Brother And Love

Brother And Love
bab59- danau


__ADS_3

Mita terus tersenyum melihat sekitarnya, "Makasih, Bel!' ucap Mita lirih.


Bella menaikkan kedua alis sebagai jawaban. "liat tuh, si Amel kaya orang bod*h, celinga celinguk gak jelas," Ucap Bella dengan cekikikan melihat tingkah Amel.


"Kok sendiri Mel?" Tanya Mita yang melihat Amel celingak celinguk gak jelas.


"Astaga' biasaan deh, ngagetin" ucap Amel dan langsung memperbaiki bajunya.


"Biasa, si Malming ngapel sama Prans." jawab Amel dengan muka kesal.


"Di sini bawaannya panas, gak baik lama lama, buat hati gue meronta!" Amel menginginkan cepat pergi dari tempat ini.


"Lebai, lo. biasa aja kali!" jawab Bella malas. "Tapi gue iri" Ucap Amel pelan. "Iri gak ada pacar, atau iri sama gue?' tanya Bella.


"Iri gak ada pacar, benar. Iri sama lo, kaga lah' gak ada yang bisa di iriin dari orang kaya lo!" Ucap Amel dengan iringan tawa kecil.


Mereka saat ini ada di taman, setiap hari tempat ini selalu ramai, apalagi malam, taman ini lebih terlihat lebih indah, apalagi jika bulan purnama. Mita dan kedua temannya berada di depan danau yang tak hanya terlihat satu satu saja yang berlalu lalang.


"Gue jadi rindu sama Dina" Saut Mita dengan ekspresi murung, "Gue juga, dah lama tuh anak gak ada kabar." Jawab Bella.


"Ngomongin apa sih, gue gak mudeng?" Tanya Amel dengan tatapan bingung.


"Di kasih tau pun, gak bakal tau!" Jawab Bella, yang mulai ikut duduk bersama Mita dan Amel.


"Hiss.. gue nanya Mita, bukan lo!" Jelas Amel ke Bella. "Udah ih, gak usah berantem. gak enak tuh diliatin! " ucap Mita meleraikan kedua temannya.


"Lo kok gak ngapel sama Eka?" tanya Amel yang memang paling kepo.


"Kenapa, lo pengen liat gue ngapel di depan lo?" Jawab Bella dengan nada pelan. "Gak gitu sih bel, cuma kepo aja, gue liat lo main terus sama kita, apa doi lo gak bosan gutu."


"Eka, bukan kek lo, yang banyak bosanya. dan gue rasa gue gak perlu bilang kan kapan gue ngapel sama Eka, itu privat." Jelas Bella dengan nada kesal.


Sedang Mita, sedari tadi masih sibuk sendiri dengan ponsel nya, gak mau menau apa yang di jadikan pembahasan di antara kedua temannya.


"Permisi kak, mau beli sate, bakso, ek campur, es teh juga ada!" jelasnya menawarkan. "Bella dan Amel yang masih sibuk berdebat gak jelas langsung diam, begitu juga Mita ia langsung memandai anak kecil itu yang membawa penuh makanan dan minuman di tangan nya.


"Berapa an dek?" Tanya Mita sambil berdiri dan menyeimbangi tinggi adek itu. "Yang mana kak?" Tanyanya, sambil menunjuk kan satu persatu yang menjadi tawarannya.


"Kalo sate, bakso dua ribuan pertusuk, kalo minumannya serba lima ribuan kak." Jelasnya ke Mita. Mita mengelus puncak kepala anak kecil itu.

__ADS_1


"Ade jualan nya sendiri? ha.. " Mita menaik turunkan alis seraya menunggu jawaban dari orang di depannya.


"Sama temen kak tapi misah!" Jawabnya dan tak hilang dari senyum. "Masih sekolah kan?" Tanya Mita lagi.


"Masih, kelas tiga Sd, " Jelasnya lagi. Bella dan Amel ikut mendekati anak kecil itu, "Kalau kakak beli semuanya, jadi berapa?" Tanya Bella saat sudah berdiri sejajar dengan anak di depannya. Tampak mata serta tangannya yang sedang menghitung.


"Pas seratus," ucapnya setelah selesai menghitung. "Coba kita hitung ulang ya!" Pinta Amel dan mulai menghitung ulang. "Baksonya sebelas tusuk, satenya enam belas tusuk. teh nya enam, es campur nya satu, dua.. sebelas, hitung Bel," Perintah Amel agar Bella menghitung.


"Seratus tiga sembilan", jawab Mita cepat tanpa menggunakan kalkulator di ponsel nya. "Iya, benar." Ucap Bella setelah selesai menghitung dengan kalkulator.


"Hhmm.. kan, hampir aja rugi." Ucap Mita dengan mencubit hidungnya. "Sakit kakk" omelnya. Bella dan Amel tertawa melihat kejahilan Mita dengan anak kecil.


"Jadi kan kak, borong semua?" tanya nya mematikan. "Mita menjawab dengan kacungan dua jempol miliknya.


"Nama adek siapa?" Tanya Mita saat membantu membungkus kan sate dan bakso.


"Hairul," Jawabnya sambil terus pokus dengan dagangannya. "Bohong, tadi udin," jawab Amel. "tadi lagi bayu," jawab Bella ikut menyambung.


Mita menikan sebelah alis setelah mendengar keluhan dari dua temannya itu. "Hayo.. kagak boleh bo'ong. Nanti kakak kakak nya marah mau?" ucap Mita sambil mengambil bungkusan plastik yang sudah berisi bakso dan sate.


"Kalo jualan panggilan nya, hairul, kalo dirumah panggilan nya udin, kalo di sekolah panggilan nya Bayu." Setelah mengatakan itu anak yang memiliki tiga nama di tempat berbeda itu pun langsung merampas cepat, uang pemberian dari Bella.


Mita tersenyum kecil menyadari tingkah hairul di depanya. "Kalo bigini jualan, apa gak di tipu hairul sama orang jahat?" Tanya Bella, yang mendapat jawaban dengan gelengan kepala.


"Sini," Mita mengambil kembali uang yang tadi di berikan oleh Bella. "Yang kiri uang hasil jualan tadi, yang kanan uang jajan untuk adek," Jelas Mita dengan mengerak gerakkan tangan Hairul.


"Maksudnya yang kanan, untuk adek?" tanya nya lugu. "Iya!" Jawab mereka kompak.


Setelah itu anak kecil dengan panggilan Hairul itu pun langsung berlari tah kemana, "Jadi demen nya Mita, Sama bocil ya!" Tungkas Bella setelah anak tadi menghilang dan tak terlihat lagi.


Mita menjawab dengan angkatan kedua tangan nya dan bahunya, seakan acuh saja menurutnya.


"Kalo Mita sama bocil, nah kalo Bella selera nya ngerih nih, sama Om.. om.. " Ucap Amel yang langsung mendapat kan lembaran sepatu dari Bella.


"Sengong lo, rada gak waras, biasa bawaan jomblo jadi ngelindur omongan lo!" Jerit Bella yang mendapat gelengkan kecil dari Mita.


"Kaum jomlo rada tersinggung nih!" Ucap Mita dengan suara sengaja di kesal kesal kan.


"Lo gak termasuk Beb. ini jomlo nya khusus untuk.. " 'Amelll.' Jerit Bella saat mendapat lemparan sepatu dari Amel. yang gak lain sepatu miliknya sendiri.

__ADS_1


"Hahaha.." Amel sengaja mengejek, dan memanas manasin Bella. "Suasana di sini dingin ya, tapi bakal panas kalo udah urusan sama duyung darat kek lo!" ucap Bella dengan tatapan masih tak lepas dari Amel.


"Astaga, udah deh Bel, kagak usah di ladani, mending kita bagiin ini dulu yuk?" pinta Mita yang langsung pergi duluan. dan Bella pun mengintil di belakang Mita


"Gila.. cuma bagi'in beginian, kaya bagiin sembako aja!" Ucap Amel dengan gaya capeknya. "gak perlu waktu lama, sekali sebar langsung meluas nih namanya." Saut Bella yang ikut duduk di samping Amel. Sedang Mita tapak biasa biasa saja.


Mita memejamkan mata, dan merasakan rasanya danau di malam hari. "bundaaa.." Jerit Mita saat di kagetkan oleh seseorang cowok yang gak lain dan pasti adalah Bayu.



Bayu berniat ingin membeli makanan pinggir jalan di dekat taman. Berhubung jarak antara taman dan ramah nya pun tak terlalu jauh membuatnya ingin langsung ke tempat tujuan.


Sesampai nya di taman, matanya risih melihat banyaknya orang pacaran, bukan risih akan iri akan tetapi merasa risih karna pacaran mereka bisa di bilang terlalu berlebihan.


"Saat menunggu antian mata bayu tertuju pada seseorang yang sangat ia kenali, "Mita," Ucapnya tanpa sadar, dan langsung berniat mengikuti arah kemana tujuan Mita.


Awalnya Bayu sempat khawatir melihat Mita yang seorang diri. tapi khawatir nya menghilang ketika melihat Bella dan Amel yang juga bersamanya.


"Hampir gue culik lo di sini, kalo sendirian, tapi lo masih untung kok, masih ada yang pawang nya!" Bayu mengikuti kemana Mata berjalan, senyuman tak pernah hilang saat melihat Mita yang tertawa saat berbagi mekanan dengan orang orang.


"Sifat lo kenapa bisa mirip banget sih sama Rika," Bayu berucap sambil mengingat wajah Rika yang sempat terlewat di ambang kepalanya.


Langkah Bayu terhenti ketika Mita juga berhenti, Bayu melihat gerak gerik Mita dari jarak yang tak terbilang jauh, "Menarik!" tanpa tau Bayu melangkah kan kakinya menuju ke arah Mita.


Mita memejamkan mata dan merasakan rasanya danau di malam hari. "Bundaaa.. " Jerit Mita saat di kagetkan oleh seorang cowok gak lain dan pasti ialah Bayu.


"Sendiri?" tanya Bayu, dan ikut berdiri beriring dengan Mita, sejujurnya Bayu tau kalau Mita bukan sendiri an, melainkan bersama dengan kedua karibnya. Mita menggeleng sebagai jawaban.


Tampak angin yang kencang membuat rambut Mita yang bisa di bilang panjang itu ikut beterbangan mengarah arah angin, walaupun rambutnya di ikat, tak menjadi halangan untuk agin membawa rambut Mita.


Kedua nya diam menikmati angin malam di danau ini bersama, "Lo sering kesini?" ranya Bayu membuyarkan keheningan di antara keduanya.


"Sering, tapi dulu. jauh sebelum tempat ini seindah ini," jelas Mita dan sekarang tanpa tau Mita memandangi wajah Bayu dari samping.


"Jangan di liatin, ntar lo bisa suka!" Jawab Bayu masih dengan tatapan ke depan.


Mita tertawa mendengar ucapan Bayu barusan. "Bay.. gue baru sadar kalo model rambut lo, keren juga ya!" Mita masih tertawa saat melihat rambutnya Bayu.


Bayu meraba rambutnya, dan ikut tertawa ketika menyadari jika ia baru saja pangkas sore tadi.

__ADS_1


Kasih dukungan dong, beri like, vote, dan komen, makasih buat yang baik.


__ADS_2