Brother And Love

Brother And Love
bab109-Permintaan Rika


__ADS_3

Mita tak henti hentinya berlari. Sesampainya di depan ruangan Rika. Ia langsung berjalan mendekati seorang wanita tua, yang ia yakini jika wanita itu adalah Bundanya Rika.


Belum sampai, Mita memanggil Bundanya Rika. tangannya di cekal kuat oleh Adel. Mita terdiam di tempat dengan tatapan tajam ke Adel. "Lo.. lo sama aja dengan abang lo, sama sama jahat, lo pikir degan gaya lo yang sok baik ini, membuat gue suka dengan lo? lo cewek munafik! lo cewek perusak!" Adel berucap dengan lantang.


Mita balik mencekal tangannya Adel dengan kuat. "Gue gak tau lo punya dendam sama gue atas dasar apa, tapi yang harus lo tau, gue gak seperti yang lo ucapkan dengan apa yang gue lakukan, terserah lo anggap gue seperti apa, tapi setidaknya gue bukan perusak suatu hubungan, kecuali hubungan itu dulu yang bu_ Tangannya Adel mengapung di udara.


"Lo.. apa apaan sih?" Raut wajah adel bertambah kesal. "Lo yang apa apaan! cewek kok main kasar!" Jawab sepupunya Rika dengan tak kalah kesal.


"Lo Mita ya.. langsung masuk aja, gak usah dengarin ucapan Adel, dia mah emang begini orangnya, suka aneh aneh kalo lagi galau!" Ucapan sepupunya Rika membuat muka Adel serasa akan terbakar.


Mita mendekati Bundanya Rika terlebih dahulu. Ia menyalami dan memberikan semangat kepada Tante Ayu, setelah meminta izin untuk masuk baru lah ia masak.


Belum masuk, Pintu ruangan di buka dan memperlihatkan sosok Bayu yang menatap Mita dengan tajam. Mita menelan salivanya dengan payah. Ia langsung menyingkirkan badannya Bayu dari pintu. Mita langsung berdiri mendekati kasur yang saat ini berada Rika di atasnya.


"Rika..!" Mita langsung menangis dengan menggenggam tangannya Rika kuat. "Sakit Mit!" Mita hanya tersenyum tipis mendengar suara orang yang sedang berbaring di depannya ini. "Lo harus kuat, sekuat gue menggenggam tangan lo, lo orang baik Rika.. lo harus kuat.. gue yakin jika orang sebaik lo bakal bisa menghadapi semua ini, semangat Rik.. semangat!" Mita mengepalkan kedua tangannya keatas, lalu ia goyangkan naik turun.


Lagi lagi Rika hanya tersenyum tipis. Melihat senyum itu Mita menitikkan air matanya kembali. Ia langsung memeluk Rika dengan erat.


"Kanapa nagis?" Tanya Rika tanpa suara, namun dengan gerakan mulutnya saja.


Mita hanya menggelengkan kepalanya. ia tersenyum kecil, "lagi pengen!" Jawab Mita pelan. Rika pun kembali tersenyum.


"Mit..!" Mita menatap Rika yang baru saja memandangnya. "Gue boleh minta tolong kan?"


"Tolong apapun selagi gue bisa dan sanggup pasti gue lakukan!" Mita kembali menggenggam tangannya Rika dengan era.


"Lo udah baca kan, surat yang gue kasih?" Mita menggangukkan kepalanya. "Gue minta tolong, tolong lo kabulkan permintaan gue ini, gue tau Mita, lo sayang dan suka kan sama Bayu? gue juga tau kalo lo berusaha melepaskannya saat lo tau hubungan gue dengan dia... gue minta maaf Rik.. gue gak bermaksud, gue!" Mulut Mita di tutup oleh jari manisnya Rika.


"Gue yang harusnya minta maaf, mestinya gue pergi lebih cepat, pasti lo dapat merasakan cintanya Bayu ke lo. dan.. untuk Bayu, gue merasa jika dia juga menyimpan rasa yang sama dengan lo, hanya saja terhalang degan statusnya, yaitu pacar gue! gue minta maaf." Kini gantian Rika yang merasa bersalah.


"Semuanya bukan salah lo, semuanya salah gue, semestinya gue gak usah jatuh cinta dengan orang yang mencintai orang lain." Mita menatap Rika dengan tajam.

__ADS_1


"Gue sempat merasa hampa dan gak punya tenaga sama sama sekali saat gue tau, jika lo sama dia pacaran. gue sempat ada niatan mau merebut Bayu dari lo, tapi sekali lagi gue di sadarkan oleh lo, gue sadar jika lo adalah orang yang tepat bersama dengan Bayu. Semenjak gue punya prinsip itu, gue gak pernah berhubungan lagi dengan Bayu. dan ketika untuk pertama kali setelah sekian lama gue menghindar, dia datang kembali. dengan keadaan berbeda, kisah yang berbeda, namun dengan suasana yang sama, sama saat terakhir kalinya gue merasa sakit, sakit saat tau jika lo adalah cewek Bayu!"


Kini gantian Rika yang menggenggam tangannya Mita. "Gue percaya dengan suara ke ajaiban, dan gue percaya dengan kata takdir. 'Mungkin lo bisa mendapatkan keduanya, dalam waktu yang berbeda dengan cerita yang berdeda. tapi gue.. gue rasa gue cuma percaya dengan takdir." Mita mengeratkan genggaman tangannya.


"Lo punya keajaiban, sama seperti yang lo bilang ke gue, kita punya keajaiban!" Ujar Mita namun jari telunjuk Rika kembali menutup mulut Mita.


Rika menutup matanya sejenak. ia mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya dengan pelan. "Gue percaya dan yakin jika kalian bisa bersama. berjanjilah untuk gue, bahwa lo bakal membuat dia bahagia kembali!" jari Rika yang tadi menutupi bibirnya Mita, kini menurun dan bersama kembali dengan keempat temannya.


Matanya Rika kembali tertutup, Mita dengan cekatan mengambil tangannya Rika yang hampir saja jatuh. Melihat lemasnya Rika. Mita menjerit memanggil Bundanya Rika. air matanya sudah membasahi kedua pipinya. Setelah suasana mulai ricuh, dan kedatangan seorang Dokter bersama dengan dua orang suster. Mita memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.


"Gue janji Rika, gue janji. gue bakal dan usahain apa yang lo pinta ke gue, makasih atas rasa percaya nya lo kegue, dan gue minta maaf beribu maaf untuk diri gue atas apa yang gue buat ke lo!" Mita terduduk dengan tangis yang masih saja keluar dari matanya.


...


Sore itu, suasana haru masih saja menyelimuti hati Mita. entah mengapa, Mita merasa bersalah atas semua hal yang ia lakukan.


Ia masih ingin mengatakan suatu hal lagi pada Rika, Mita melihat satu persatu orang yang baru saja ikut ke pemakaman pulang, sampai tak ada lagi orang, barulah Mita berjalan mendekati pemakaman. ia sengaja mendatangi pemakaman Rika saat semuanya sudah kembali.


Mita mengelap air matanya secara kasar. Ia memasukan buku ditangan kirinya.


"Lo dah tau kan?" Langkah Mita berhenti tepat di depan makamnya Rika. Bayu mendongakkan kepalanya, di lihatnya Mita yang kini sedang ia tetap.


"Soal apa?" Tanya Bayu pelan. Mita memilih berjongkok di sampingnya Bayu. "Soal orang yang udah buat lo kecewa, sekaligus buat lo bersalah atas apa yang gak lo pahami tentang Rika!"


Bayu menatap Mita tajam. Mita yang tau sedang di tatap pun memutar arah pandangannya ke arah Bayu. Mata keduanya pun bertemu. namun tak lama, keduanya pun membuang alih ke arah lain.


Hening yang sempat ada di antara keduanya pun hilang saat Bayu dan Mita saling bertanya jawab. "Lo sendiri kenapa baru kemari, padahal semuanya udah pada pulang?'


"Alasan kita hampir sama, hanya saja Mita datang ke sini di saat sepi memang di sengaja.


"Lo tau gak kalo Rika berharap kita bersama?" Bayu kembali membuka pembicaraan. Mita yang sempat kaget. karna bukan hanya dirinya saja yang di minta janji, ternyata Bayu juga.

__ADS_1


"Gue tau, dan bahkan gue sama Rika saling janji, bahwa Mita akan menggantikan posisi dia yang dulu, tapi.. tapi lo gak suka sama gue?" Sambung Bayu cepat.


Mita menggeleng kan kepalanya. "Janji memang harus di tepati, namun adanya sebuah janji juga karna ke sepakatan di antara keduanya. "Tapi gue gak mau kemakan degan sebuah janji, apalagi janji yang gua buat dengan Rika melibatkan masalah hati, gue gak mau orang lain merasa tak nyaman oleh janji yang gue buat." Bayu masih setia mendengarkan ucapan Mita. merasakan jika hatinya tersentil.


"Jadi tujuan lo kedepanya apa?" Sebuah pertanyaan yang membuat Mita menjadi bingung.


Ia hanya menggelengkan kepalanya, jujur saja ia sendiri merasa bertambah bingung.


Bayu mengalihkan pandangan dari Mita, namun tiga detik kemudian ia menggenggam tangannya Mita. Mita terlonjak kaget. atas perlakukan Bayu padanya. "Gue juga punya sebuah janji yang sama dengan lo, gue sama Rika punya janji yang melibatkan masalah hati.


"Gue merasa lega saat tau yang sebenarnya, walaupun ada kata yang masih tak bisa di uraikan dengan kata kata, dan masih gue simpan dengan rapat di dalamnya!" Bayu menatap makan yang masih basah di depannya. lalu kembali menghadap ke Mita.


"Sekarang gue sadar dan tau, gue memutuskan untuk menjalankan pesan Rika ke gue, karna setelah lama gue renungi, saat inilah gue mendapatkan jawabannya!" Ujar Bayu dengan mantap.


"Janji apa yang Rika pinta ke lo?"


Entah maksud dari mana, tiba tiba saja mulutnya bertanya.


Bayu tersenyum tipis. "Yang pasti, janji itu akan membuat lo bahagia, karna gue yakin dan percaya kalo lo masih mempunyai rasa sama gue!" Bayu tersenyum kecil, ia berucap dari hati.


Melihat Bayu yang tak menjawab nya, Mita menaikan alis penasaran. "Lo sendiri janji apa sama Rika!" Tanya Bayu balik.


Kini gantian Mita yang tersenyum tipis. "Kepo!" Jawab Mita dengan asal. ia meletakkan secarik kertas yang Rika berikan kepadanya beberapa hari lalu di atas gundukan tanah. kemudian ia berdoa dalam hati, diikuti oleh Bayu yang juga ikut berdoa.


..."Rika.. makasih atas apa yang lo berikan ke gue, makasih udah percaya dengan gue, lo adalah orang baik yang buat gue merasa iri, namun setelah gue tau semua tentang penyakit lo, gue merasa bersalah akan rasa kebencian gue ke lo, Makasih atas semua izin dari lo. sleep well there, my prayers are with you, goodbye in a different world...


...by. Athaila Rika...


"Terimakasih atas penjelasan yang berikan ke gue, dan terima kasih atas semuanya yang kita lalui, diri lo akan menjadi satu satunya wanita yang ada di hati gue, namun kita tak bisa bersama lagi. lo harus bahagia disana. *satu lagi gue bakal kabulkan janji kita, namun gue butuh proses!"


..."Bayu Pratama*...

__ADS_1


__ADS_2