Brother And Love

Brother And Love
bab44- Bodoh..


__ADS_3

Tawa Ari yang sempat lucu melihat Mita, langsung tertunda akibat keluhan Mita yang memijat mijat kakinya. "Mending kita ke rumah sakit aja! kaya gini gak bagus dibiarin, walaupun cuma ke gores bisa bahaya. ini aja udah bengkak" Tunjuk Ari ke lutut Mita.


Sejujurnya Mita juga ingin kerumah sakit, berhubung hatinya kesal, atas kejadian di jalan tadi mita menunda ke rumah sakit. dan lebih memilih duduk di depan rumah sakit.


Mita diam sesaat, lalu mengangguk mengiyakan. berhubung Mita susah berjalan jadi ia sedikit di papah oleh Ari. di tambah penglihatan nya saat ini buram. ia hanya dapat melihat di dekatnya saja dan mengikuti arah Ari membaca nya.


Sekarang Mita berada di ruang tunggu! sedang kan Ari ntah kemana. sejak tadi menghilang tanpa bekas. Mita mendesis kesal, ketika membuka kertas rumah sakitnya yang sudah menyatu semua tulisnya. " Kalo gini gimana cara bacanya? " tanya Mita sambil membalik balikan kertas tersebut.


Mita memandang Ari bingung, Ari memberikan sebuah plastik berwarna transparan yang dapat dilihat jika itu baju. Setelan di buka terdapat handuk kecil, dan sepasang bayu di berikan oleh Ari ke Mita, Mita memandang Ari di sampingnya, Ari sudah memakai bayu ganti dan sekarang pokusnya ke ponsel di tangannya.


"Gak usah serius kali liatin nya! ntar jatuh cinta" Ucap Ari memandang Mita di samping nya. Mendengar itu mita menelan salipanya susah payah. " Bu-bua.. ucapan Mita terpotong ketika Ari sudah berdiri dari duduknya. "Iya itu buat lo!"


Mita tersenyum melihat Ari yang ternyata peka atas dingin nya dirinya saat ini. "Melihat Mita yang hanya tersenyum dan meratap nya terus, membuat Ari merasa risih.


"Mau di pegang aja tuh baju? atau perlu gue buang ke sampah!" ucap Ari menekan setiap kata katanya. mendengar itu Mita langsung menggeleng, "Jangan dibuang sayang!" jawab Mita yang sudah mengerutkan kening nya.


"Trus lo mau diobati dalam keadaan basah gini?" tanya Ari lagi. Mita berfikir sejenak dan menggeleng. "Enggak lah! yang ada disuruh ngeringin baju dulu baru boleh di obatin" ucap Mita dengan mimik polosnya.


"Nih anak terbuat dari apa sih? Lola banget jawabannya" kesal Ari ke Mita. "Gue mau ganti tapi kaki gue sakit!" ucap Mita dengan suara pelan.


Tanpa pikir panjang Ari langsung menggendong Mita dan berjalan menuju kamar mandi. Mita kaget bukan main, "tu-turuni gu-gue kak!" ucap Mita terbata. Ari hanya diem aja, dan malah mempercepat langkah nya. Mita meronta melihat kelakuannya Ari padanya.


"Diem, atau gak gue lepasin dari atas!" Ancam Ari ke Mita yang sedari tadi beberapa orang yang dilalui nya mengatainya. Mita langsung diam. "Kalo gue jatuh otomatis pasti pinggang nya sakit! kalo gue sakit, gue gak bakal bisa jalan pastinya!" Mita pun menurut akan ancaman Ari tadi .


"Gue tunggu dua menit! kalo gak keluar juga gue tinggal!" dan lagi Ari mengancam Mita. Mita langsung menutup pintu dengan keras. "Kalo lo bukan kakak gue! udah gue adukan ke Bella." Cie.. si tukang ngadu! @ Mita

__ADS_1


Mita melotot melihat pakaian dalaman yang juga dibeli oleh Ari. Sejujurnya ada rasa kesel saat ini, tapi tanpa pikir panjang Mita langsung memakainya. "Kok bisa pas ya!" pikir Mita merasa pas akan pakaian dalam yang di beli oleh Ari. Sempat merasa kesusahan saat membuka celana apalagi Mita memakai celana jean, tapi dengan sedikit tenang akhirnya bisa ia lepas. Sesuai ancaman Mita membuka pintu kamar mandi tepat dua menit lewat tujuh detik. Samar samar Mita melihat Ari. Dan sekali lagi Mita dibuat kesel melihat Ari yang sudah mendahului nya berjalan.


"Kak.. " panggil Mita sedikit menjerit. Ari langsung menghentikan langkah nya, tanpa berniat membalik kan badan. Ari menunggu kata yang akan keluar selanjutnya dari mulut mungil yaitu Mita..


Mita menarik nafas kasar, "Gue cuma lewat tujuh menit! kok main tinggalin aja sih!" cerewet juga ternyata ucap bayu lalu membalik kan bandan dan mendekati Mita.


Bayu tersenyum simpul sesaat melirik ke arah Mita. "Gimana cocok gak!" tanya Ari sambil merangkul Mita menuju ruang tunggu. Mita menghentikan langkah nya, melirik Ari dengan melotot dan kembali berjalan lagi. Apa yang dikatakan Ari benar baju yang ia pakai saat ini terlihat cocok dipakai nya.


Kini giliran nama Mita yang dipanggil Mita tersenyum selebar mungkin melihat dokter Alvin yang berjalan menghampirinya.


"Kenapa?" tanya Alvin yang melihat Mita berjalan setengah pincang. "Jatuh" ucap Mita dan berjalan semangkin dekat ke dokter Alvin.


"Stop..!" Ucap Alvin dan langsung merangkul Mita. " Kalau sakit jalannya jangan cepat cepat, bisa gawat jadinya" Mita mengganguk mendengar kata yang keluar dari Alvin.


"Tap.." Mita tak jadi meneruskan ucapanya karna lebih dulu di potong oleh kak Alvin. "Udah biar kakak aja yang ngobatin, biar sekalian" Dan lagi Mita hanya mengiyakan perkataan Alvin. kini Mita sudah berada di atas kasur rumah sakit, lebih tepatnya di ruang khusus kontrol mata.


"Udah selesai" ucap Mita setelah lampu kearah matanya di matikan.


"Udah!" Jawab Alvin sambil membereskan barang yang berserakan setelah mengobati Mita dan Mengontrol matanya.


Ceklek.. pintu terbuka, Alvin hampir saja menjatuhkan sampah ditangannya, melihat sosok cowok yang seusia dengan Mita menghadang jalannya.


Alvin berhenti dan menatap Ari lekat. begitu juga Ari ia menatap Alvin tak kalah lekat.


Hem.. hem..

__ADS_1


Mendengar deheman keduanya langsung salting, Mita menggeleng melihat tingkah keduanya.


"Kok keluar kan dah kakak bilang di situ aja!" Mita tersenyum kikuk mendengar celotehan dari Alvin. baru saja ingin menjawab sudah lebih dulu Ari berbicara.


"Nih! pesanan lo!" ucap Ari dan langsung membukakan minuman itu ke Mita. Mita tersenyum kecil dan ingin mengambil tapi di cegah tangan nya. "biar gue yang megang?" ucap Ari dan langsung meminumkan ke mulut Mita. Mita tak menolak hanya saja merasa aneh akan sifat Ari padanya.


"Kakak permisi dulu!" ucap Alvin dan langsung pergi. Tapi kakinya berhenti di langkahnya yang kedua, Mita menaikan alis bingung. "Kenapa kak?" tanya Mita binggung. Alvin langsung memakaikan kaca mata ke Mita. "Ini ni jauh lebih bagus dari sebelumnya" lalu berlalu pergi.


Melihat kepergian Alvin dengan cepat Ari memberikan minuman ke tangan Mita. "Manja banget sih lo! adek gue aja gak pernah gue giniin." Mita memasang muka kesal dan malas ke Ari. " Bukanya kakak yang mau meganggi minumannya kok malah gue yang dibilang manja" Ari sudah luan meninggal kan Mita." Gak berubah dari dulu selalu aja ngeselin"


Setelah mendapatkan beberapa obat yang diberikan oleh Kak Alvin, dan vitamin. Mita pun menelepon Pak dede untuk menjemput nya di rumah sakit, bukan di cafe. dalam keadaan seperti ini dia mana mungkin singgah ke cafe.


Seperti sebelumnya sosok Ari juga hilang tah kemana? Mita duduk di kursi depan rumah sakit. Sebuah roti di berikan oleh Ari tepat di depan wajah nya. "Mau gak?" Mita hanya memandang Ari kesal. "Gue capek belinya jauh! Masih mau nolak pemberian dari cowok seganteng gue?" Ucap Ari dengan tingkah ke pedean yang tinggi.


" thaks.." Mita mengambil roti pemberian dari Ari. dan langsung memakan nya. " Belom makan berapa hari sih! sampe segitunya?" ucap Ari berniat sedikit menyindir Mita.


Uhuk.. uhuk.. Mita memegangi dadanya yang batuk karna bukan tersedak makanan, melainkan tersedak kata kata Ari. Mita melototi Ari yang membuat Ari tersenyum lalu tertawa.


Mita dibuat mangkin kesal, dan langsung meminum minuman Ari. Kini gantian Ari yang melotot memandang Mita. "Enak aja, minum gue nih!" ucap Ari dan langsung merampas minuman miliknya di tangan Mita. " Salah siapa beli cuma satu! udah roti nya seret banget lagi dimakan!" celoteh Mita sambil memajukan bibirnya kesel.


Kesalnya Mita berubah menjadi tersenyum melihat Pak Dede yang baru saja keluar dari mobil. Ari ikut memandang arah Mita mengarah. Ari mengerutkan kening nya bingung melihat seorang pria paruh baya mendekati Mita.


Tanpa sadar, Mita langsung berdiri dan ingin berjalan ke arah pka de. "Au.." keluh Mita merasa kakinya kembali sakit. Dengan riplek Ari langsung memapah Mita berjalan mendekati Pak Dede. "Kalo masih lemah gak usah sok keras, apalagi jalan tiba-tiba seperti tadi itu gak bagus untuk saat ini" ucap Ari di sela langkahnya.


Pak dede. tersenyum melihat Mita datang bersama dengan seorang cowok seusia Mita.

__ADS_1


"Makasih" ucap Mita lalu masuk ke dalam mobil. Ari memperhatikan kepergian mobil itu sampai tak terlihat lagi. dia melihat tangan kananya yang ternyata sedari tadi melambai lambaikan tangan. "bodoh" Ucapnya lalu berjalan berbalik, awalnya ia ingin menuju motor nya di parkiran rumah sakit tapi melihat sebuah plastik yang bisa ditebak kalo itu pakaian basah Mita tadi. Bayu menggeleng lalu mengambil dan kembali menuju parkiran.


__ADS_2