
Mita tersenyum dan berjalan pelan mengarah kan kakinya ke arah Bayu berada, "Gue iri," Batin Mita sambil melihat makhluk ciptaan tuhan yang sempurna di depannya ini, semuanya terlihat sempurna, dari suara, tampan, kelakuan, dan pintar lah yang melekat di dirinya Bayu. Bayu tersenyum saat menyadari jika Mita sudah berada di sampingnya, dengan menepuk tangan, dan terlihat serius memandangi nya. setelah Bayu selesai menyanyikan lagu favorit nya.
Bayu mengerut kan dahinya saat melihat wajah Mita yang tampak sedang kusut, "Ada masalah?" tanya nya dengan penuh selidik. "Masalahnya, tadi ada ulangan mendadak, Mita gak belajar tadi malam, di tambah gak di kasih waktu sebelum ulangan!" Jelas Mita dengan mengerutkan bibir.
Bayu tekekeh kecil, "Jangan kusut, ntar gue cubit pipi lo, karena kelihatan semangkin imut, dan manis!" Jelas Bayu dengan kedua tangan nya yang sudah mencubit pipinya Mita dengan gemas. Mita mangkin merenggut mendapatkan cubitan dari Bayu. "Alesan, biasanya juga sering di cubit!" Jelas Mita lagi, sedang Bayu kembali terkekeh kecil.
"Sini," Tunjuk Bayu ke kursi sampingnya, kini keduanya sudah terduduk di sebuah bangku panjang dengan meja yang terlihat tua, dan rapuh itu. Mita menuruti apa yang Bayu katakan, ia berjalan mendekati Bayu yang sudah duduk manis dengan jarinya yang mengetuk ngetuk meja di depannya. Bayu menghentikan gerakkan jarinya saat melihat Mita yang sudah duduk di samping nya.
"Ulangan apa?" Tanya Bayu setelah Mita sudah duduk dengan posisi bagus. Mita tak menjawab dan malah mengambil buku di laci depannya. "Ini!" Jawab Mita dengan memberikan buku tulis ke Bayu.
"Mtk?" Tanya Bayu setelah membaca nama buku di depannya, Mita mengangguk. Tak lama kemudian Bayu pun mulai menjelaskan dengan caranya, yang bahkan di buat lebih mudah dengan rumus yang di singkat dengan hal yang biasa Bayu ajarkan.
Pulang sekolah, Mita berjalan menuruni anak tangga dengan langkah cepat, ia ada janji dengan Kak Alvin, saat ini langkah nya terhenti tepat di depan sebuah motor besar, dan pemiliknya adalah Ari
"Pulang bareng gue!" Ajaknya dengan memberikan helm ke Mita. Beberapa siswi yang melihat interaksi antara Ari dan Mita merasa iri, meraka berdua juga menjadi bahan perbincangan panas di arena mereka, gimana gak panas dan iri, orang Ari yang terkenal banyak diam dan dingin itu mengajaki sosok Mita, cewek biasa biasa saja di mata meraka. Ari sosok yang masih juga di sukai oleh kaum hawa, para kaum hawa yang melihat nya pun merasa meleleh ketika melihat Mita yang di berikan helm oleh Ari.
__ADS_1
Saat ini masih banyak yang melihat interaksi kedua nya, meraka yakin pasti Mita tak akan menolak, apalagi itu adalah ajakan dari Ari. hal ini lebih tepat di bilang dengan rezeki keberuntungan yang jarang jarang.
"Mitaa..!" Jeritan dari Bella membuat dua sosok itu melihat ke arah yang memanggil, "Lo dah di tungguin tuh sama kak alvin," Ucap Bella sedikit membisik ke telinga Mita, meskipun berbisik Ari juga mendengar apa yang di katakan oleh Bella saat ini.
"Alvin siapa?" tanya Ari tiba tiba namun terkesan lebih menekan kan ingin tahu.
"Eh.. ada Ari, gue pinjam Mitanya ya Ri, Mau gue kasih ke Aaa Alvin dulu biar di makan!" Ucap Bella sambil mengambil helm di tangannya Mita dan memberikan nya ke tangan Ari. Bella tertawa dan menarik Mita menjauhi Ari dari tempat parkiran ini.
Di area parkir itu, Ari menyatukan kedua alis nya, "Siapa orangnya? Orang yang berani makan Mita!' Ucap Ari dan berjalan meninggalkan parkiran dan juga motor nya di tempat, langkah kakinya semangkin lama semangkin melebar, ia sangat penasaran akan cowok yang berani makan Mita, baru sampai di depan sekolah, tampak Mita yang baru saja masuk dengan mobil mewah yang kini sudah meluncur pergi dari pekarangan sekolah.
°
Saat ingin mengatakan menolak pada Ari, suara khas Bella yang terdengar nyaring di seisi ruangan itu pun terdengar sangat berisik. apalagi setelah Bella menarik nya paksa, sedang Mita sendiri yang lupa meminta maaf karana gak bisa pulang bareng pun, tak jad ia ucapkan.
Benar saja apa yang dikatakan oleh Bella tadi, terlihat seorang Pria muda dangan gaya cool nya, yang berdiri menyandari mobil itu, saat mata Mita memandangi orang itu, tampak yang di pandang pun melihat ke arahnya, Alvin senang kala melihat Mita sudah berjalan semakin dekat ke arahnya.
__ADS_1
Begitu juga dengan Mita, Kak Alvin lebih terlihat cool, tanpa ada baju dokter yang yang melekat di badannya. Bahkan ia masih bisa di bilang anak Sma jika menggunakan pakaian sekolah. "Wajah yang awet muda," Puji Mita dan masuk ke dalam mobil.
Setelah masuk, Mita hanya berdiam diri di dalam mobil, ini terasa canggung menurut nya, karena selama ini, meraka susah hampir dua bulan tak ada kabar dan jumpa, dan sekarang Kak Alvin mengajaknya secara mendadak. Alvin menelpon Mita saat jam istirahat tadi, ia merasa senang dan ada rasa rindu akan dokter muda itu.
"Kak lagi cuti?" Tanya Mita dengan menendangi Alvin lekat. Alvin menggeleng dan membalas dengan senyum sekilas ke arah Mita. Mita mengangguk setelah mendengar jawaban dari Mita.
"Kita mau kemana kak?" Tanya Mita heran karena daerah yang di jalani nya itu terlihat asing. "Mita gak sibuk kan hari ini?" Tanya Alvin balik.
Mita menggeleng kan kepala, "Temani kakak beli baju ya!" Ucapnya yang kini sudah berhenti di depan sebuah butik yang terlihat mahal itu.
"Gak apa nih, Mita masih pake baju sekolah," Ucap Mita merasa sungkan saat akan masuk di butik tersebut. "Gak apa, lagian kakak mau balikan baju untuk Mita sekalian," Jawab Alvin dan menarik tangan nya Mita agar ikut masuk ke dalam.
Mita mengikuti saja langkah Alvin yang membawa nya, matanya mengedar ke seisi ruangan saat ini, semua baju di sini terlihat bermerek, dengan harga yang terbilang pantastis, "Yang ini bagus gak?" Tanya Alvin memberikan sebuah gaun berwarna pink ke Mita. Mita meneliti seisi gaun tersebut, "Bagus kak," Jawab Mita lagi. Alvin berjalan mendekati Mita yang sedang memilih gaun pun terhenti saat melihat Alvin berjalan mendekati nya.
"Cocok, dan indah!" Ucap nya saat mengepaskan gaun itu di depannya Mita. Mita menyerit bingung, "Bantu kakak pilih gaun yang warna pick," Ucap Alvin setelah menarik paksa tangan Mita ke suatu ruangan yang terlihat lebih bersih, dan mewah itu, Mita berjalan mendekati beberapa gaun memilik warna berbeda beda, tangan Mita terampil mengambil sebuah gaun yang memiliki panjang selutut, dengan tangannya sepanjang bahu itu terlihat lebih indah dan elegan. "Ini bagus!" Ucap Mita melihat ke arah Alvin.
__ADS_1
Alvin mengambil nya dan tersenyum puas atas pilihan Mita, "Makasih," Ucapnya dan kembali menyuruh Mita memilih gaun untuk nya sendiri, Awalnya Mita mengira jika gaun yang tadi dan sebelum nya akan di berikan pada nya, tapi ia tahu jika gaun yang di pilih oleh kak Alvin tadi adalah utuk kekasihnya Kak Alvin. "Gue kok milik yang ini ya? Tapi gak apa lah, warnanya bagus." Ucap Mita dan menyusul Alvin yang sudah mendeluani nya.
Karena ia mendengar dari beberapa orang karyawan di butik yang menceritakan tentang kak Alvin. Setelah selesai dari butik Alvin juga mengajak Mita untuk makan siang, tak lupa ia membelikan beberapa makanan dan pakaian untuk Bunda Dewi.