Brother And Love

Brother And Love
bab 3- telat 1menit..


__ADS_3

***


" Mita, dan Bella terbangun kesiangan, mereka terbangun karna suara gedoran pintu yang kuat. yang ternyata bik susi nyebangunin mereka.


" Mereka gelagapan karna jarum jam menunjukkan pukul 06.42 wib.


itu artinya mereka gak punya banyak waktu.


"Bel, lo mandi di sini aja!" ujar Mita menyuruh Bella agar mandi di kamar saja.


"Jadi lo dimana mit?" tanya Bella balik.


"Gue mandi dikamar mandi dapur.


gue bawak baju ganti sekaligus biar cepet."


"Oke, cepetan Mit entar kita bisa telat loh!


"Lo juga cepetan, Mita mendorong Bella ke kamar mandi. Mita tau, sahabatnya itu pasti gak akan langsung mandi. Melainkan main air, atau malah tidur lagi di kamar mandi. Jadi ia akan pergi setelah dengar suara Bella mandi.


Mita berlari kebawah dengan keburu-buru.


Setelah keduanya selesai mereka kebawah dengan terburu-buru. "Non, sarapan dulu non baru pigi." Ucap bik susi mengingatkan. "Gak sempet bik bungkus aja ntar disekolah makannya!" Jawab Mita lagi.


Mita masih bingung gak biasanya bunda gak nanpak dah jam segini, atau bunda udah pigi ?! karna dirasa penasaran mita pun bertanya ke bik susi.


"Bik. bunda, kok gak keliatan dari tadi?" Tanya Mita kepada bik Susi.


"Udah pigi non, pagi tadi sempat kekamar non. berhubung non belum bangun jadi pigi duluan non."


Mita berjalan dengan kesal, karna bundanya udah pigi luan. Selesai memakai sepatu dan mengambil bekal dari Bik Susi, Mita dan Bella pamit ke sekolah.


"Pak de jalan pak?" Perintah Mita dan Bella berbarengan.


"Iya non" jawab Pak De dan kini sudah mulai menghidupkan mobil milik nya.


Bella, dari tadi sibuk memperbaiki duduknya, mungkin bukan karna tak nyaman tapi khawatir akan terlambat. Sedangkan Mita masih terlihat santui seakan tak takut akan kerlambat.


"Mit, gimana kalo kita terlambat? "


"Gak, gue yakin gak kita nyampe lima menit lagi, gue yakin pasti kita masuk kok, tenang aja" dan lagi Mita berbicara seakan tanpa rasa takut. yang dari tadi hanya melihat jam di tangannya."


"Pak de, balapkan sikit pak?" Omel Bella dengan muka masam nya.


"Iya non. ini dah paling balab loh non ?!"


"Gak papa kok pak yang penting kita bisa masuk pak?" sambung Bella yang merasa gak karuan dan takut terlambat, kalau sempet terlambat mah bisa ribet urusannya. "apalagi nih hari senin" Sebel Bella ke dirinya sendiri dalam hati.


"Mit, kalo kita terlambat kira-kira kita diapain ya?"


Mita sedikit mikir tapi gak lama kemudian ia melontarkan pikirannya, "mungkin bersihin gudang, nyelapi kaca ruang guru,atau yang lebih parahnya lagi disuruh nyapuin belakang sekolah." Mita berkata dengan sedikit mengada-ada.

__ADS_1


"Tapi gak ada bersihin wc kan Mit?! "


"Hahaha... Mita tertawa, gue juga gak tau Bel, apakah hukuman bagi yang terlambat seperti itu, atau gak. Lo kan tau sendiri gue gak pernah telat apalagi yang berurusan sama namanya sekolah !


mereka pun sampai. "Mit, cepetan liat tuh mau ditutup gerbangnya". keluh Bella yang dari tadi gak henti -hentinya mandangin gerbang.


"Sreet.. pak.. pak.. pak.. bukain dong pak kan masih telat 1 menit ya kan mit?!" ucap Bella sedikit gak terima akan telatnya. "Iya, pak tadi jalanan sedikit macet pak jadi kita boleh masuk kan pak?" Kini giliran Mita yang ikut membujuk.


"Gak bisa, walaupun 1 menit, ya kalo terlambat ya terlambat namanya." Pak asep, seorang penjaga gerbang sekaligus guru piket ini emang terkenal disiplin.sangking disiplinnya satu menit pun dihitung. tapi hanya mereka berdua nih kayak nya yang terlambat. soalnya hanya mereka dua yang diluar.


Tapi pemikiran Bella salah. satu persatu murit pada datang. Mita, dan Bella sepet saling pandang-pandangan karena gak percaya sangking banyaknya murit yang telat.


"Syukur deh" Ucap Bella mengelus dada nya.


"Apaan bel?" Tanya Mita bingung. "Kayak nya bakal banyak nih ya dihukum. Bella tersenyum licik seperti memiliki sebuah ide.


"Lo jangan mikir yang aneh aneh deh bel!"


Mita mendekati Bella lalu memegang tangannya.


"Ih, gue tuh lagi mikir...,bella berjalan menjauh dari murid-murid yang terlambat, sambil membawa mita untuk ngomongin misinya.


Tapi Bella berhenti ngomongin misinya karna meliat seseorang yang tak asing berjalan melewatinya.


"Bel, kok berhenti sih. kenapa?" Mita melihat Bella dengan penuh selidik. karna tiba-tiba Bella berhenti mendadak, seperti nyeliat sesuatu yang membuat sahabatnya itu senyum -senyum sendiri. mita jadi geli nyeliat ekspresi bella yang cepetan berubah sikap.


" Mita, langsung menuju sumber arah bella melihat. tapi dengan cepat bella mencubit pipi mita. yang nyebuat mita mati rasa.


seakan bukan pipi yang di cubit melainkan bakpau kesukaan Bella.


"Sakit tau Bel!" Mita gak henti-hentinya nyelus pipinya yang serasa dipanasin pake tangan pedas Bella. "Lagian gue gerem nyeliat pipi lo kok bisa setembem itu"


"Bentar ya beb gue angkat telpon dulu. Bella sedikit menjauh dari Mita. seakan menyembunyikan sesuatu dari Mita. Mita awalnya penasaran dan ingin nyuping Bella, tapi dia urungkan karna nyelit murit yang banyak banget yang telat.


"Ka, kamu liat gue kan". Bella berbicara dengan suara pelan. karna gak mau Mita sampai kedengaran.


"Loh, kamu terlambat juga?" Tanya Eka.


"Iya, kita bangun ke siangan mungkin karena semalam kelelahan." Bella sedikit curhat. "Kamu sendiri kok bisa telat?" Tanya Bella balik.


"Eka sih, sedikit mikir lalu nyejawab,karna nungguin Deni. tapi hampir sama juga sih bangun kesiangan, hehehe..."


"Masaknya kita tuh cuma telat satu menit tapi gak dibolehin masuk sama pak asep.


apes banget kan?" Curhat Bella ke Eka.


"Tenang aja Bella sayang ntar pas dibuka tuh gerbang langsung nuju kelas ya". Eka bersuara dengan nada kelembutan yang ngebut Deni disampingnya merinding dan ketawa kecil.


"Maksudnya gimana sayang," Bella nyebalas dengan suara yang gak kalah lembut yang nyebuat mata orang disebrang terus nyeliatnya.


"Eka dah urus.pokoknya begitu gerbang dibuka langsung menuju kelas aja, eka jamin gak bakal kenapa-napa kok" Eka berusaha meyakinkan Bella.

__ADS_1


"Oke, deh. makasih ya udah nye-bantuan Bella."


''Iya, sayang "


"Ya udah. Bella tutup telponnya Mita dah nungguin tuh!"


"Iya, sayang". lagi-lagi deni yang disamping hanya tersenyum kecut sambil nyoceh "iya sayang.. iya sayangg.. masih 2 minggu aja udah sayang-sayangan apa jadinya dua bulan kedepan. mungkin panggilannya udah mami papi kali yah." deni sedikit mengundang eka dan bagaimana responenya sambil ketawa-ketawa gak jelas. "


Gerbang pun dibuka Seperti saran, Bella dan Mita menuju kelas masing-masing.


"Ka, thank ya udah nyebantuin kita." Bella mengirim pesan sebelum memasuki ruang kelasnya.


Tanpa nunggu dibalas bella langsung menyimpan hpnya lalu melambaikan tangan ke arah Mita. begitu juga Mita mereka seperti akan berpisah lama. lebai ya. hehe..., becanda.


Semua mata menuju Bella. mungkin mereka heran atau apalah. "Kenapa?" Bella bertanya dengan nada kesal. "Bel! " panggil Amel sambil menunjuk bangku kosong disebelahnya.


"Duduk disebelah gue aja. gak ada yang duduin kok." Ucapnya lagi. Bella berjalan mendekati Amel dan langsung duduk. "Eh kok gue asing banget ya sama mereka semua?"


"Gue ya sama kek lo. waktu gue masuk. ih pokoknya gue kayak anti nyamuk. gak ada yang kenal. tapi gue cepet kok dapet teman." Jelas Amel.


"Ayok. lo kenalan dulu sana mereka". Amel langsung berdiri dan narik baju bella menuju depan kelas. "temen-temen kenalin ini bella dia satu kelas waktu kls 10 sama gue." Amel memperkenalkan Bella seakan Bella kaku panggung.


"Biar gue aja yang kenalan sendiri." Bella sebel karena Amel sok dekat dengannya. Amel melepas genggaman Bella perlahan.


Bella tampak mengatur napas, tak lama kemudian Bella mulai memperkenalkan dirinya sampai nomor telepon pun di beri tahu.


Waktu istirahat pun tiba, Bella sempat berkenalan ke beberapa orang tak lama kemudian langsung menuju kelas Mita bersama Amel.


Mita dan Bella pergi ke tempat biasa. sedangkan Amel dan Dira ke kantin. Amel cewek tinggi idung mancung mata sipit kulit sawo matang, anak ke 2 dari tiga saudara.


Dira, cewek centil dan paling kepo sama hal yang berhubungan dengan sekolah. dia memiliki banyak teman. anak terakhir dari dua saudara. cirinya kebalikan dari amel hannya saja keliatan sedikit tomboy. karena gaya rambut nya yang dianggap aneh. dia sering disapa dikes gak tau tah siapa tuh yang namain tapi dianya biasa aja gak keberatan dipanggil dikes malah dia senang. "


"Loh, kok bawak buku banyak banget mau diapain?" tanya Bella pada Mita. "Mau di mutilasi biar gak keliatan banyak!"


"Mau dibantu gak mutilasinya" Bella berbicara dengan sedikit diseram-seramkan.


lalu mencubit-cubit Mita sampai Mita kewalahan Bella baru berhenti. "gimana gue mutilasi lagi?" tanya nya.


"Yang dimutilasi tuh bukan gue Bella tapi bukunya". Mita berbicara sedikit tersengkal-sengkal sambil membuka buku.


"Mit, pr lo sebanyak ini?" tanya Bella heran padahal kan baru beberapa hari masuk sekolah.


"Iya" Jawab Mita pelan. "Gue tinggal dulu ya, gue kebelet pipis." Ucap Bella dan berlari meninggal kan Mita sendiri.


"Jangan lama ya bel!" Ucap Mita yang terdengar meminta. "iya mita sayang, gue gak lama kok." Ucapnya di sela langkahnya.


"Tak lama setelah kepergian bella, mita dikejutkan oleh kedatangan klara dan dua teman nya yang membuat Mita sedikit takut, mita tak berani melihat mereka bertiga. tangannya gemetar, mulutnya kaku, badannya lemas seakan tubuhnya sudah diatur untuk itu.


...Buat kalian yang udah baca ini novel kasih like, komen, dan favorit dan vote bagi yang baik, tapi kalo enggak juga gak papa, di baca aja udah semangat 😙😙...


...kasih kritikan dong.....

__ADS_1


......ditunggu ......


__ADS_2