita terus berjalan mengikuti orang yang membawa nya.
"Mau kemana?" Tanya Mita dengan menghentikan kakinya secara paksa. orang yang membawa Mita membalik, seketika Mita terdiam, selama dua minggu ia selalu menghindar dari Bayu, Mita takut jika terus bertemu dengan Bayu akan membuat nya tak bisa membuat nya melupakan Bayu, dan yang pasti nya lagi, dirinya akan merasa sesak jika berjumpa nantinya. namun sekarang orang yang di hindari nya sudah berada di depen matanya. "Kenapa menghindar dari gue?" Tanya Bayu dengan wajah yang terlihat leleh dan kusut. Mita menatap wajah Bayu dengan dengan senyum getir. "Karna lo orang pertama yang buat gue tau cinta Bay, orang yang selalu ada di saat gue lagi susah dan sedih, namun semenjak saat itu, penyebab kesedihan gue terletak pada lo Bay, lo rasun sekaligus penawar buat gue, lo yang buat gue bahagia namun lo juga yang mengguncang kebagian ini Bay, lo manusia yang baik yang pernah gue jumpai, yang pasti alasan gue ngehidar dari lo karena, karna.. gue cinta sama lo Bay!" Mita berucap dalam hati
Mita dapat merasakan jika Bayu sedang mengalami banyak masalah karena Mita sendiri dapat melihat itu dari wajahnya Bayu.
Mita tak menjawab pet Bayu, ia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman erat nya Bayu. "Mitaa.., gue butuh lo di saat saat seperti ini, tapi kenapa? kenapa lo pergi dan selalu menghindar dari gue selama akhir akhir ini? Gue ada salah, katakan Mit, gue bakal minta maaf jika salah gue kelewatan batas," Ujar Bayu panjang lebar.
Mita menggelengkan kepalanya, satu tangannya yang tak di pengeng oleh Bayu di gunakan Mita untuk menutupi wajah nya yang sudah meneteskan air mata.
__ADS_1
Bayu yang tadinya akan banyak mengeluarkan banyak pertanyaan, jadi tertunda perlahan ia elus dengan pelan tangan Mita yang tadi ia tarik secara paksa, dan tanpa di sandari Bayu langsung merangkul Mita di dalam dekapan nya. Mita menangis di dalam dada orang yang yang membuatnya tau akan cinta dan tau akan mati rasa, tangis Mita pecah saat Bayu memukulnya lebih erat. "Mengislah, gue siap menjadi orang yang akan menampung semua kepedihan lo, gue siap Mit..!" Ujar Bayu sambil mengelus elus rambut Mita. bahkan ia juga ikut merasakan apa yang di rasakan Mita. jauh di dalam hatinya, Bayu juga merasa rapuh saat ini, ia memendam semunya dari orang lain bahkan orang terdekat nya sekalipun, dan rah kenapa hatinya mengadu dan meminta jika ia harus mengungkapkan keluh kesah di hatinya pada orang yang sedang sedang berada di pelukanya.