Brother And Love

Brother And Love
bab64- Kumpul di Cafe²


__ADS_3

"Coba deh gue liat, gue penasaran," ungkap Bella yang memang penasaran sedari tadi. "Bentuk kotak nya imut ya, kaya muka lo imut dan manis." jelas Bella lagi.


"Kaya ada manis manis nya dong!" ucap Mita dan setelah nya mereka berdua tertawa. walaupun garing tapi menurut mereka berdua itu termasuk ke dalam sebuah lolucon.


Sedari tadi Ari terus terusan melihat gerak gerak Mita, dia tak banyak cakap di sini, hanya terdengar suara Eka, Deni, Bayu saja yang tampak asyik dalam kumpul malam ini. mungkin dia hanya sekedar pelengkap saja di di tempat ini.


Ari sempat kesal, saat orang yang kemarin sok mengenali nya kini tengah berbisik dengan Mita. dan Mita tersenyum setengah mendapat kan sebuah kado yang bisa di bilang berbentuk Mini itu. Ari sempat penasaran dan ingin Mita membuka kado itu di depan mata nya.


Rasa penasaran mulai hilang saat mendengar ucapan Mita dan Bella. walaupun tak terlalu jelas namun masih bisa di dengar oleh telinga Ari.


"Gue bilang kan ama dia, besok aja, dia malah ngeyel minta jumpaan sekarang, ya udah deh gue jumpain di depan pagar rumah gue. walaupun sempat kena tilang sama mama gue tapi selamat, karena gue minta lima menit doang." Jelas Dira menceritakan hubungannya dengan Prans.


"Dia jumpaan mau ngapain?" tanya Amel mulai tertarik. "Nyium gue," Jawab Dira asal di iringi tawa. "Ha.. serius?" tanya Amel lagi. "Ih.. percaya amat sama gue, ya enggak lah, gue kan masih pasangan baru, masa ia dia berani nyium gue, gue bal-bal lah!" ucap Dira lagi.


"Hih.. gue dah anggap serius pun!" Kesal Amel. "Dia kasih kalung je gue, sebagai tanda jadian kita yang kedua bulan!" Jelas Dira sambil memegangi kalung yang sudah melekat di lehernya. "Bagus," komentar Amel. "Warna nya gue suka" komentarnya lagi. "Makanya cepetan loh punya doi, biar bisa ngapel bareng kita!" Senggol Dira di lengan Amel.


"Mit dari kak Alvin," Ungkap Bella dengan menutup mulutnya. Mita yang sedang menikmati jus pun, langsung terhenti dan ikut melihat siapa nama pemberi kado mini ini.

__ADS_1


"Buka ya? gue penasaran dia beri lo apaan!" Pinta Bella lagi. Mita mengganguk. "Mit.. panggil Bella dan mengeluarkan sebuah gelang tangan berwarna logam itu. "Gue pakein yah!" pinta Bella lagi. dan hal yang sama Mita mengiyakan perkataan Bella barusan.


"Mitaa..!" panggil Ari dengan lantang. Semuanya di meja yang asyik mengobrol kini terarah ke Ari yang memanggil Mita dengan nada keras. "Kenapa?" tanya Mita bingung. tanpa menjawab Ari sudah menggenggam tangan nya Mita dan membawa nya keluar dari cafe.


Bayu sempat merasa kesal juga atas tindakan Ari barusan. Ia ingin melepas kan tangan Ari yang kuat itu dari Mita tapi ia urungkan ketika cegahan dari Deni dan Eka.


"Biarin aja, mungkin ada yang mau dia sampein ke Mita." ungkap Eka menenangkan. "Kalo gini gue milih Bayu aja lah, lebih lembut keliatanya." Ungkap Amel saat melihat gerak gerik Bayu yang kesal atas tindakan Ari barusan.


"Huh.. baru ngaku sekarang!" ungkap Bella dengan melambai lambaikan tangan nya di depan wajah Amel. "Milih sih milih tapi jangan terbengong juga ya, liatin Bayu nya." komentar Bella.


"Kalo gue tetap milik Prans deh, Genteng, perhatian, dan yang pasti kita sama sama menyukai, dan satu lagi *tajir." ungkap Dira sedikit membanggakan sosok Prans.


"Mau kemana?" tanya Mita yang melihat Ari membawanya sangat jauh dari kerumunan. Ari memandangi lekat Mita. "Liat gue," ungkap Ari dengan tangannya yang memegangi kedua pipi Mita. "Emang ada apaan?" tanya Mita lagi dengan pokus polos nya.


Ari memengang kening Mita. "Ini kenapa?" tanyanya saat melihat benjolan di kening kirinya. "Oh.. ini, jatuh dari kasur." ungkap Mita jujur. "Ceroboh" ungkap Ari dan mendudukkan Mita di kursi panjang. "Tunggu gue lima menit, ingat jangan masuk sebelum gue ada sama lo!"


Mita menyenggol keningnya yang bendol, "Kok mangkin sakit ya?" tanya Mita dengan sedikit memijat keningnya. "Perasaan tadi gaj sesakit ini, kok aneh ya?" Tak lama kemudian, benar Apa yang dikatakan Ari tadi. ia datang dengan membawa sebuah plastik putih, yang Mita tebak pasti itu obat. karena dapat terlihat dengan sangat jelas.

__ADS_1


"Beli obat?" tanya Mita saat Ari sedang membuka plastik di depannya. "Untuk lo," jawab Ari. Setelah nya Ari mengobati dengan memberika betadine beberapa tetes. dan langsung menutupinya dengan plester. "Lain kali jangan di biarin bisa tambah sakit nantinya" Omel Ari ke Mita. Mita senang ternyata Ari termasuk kakak yang perhatian juga. walaupun terkadang bisa buat hati jadi tengang. dan kelas luar biasa.


"Kening lo kenapa?" tanya Amel yang sudah mengira jika itu adalah ulahnya Ari. "Keliatan ya?" tanya Mita yang mencoba menutupi kening nya yang bendol dengan poninya. Tak lama tampak Ari yang muncul di belakang Mita dengan membawa Plastik berisikan obat.


"Lo di apain sama Ari?" tanya Bella berbisik ke Mita. "Gak ada, cuma di obati!" jawab Mita enteng. "Kening lo apa sebab nya tuh?" tanya Bella lagi.


"Jaduh dari kasur. Tadi lupa gue obatin, waktu di rumah, karena lo nelpon gue jadi mangkin lupa. jadi gue tutupin pake poni gue aja, eh rupanya keliatan sama Kak Ari jadinya di obatinya." Jelas Mita yang dapat menghilangkan rasa kecurigaan antara Ari.


Jadi gini, kita tadi udah sepakat untuk liburan ke Vila milik Bayu, cuma si Dira yang gak ikut, katanya dia mau liburan bareng keluarga." ungkap Eka. "Jadi tinggil lo dua nih mau ngikut apa kagak?" tanya Eka lagi. "Kalo Mita harus ikut," Senggol Bella ke Mita di samping nya. "Kapan?" tanya Mita. "Rencananya lusa. besok di kasih waktu untuk beres beres," Jawab Deni yang kini ikut menjawab.


"Jadi lo ikut kan?" tanya Bayu ke Mita. Mita megganguk mengiyakan. "Lo juga kan Ri?"Kini giliran Bayu menanyai Ari. Ari melihat Bayu sekilas dan kini beralih ke Mita. "Gue ngikut aja Bay, asal lo ikut." ucap Ari yang langsung mendapat senyuman dari ke enam orang yang ada di meja itu.


"Pasti dong Bayu ikut. orang kita numpang di Vila Bayu!" Ucap Deni dalam hati. Setelah rencana liburan di setujui, Mereka pun langsung pulang menuju rumah masing masing.


"Yah, gak ada dira, gak seru dong!" ucap Mita pada Bella. Kini Bella dan Mita menginap lagi di cafe. "Gue malah bersyukur gak ada Dira, seenggak nya gak ada tukang kepo. tapi gue ngedek juga karena Amel di ajak. karena Amel juga hampir sama dengan Dira. cuma beda tipis aja." Jawab Bella dengan membanding kan dua temannya itu.


"Gue juga, gue lebih milih Dira yang ikut dari pada Amel. Kalau Amel terlalu kepo, dira emang kepo tapi gak separah Amel." ucap Mita menanggapi Bella.

__ADS_1


"Dah yuk tidur, gue dah ngantuk. dah jam dua belas lo!" Ucap Bella dan langsung menarik selimut. "Mit. jangan lupa matikan lampu," pinta Bella sebelum ia benar benar tidur. Mita tak langsung tidur, ia memilih ke kamar mandi terlebih dahulu. "Lo tidur luan aja. ntar gue matiin dah lampunya." ucap Mita dan langsung berlari ke kamar mandi.


Setelah melepas kaca mata, dan ikat rambut. Mita ikut berbaring di samping Bella. tak lupa ia mematikan lampu sebelum tidur.


__ADS_2