
Klara menangis di dalam dada kakapan Mita, Mita dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Klara saat ini. "Ada gue kla, tenang aja!" Ujar Mita yang mencoba menenangkan Klara di hadapannya.
"kenapa! kenapa lo baik sama gue?" Tanya Klara dengan wajah sembabnya. "Karna lo udah berubah Kla!" Ujar Mita diringi senyum.
'Gak usah di pikirin atas apa yang mereka katakan, cukup dirasakan dan jangan di masukan ke dalam hati, karna jika kita memasukanga maka akan tumbuh daging kejahatan yang menimbulkan sebuah kata dendam!" Ujar Mita dengan ekspresi seriusnya.
Klara langsung memeluk Mita dengan erat. "Thank you Mita!" Ujarnya dengan rasa lega setelah apa yang ia dengar dari Mita. "Kita bisa berteman kan?" Tanya Klara dengan pelan.
"Kalau lo mau, gue selalu setuju!" Ujar Mita tanpa rasa canggung. Klara tersenyum kecil mendengar ucapan Mita
Mita memutuskan untuk tidak masuk ke kelas, ia memutuskan untuk menemani Klara di uks.
"Gak usah lo pikirkan apa yang mereka katai tentang lo, karna mereka gak tau menau apa yang lo rasakan!" Ujar Mita yang saat ini sedang memberikan air putih ke Klara.
Klara tersenyum simpul, "Apa yang mereka ucapan itu semuanya benar, gue emang manusia yang kotor, yang gak bisa menjaga harga diri dengan baik, gue memang bodoh, dan jahat!" Klara kembali menangis ketika mengucapkan apa yang baru saja ia ucapan.
Mita meletakan gelas berisi air putih itu ke atas nakas, dan menghadap ke arah Klara dengan sendu.
Hik.. hik..
"Gue emang hamil Mita, gue emang hamil!" Ujar Klara sambil memukul perutnya dengan kuat.
Mita menghela nafas dengan lemas. "Cukup lo aja Kla, yang merasakan sakit tapi tidak dengan nyawa yang ada di dalam ini!" Mita menarik kedua tangannya Klara agar tidak memukul perutnya lagi.
Awalnya Mita sempat tak percaya ketiga mendengar prihal kehamilan Klara namun ia merasa percaya ketika mendengar ucapan Klara barusan.
"Gue takut Mit gue takut..!" Ujar Klara sambil menggelengkan kepalanya dengan telapak tangannya. Mita kembali menarik kedua tangannya Klara yang kini mengelus dengan lembut tangan Klara, berusaha untuk menguatkan Klara di hadapannya.
"Peluk gue!" Pinta Klara dengan nada sendu. Mita langsung mendekap Klara dengan erat. "Ada gue kla, kita teman, kita bersaudara, gue bakal membantu apa yang lo butuhkan, ada gue!" Ujar Mita berusaha menyabarkan Klara.
...
Pulang sekolah pun tiba. Mita dengan langkah terburu buru menuju uks, ia sudah berjanji akan mengantarkan Klara ke rumah nya. Matanya tertuju ke seisi uks, satu persatu penutup di setiap ruangan Mita buka. namun tak menemukan keberadaan Klara.
"Apa dia udah pulang, tapi kan gue udah janji masa ia pulang luan?" Tanya Mita dengan sendirinya.
Tiba tiba ia dikagetkan oleh suara pintu uks yang di tutup dengan kuat. Mita mengeritkan kening saat melihat sosok Jeni diambang pintu. Belum sempat berucap Mita di kagetkan dengan lempararan buku paket, yang berawal dari Jeni.
"Maksud lo apa, ikut campur masalah gue sama Klara!" Ujar Jeni yang kini sedang menatap Mita dengan nyalang.
"Gue! gue rasa gue gak bermaksud lain, selain hanya membantu Klara dari orang seperti kalian!" Ucap Mita yang balik menatap Jeni dengan tatapan tajam.
"Gue gak tau, lo emang sengaja bantu dia karena cari muka di depan para siswi agar lo dapat keliatan baik di depan meraka dan dengan sengaja lo membuat gue sama Mei menjadi buruk di depen mereka!" Jeni berucap dengan lantang.
__ADS_1
"Gue gak peduli gimana penilaian mereka terhadap gue, baik buruk yang terpenting gue gak bakal biarkan orang lain tersiksa dalam kondisi seperti yang Klara rasakan, gue gak mau ada orang lain selain gue yang merasakan hal seperti itu, cukup gue yang merasakan hal seperti itu dari kalian!" Ucap Mita tanpa ada rasa takut.
"Lo..!" Jeni menujuk Mita dengan jari telunjuk nya.
...
Jauh di tempat lain, tampak Bella yang sangat kesal yang mengadu dangan Eka.
"Gue heren aja Yang, sama si Mita udah berkali kali di sakitin sama Klara, lah kok malah nolongin balik, gerem gue padahal kan bisa di jadikan momon pembayaran atas apa yang dia lakukan ke Mita, tapi...
"Bukanya ayang yang bilang kalo Mita itu baik bahkan terlalu baik, jadi hal begini pasti udah hal yang wajib dia lakukan!" Sosor Eka dengan cepat.
"Iya yang, emang baik sih tapi gak seru karna klara orang yang dia tolongin!" Ujar Bella lagi.
"Mana si Mita nutupinya dia, pake jaket gue lagi, tau gitu gak bakal gue pinjemin!" Ujar Bella yang mengeratkan pegangan tangannya di pinggang Eka.
"Trus cerita nya kamu itu gak iklas karena liat klara pake jeket kamu?"
Bella mencubit kedua pipinya Eka dari belakang. "Itu salah satu alasan nya, tapi yang lebih penting karna jaketnya dari kamu, kan gak bagus karna bisanya jatuh ke tangan...
Eka mencium tangannya Bella dengan tangan satu yang mengontrol stang. "Udah gak udah pikirin dan masalahin Klara!" Ucap Eka yang mana tanganya Bella masih di gengam di tangan kirinya.
"Jadi mikirin apa?" Tanya Bella sambil menarik tangannya yang di genggam oleh Eka.
"Mikirin masa depan kita!" Ujar Eka yang di akhiri dengan tawa kecil.
.
...
Langkah Mita memelan saat mendengar suara gaduh dari arah kamar mandi, seketika ia sadar jika suara itu tak lain adalah suaranya Klara.
"Apa yang lo lakuin?" Tanya Mita dengan ekspresi tak bersahabat.
Terlihat Klara yang terduduk di pojokan dengan mata yang sudah sembab, di sertai dengan badan yang lemas. "Si penyelamat datang, persis kek lo yang selalu di lindungi di Bella, tapi salahnya penyelamatnya sok dekat!" Ucap Mei dengan tatapan mengarah ke arah Klara.
"Sekali lagi gue liat lo berbuat jahat sama klara, gue pastikan lo dan Jeni gak bakal tenang!" Ancam Mita yang menarik Klara agar keluar dari tempat itu.
"Ahaha.. segini kah masa kekuatan lo!" Mei dengan sengaja menjegal Mita sehingga jatuh tersungkur. Mita berdiri dan menatap kedua orang itu dengan tajam.
"Gue berharap dan akan selalu berdoa agar lo dua cepat tobat, ingat ajab akan melanda jika kalian terus menerus melakukan hal konyol dan tak berperikemanusiaan seperti ini, tobat lah sebelum lo dua merasakan atas apa yang kalian lakukan ke gue dan Klara saat ini."
Mei sempat akan menjambak rambutnya Mita namun lebih dulu di cegah oleh Jeni.
__ADS_1
"Ingat tujuan kita!" Ujar Jeni yang membuat Mei menghela nafas kasar.
...
Mita meletakan tas nya di atas kasur berbarengan dengan badanya yang ikut terjun dikasur.
"Leleh banget ya!" Ucapnya seraya mengambil ponsel di dalam tas.
Ia membalas beberapa pesan dari Klara. Mita yang secara kebetulan membawa mobil mengantarkan Klara. dan mereka sempat bertukar nomor.
Ia merasa lega saat melihat balasan dari Klara.
"Lo itu baik kla, tapi kenapa lo bisa hancur begini, tapi gue bersyukur akhirnya kita bisa berteman, doa gue terkabul walaupun dengan cara yang tak terduga dan tak diinginkan!" Mita pun mulai memejamkan matanya perahan, menikmati rasa leleh yang ia tanggung saat ini.
Di tempat lain, terlihat dua orang cowok yang sedang duduk di motornya masing masing. dengan perlengkapan maksimal mereka berdua menunggu kedatangan Deni dan Eka. Mereka tak mengatakan jika balapan mereka kali ini untuk mendapatkan orang yang mereka sukai.
Setelah jam berlalu, tepat jam lima sore, orang yang sudah di tunggu sejak tadi pun muncul. Terlihat wajah tegang di antara keduanya.
Ternyata yang datang bukan hanya Deni dan Eka saja, Bella, Amel dan Dira juga ikut untuk melihat pembalapan itu.
"Yang, kenapa gak di cegah aja si gue takut liatnya, wajahnya si Ari lagi, seremnya ke bangetan.
"Ayang tau kan gimana Ari, kalo Bayu mungkin masih bisa gue kasih saran. tapi kalo Ari gue gak berani!" Ujar Eka blak blakan, Bella memuyunkan bibirnya karna merasa tak puas atas jawaban Eka.
Sebelumnya Bella sempat gak percaya dengan apa yang di bilang Eka padanya tentang Bayu dan Eka, namun karna ia di ajak Eka untuk melihat, akhirnya pun menjadi percaya.
Berbeda dengan Deni, Amel, dan Dira mereka seakan akan, akan melihat pertandingan balapan yang sunguh sunguh. Dira sudah bersedia dengan ponsel khusus untuk memvidio apa yang akan terjadi nantinya.
Keduanya pun memakai sapu tangannya dan mulai memakai helm masing masing.
Dalam hitungan ke tiga keduanya pun mulai memajukan motornya masing masing. suasana menjadi tegang, kecuali Dira ia sibuk dengan hal yang biasa ia lakukan.
"Mereka yang tanding kok gue yang traveling!" Ujar Bella dan Eka berbarengan. keduanya pun tertawa kecil.
"Woi.. gile si Mita vieral gara gara Klara!" Ucap Dira sambil memperlihatkan vidio yang lagi heboh di grup school.
Bella dan yang lainnya pu melihat. bahka mereka pun ikut ikutan mengomentari yang lagi heboh. "Kimi mereka semuanya pokus ke ponsel masing masing.
Ada rasa senang kala melihat bayak komentar yang pro pada Mita.
"Mam**s tuh orang kena hujat kan!" Ujar Amel tanpa sadar yang mendapatkan tatapan tajam dari Deni. ia pun memukul mukul mulutnya karna terlalu lemes.
"Gue rasa dengan cara seperti ini, Mei dan Jeni bakal tobat!" Ujar Bella yang di aminkan oleh ketiganya.
__ADS_1
"Tapi yang lebih gue khawatirkan Mita di kerjain sama mereka, lo pada tau kan kalo Jeni dan Mei orang yang licik dan jahat" Ujar Dira lagi.
...