
" senyum merekah, terpancar di bibir seorang cewek berambut sebahu, sejurus kemudian dengan cepat ia menulis. bel kasih tau dong! jangan pelit-pelit, ntar cantik lo ilang, bisa nempel semua ke gue ntar cantiknya, kasih tau dong! amel berusaha membujuk bella yang sedang mengerjakan tugas, dia sama sekali gak gerti dengan urusan yang disebut angka. sedang bella gak merespon sama sekali.
" hahh. .. bella menarik nafas kasar. tiba ada maunya baik bangat mujinya, biasanya gak pernah tuh nyebut gue cantik. dengan rasa kesel bella oun memberikan contekan.
" padahal udah dua hari mereka gak bertegur sapa. karana masalah eka. amel emang belum terima kalo bella pacaran sama eka. menurut nya, itu hanya akalan bella saja! tapi karana kemarin malam, dia udah percaya dan harus ngelupain sosok cinta pertama nya, *eka.
" ka.., panggil amel dengan berlari kecil menuju orang yang di panggil nya.
" ada apa ? " eka sedikit menaikan kening melihat amel yang memasang mimik serius.
eka, kenal amel, karena amel sering kasih makanan ke eka sama hal nya bella, walaupun itu dulu, waktu masih kelas satu*.
" masih ingat gue kan! amel mengatur nafas yang ngos ngosan sambil mengajak ngobrol eka..
" amel, kan! amel tersenyum kecil karena ternyata orang di depanya masih ingat namanya.
" gue, mau tanya tapi harus jawab jujur ya ka! tergantung pertanyaan, eka gak mau kalo yang ditanyakan itu adalah perasaan dia ke amel. jadi harus tau apa yang mau ditanya baru bisa pastikan, jujur.
" melihat banyak nya orang yang berlaku lalang di sekitaran taman, eka mengajak amel duduk di salah satu bangku panjang yang terpapang di sekitar pinggiran taman.
" gak usah, bentar aja kok. hmm.. amel tampak ragu saat memulai. mel.. kini eka memanggil amel yang membuat amel langsung menatap eka.
" maaf. buat saat ini dan kedepanya gue berharap lo bisa melupakan gue, dan maaf gue gak bisa bisa membalas, gue udah milik orang lain, gue juga udah sayang sama orang lain. gue tau lo masih berharap gue kan!
" amel diam sejenak. lalu menggeleng tanpa melihat wajah eka. gue dah gak suka kok sama lo. gue cuman mau tanya lo lagi pacaran kan sama bella? sejujurnya saat ini amel ingin nangis tapi berhubung air mata masih bisa ditahan. dia berusaha tersenyum selebar mungkin.
" iya. lo kenal bella? gue ucapkan selamat ya, tapi gue minta satu hal, boleh kan! eka bingung harus iya atau nolak, asal gak yang aneh aneh. jawab bayu diimbangi senyum.
" ya, tuhan. mengapa di saat hati sakit dan tertutup . eka malah kasih masuk lagi. sedikit terhipnotis oleh senyum eka, sampe gak sadar kalo ponselnya bunyi.
__ADS_1
" amel melihat siapa yang menelepon. bukanya di ankat malah di matikan.
" gue sama bella, dulunya sama-sama suka ke lo, kita berteman, tapi kita juga musuhan. bisa dibilang temen adalah musuh. tapi sekarang gue sadar gue gak cocok sama lo, gue berharap lo gak sakitin bella, dia suka banget sama lo, dia juga suka banget sama yang namanya boneka. gue minta jangan buat bella sakit, karna ulah lo, dia sayang banget sama lo, gue tau betul sikap bella, dia orang nya keras, kalo udah merajuk payah ngejinakinya,. amel tertawa di akhir katanya. sekali lagi selamat ya. amel menjulurkan tangan kanan ke ari. si ari langsung membalas diiringi senyum pepsodenya.
" bel, lo jadian sama eka dah berapa lama? " amel masih sibuk menulis tapi dari tadi mulut amel terus menerus mengeluarkan pertanyaan ke bella.
" bella yang masih sibuk nulis berhenti. kepo atau kepo banget! amel terseyum kepo bangett...
" udah sekitar dua bulanan sih. kini bella mulai menyambung nulisnya kembali.
di sambut dengan anggukan dari amel.
" selamat ya "
" bella melihat amel bingung. lo sakit mel? bukanya menjawab malah memegang kening amel. aduh.. gue sakit banget bel.. amel belagak sok sakit.
" tanpa berkata apapun, buk rosa langsung mengambil buku tulis bella. sesaat kemudian setelah itu buk rosa melihat -lihat hasil jawaban bella. tak lama kemudian buku itu pun kembali ke bella, bagus. itulah kata yang keluar dari buk rosa setelah mengembalikan buku bella. bella hanya menarik nafas lega, begitu juga amel.
" akhirnya, keluar juga ya. amel menyenamkan badanya sejenak, begitu juga bella. lama banget sih! lima menit lagi bel! dira kesal kepada kedua orang didepan nya. yaudah lagian gue dah kenyang, kenyang dengerin ceramah buk rosa. yang gak ada jeda nya. sambar bella cepat.
" huu.. kita dua belum kenyang, padahal udah makan. mungkin akan kenyang kalo makan klen dua! dira mendekat sambil mencubit cubit bella dan amel bergantian.
" ih.. takut deh. amel menyerupai suara ketakutan. gak lucu pun. dah deh bolos kita satu les. bella mendorong ke tiga temanya ke kantin. tapi bella menolaknya, gue tunggu di bascem aja deh, gak biasa gue.
" bella sedikit merengek agar kemauanya di kabulkan. melihat kedua temenya juga yang memasang wajah memelas. mita pun ngikut. 'ye' itu baru namanya mita. ya gak!
" ya banget. jawab amel dan dira berbarengan, berhubung mita udah nolongin gue, gue punya niat baik nih mau gak?
" mau kalo yang menguntungkan! untuk hari ini gue bandarin deh!
__ADS_1
" beneran? lagi dira dan amel bertanya! iya terserah mau makan apa aja, gratis deh untuk hari ini. mita hanya mengelus elus tangannya, tak tertarik sedikit pun atas traktiran bella, menurutnya ini sudah biasa. bella berharap supaya kantin sepi, dia masih malas dengan keramaian kantin. yang membuat dirinya gak bisa nafas untuk sesaat, belum lagi berebutan bangku. aww... mita menjerit sedikit ketika bella mencubit pipi nya.
" apaan sih bel? "
" lo yang ngapain orang dah nyampe kantin lo nya malah melamun di sini. gue kirain ilang! bella memunyun kan mulutnya. lo gak mau ya makan di kantin? "
" mita hanya menggeleng, gue cuma kepikiran tugas aja kok, gak ada niat menghindar. mita menyakinkan bella yang masih merenget ke arahnya.
()()
" deni " hening tak ada jawaban! bayu, ari, serta eka saling bertanya deni kemana! tapi gak ada satu kelas pun yang tau deni tau kemana. gak biasanya si deni bolos, jawab eka ke bayu karena dari tadi bayu terus bertanya ke padanya.
" oke, alpa ya! iya buk.
" sesaat ingatan bayu mengingat kejadian tadi pagi. dimana klara mengajaknya berjumpa di gedung. apa mungkin deni bolos karana klara atau kejadi apa-apa ya!
" ka, kirimin aja pesan ke deni. suruh cepat masuk, bayu sengaja menyuruh eka, karna deni emang yang paling dekat dengan eka.
" udah gue kirim pesan dari masuk tadi tapi gak di baca! tampak raut wajah eka sedikit kesal, entahlah gue heran jadinya. kini eka kembali pokus, memperhatikan guru menjelaskan di depan, lain dengan ari. dia sibuk dengan game nya sendiri, tas di meja kaki masuk laci, tangan dengan lincahnya tak henti hentinya bermain, bahkan dasinya mereng pun gak peduli mungkin juga otaknya ngikut mereng. seakan gak ada guru di kelas ini.
" pukk.. sebuah sepidol melancar mulus ke bahu kiri ari. sudah berkali kali guru yang masuk dan melakukan hal yang sama dengan ari, tapi ari tak peduli sekali pun. masih saja sibuk dengan gamenya.
" ari.. ariii... kini suara orang di depan sana mulai terdengar kasar dengan tatapan sangar menuju ke ari.
" tapi yang di sangarin gak mendengar sama sekali, bahkan sekarang malah menaikkan kaki ke atas meja.
" raut wajah kesal terpasang di wajah seorang guru didepan sana. KELURRR... jangan pernah lagi masuk ke kelas saya. saya gak mau melihat kamu lagi mincul didepan saya. ari berjalan dengan langkah santai seakan bukan di usir melainkan berjalan dengan langkah tidak ada beban. ari keluar sambil memasukan tangan kanan nya ke saku, sedang tangan kirinya memegang ponsel.
" sedikit pun ia tak melirik guru yang baru saja dilewatinua.
__ADS_1