Brother And Love

Brother And Love
bab84- kembalinya Ulan..


__ADS_3

Dua hari kemudian, di kamar Mita berjalan mengendap endap saat akan menuju pintu kamarnya. saat ini ia akan pergi ke sekolah. ia sungguh tersiksa dengan adanya Ulan yang membikin onar di sekolah nya selama dua hari ini, walaupun sore nanti Ulan akan pergi dan meminta Mita untuk menunggu nya saat pergi ke sekolah namun Mita mencoba menghindari Ulan.


"Hah.."


Mita menghela nafas lega saat berhasil keluar dari kamar dan menutup pintu tanpa ada bersuara. Langkah Mita semangkin lama semangkin melebar, ia berjalan ke arah meja makan di sana masih terlihat seorang wanita paruh baya, "Pagi bun!" Sapa Mita pada bunda di depannya.


Dewi melirik lirik ke arah belakangnya Mita, "Ulan nya mana?" Tanya Dewi pada putri semata wayang nya. "A-an pagi tan!" Suara Ulan yang baru saja menjawab pertanyaan dari bunda Dewi. "Lo dah mau berangkat? yakin gak kepagian?" Tanya ulan sambil duduk di meja makan. "Hehe.. enggak Lan.. hari ini gue lagi piket!" Jawab Mita pada Ulan, padalah yang sebentarnya Mita tak ada jadwal piket kelas sama sekali.


"Ayo serapan dulu, nanti lagi nyobrol nya!" Ucap Dewi yang membuat dua gadis itu langsung diam dan mulai makan. "Bunda gak kerja?" Tanya Mita saat acara sarapan itu baru saja selesai. Dewi menjawab pertanyaan anaknya dengan senyum manis. "Wah.. pates senyum Mita manis orang Bundanya juga kalo senyum manis!" Ucap Uln dalam hati.


"Ulan gak ikut udah ayo!" Ajak Bunda Dewi yang mengajak Mita untuk keluar menuju mobil, "Luan aja tante, ada yang mau ulan omongin sama Mita," Jelas Ulan yang menarik tangan Mita agar mendekat. "Gue gak ikut lo ke sekolah, karena gue udah dapat apa yang gue inginkan, Liat nih!" Tunjuk Ulan pada sebuah poto yang terlihat sedikit buram di ponselnya. Mita sedikit bernafs lega, saat ucapan Ulan barusan. "Syukur deh.. akhir nya lo gak ikut gue kesekolah!" Mita berucap dalam hati.


"Dari mana lo dapat?" Tanya Mita penuh selidik, pasalnya kemarin saat ikut Mita ke sekolah, Ulan tak ada sama sekali mengajak Mita ke kls dua belas. "Rahasia," Jawabnya dengan senyum senyum. "Oke.. lanjutin aja rahasia lo, gue pergi ya!" Ucap Mita lalu beranjak dari hadapan Ulan.


"Ucapain salam perpisahan gue buat Ari, sama Eka.. mereka pans gue banget," Jerit nya Mita yang mendengar kan ucapan Ulan hanya menggeleng kan kepala, "Bukan mereka yang pans gue tapi lo yang pans sama mereka!" Ucap Mita memperbaiki ucapan Ulan tadi.


"Sama aja!" Jawab Ulan yang ternyata masih mendengar ucapan Mita. "Terserah lo deh lan!" Ujar Mita dan sudah menghilang di balik pintu.

__ADS_1



Di sekolah. Mita merasa ada perubahan dari sikap Ari saat bersama denganya. "Coba aja dari dulu begini, mungkin Mita gak bakal biarin kakak sama Ayah." Ucap Mita dalam hati. Saat ini dua manusia berbeda jenis itu berada di tempat biasa, ya belakang sekolah lebih tepatnya. Mita menggelengkan kepala saat melihat tingkah Ari saat ini. *perhatian, baik, dan lebih tepat bersikap romantis. sejak bel istirahat pertama Mita terus terusan di perlakukan seperti seorang kekasih yang di perlakuan baik oleh pasangan nya.


Seperti tadi, Mita hanya perlu buka mulut saja. ia di suapin oleh Ari, bukan hanya itu, Ari juga mondar mandir ke kantin karena membelikan yang Mita pengan makan. Seperti saat ini Mita hanya perlu menunggu Ari yang sedang mengerjakan tugas miliknya, tugas yang di berikan untuk minggu depan, tugas Mtk, jika sudah berurusan dengan Mtk Mita selalu di buat puyeng. padalah waktu semester satu Mita cukup di bilang cepat mengambung dan paham, namun entahlah saat ini, ia sendiri bingung kenapa susah sekali memahami saat semester dua ini. Mita hanya memerhatikan cara Ari menulis dan menjawab ia hanya sesekali bertanya ketika melihat angka yang datang nya tah dari mana, "dari mana kok hasilnya dapat min lima?" tanya Mita yang merasa jawaban dari Ari sedikit salah.


Ari pun mulai menjelaskan secara berulang ulang, ia berharap jika Mita bisa mengerti jika di jelaskan dengan berulang ulang.


Pulang sekolah, Mita di kejar oleh ketiga sahabatnya itu, "Malam nanti ke cafe yuk.. mumpung malming!" Ajak Amel ke Mita dan di angguki oleh kedua nya, Bella dan Dira. "Ya deh, gue ngikut aja!" Ucap Mita lagi.


"Sok sedih lo, biasanya juga lo berantem mulu bawaannya." Ucap Dira dengan menyetil lengan nya Amel. "Itu karena dia mudah emosi, sama kek Bel.. Apa lo mau bilang gue mudah emosi?" Tanya Bella yang langsung menatap Amel dengan mengacak pinggang seakan ingin mengajak Amel berantem.


"Lah itu tau!" Jawab Amel dengan bersembunyi di balik Dira. "Eh.. lo dua kaya bocil masa kini deh.. gak malu apa sama orang yang udah dewasa kek gue?" Tanya Dira pada kedua temannya. sedang Mita tersenyum kecil dan mengundurkan dirinya dari ke tiga sahabatnya, karena ia akan langsung ke tempat di mana Ulan akan pergi.


Di loket, tepatnya saat Ulan sudah membeli tiket di loket dengan Bunda Dewi. tak lama kemudian terlihat mobil yang akan membawa Ulan ke tempat asalnya. Setelah Bunda Dewi dengan Ulan yang sibuk berpelukan dan saling kasih solusi dan kata motivasi satu sama lain, akhirnya giliran Mita yang akan mendapatkan pamit nya Ulan untuk kepergian Ulan.


"Lo bangus bagus ya lan disana, lain kali main ke sini lagi, biar gue ada teman yang buat gue bosan!" Ujar Mit dengan senyum kecil.

__ADS_1


"Lawak lo kurang pas. mestinya gini, Mita yang cantik, eh.. bukan maksud nya imut.. namun lebih tepat manis lah.. lo jaga diri baik baik ya selama gak ada gue, dan cepat ngusul gue yang udah pernah ngerasain pancaran!" Ucap Ulan yang memang dengan sengaja untuk memancing Mita. Mita menanggapi nya dengan gelengkan kepala.


"Belum waktunya," Jawab Mita simpel. "Ulannnn! " Jerit kedua cewek yang baru saja keluar dari dalam mobil dengan senyum kecil dan mata yang tampak berkaca kaca. lain hal dengan Amel ia hanya berjalan biasa seakan merasa biasa biasa saja. padalal waktu di sekolah tadi, Amel lah yang memanksa Bella agar pergi ke tempat saat ini mereka berada. "Lelet banget lo, kek siput!" Ucap Dira pada Amel.


"Emang," Jawab nya simpel. "Sok iya lo Mel.. siapa yang tadi minta jumpai Ulan? siapa juga ya yang tadi pengen peluk Ulan? Dan siapa juga ya, yang tadi sempat banjir di dalam mobil, Siapa Dir penyebab nya?" Tanya Bella pada Dira.


Mit dan Dewi hanya tertawa kecil mendengar penuturan Bella dan Dira yang mencoba menyadarkan Amel. "Ya udh deh.. kalo lo gak mau peluk, biar gue yang peluk," Ucap Ulan dan kini sudah memeluk Ulan. diikuti Mita dan kedua sahabatnya.


"Iget Lan.. kalo ada yang jahatin lo, sebut aja nama gue, pawang nya tinju nih!" Ucap Bella sambil menendang kan tangannya di udara. "Lo kalo gak tau info, bisa tanya gue, karena gue punya mata mata dimana mana!" Ucap Dira tak mau kalah. "Kalo lo gak ada lawan adu mulut di sana, dan gak ada yang bikin lo sebel bisa telepon gue karena cuma gue imbang yang gak bisa di lupakan," Jelas Amel yang membuat orang di sana teetawa.


Kini ketiga cewek itu beralih pandang ke Mita. "Tante berharap Ulan menjadi anak yang baik, dan cepet tamat!" ucap Bunda Dewi pada Ulan.


"Kalo lo gak bisa tidur karena hantu penghuni kamar lo, lo bisa bayangi aja Lan.. bentuk hantunya, gue yakin lo bakal pengen balik ke kamar gue!" Ucap Mita dan mendapatkan tawa dari lima wanita di sekitar Mita.


"Makasih saran saran kalian. gue pasti selalu ingat kenangan tiga hari bersama kalian, dan juga Tante makasih udah baik selama tiga hari Ulan di sini.


"Gue pergi..!" Pamitnya dengan melambaikan tangan nya pada semuanya, "Hati-hati," Ucap mereka semua berbarengan dan tertawa menyadari kekompakan kelimanya termasuk Bunda Dewi.

__ADS_1


__ADS_2