Brother And Love

Brother And Love
bab36- salah apa sih gue..


__ADS_3

Cut..


cut..


kini salah satu guru yang terkenal kiler disekolah. mencubiti telinga Amel, Dira, dan Bella secara bergantian. lalu merepeti mereka secara bersamaan. sana ke belakang.. guru itu menyuruh ketiga teman Mita berdiri di belakang barisan. kalian tiga kena nanai sama ibuk.. guru itu memandang dengan tatapan geram.


Mita hanya tertawa tanpa bersuara, di sana mereka masih saja berdebat, entah masalah apa lagi yang yang menjadi masalah.


" keluar dari kantor, mereka tampak berjalan malas, bayangi hampir satu les abis, cuma degerin omelan yang diputar putar balik, gak jelas banget! keluh Dira.


"Gue suka!" jawab Amel, "kan abis satu les, gak pusing pusing belajar mtk, les pertama di kelas Amel adalah pelajaran mtk, ya gak Mit..?"


Mita hanya menggeleng sebagai jawaban, "gue sih pelajaran apa aja suka termasuk mtk," Mita gak masuk kelas, dia menunggu ketiga temannya, berhubung Dira yang meminta.


"Lo kan pinter amat jadi suka suka aja!" jawab Dira, "gak pintar amat sih, cuma dikit." Kerang Mita. ya elah itu dikit gimana cerita nya kalo banyak. jawab Dira sedikit kesal.


"Stop deh.. pening pala gue, lagian yang sekelas ama lo itu Gue tompel, bukan bebeb gue!" Bella menarik Mita lalu berlalu meninggalkan Amel dan Dira yang masih diam di tempat.


" Kla.. liat tuh! Mei menunjuk ke arah pintu dimana Dira dan Mita baru saja masuk.


Klara memandang Mita dengan tatapan serius, Mita yang baru sadar akan tatapan itu, langsung cepat cepat duduk ke bangku nya, bersama Dira.


" Kita dah lama juga lo gak ngerjain tuh cupu! tangan gue gak sabar ingin jambak. saut Jeni yang duduk di belakang Klara dan Mei.


" Gue juga! gak sabar pengen ngerjain tuh orang! kini Mei ikut nimrung."Kla.. lo napa sih! diam aja tanggapain dong!"


"Tenang gue punya rencana khusus untuk maklum kaca mata itu." Mei dan Jeni tertawa renyah mendengar jawaban Klara..


''Jangan lupa kalo udah mau dijalani, langsung ajak kita dua," dan langsung di angguki oleh Mei.


Suasana ruang kelas rame heboh, ada yang tiduran, nyanyi, bergosib, keluar masuk kelas dan bayak lagi lah kerjaan siswa /i lainya. berhubung para guru lagi rapat dan hanya di suruh mengerjakan beberapa soal. Mita merasa risih, kejadian beberapa hari lalu, kembali memutar di otaknya, di tambah lagi Dira yang gak henti hentinya terus terusan mengajaknya ber gosip. bukanya dia gak suka, tapi yang digosibkan selalu gak ada manfaatnya, menurut Mita.

__ADS_1


Suasana kelas yang tadinya ribut kini hening seketika, terutama kaum hawa. ketika Kakak kelas mereka, yang gak lain adalah Eka, Deni, dan Bayu.


Muka Mita berubah kesel melihat sosok Deni yang kini surah di depan kelas. Dira menyenggol nyenggol lengan Mita..


"Paan sih.. "


"Ya ampun ganteng banget mit, si Ekaa.." Mita hanya menggeleng melihat tingkah Dira yang dari dulu gak ada berubah ketika melihat lawan jenis, yang memikat hatinya.


Mita yang baru sadar akan adanya Bayu.. langsung terdiam menatap Bayu, dan heranya lagi Bayu juga menatapnya balik.


"Dira yang tau Mita sedang berbagi pandang dangan Bayu langsung berdeham.


"Aduh kecantol babang Bayu nih!" Dira mulai menggoda, merasa risih akan Dira.


Mita kembali mengerjakan tugas yang tadi belum selesai.


"Assalamualaikum, dan selamat pagi semuanya. berhubung para guru mengadakan rapat, hari ini kita cepat pulang!" jelas tiga orang cowok yang termasuk populer di kalanga sekolah ini, kecuali Denj. kalo Deni populer karena kepedean nya.


Ye.. yes.. sorak demi sorak Siswa/i terdengar riuh, Mita hanya menutupi kedua telinga malas saja rasanya mendengar suara yang menjerit gak jelas.


" Yah.. kini suara para murid yang berada di kelas mulai lemas mendengar kata pemeriksaan.


" tenang.. tenang.. tenang.. suara Deni membuat suara kelas semangkin recok. hu.. sorak demi sorak mulai melontarkan ke arah Deni.


"Kok bisa ya, kak Deni masuk geng ganteng?" salah satu murid yang ikut menyorai itu ikut berkomentar.


"Tau ah.. jelak bangat, jawab teman satunya, dengan memandang malas ke Deni. suatu "keberuntungan juga tuh!" jawab cewek yang di pojok depan.


"Apa sih, adek-adek kok pada ngegosipin abang!"


"Huu.. jangan pd bangat lo.." sorak demi sorak cewek mulai ricuh, bahkan ada yang melempar kertas.

__ADS_1


"Abang-abang, emang kita adek lu apa?" protes salah satu cewek. "beda jauh banget sama Akang Bayu, Eka, dan Babang Ari. gue baru ingat laki gue," ucap selli sambil memukul kepalanya pelan. salah satu cewek yang selalu mengidolakan Ari.


'Salah apa sih gue' batin Deni menyesali dirinya, "tampan sih gue kalah tapi kalo soal perasaan gue mah jauh lebih paham dari yang kalian lihat," Ujarnya pelan.


"Puk..


Bunyi hentakan meja membuat para siswa/i di kelas ini diam kembali. "keluarkan semua jenis make up, kaca, ponsel, pokoknya segala jenis barang yang tidak diperbolehkan oleh pihak sekolah." ucap Bayu menjelaskan panjang lebar.


Setelah semua siswa/i mengumpulkan barang, Bayu kembali menjelaskan. lima menit sebelum pulang sekolah, dua orang datangi ke kelas kakak.


"Oke, kak... jawab mereka serentak dan sedikit lemas.



Tiga hari kemudian. Ari sudah di perboleh kan pulang, seisi rumah terus terusan di kelilingi olehnya, ditemani oleh Bayu. seperti dunia baru, tempat baru, suasana baru, diri baru, semuanya serba baru.


kedua art, tampak ramah ke arahnya. "gimana! udah bisa ingat rumah sendiri kan?" tanya Bayu ke Ari, yang hanya di jawab dengan angkatan kedua bahu.


"Itu motor lo," Bayu menunjuk sebuah Motor Ari yang sudah di servis terpakir di halaman samping. kini meraka berada di lantai atas. menikmati suasana sore hari yang menyusuk cahayanya ke arah meraka. "gimana besok dah mulai masuk?" tanya Bayu lagi.


"Liat besok", jawabnya yang masih pokus ke depan. dan kini kedua nya kembali di pikiran masing masing.


"Bay" Bayu menoleh. "Gue gimana biasanya di sekolah?" tanya Ari dengan mimik serius. Bayu yang ditanya dengan pertanyaan itu langsung tersenyum mengalir dengan tawa.


"Apa gue, seperti itu disekolah?" tanya Ari dengan tatapan semangkin serius. yang ditanya malah geleng geleng.


"Lo termasuk salah satu cowok terpopuler di sekolah, gue sendiri cukup kagum sama lo, bukan satu atau dua orang tetapi puluhan cewek yang menyatakan cintanya ke lo, gak ada satupun dari mereka dapat menarik perasaan lo! bisa di bilang kalo lo itu orangnya, egois, dan dingin, egois jika berhubungan dengan masalah keluarga, kalo dingin bukan hanya sama cewek aja, sama gue juga lo gak kalah kalem." Jelas Bayu


Ari memandang Bayu dengar penuh selidik. dan Bayu hanya memukul pelan pundak Ari lalu meninggal kan Eka yang masih belum percaya diri dengan dirinya.


Malam ini Bayu menginap di rumah Ari, berhubung ini permintaan dari Om anwar, jadi sedikit sulit jika harus menolak, terlebih dirinya jauh lebih di percaya dari kedua temanya.

__ADS_1


Kini mereka sekeluarga sudah berkumpul di ruang makan, terkecuali Om Anwar, beliau ada mitting mendadak, jadi mau gak mau harus di lakukan.


Tak ada sepatah kata pun yang keliar saat makan malam, Kini mereka sudah berada di kamar, Ari terus terusan bertanya tentang dirinya yang dulu, sampai asyiknya cerita sudah menjelang tengah malam. keduanya pun tertidur di malam yang bisa di bilang penuh lelah, nan penat yang mengaliri sekujur tubuh keduanya.


__ADS_2