
Setelah seminggu mendapat keanehan dari sang sahabat, Bella mengomel omel gak jelas, sambil menentang semua benda yang ada di depannya.
"Kenapa tuh anak? Kesal banget nampaknya?" Tanya Dira ke Amel yang berada di sampingnya. "Biasa, karena Mita! " Jawab Amel sambil berjalan mendahului Dira. "Mita? Emang Mita kenapa?" tanya Dira bingung dengan dirinya sendiri.
"Woi..! ngapian bengong siang sing ntar kesambet setan baru tau rasa!" ucap Amel dengan ucapan yang selalu gak jelas asalnya, apalagi dengan nada yang terbilang tinggi.
"Siapa juga yang bengong, orang lagi mikir!" Ucap Dira dengan langkah cepat dan sekarang sudah mendahului Amel.
"Si Mita kemana sih? Udah semingguan ini ngilang gak jelas!" Ucap Bella memandang kedua temannya yang sudah berdiri di hadapannya. Di jawab dengan gelengan kepala oleh kedua nya. "Gue heran aja! kemarinnya alesan mulangin buku, kemarin ke kamar mandi dulu, sekarang mah udah ngilang tuh anak!" Ucap Bella dengan tampang yang masih kesal.
"Ah.. iya tadi gue jumpa Eka, Lo dicariin! sono!" Dira menepuk kepalanya setelah mengingat apa yang ingin ia katakan dan beralih mendorong Bella untuk menjumpai Eka. Bella berjalan dengan kesal. "Awas kalo lo boong?" Bella menunjuk Dira dangan kedua jarinya lalu beralih ke lehernya, yang mengisyaratkan akan membunuh Dira jika berani berbohong padanya.
"Mampus lo, kalo bohong!" Ucap Amel sedikit mengejek Dira dan menaku-nakuti Dira, emang sepanjang jalan bersama Dira ia sama sekali tak bertemu dengan Eka, jadi mungkin aja kalo Dira berbohong. "Iri aja bilang? Gak usah pake mamp*s mamp*san, bengek kuping gue dengarnya. Jawab Dira dan meninggalkan Amel yang diam di tempat nya.
"Masa si gue iri? Tanya Amel dengan menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal. "Ta* lo Dira, main tinggal tinggal aja!" Amel berlari mengejar Dira yang sudah jauh dari pandangan.
Mita baru saja memberikan pesanan Ari, setelah tiga kali berbolak balik ke kantin karana Ari yang pesan tidak sekaligus. "Kenapa gak dimakan?" tanya Mita melihat Ari yang hanya melihat makanan di depannya. "Udah gak selera makan!" jawabnya enteng tanpa beban. Rasanya saat ini ia ingin menjerit histeris mendengar perkataan Ari barusan. Dari semua makanan yang ia belikan tak ada satupun yang masuk ke Mulut Ari.
Mita mengambil semua makanan dan minuman di depan Ari, dengan wajah kesal. dan berjalan meninggalkan Ari sendirian. "Mau dibawa kemana minum gue?" Tanya Ari dengan tatapan datar. "Buang!" jawab Mita asal dan kembali jalan menjauhi Ari. "Kok dibuang kan gue belum siap minum?" tanya Ari pelan tapi terdengar jelas di telinga Mita.
"Tapi gak selera?" Ucap Mita masih kesal. Ari berdiri dari duduknya tangan kirinya menyimpan ponsel di saku celana nya, sedang tangan kanannya mengisyaratkan agar Mita mendekatinya.
"Apa?" tanya Mita paling benci dengan isyarat seperti itu. Dengan cepat Ari mendekati Mita yang masih diam dengan mimik kebingungan. "Ari mengambil semua makanan dan minuman di tangan Mita. "Ayo!" Ajak Ari mendahului Mita yang berjalan berbalik ke tempat semula.
"Bella..! tolongin gue!" Ucap Mita dengan jeritan di hatinya. "Perlu gue susul, baru mau kemari?" tanya Ari dengan mulut yang sudah penuh dengan makanannya.
__ADS_1
"Mita menyengir melihat Ari yang makan dengan lahap nya. "Dasar, tadi sos gak selera, sekarang makannya melebihi batas."
"Sok gaya!" ucap Mita ankhirnya sebelum Ari menyuruh nya duduk.
"Gak usah ngomel, sakit kuping gue! sini!" Ari menepuk tempat di samping nya. Kali ini Mita mengerti arah jalan maksud Ari, dia udah biasa dengan gerakan itu.
"Minum?" Mita memberikan minuman ke Ari, bukanya mengambil malah memajukan mukanya ke minuman yang dipegang Mita. Mita menghela nafas kesal. "Kaya bocil aja!" Walaupun masih kesal Mita tetap saja memegai minuman untuk di minum Ari.
Aaak..
"Udah kenyang?" tanya Mita yang melihat Ari yang sudah merigak kekenyangan, dengan mata yang terpejam, sambil menyandarkan badannya ke tembok. "Mungkin bawaan kenyang sampe ngomong pun yang susahkan!" Mita menggeleng dan bangkit dari duduknya. "Ke kelas luan ya kk, udah bel!" Tanapa menunggu jawaban Mita langsung berlari menuju kelasnya.
Bella mengacak pinggang dan mengoyang goyangan kaki kirinya, sudah sedari tadi ia menunggu Mita di depan kelas Mita. "Dari mana?" tanya Bella setelah melihat Mita berlari tanpa melihat ke arahnya. "Astaga!"Mita mengelus elus dadanya setelah mendapat panggilan dari Bella.
tanya Bella ulang. "Gue?" tanya Mita setelah melihat ke belakangnya yang ia pikir kalau Bella berbicara dengan orang dibelakangnya tapi setelah melihat tak ada orang ia menunjuk dirinya. "Bakal naik tinggi gue, kalo Mita gini terus, gak ada koneknya"
"Ngapain disini?" Tanya buk Rosa yang akan masuk ke kelas Mita. "Eh.. ibuk! ini buk mau ngembaliin uang ke Mita, bentar ya buk?" ucap Bella beralasan. Mita menggeleng mendengar Bella berbohong. "Ntar main, ke tempat biasa?" Bella berucap dan langsung masuk ke kelasnya.
"Di kelas. Bayu berkali kali melihat ke arah pintu. Ia menunggu Ari masuk ke kelas, sedari pelajaran pertama sampe ini Ari gak ada keliatan, "Alah gak usah ditungguin lo Bay! kalo udah bosan, kan balik juga! gak bakal ilang juga! tasnya masih nempel!" Ucap Adel yang merasa Bayu terlihat gelisah karena tidak adanya Ari. "Lo gak ngerti Del..!" jawab Bayu dan kembali membenari kursinya ke depan, karena sudah ada guru yang masuk ke kelasnya.
Ari tertidur dengan keadaan terduduk, ia merenggangkan tangannya ke depan sekadar menghilangkan rasa sakit di tangan dan dikepala. Diliahatnya jam ditangan kirinya "Jam satu!" Ari berjalan dengan lemas menuju ruang kelasnya.
Setelah pertanyaan demi pertanyaan dapat di jawab oleh Ari, akhirnya Ari diperbolehkan masuk ke kelas. Bukan hanya satu atau dua orang aja yang bertepuk tangan, tapi hampir seisi kelas bertepuk tangan menjawab pertanyaan yang baru saja dijelaskan saat ini oleh Pak sofya.
"Gue, kira Ari gak bakal tau, gue sempat gak percaya waktu Ari jawab! Apalagi pertanyaan nya baru aja baru aja dibahas sama Pak Sofya, Serasa udah nempel aja di otaknya, padahal dia gak baru aja masuk!"
__ADS_1
"Tipekal cowok idaman, walaupun sering bolos di jam pelajaran, tapi itu bisa diatur soal belakangan, G**ood deh buat Ari."
''Gue yang serius dengerin penjelasan dari tadi, cuma numpang lewat doang di otak gue, gak ada nempel nempel nya sama sekali, Tapi pas dengerin suara Ari yang jawab dengan caranya ngebuat gue jadi nyambung sedikit sedikit."
"Mulai deh! Baru liat gituan doang udah jadi bahan omongan, bahan banggan. Padahal itu semua gak ada sama sekali!" cerocos Adel yang kesal dengar pujian untuk Ari.
Puk..
Puk..
" Perhatian! perhatiin bapak menjelaskan!"
semua siswa/i mulai kembali pokus mendengar kan penjelasan Pak Sofya, tapi berbeda dengan Ari yang kembali melanjut kan aktivitas tidurnya..
•
"Ingat Beb! bakal gue tagih ntar malam!" Ancam Bella dan meninggalkan Mita yang masih menunggu di depan gerbang. "Luan ya, beb..!" Bella menyapa Mita ketika baru saja melewatinya. "Dasar! pas ngobrol sama gue, ngekang-ngekang, eh pas ama doi aduh jauh dari prediksi gue!" Mita melihat Dira yang mengomel omel tentang Bella.
"Loh! gak bareng Amel baliknya?" Mita bertanya ketika melihat Dira yang kelihatan menunggu jemputan. "Tu..!" tunjuk Dira dengan mulutnya. "Oh.." ternyata Dira menunggu Amel di gerbang. "Luan ya Mit!" Dira dan Amel kompak menyapa Mita, tampak pertengkaran di antara keduanya, merasa gak terima kalo di katain kompak.
"Aneh Ya? Seharusnya bagus kalo kompak! ini malah adu mulut mencari masalah di antara keduanya saling teduh menuduh!" Mita tertawa kecil setelah mengatai Dira Dan Amel.
"Masih mau liatin orang pulang atau pengen di naikkan?" tanya Bayu sambil memberikan sebuah helm. "Udah!" Sekarang Mita sudah berduduk di belakang Bayu. dan kini keduanya sudah mulai melaju menuju tempat tujuan. Sebelum pulang sekolah Bayu sempat mengirim pesan ke Mita, agar pulang bareng dengannya, Mita langsung menerima ajakan Bayu. karena sebelum sebelumnya Mita sering menolak, mungkin ini saatnya untuk bisa lebih dekat dengan Bayu.
"Bay..! ini kan lain arah?" Mita sedikit was was melihat arah jalan yang berlawanan arah yang Bayu bawa. "Apa?" Bayu menjerit tak mendengar ucapan Mita barusan.
__ADS_1