Brother And Love

Brother And Love
bab 91- Sesak lagi..


__ADS_3

Lama dua manusia itu berpelukan, sampai suara jeritan dari kamar mandi membuat keduanya langsung menjaga jarak aman, keduanya menoleh ke sumber jeritan tadi, dan kini tolehan keduanya bertemu, sempat hening di antara keduanya. dan sesaat kemudian tertawa bersama, entah apa yang lucu namun di antara keduanya hal ini adalah kesan paling aneh yang pernah mereka lalukan.


Kini keduanya sedang berada di atap. Di tempat yang sudah lama tak Mita datangi. dan tempat yang mana membuat nya sadar akan kata cinta itu. "Lo tau gue kenapa suka tempat ini?" Tanya Bayu sambil memegangi gitarnya di tangan kirinya. Mita tak menjawab ia hanya melihat wajahnya Bayu dengam serius. wajah yang ia rindukan selama dua bulan lebih, bukan karna jarak yang membuat nya tak bisa jumpa, apalagi menatap Bayu sedekat ini, melainkan ia yang berusaha mengeluarkan perasaannya pada Bayu yang sudah penuh, namun saat ini perasaan itu mulai terisi kembali, walaupun bukan untuk cinta melaikan untuk masa kedekatan dirinya dengam Bayu.


"Karna tempat ini tempat yang penuh dengan kenangan, dari awal hingga akhir kenangan gue tersimpan rapat di sini, gue putus sama Rika!" Ujar Bayu yang berakhir dengan menundukkan kepalanya. "Gue gak tau Mita, salah gue dimana, sampai Rika selingkuh dari gue, lo tau kan mit, kalo cinta nya gue ke dia itu besar, susah payah gue mempertahankan ini semua, tapi akhir nya gue tatap gagal, gue bodoh Mit. gue bodoh, bisa biasanya gue mengiyakan permintaan putus nya ke gue, gue bodoh Mit!" Ujar Bayu dengan suara yang hampir tak terdengar.


Mita yang mendengar nya sempat terkejut bahkan rasa sakit dirinya pada Bayu kembali ia rasakan. "Kanapa sesak lagi bay?" Ujar mita dalam hati. tentang Bayu dan Rika putus mestinya hal itu adalah hal yang ia ingin kan bukan, namun pikiran Mita terawang awang kala Mita menutup matanya dengan menahan air matanya yang akan keluar dari persembuanyianya. Bayu yang tak mendapat kan respons dari Mita pun melihat Mita, ia tak mengerti kala melihat Mita di samping nya.


Bayu menarik Mita dan memeluk nya dengan erat. Lama mita Berada di pelukan Bayu sampai tangisnya Mita berhenti baru Mita mulai merenggangkan pelukannya. "Maaf bay, seharus nya gue yang buat lo semangat, tapi gue yang malah buat lo terbeben!" Ujar Mita dengan menununduk tangan nya trampil mengelapi sisa air matanya. Tanpa menjawab ataupun banyak kata yang keluar dari mulutnya, Bayu kembali memeluk Mita lagi. "Sebentar aja Mit, gue butuh pelukan dari orang yang gue butuhkan di masa depen, gue butuh lo Mit, lo orang pertama yang mengenel dan mengerti jauh tentang gue, makasih Mit!" Bayu mengelus lembut rambutnya Mita.

__ADS_1



Saat ini tampak seorang cowok tampan yang terkesan dingin sedang mencoba bernegoisasi dengan Dira dan Amel. "Jelasin sama kita, Mita di mana?" Tanya Dira yang masih ngeyel tak percaya pada ucapan Amel Ari. Ari menatap tajam ke arah Dira, ia maju selangkah lebih dekat ke arah Dira. "Gue percaya, kalo gak ada Mita di sini!" Ujar Dira yang langsung meninggalkan Amel di tempat. "Aa... ah iya, gue rasa ucapan lo benar, kalo Mita gak ada di sini, hehehe.. gue luan nyusul Dira deh!" Pamit Amel yang langsung berlari dengan terbirit birik.


"Ngapain lo ketawa?" Tanya Amel dengan muka tak bersahabat. "Menurut lo gue ngapain?" Tanya Mai dengan menantang. Hiess dengan geram Amel menginjakkan kakinya ke kaki Mai dengan kuat lalu berlari ke kelas. "dasar, gak jentel lo!" Teriak Mai dengan mengipas ipas kakinya yang sakit. "Main kabur kabur aja sih tuh anak, liat aja ntar gue balas perbuatan nya!" Ujar Jeni yang membantu Mai memijat mijat kakinya.



"Ikut gue!" Ajak Ari dengan menarik tangannya Mita paksa. Mita menghela nafas lemas atas tindakan sesuka hatinya Ari padanya. "Jangan bilang kalo kak Ari ajakin Mita bolos!" Ucap Mita asal. "Gak bisa jamin, tapi bisa mastiin kalo gak bakal ada penolakan dari lo!" Ujar Ari tanpa melihat lawanya. Mita mendesis kesal. bibirnya munyun dengan tatapan datar ke arah Ari. Mereka berjalan ke arah parkiran. perasaan Mita mangkin tak keruan Ari membawanya kemari.

__ADS_1


"Tenang aja gue gak bakal buat lo bolos kok, gue cuma pinta lima menit doang!" ujar Ari yang membuka kan pintu mobil untuk Mita. Mita hanya berdiam diri tanpa ada niatan masuk. "kenapa diem, mau gue paksa atau gue gendong baru mau masuk?" Ari menaik turun kna alisnya dengam gaya sok coolnya.


Mita tertawa kecil seraya menggeleng, lalu masuk. Jika saat ini Ari adalah orang asing, maka Mita akan langsung lari. namun saat ini cowok yang bersamanya adalah Ari, tak mungkin kan jika Ari macam macam dengan adiknya sendiri. pikir Mita dan menemani Ari yang sedang memejamkan matanya.


"Lima menit, setelah nya lo boleh masuk ke kelas, kalo lo di tanya kenapa lama, bilang aja lagi nidurkan gue!" Ujar Ari dengan mata yang sudah tertutup rapat. Mita mengangguk mengiyakan ucapan Ari di samping nya.


...


Di tempat lain, tampak seorang cewek yang sedang kesal. "Lo mau sampai kapan sih Rika kaya gini, lo sadar deh, di luaran sana banyak cewek yang mengejar ngejar Bayu, lagian lo sama dia udah berapa lama coba? masa ia lo mau nyereh begitu aja, gue tau Rika, gue tau lo pengen Bayu bahagia kan tapi lo harus bahagia juga, Lo sadar napa, lo sadar..Ka.. kalo emang lo buat begini untuk kebaikan Bayu. gimana dengan lo, lo bahagia kah? lo puas kah? lo nyaman kah? gue tau Rika lo sakitkan? dan sakit lo bukan sakit biasa. lo harus menahan dua sakit yang berbeda, gue gak mau Ka.. di akhir hidup lo, lo menjadi menderita, setidaknya lo harus bahagia walaupun itu hanya jangka pendek, gue yakin Bayu pasti menerima lo dengan lapang dada, dia cowok baik ka. Buat apa lo buat dia benci sama lo, itu hanya buat dirinya sedih akhirnya!" Ucap Adel dengan wajah yang tak bisa di bendung lagi, kini emosi nya keluar semua.

__ADS_1


"Oke.. Ka.. kalo lo gak bisa bilang ke Bayu, biar gue yang bilang, gue bakal tampar muka nya, biar dia sadar. Dari wajah lo, badan lo, tenaga lo, masa ia dia gak ada kata sadar nya, emang tai si Bayu!" lagi lagi Adel di buat kesal saat teringat kemauan sahabatnya itu. Adel berjalan cepat menuju luar kelas. "Jangan Del.. kalo lo bilang dan kasih tau semuanya ke Bayu, gue gak bakal menerima lo lagi, sebagian sahabat nya gue, karena gue percaya sama lo, makanya gue kasih tau semua masalah gue ke lo, dan lo udah janji, ini hanya rahasia kita berdua. yang artinya hanya kita saja yang merasakan dan tau bagaimana!" Timbal Rika dengan suara yang terdengar ngos ngosan.


Rika memegangi dadaya dengan kedua tangannya, Adel yang tau jika penyakit kanker parunya Rika kambuh. kita ke uks nya!" Ajak Adel yang membawa Rika ke Uks.


__ADS_2