Brother And Love

Brother And Love
bab 41-Mata Lo..


__ADS_3

Di sinilah meraka sekarang, di sebuah markas. tak lama kemudian Ari memilih pulang lebih dulu, sedang kan Bayu pergi ke rumah Rika, berhubung Rika minta ketemuan mendadak, lain hal dengan Eka ia sempat berbalas pesan dengan Bella, membahas tentang masalah Ari di cafe tadi. kalo si Deni hanya ngelmaun gak jelas.


Pagi harinya seisi sekolah gempar atas kejadian tadi malam, terutama kaum hawa.


Dira dan kedua temannya yang tau ceritanya hanya menutupi kuping saat berjalan melewati kerumunun siswi yang suka bergosib sambil bergerombol.


Mita yang gak ada buka ponsel dari kemarin malam sampai pagi ini hanya diam dan tak peduli sama sekali dengan apa didengarkan olahnya.


Adel yang baru saja sampai di kelas, ia langsung ikut ikutan ngegosipin tentang Ari di bangku paling pojok bersama para pans Ari yang lagi galau, karna rumor Ari yang pacaran dengan Mira kelas sebelah.


Adel merupakan salah satu orang yang paling benci dengan kehadiran Ari dikelasnya ini, Rika yang sudah sampai lebih dulu hanya menggeleng melihat tingkah Amel seperti itu. kok bisa sih! ada rumor beginian langsung percaya ucap Rika sambil memperbaiki posisi bangku nya yang miring.


Para cewek yang tadi nya berkumpul di pojok belakang langsung bubar melihat kedatangan Ari dan ketiga temannya. terlebih si Deni cowok sok coll itu mendekati meraka, membuat cewek yang berkumpul langsung bubar dengan cepat.


"Hayo! ngomongin siapa?" sambar Deni kepada beberapa cewek yang masih tersisa di pojokan.


"Bukan urusan lo!" ucap salah satu cewek dan langsung bangkit dari tempat duduknya."Its.. main pergi pergi aja!" ucap Deni sambil menghadang cewek tersebut. "Emang lo kira kuping gue gak dengar gitu? nih.. ya. dari gue masuk gerbang sekolah suara kalian yang paling kuat, malah nyeritain berita hoak lagi! panas tau gak!" ucap Deni sedikit mengada-ada.


"Oh. ya, bagus deh kalo gitu! sesuai tampang yang aneh, pendengaran juga ternyata aneh," Untung teman nya cakep kalo gak dah gue golok lo!" ucap cewek yang tadi di hadang oleh Deni.


"Muka sih cantik, tapi salah nya lebih cantik lagi mbok kunti." ucap Deni dan langsung berlari dari pada kena semprotan pagi. orang yang berada du kelas tertawa mendengar perdebatan keduanya.


"Mata lo! emang gue cantik , tapi gak bandingan gue tuh mbok kunti" ucapnya dengan wajah kesa dan tak terima.


Mita yang baru saja menginjak kan kaki di depan kelas, menatap heran teman sekelas nya yang sibuk ngerupi, ada yang bergaya lagi sedih banget, ada yang sedikit bertingkah layaknya orang marah, kini pandangan Mita berarah ke arah mejanya dimana ada Dira yang sibuk dengan ponsel ditanyanya.


Dira yang menyadari kedatangan Mita menyembunyikan ponsel nya, dan langsung menyambut Mita seperti biasa.


"Sebenarnya ada gosip apaan sih Dir.. sampe segitu nya?' ucap Mita saat sudah meletakkan tas di meja. "biasa masalah cowok populer di sekolah," ucap Dira dan kembali memainkan ponsel nya.


Mita merampas ponsel Dira. Dira yang merasa terganggu langsung memasang muka kesal! "kenapa" tanyanya bingung.

__ADS_1


Mita kembali membalikkan ponsel milik Dira, "biasanya lo kalo tentang beginian nomer satu, tumben gak heboh!" ucap Mita sambil mengeluarkan buku paket dari dalam tas.


"Udah bosan gue!' ucap Dira lagi sambil senyum senyum membaca pesan dari Prans. "mulai deh di kacangin nih bakal!" ucap Mita dalam hati.


"Dira lo gak mau gabung!" ucap salah satu cewek yang termasuk cewek paling kepo yang juga sama dengan Dira.


Dira hanya menggeleng tanpa melihat lawan berbicara nya. "yah.. malah geleng! biasanya lo paling suka kalo soal beginian" ucapnya lagi, dengan wajah kesal. dan tidak mendapatkan respons sama sekali sama Dira.


"Si Prans kelas ipa berjalan ke kelas kita woi.. jerit seorang cewek yang baru saja masuk ke kelas, Dira yang mendengar jeritan lola hanya ngengir kuda.


Mita menyenggol bahu Dira pelan, berhubung dari tadi di panggil gak ngerasa dipanggil malah sibuk sendiri dengan ponsel.


"Paan sih!" jawab Dira ketus, dan langsung meletakkan ponselnya ke saku ketika melihat Prans sudah berdiri di samping nya.


Prans tersenyum kecil melihat tingkah Dira yang ternyata sedikit cerewet. "gue tinggal bentar ya Mit!" pamit Dira sebelum berdiri. dan di jawab dengan anggukan kepala.


Beberapa teman cewek sekelas Dira hanya mendelik gak percaya melihat Dira dan Prans yang baru saja keluar dari kelas dengan pegangan tangan.


"kok gandengan tangan sih! si prans kan cowok gue?' keluh satunya lagi. yang langsung mendapatkan injakan kaki dari teman sebelah nya, 'Tadi nangis karana Ari yang ternyata punya hubungan sama Mira. sekarang malah ngaku Prans cowok nya lagi!"


"Mereka pancaran ucap satu lagi.. dan dijawab dengan angkatan kedua bahu dari teman setelah nya.


"mungkin sih! keliatan nya pacaran," jawab satunya lagi..


Mending lo sama gue aja! daripada gangguin Ari apalagi Prans, mumpung hati gue kebuka lebar untuk lo, ucap seorang cowok gak lain ketua kelas, di kelas ini. yang dijawab dengan seorang cewek dengan tatapan jijik. gak selepel ketlas (ketua kelas*)


"Tumben jemput sampe ke kelas?" ucap Dira sambil merapat kan kursinya ke Prans.


biar romantis ucap Prans lalu mengelus pelan rambut Dira.


"Aduh.. romantis katanya!" malah gue geli sendiri jadinya kalo diginiin. ucap Dira pelan tapi masih di dengar oleh Prans.

__ADS_1


"Jadi supaya gak geli harus gimana?" tanya Prans sambil memasukkan nasi goreng ke mulutnya...


"dengar?" ucap Dira dengan tatapan kesal.


"kamu ngomongin nya dari hati pun gue dengar". kini suapan sudah beralih ke mulut Dira. Dira hanya menurut membuka lebar mulut nya yang di suapi oleh Prans.


Ari yang merasa bosan di kelas, karena jam kosong di les pertama, melangkah kan kaki menuju keluar kelas. di lihatnya beberapa siswa/i sedang berbaris di lapangan tepatnya mengharap ke arah tiang bendera. dengan tas yang masih menempel di bahu mereka, membuat Ari mengerjakan mengapa mereka berbaris di situ, itu pasti salah satu hukuman bagi seseorang yang telat masuk sekolah.


Beberapa guru yang melewati Ari sudah menyuruh nya masuk ke kelas, dan hanya dijawab dengan tatapan malas oleh Ari. atau lebih tepatnya gak dihiraukan oleh Ari.


Ari berjalan menuju ke belakang sekolah! dia sendiri gak tau kenapa kakinya menapak ke arah ini. seakan hatinya meminta dan di ikuti oleh kakinya. dan berhenti di sebuah bangku dan sebuah meja yang tampak sudah lapuk.


Tanganya mengeluarkan sebuah ponsel yang sejak pagi tadi belum ia buka sama sekali, dan gak perlu waktu lama ia sudah bermain game dengan tatapan serius ke layar ponsel didepanya.


Bayu yang sejak tadi sibuk dengan Rika baru sadar akan hilangnya Ari dari kelas, begitu juga dengan Eka dan Deni yang sejak tadi sibuk menyelesaikan tugas sehingga tidak ada yang tau kemana perginya sosok Ari.


"Alah.. biarin aja loh! lagian dia kan udah besar bukan anak tk yang hilang langsung kebingungan kemana perginya!" Ucap Adel dengan tangan yang mengipas ipas wajah nya.


merasa benar akan perkataan Adel. Bayu membenarkan dan kembali bergabung dengan Rika. tapi sempat mengirim kan beberapa pesan singkat ke Ari.


Bayu hanya menggeleng melihat tangan Adel, "apa sepanas ini Del.. suasana pagi?" ucap Bayu dengan sedikit menyindir.


"Paginya sih, gak panas. tapi kalo karena dengar lo nyebut nama Ari muka gue berubah panas jadinya". ucap adel yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Rika.


"Gak lo, gak Bayu sama aja kompak nya!" ucap Adel dengan menirukan gelengan kepala..


"Ya iya lah sama, kalo beda ya elo.. yang mulut nya macam.., Deni tampak berpikir sejenak lalu menirukan suara ba*i.


"Muka lo. iya yang mirip. lagian lo gak masuk lokal lo kan orang luar" ucap Adel sambil melempar pulpen ke Deni yang baru saja mau duduk di sebelah Bayu. melihat itu Bayu, Rika, Eka, dan beberapa siswi lainya yang mendengar ikut ikutan tertawa melihat kegaduhan antara Deni dan Adel yang terkenal gak bisa nyatu tapi sejalan.


Entah sudah main yang keberapa kali Ari mencoba, tapi selalu kalah. sudah mulai merasa lelah ia pun kembali ke kelas. di lihat nya kelas sudah sepi bukan kelas saja tapi seisi sekolah! Ari baru sadar ternyata ia berada di belakang sekolah sampe jam dua sing.

__ADS_1


"Bodoh.." ucapnya memaki dirinya sendiri, pasalnya ia baru ingat kalo dia sempat tertidur juga waktu di belakang sekolah.


__ADS_2