
Pagi nya, setelah mereka selesai sarapan. mereka kembali ke kamar masing masing, kecuali Mita dan dua temannya yang memang sudah selesai mandi dan bersiap untuk jalan jalan nanti. "Kita ke belakang Vila yuk, kata Deni bangus pemandangan nya." Ajak Amel dan mendapatkan pandangan serius antara Mita dan Bella. "Semenjak kemarin keliling sama Deni. Mana Deni, Deni terus nih yang di bawa." Ucap Mita.
"Mungkin udah kepincut sama kocehan Deni." Ucap Bella. "kepincut Lele" ucap Amel dan mendapat kan tawa kedua nya.
"Lele itu apaan?" tanya Ari yang tiba-tiba muncul di belakang mereka. Tawa merake mereda. dan kini pandangan mereka berpokus ke pada orang yang baru saja bertanya. "Lele, lemah lemot"Jawab Mita cepat. "Bukan apa apa masalah cewek." Ucap Bella dan menarik tangan Mita untuk pergi. ia takut jika Mita akan di ambil oleh Ari, karena biasanya jika sudah ada Ari, di dekat mereka, pasti Mita akan di pinjam olehnya.
"Lo ikut gue!" Ajak Ari dan langsung pergi setelah mengatakan permintaan nya barusan.
"Gue?" tanya Mita pada dua orang sahabatnya dengan muka bingungny adan menujuk dirinya. "Iya deh, udah sana cepetan ntar lo di gendong, kaya tadi ma_" Amel mengerutu kesal saat mendapat cubitan dari Bella apalagi saat mata bella yang terus melototinya. "Gue tinggal bentar ya!" Ucap Mita dan pergi meninggalkan kedua temannya dan di angguki cepat oleh kedua nya.
Sedang di dalam tanpak dua orang yang sedang sibuk dengan mengenakan pakaian masing masing, namun lain hal dengan Deni ia seakan tak berniat ikut.
"Den.. lo ngapain bengong ntar ke sambet sama penunggu kamar baru tau rasa lo!" Ucap Eka pada Deni yang dari tadi hanya diam dan pokus ke arah jendela.
"Kerena Klara gak ada di sini!" Jelasnya tanpa sadar. "Jangan bilang lo bengong karena Klara Den."Saut Bayu yang kini sedang menarik kursi dan berharapan tepat di depan Deni. "Sepertinya iya," Jawabnya dengan senyum senyum.
"Beneran kesambet nih anak!" Ucap Eka yang melempar kan stik yang ia makan ke wajah Deni. "Iya, kesambet wajahnya gue," Jawab Deni lagi. "Masi banyak yang mau sama lo den, gak usah berharap lebih dah sama dia," Jelas Bayu agar Deni tak berharap Klara lagi.
"Hhaha.. kalo banyak yang mau masa ia sampe sekarang jomblo terus," Jawab Eka di selagi tawa. "Sepele lo, gini gini gue dah pernah ngerasan pacaran ya, lebih ekstrim lagi dari pacaran yang kalian rasa," Jawab Deni dengan senyum bangga nya dan berdiri dari duduknya.
"Emang se ekstrem apa sih?" tanya Eka mulai tertarik dengan perkataan Deni barusan. Deni menyatukan dua tangannya yang sudah ia satukan terlebih dahulu. "Gue udah pernah ciumam bege!" Ucap Deni dengan menyenggol lengan Eka pelan, karena ke leletan Deni saat mencerna gerak gerik nya.
__ADS_1
"Abis, lo pake gerek gerak tangan segala. gue ya susah nangkap nya." Jawab Eka. "Kapan lo jadian?" Kini muncul pertanyaan dari mulut Bayu yang sedari tadi hanya diam melihat tingkah kedua temannya.
"Udah lama, lebih tepatnya waktu gue bolos untuk yang pertama kalinya di kelas tiga. dan lo dua tau gak kenapa gue sama Mita kayak bermusuhan. itu karena gue sama Klara kepergok di kamar mandi ci*uman sama Mita. dan gue_" Deni menatap kedua temannya dengan lekat. "Tau kan selanjutnya!" Jelas Deni lagi.
"Gila. lo Den, cewek baik kayak dia harus tersirat hitam matanya karena liat kelakuan kalian dua." Ucap Bayu dengan gelengkan kepala.
Kini Deni kembali senyum senyum, tah apa yang sedang Deni pikir kan sampai membuat nya begitu aneh.
"Gimana den rasanya?" Tanya Eka semangkin bertanya ke dalam padalah akibat ulah Deni dan Klara membuat Mita menjadi tak menyukai dirinya.
"Lo belum pernah?" Tanya Deni dengan sengaja menahan tawa setelah mengetahui kejujuran Eka barusan. Tau pokok pembahasan kedua temannya yang menyimpang, Bayu bangkit dari duduknya dan ingin keluar kamar. Belum sempat melangkah, pintu kamar sudah terbuka lebar. Tanpak Ari yang memperlihatkan wajah kusam nya, apalagi rambutnya yang terlihat acak acakan, padahal sudah jelas jelas, Ari sudah tampil sempurna sebelum sarapan pagi tadi.
"Kenapa?" tanya Bayu lagi. "Gue pengen tidur!' jawabnya dan menutup kedua matanya dengan tangan kanannya. "Tapi kita dah siap!' Ucap Bayu lagi. namun tak mendapatkan jawaban lagi dari yang di tanya. Sedang Eka dan Deni sedari tadi merka sudah hilang dari dalam kamar.
"Hahaha.. makan nya cari cewek tuh yang lembut dikit, yang bisa di ajak manis manis, ini gak malah milih cewek yang keras kepala, udah gitu jago nendang, mungkin aja lo belum pernah pegang tangannya." Ucap Deni yang mengejek Eka.
"Emang rasanya gimana sih?" Tanya Eka untuk yang kedua kalinya. karena pertanyaan yang pertama tak dijawab oleh Deni makanya Eka bertanya lagi. "Mesum juga ya lo, tapi gak apa, sebelum masuk tingkat dewasa, lebih baik belajar yang beginian, biar pas halal gak bingung dan tegang." Jawab Deni dengan senyum lucunya. tawa Deni terhenti saat melihat wajah Eka yang sedang menatap nya dengan kesal.
"Oke.. oke.. rasanyaa.. gak bisa gue ungkapan, karena gak bisa di ungkapkan sebelum lo sendiri merasakan." Jelas Deni lagi. Eka menatap Deni dengan bertambah kesal. "Lo pacaran berapa lama sih den?" tanya Eka lagi.
Deni terdiam dan kini wajahnya berubah kusut,
__ADS_1
"Tengah hari!' Jawab Deni lesu. Kini giliran Eka yang tertawa. "Lebih nikmat yang tiap hari ada yang memperhatikan dari pada tengah hari tapi_" Ucapan Eka terhenti ketika Bella mengendeng tangan Eka. "Hai den.. Sapa Bella dengan mengelut manja di lengan Eka. Eka mengejek Deni dengan lirikan tangannya Bella yang manja di lengannya.
"Nikmatan yang mandang," ucap Deni tanpa sadar. Bella mendangi Eka lekat. "Den.. liat tuh, si Amel minta di manjain juga, biar gak madang doang." Jelas Bella dan membawa Eka keluar dari Vila.
Sesampai nya di tempat tujuan. Mereka bubar kepada orang yang mereka suka masing masing. Bella dengan Eka usah ngilang gak jelas ke mana, sedang Amel dan Deni tah sejak kapan tampak kedua nya yang sudah akrab. tinggal lah Mita dan Bayu yang berjalan beriring an tanpa tujuan.
"Kak Ari kenapa gak ikut?" Tanya Mita membuka keheningan di antara kedua nya.
"Katanya lagi pengeng istirahat!" Jawab Bayu dengan senyum manis ke Mita. Mita terus melihat senyum yang di perlihatkan oleh Bayu.
"Ke sana yuk!" Ajak Mita dengan menarik tangannya Bayu ke arah yang baru saja ia tunjuk. Bayu tersenyum melihat Mita yang tampak mulai berani terhadap nya. "Ada kemajuan!" Ucap Bayu dengan mengelus puncak kepala Mita. Mendengar ucapan Bayu barusan kini Mita kembali memendangi Bayu.
"Jangan liat wajah gue aja, liat pemandangan nya juga. Karena kalau wajah gue bisa di liat kapan aja, kalo pemandangan nya gue rasa bakal jarang untuk kedepanya." Jelas Bayu dan mendapat cubitan kecil di perut nya akibat ulah Mita.
Keduanya di kagetkan akibat jeritan dari belakang. "Makan siang dulu, boy. masa ia lupa makan ketika sama cewek." Jelas Eka dan Bella menganguk.
Ari yang dari kepergian mereka tadi, hanya pura pura ingin istirahat, sejujurnya ia sedikit terganggu akibat pesan dari Mira pagi tadi. Ia berjalan dengan langkah cepat. "Bik, ada pancing?" tanya nya pada seorang wanita paruh baya yang sedang menyapu samping Vila. "Eh.. Den Ari ngagetin bibi Aja. Ada den, tapi udah lama banget den. yang punya Aden sama Aden Bayu dulu, yang terakhir ke Vila ini. jelasnya lagi.
"Gak apa bik!" ucapnya lagi.
Kini Ari sudah memancing di pinggir danau yang ada jalan papan nya di pinggiran nya. tak berapa lama ia di sana sampai tak sadar jika sedari tadi ada seorang anak kecil yang mengajaknya mengobrol. l
__ADS_1