Brother And Love

Brother And Love
bab35- Rindu(Ari)..


__ADS_3

"Minta tolong apaan bun? tanya Mita heran


Bunda minta tolong jagain cafe malam ini, sang bunda mengekus puncak rambut putrinya. "Orang kepercayaan bunda lagi pulang kampung, katanya anaknya sakit. bunda mau ke cafe yang satu lagi. bisa kan?"


"Mita sih bisa bun, tapi gak tau teman Mita, Bella bisa bun," kini mereka menunggu jawaban Amel dan Dira, tak lama mereka pun menggangguk.


"Kalian gak perlu kerja apa-apa cuma perhatiin karyawan aja, kalo gak becus boleh tegur, tapi ingat karyawan di sana lebih tua dari kalian, jadi jika menegor kalian harus sopan"


"Iya bun.." jawab mereka serempak. "tutup sekitar jam sepuluh malam, jumlah karyawan ada 10, yang tinggal di cafe ada lima orang. kalo kalian males balik pulang, bisa nginep di sana. di lantai tiga ada dua kamar kosong. kalo mau apa aja, ambil, ga usah segan segan. igat itu",


"Iya bun, jawab mereka serempak.


kini mereka sudah berada di depan cafe. Dira dan Amel saling pandang. "Ini cafe nya?"


tanya mereka serentak. "Ya", yang menjawab bukanya Mita melainkan Bella. "kenapa?"


"Mit, kita tuh sering bangget kesini, itu tuh rumah gue!" Dira menunjuk sebuah ruku gandeng tiga, "kakak gue aja kerja dusini sambil kuliah, jelas Dira."


"Ayuk masuk, ngapain disitu!" bunda Dewi memanggil ke empat gadis yang sedari tadi hanya berdiam di depan Cafe.


Bella lebih dulu berjalan di sambunng dengan Mita dan kedua temannya. bunda harus memperkenalkan kalian dulu. Begitu masuk, para pelayan cafe menyambut kedatangan Dewi dengan hangat, beberapa dari. mereka memandang heran ke empat orang yang mengekor di belakang sang Dewi.


"Berhubung, mbak naya pulang kampung selama dua hari, mereka sementara yang mengurus cafe ini." para karyawan cafe menggangguk mengerti lalu kembali ke tempat kerja masing-masing.


Kini ke tiga temen Mita sudah tidur pulas hanya dia seorang diri yang masih terjaga dengan tidur nya. mereka tidur di cafe, sesuai arahan jika lelah mereka boleh tidur disini. berhubung satu kamar ada dua kasur Dira tidur sendirian, berhubung gak ada yang tahan jika berhubungan dengan Dira saat tidur, termasuk Mita sendiri.


Hal ini gak pernah terbayangkan olehnya, menginap di sini bersama dengan teman temanya. Mita terkaget melihat Bella yang mengigau gak jelas.


"Ekaaa.. gue rinduu, cium dong". Bella memunyunkan mulutnya ke depan sambil memeluk guling. "mulai deh, kumat penyakit lo!" Mita memberikan tangan nya, untuk dicium oleh Bella. "macasih.. ucap Bella lalu kembali diam.. Mita hanya tersenyum geli melihat tingkah Bella, "segitu sayang nya lo bel sama Eka, tapi kenapa status kalian harus disembunyikan dari sahabat lo ini," ada rasa jengkel jika mengingat itu.


Mita menghela nafas lemas, sesuatu hal yang membuatnya khawatir akhir akhir ini muncul kembali di otaknya. namun tak lama kemudian ia kembali membaringkan tubuh nya di kasur. mengingat besok hari minggu membuat pikiran nya sesaat lega. tapi tidak dengan matanya, matanya terus berjaga seakan. masih ada hal yang mengganjal di pikirannya.


Mita kembali bangkit dari tempat tidur, lalu mengecek jam di ponsel yang berada di meka kecil di dekat nya, sudah jam 21.48 biasanya ia akan tidur paling lama sekitar jam sebelas malam. lalu berjalan menuju balkon. begitu membuka pintu suasana dingin memutar di sekujur tubuhnya, Mita menyukai suasana malam ini, suasana dingin nan sejuk nya malam di pinggir kota seperti ini, walaupun rumahnya dekat juga dengan kota tetapi rasanya ini jauh lebih indah dari balkon di rumahnya.

__ADS_1


Seketika Mita tersenyum menyadari jika dirinya sudah lama tidak ke balkon kamarnya mungkin hampir tiga bulanan. di sini terpampang luas suasana di luar, indahnya lampu malam yang setia menyinari malam yang malam yang muali senyi akan muncul nya tengah malam.


" Mita mulai memejamkan mata dan sedikit mendongak , jemarinya memegang pembatas balkon, rasnya angin malam hari ini sangat mengusir sekujur tumbuhnya. Mita membuka matanya perlahan dan memandang ke arah langit.


" Bintang.. bisakah aku memegang Mu..


bisakah... kita berteman.


Bintang rasa 'rinduku' akan kehadiran nya, menjalan di sekujur urat nadiku..


bintang.. bisakah kau pertemuan ku dengan nya.. aku merindukan nya.


*Aku masih ingin menjadi adik untuk mu, adik yang baik di matamu ...


walaupun kenakalan nya yang selalu membuat ku kesal, dan sedikit membenci nya jika mengingat saat itu, tapi semua itu telah sirna akan rasa rindu ini*.


aku berharap ia masih mengingat ku, disaat kita bertemu kelak..


Itu harapan ku.. mita menghela nafas kasar, tanpa sadar butiran air bening. membasahi kedua pipi nya.


" Lo belum tidur? Isakan Mita terhenti ketika mendengar seseorang berjalan mendekatinya. ia adalah Bella. suara serak nan mata yang masih sedikit pejam itu masih saja menguap uap.


Mita tersenyum ke arah Bella. gue gak bisa tidur! jawab Mita lalu kembali menatap bintang di langit, Bella pun begitu ia mengiku arah mata mita mengarah.


''Ada yang lo inginkan?


" Mita tersenyum tanpa menoleh lalu mengganguk membenarkan. semoga terkabul, ucap Bella tanpa menoleh Mita.


" Gue juga berharap begitu!



Pagi ini bayu sudah hilang dari tempat tidur, Om Anwar mencari di sekitaran kamar, termasuk kamar mandi, tapi tak juga menemukan Ari. Pasalnya ini. masih jam enam pagi tapi Ari sudah hilang dari tempat tidur. Om anwar mulai di buat pusing, setelah menanyai ke pada ketiga temannya, sama tak satupun tau keberadaan nya.

__ADS_1


sedang yang di lagi dicari, sedang sibuk memakan roti, dan sebotol air mineral sambil duduk di samping rumah sakit, atau lebih tepatnya taman kecil yang berada di rumah sakit. di sini hanya ada ia sendiri, pikirannya tah kemana, pandangan nya lurus kedepan dengan tangan kiri yang memijat kening nya pelan.


"srek.. srek.." kini bahunya sudah di pegang oleh seseorang. Ari menaikkan alis sebelah sambil memandang Bayu lekat.


Bayu langsung duduk di samping Ari, dengan nafas ngos ngosan Bayu langsung meminum air minum Ari. Melihat itu mata ari melotot tajam, dan langsung. merampas air yang masih di teguk oleh Bayu.


"uhuk.. uhuk.." Bayu tersedak karena saat ia belum selesai minum, sudah di ambil sembarang oleh Ari. Bayu hanya menggeleng melihat tingkah Ari. "Lo tuh dari tadi di cariin, rupanya disini! gue tuh nyariin dari tadi." Omel Bayu. "Gue gak ada nyuruh lo nyariin gue!" jawab Ari sambil kembali memakan roti.


"Masalah nya gue izin bakal izin lagi nih!" jawab Bayu sambil menghela nafas berat. "gue gak ada nyuruh lo izin!" jawab Ari lagi.


"Terserah deh! capek gue." Bayu mengipas ngipaskan baju atasnya, rasa gerah, lelah, dan haus bergabung menjadi satu tim, menurutnya.


Setelah dua hari menginap dan menjaga the cafe, Mita merasa lega, namun juga ingin kembali ke sana! kini Dira dan Amel sudah kembali ke rumah masing-masing. berhubung selama beberapa hari sebelumnya Mita gak tidur dirumah, di tambah dua malam ya menginap di cafe terlebih menghabiskan hari minggu yang seharian jelas berada di cafe. tadi malam giliran Bella yang tidur durumah nya.


Mita juga kangen dengan kamarnya. yang sudah lima hari tidak di tempati oleh pawangnya.


"Eh.. lo biasaan deh Mit!" Bella merepet ke Mita yang masih sempat sempatnya melamun di waktu yang kepepet seperti ini. sedang Bella sendiri. masih sibuk berhias di depan kaca berbentuk hati.


"gue dah siap, lo nya gak siap siap dari tadi." jawab Mita lalu beranjak dari kasur menuju kebawah..


Sesampainya di sekolah, baik siswa/i sibuk berhamburan ke lapangan, upacara akan segara dimulai. Mita dan Bella yang termasuk telat pun menaruh tas di sembarang tempat, karna sudah di tunjuk tunjuk sama kepsek yang sedang memanggil murit yang lama datang ke lapangan.


berhubungan meraka terlambat, Mita dan Bella baris di barisan kelas lain, dan secara kebetulan Dira dan Amel juga sebaris dengan mereka.


"aduh.. bentar lagi meleleh nih badan gue!" keluh Dira dengan matahari seakan berada di atas kepalanya.


"eh.. gue juga gak tahan, kalo gue pingsan bopong gue ke uks ya!" Ujar Amrl. "permintaan lo aneh, siapa juga yang mau ngangkat orang kek lo!" protes Bella.


"Gue juga gak mau kali kalo yang ngangkat lo!" Amel menunjuk Bella dengan bibirnya, ada memandang Bella dengan tatapan musuh.


"seandainya gue pawang hujan, udah gue hujain nih sekolah! pasti gak bakal upacara ini hari." diangguki oleh Amel, "seandainya gue pawang matahari udah gue kantongi tuh matahari," cerocos Amel.


Bella tertawa kecil, "haha.. garing.. garing bangettt!" Bella sengaja menguatkan suaranya, yang membuat orang disekitar Bella menatap dengan tawa tidak suka.

__ADS_1


"Apa?" mereka kini sudah tidak memandangi Bella kagi. tah takut akan Bella atau malas berdebat dengan sosok Bella.


Mita yang sedari tadi hanya menggeleng geleng melihat ketiga temannya yang terus terusan mengeluh akan upacara hari ini, jauh di hati Mita ia suka yang namanya Upacara, menurut nya itu sudah kewajiban seorang siswa/i jadi Mita hanya diam dan menjadi pendengar setia keluhan sahabatnya.


__ADS_2