Brother And Love

Brother And Love
bab23-Mahluk halus


__ADS_3

" Apaan sih! kok tegang banget? "


" Bella hanya menggeleng sambil meneguk air yang di bawa mita. lo nginep sini kan beb?


" Iya, sesuai harapan lo. tapi gue laper! " Mita sedikit mengecilkan volume suara di akhir kata. ah.. iya kita belum makan ya. bella sedikit tertawa mengingat sejak awal pulang mereka belum ada makan.


" Bella pun turun dari kasur, sambil menarik tangan Mita, keluar kamar.


" Lo mau makan apa beb! biar gue bilang, Bella berjalan menuju dapur sambil memakan buah apel yang tersedia di meja makan.


" Apa yang dimasak deh! bik sum bakalan masak kalo udah tau apa yang pengen dimasak, jadi gak sembarang masak...


" Yaudah, gue nasi goreng aja, deh. lagi! mita menggeleng. itu aja tanya bella ke mita. iya.. terserah deh bel yang penting gue makan. oke tunggu ya.


" Sepuluh menit kemudian, Bella datang bersama dengan bik sum, salah satu pembantu rumah tangga yang bertugas di dapur. mita berdiri dari duduknya, membantu bik sum yang kelihatan susah membawa makanan.


" Sini bik, biar mita bantu! gak usah non, duduk aja bisa kok bibik! mita menggeleng bibik kesusahan masih aja nolak niat baik mita, sini biar mita bantuin ya? mita sedikit memaksa dalam ucapannya. terpaksa bik sum pun memberikan dua buah gelas yang sudah berisi dengan air.


" Bella yang duluan sampai di meja makan langsung mencicip mie goreng yang paling, mie memeng salah satu makanan kesukaan bella, segala jenis yang berbaur mie pasti dia suka.


makasih, bik udah di masakin! mita ikut duduk di depan bella, enak bel?


" Banget, kini mereka sudah makan, lo gak bosan bel, makan mie mulu, gak bagus lo! mita mengingat kan.


" Gak, malah mangkin suka, karna di kasih sosis! Bella menunjukan sosis ke mita lalu langsung memakanya.


" Mita juga gak kalau pamer, dia juga menunjukkan sosis tepat di wajah bella, yang hanya berjarak lima senti. aaak.. bella kira sosis itu akan di berikan untuk nya. tapi kini mita dengan cepatnya memasukkan sosis ke dalam mulutnya.


" Huuuu.... dasar bella memonyongkan mulutnya yang terlihat penuh. lalu kembali memasukan mie, padahal sudah full tuh mulut.


()()


" Seperti seminggu belakangan ari sudah sampai di depan cafe yang sekarang sudah menjadi tempat kerja nya. dia menjadi pelayan di cafe ini. banyak pengunjung yang yang meminta poto, berkenalan, semua ditanggapi nya. terkecuali nomor ponselnya, itu termasuk privat menurut nya, jadi setiap yang meminta pasti yang dikasih, tapi bukan nomer nya, melaikkan nomer deni. deni sendiri yang meminta jadi itu juga merupakan peluang baginya untuk tidak banyak beralasan lagi, kepada banyaknya kaum hawa yang mencoba mendekatinya terutama yang memaksa agar di berikan nomor ponsel.

__ADS_1


" Baru saja memasuki pintu cafe, sudah banyak yang minta foto dan sebagainya. berhubung ari belum masuk total ke kafe jadi tak ada satu pun yang di respons nya. sekitar sepuluh menit akhirnya dia lolos dari keramaian kaum hawa.


" Seperti nya, mangkin hari mangkin banyak ya, penggemar kamu! seseorang yang menjadi kepercayaan di cafe itu, memberikan buku kecil dan pulpen serta menu makanan dan minuman ke ari. dari awal dia memang suka dengan ari, suka atas pekerjaan nya yang cepat dan gak banyak komentar kalo disuruh ini itu. walaupun masih di bilang pemula tapi ari lah yang pertama mendapatkan banyak pujian dari kepercayaan cafe itu.


" Ari sedikit tersenyum, lalu memulai pekerjaan nya. hari ini bayu gak bisa menemanin ari ke cafe. karna ada janjian sama rika, ari sih gak masalah lagian dia gak pernah nyuruh bayu untuk selalu datang ke cafe, dan juga kedua temenya juga mereka memiliki alasan masing-masing, padahal sama bayu gak ada maksa mereka untuk datang ke cafe.


" Mass... saya pesen kentang goreng dua sama jus rasa alpukat nya duaaa. seorang cewek yang yang dari tadi berbicara sama ari, tapi ari malah bengong, gak ngedengerin apa yang cewek didepanya bilang.


" Haa... iya, pesan apa? ari terbangun dari lamunan nya ketika mendengar ia di panggil dengan sebutan mas! rasanya ganjal gitu, orang setampan dan seumuran dia di panggil mas.


" Kentang goreng dua, jus alpukat dua ulang cewek itu, sambil tersenyum manis ke ari. ari yang meliht senyum itu langsung merasa risih, ia pun segera menulis lalu menuju dapur.


" Untung ganteng! " kalo gak dan gue makan tuh cowok! ucap seorang gadis yang sempat kesal ke Ari..


" Lu. kok panggil mas, sih. kan masih muda, mungkin masih seumuran kita lagi! ucap lawan bicara nya.


" Tadi gue capek aja mesen, tapi gak didengar, lagian dia dari tadi nunduk mulu. eh pas dia liatin sumpah gue kek dipelet. jawab nya lagi,


" Emang. tapi keliatanya tuh cowok susah deh di taklukin. kini suaranya sedikit melemah.


" Pi.. liat tuh, kini temanya menunjuk ke arah meja yang tak jauh dari mereka. ya ampun gila banyak banget yang minta foto, gue mau ah.. kini cewek yang bernama pipi itu bangkit dari duduknya.


" Mau kemana? "


" Minta foto! mumpung banyak yang minta foto. jadi gak keliatan kalo lebai nya.


gak usah deh, gimana kalo cowok lo liat lo foto bareng sama cowok, ih gak kebayang deh! ucap temanya yang mulai mengusik pipi.


" Pi.. udah deh liat tuh, dah datang pesanan kita. akhirnya cewek yang bernama pipi, itu pun kembali duduk.


()()


" Bel, gue kok gak bisa tidur ya, mita terus saja berjaga padahal sudah hampir jam sebelas malam. sejujurnya bella sudah tidur tetapi mita terus-terusan membangunkanya.

__ADS_1


" Kenapa sih mit! tinggal merem aja, kok susah banget sih! bella emang kesel ke mita, ini udah ke lima kalinya mita membangunkannya, wajah saja bella marah.


" Bel, gue kok teringat lo tadi siang. mata lo siang tadi seram banget kayak abis liat yang aneh-aneh.


Bel.. tadi pas gue baru keluar dari kamar mandi, gue liat ada yang lewat cepet banget.


dengerin gue mitaa.. di kamar ini tuh gak ada yang namanya makhluk halus, atau apalah itu.


" Yang ada lo nya kebanyakan mikir! dah deh tidur yuk. bella memeluk mita dari samping. udah pikiran aja kalo yang lewat cepet tadi itu gue. lagian selama ini juga kita gak pernah kan jumpa begituan jadi tidur deh.


" Mita seketika berdiri dan mencari sakelar.


" Bel. maling bel, mendengar kata maling bella langsung bangkit sambil memegang sapu, ayok mit! temenin gue, bella menarik mita dengan cepat. maling-maling bella terus-terusan berteriak, sedang mita di belakang mencari sakelar. pembantu rumah tangga dan pak ujang juga bangun.


" Karna mendengar teriakan maling. bella emang gak ada takutnya dua maling di lawanya. mita hanya menangis sambil memanggil minta tolong.


" Bella sempat oleng, tapi berhasil lolos dari pukulan perut. berhubung yang maling satunya memukul kaki bella, yang mampu membuat bella jatuh. bella sempat mau dipukul lagi tapi ternyata pak ujang dan bik sum lebih duluan berhasil menutupi wajah maling pakai gini. lalu dengan kerjasama kedua maling tertangkap.


'' Bella di bawa ke sofa, oleh mita. bella mengelus-elus kakinya yang sakit. mita juga bingung harus apa, hanya bilang. maaf gak bisa bantu!


" Si bella hanya tertawa keras membuka mita, dan para pembantu rumah tangga, Pak Ujang, serta maling hanya melihatnya dengan bingung.


" kok malah ketawa sih bel? " Bella bertanya dengan polosnya.


" Bener kan yang gue bilang, bukan makhluk halus atau apalah, tapi maling beb!


" Mita hanya geleng-geleng, kok ketawa sih harusnya lo marah ke gue, karna cuma teriak-tiak, kok malah aneh. celutuk mita


" Pak. bisa beresin sendiri kan! bella mantuk pengen tidur lagi. kini bella berdiri disambut oleh mita. " lo dah sembuh? "


" Tadi sih sakit! sekarang udah baikan " tenang aja! bik bantu pak ujang aja, bella gak apa kok.


kini mereka pun menuju kamar. benar Bella seperti gak sakit sama sekali..

__ADS_1


__ADS_2