Brother And Love

Brother And Love
bab37- Hoak..


__ADS_3

Mita bangun dengan mengeliat lemas, susana pagi ini benar benat dingin, membuat para penganggur akan melanjut kan tidurnya, termasuk anak yang gak sekolah di luaran sana..


Jika ini hari libur mungkin Mita akan melanjut kan tidurnya, bunyi ponsel yang terus terusan berdering dari semalam kini kembali lagi, dengan tangan malas Mita mengambil ponsel yang berada di meja belajar.


Siapa sih, ganggu aja! gumama Mita malas.


Mata Mita melotot banyak nya pesan dari bella dan dua temannya, berhubung rasa malas yang masih menempel mita kembali menaruh ponsel ke meja itu.


Huaa..


Mita menguap, petanda rasa kantuk yang masih menempel di dirinya. entah kenapa langkah kaki nya terasa berat ingin berjalan, padahal hanya ingin ke kamar madi.


"Pagi bik," sapa Mita ketika baru saja sampai di meja makan. Mita meletakkan ponsel nya tak jauh dari tangannya.


"Pagi juga non!"


"Bik.. bunda udah pigi?" tanya Mita sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


"Udah, non.. malah mangkin pagi dari kemarin", jawab bik susi sambil meleletakkan gelas ke meja makan. Mita sedikit terdesak ketika membaca pesan dari ketiga temannya yang dari semalam ia abaikan. Bik Susi yang melihat itu langsung memberikan air putih!


"Maaf non!" ucap Bik Susi dengan suara lirih. sambil mengelus elus pundak Mita pelan. Mita memasang muka bingung, "kok minta maaf Bik, emang bibik salah apa?" tanya Mita bingung.


"Bibik salah non, harusnya bibik gak bilang tadi!" Mita sedikit berpikir apa yang di bilang Bik Susi sebelumnya.


"Bukan gitu bik, Mita kesedak karena ini!" Mita menunjukkan ponselnya yang masih menyala.


kini gantian bik susi yang memasang muka bingung. Mita terbawa kecil, sambil bergeleng gelang. tawa Mita terhenti ketika mencium bau menyengat.


Kini mereka dua mencium bau menyengat dari dapur. "bibik tadi masak?"


Kini muka bik Susi menegang dan langsung pamit ke dapur. Mita hanya geleng kepala, kini pokusnya Mita kembali ke ponsel. Keningnya mengerut ketika melihat pesan dari para sahabat nya. sekali lagi Mita meneguk air putih dengan cepat.


Sedari tadi pak ujang memperhatikan Mita dari kaca spion. sedari tadi Mita tampak menghembuskan nafas berat dan pandangan yang menuju banyak masalah. "ada masalah non?" tanya pak Dede ragu.


Yang hanya di jawab Mita dengan gelengkan kepala, dan senyum kecil, setelah mendapatkan jawaban pak Dede kembali pokus je arah jalan.


Mita kaget, karena sebuah motor yang kelihatan ugal ugalan, pemiliknya adalah seorang siswa semuran dengan nya, sama sama mengenakan pakaian sma, dan simbol seragam yang sama, Mita yakin sembilan puluh sembilan persen kalo itu orang termasuk salah satu anak yang satu sekolah dengannya.


Kini teman teman Mita menunggu di gerbang sekolah! sepertinya mereka paham akan perasaan Mita saat ini.


"Mit, gue bakal buat pelajaran sama tuh orang, tenang aja." Dira merangkul bahu Mita, yang dijawab hanya dengan seluas senyum. "Itu anak mangkin lama mangkin ngelunjak emang," Amel sudah mengepal kan tangannya geram. "sabar Mit, lo masih ada kita."


"Oh ini orangnya..

__ADS_1


"Gak tau malu ya! padahal udah jelas bikin maluin diri sendiri..


"Gue kira cupu, eh rupanya gak punya malu..


"Tampang dong lugu, aslinya membagu bagu..


"Woi.. bisa diem gak bibir lo!" Dira menegur satu persatu orang yang sedang menjelekkan Mita secara terang terangan di depan nya.


"Udah Dir.. biarin aja! mereka kan gak tau apa yang sebenarnya." Dira memandang kesal ke salah kakak kelas yang sengaja menguatkan suranya.


"Heh.. lo, iya elo.. kalo gak tau gak usah sok tau deh!" Dira sudah kebawa emosi, kini kedua tangannya sudah mengacak pinggang seakan ingin menantang.


"Emang kenyataan kan? jadi gak perlu di sembunyikan! lagian temen kayak gitu masih aja di belain."


Dira sudah mengangkat kedua tangan nya, dan ingin mencakar muka orang tadi, tapi Mita menggeleng.


"Jangan biarin aja! gak akan selesai masalah kalo lo lawan, cukup kesal di hati aja, jangan di bawa ke luar." Dira memandang Mita dengan kasihan.


Ini belum seberapa yang menjelekkan Mita sepanjang jalan menuju kelas satu semua mata menatap jijik ke arah mereka.


Mita berhenti dari langkah nya, Amel dan Dira pun ikut berhenti


"Napa? "


Melihat reaksi Kedua temannya, Mita sudah tau apa yang lagi mereka pikirkan.


Mita berlari menuju kelasnya. benar apa yang dipikirkan kini sudah nyata di depan mata..


Bella yang lagi berantem lawan tiga orang. heranya Bella tampak seperti seorang pahlawan, gak ada tampak berantakan sama sekali, hanya terdengar suara nafas yang ngos ngosan dengan mencekal kedua tangan Klara. sedang kedua bawang nya tampak acak acakan entah jurus apa yang Bella pakai yang jelas good job.


"Bel.." Seru Mita dan mulai merdekat, Bella menoreh, "Auu.. auu." keluh Klara karena merasa tangan nya yang mangkin terasa sakit.


"Sekarang!" Pinta Bella lantang.


"Lepasin.." Jerit Klara mulai merasa mangkin sakit. "oh.. masih mau lagi?"


"Udah Bell.. itu sakit." Mita mendekat ke Bella dan Klara. "Stop Mit", Mita berhenti sesuai perintah Bella. Muka Bella tampak sangar, dan penuh kebencian menatap Klara. "Masih gak mau ngaku lo!" kini tangan Bella dengan cepat menjambak rambut Klara. Klara masih dengan pendirian nya masih ingin tetep diam seakan gak tau masalahnya,


"Gue, salah apa sih! Bel sama lo?"


"Oo.. masih gak paham juga ya!" Bella tertawa lepas, "Gue tunggu sampai istirahat! tapi kalo lo sama kedua bawang lo masih juga belum minta maaf, dan menghapus video nya. inget gue juga punya aib lo, bahkan lo bisa gak dianggap di sekolah ini lagi." bisik Bella ke Klara.


Bel masuk membubarkan kerumunan siswa /i kini meraka mengerti dan paham jika video yang menyebar seisi sekolah adalah hasil editan dari Klara, Mereka dapat percaya ketika bel istirahat Klara mengunggah sebuah Video di mana di dalam video itu Klara dan dua anak bawang nya meminta maaf ke Mita.

__ADS_1


Kini ke empat sejoli ini sudah berkumpul di tempat biasa. Mita yang baru saja melihat video memalukan itu langsung menatap ketiga temannya, mereka berpelukan. di sela sela pelukan Mita berulang ulang mengucapkan terima kasih kepada ketiga temannya.


makasih telah berada di pihak gue..


Makasih selalu bersama gue...


makasih sudah percaya gue dan penyemangat gue...


makasih untuk semua hal yang kalian lakukan di saat gue sendiri hanya bisa diam untuk menerima kenyataan yang gue sendiri gak tau..


"makasih teman " ucap mita lembut di sela sela pelukanya.


mereka sudah mulai melepaskan pelukan satu persatu, gue yakin si Klara gak bakal diem, dia pasti bikin rencana yang lebih dari ini.


"gue juga gitu mikirnya, Dir!" saut Amel.


"Tapi lo keren ya Bel.. berguru dimana sih?" tanya Dira.


"kenapa mau lawan gue lo, kalo dah hebat?" mereka tertawa mendengar jawaban Bella.


"Eh kita dua masih di anggap temen nih ceritanya?" Tanya Amel memandang Mita.


"Layaknya gitu," jawab Bella. Amel memandang Bella kesal, untuk lo teman eh musuh jawab Amel sambil membuang muka.


"Mulai hari ini kita adalah teman sekaligus sahabat" jawab Mita. kini mereka kembali berpelukan lagi.


"Eh.. gue boleh nanya gak?


"boleh. tanya apaan?" jawab Mita sambil memandang Dira.


Dira tampak ragu tapi semua keraguan nya dia hilangkan terhadap rasa penasaran nya.


"Yang di video itu, benaran lo?" Dira menggigit bibir bawah, menurut nya pertanyaan gak logis sih tapi pertanyaan itu sejak tadi memutar di otaknya. mendengar pertanyaan gila Dira Amel mencubit lengan Dira. dan gak kalah Bella terus menatap Dira dengan tatapan khawatir akan jawaban Mita.


Mita menggeleng, lalu tersenyum "gue gak mungkin ngelakuin hal bodoh dan kotor, gue gak sejorok itu."


Dira menyenggir mendengar jawaban Mita.


"Waktu itu gue emang buka baju, karna gue gak sengaja numpahin minuman ke bajunya, kita tukaran baju waktu itu. gue sendiri gak tau kalo ternyata gue dividio in, itu dulu sekitar tiga tahun lalu. mungkin mereka sambung dan jadilah vidio yang gak mengandung manfaat sama sekali." jawaban Mita cukup pas penjelasan nya, "maaf ya Mit.. gue soujon sama lo."


"Gak papa, sekarang kalian tau kan!" mereka mengganguk secara bersamaan.


...sebelum lanjut jangan lupa tinggalkan jejak ya, biar semangkin semangat halu nya😁😁...

__ADS_1


...komentar, like, favorit, dan vote agar autor semangat, mohon dukung an nya.. 🙏🙏🙏...


__ADS_2