
"Amel melepaskan pelukan nya, dan langsung ngomel ketika tau siapa yang dipeluknya.
"Dasar aneh! siapa yang meluk siapa yang ngomel?" Bella memasukkan jaket ke tas sambil mengeluarkan buku. karna bel masuk sudah berbunyi saat mereka berpelukan.
"Gue, meluk lo? idih jangan ke pd an lo!" amel merasa gak terima ketika ia dibilang meluk luan.
''Terserah lo deh, gue rasa lo dah mulai pikun, sama kayak tukang parkir di mall suka minta bayar dua kali padahal udah di bayar lima kali!"
''hahaha... gue bercanda Bella, gue tuh cuma mau ngelit ekspresi muka lo doang. gimana sih reaksi sang Bella ketika di peluk sana cewek secantik gue?" Amel berbicara seakan ke pedean.
"Cantik apaan muka datar kek lo terlalu ke pd-an, Bella membalikan kata akhir dari Amel dan berlalu pergi meninggalkan Amel yang masih dengan gaya kepedean.
()()
"Ri, sebaiknya lo minta maaf deh sama nyokap /bokap lo jadi kan lo gak kepikiran terus!" Bayu menyodorkan coklat batangan kesukaan ari, sambil duduk beriringan di samping ari.
Tadi malam Ari juga kabur dari rumah, ia memilih melarikan diri ke rumah Bayu. Jadi biasa Bayu yang paling tau tentang Ari
"Gue kesal aja Bay, sama tuh bocah, selalu aja tuh di banggain, padahal lo tau sendiri kan, dia tuh gak ada sebeberapa kalo gue mau bersaing!" Jawaban Ari yang membuat Bayu memukul pundaknya.
"Tapi sekarang masalahnya lo gak mau! Gak mau serius dalam hal serius!"
"Kini Ari memandang Bayu dengan senyum manis, gue suka keadaan sekarang karna gue juga punya alasan, walaupun ini berat dari keadaan yang gue pegang.
Bayu mengerti maksud Ari. kini mereka kembali ke kelas.
"Kelen dua tadi dari mana aja sih?" tanya Eka yang baru saja keluar dari kelas! Eka heran melihat Bayu yang juga ikut bolos kelas karna Ari.
"Jadi gak nih kekantin!" Deni menarik ketiga orang di sampingnya secara bergantian.
"Sesekali bolos beleh lah itung-itung ngumpulin tanda merah di absen, iya gak Ri. Bayu menjawab pertanyaan Eka sambil mendorong Ari pelan.
"Ya .. ya.
"Gimana ka, bener gak yang gue bilang kemarin. iya den si bella senang banget ternyata dia suka boneka, awalnya sih gue ragu tapi emang gak sia-sia saran dari lo!
"Siapa dulu abang deni nih, deni terlalu membanggakan dirinya.
"Kalo lo bay gimana kencanya?"
"Biasa. Bayu menjawab sambil menyeruput es di meja.
"Gak ada perubahan, berarti ya?"
Berubahan " seperti nya deni mulai menggoda bayu, gimana? bayu kini memandang deni dengan serius.
__ADS_1
"Masa lo gak peka sih bay, seperti ciu—— mulut Bayu ditutup pake gorengan, si Eka yang melakukan dia tau kalo Bayu bukan tipe cowok yang berani macam-macam sama cewek terlebih Rika gak mungkin Bayu bakal macam-macam sama ceweknya.
Ari yang melihat tiga cewek centil berjalan mengarah ke kantin, Ari yang melihat nya langsung membuang pandanggan ke arah lain.
()()
Seperti biasa, keempat cewek yang duduk di sebuah bangku panjang dengan asyiknya bercanda gurau, tapi kini mereka diem memebisu melihat seorang cowok yang di bully tak jauh dari mereka.
Mita sudah pasti tau, dalam keadaan seperti itu jalan pertama menurut nya cuma satu yaitu menuruti apa yang mereka mau!
Mereka berempat kompak mendekati seorang cowok yang dibully dalam keadaan berjongkok, dengan keadaan di tendang oleh dua orang.
"woi, Dira memanggil orang yang kini sudah di depan mata. ketiga orang itu melihat termasuk yang di bully. salah satu yang mem bully mendekat ke arah mereka.
Dia memandang satu persatu keempat cewek didepanya. pandangannya berhenti di tatapan Bella.
Merasa risih Bella langsung menampar cowok yang dari tadi memandang nya.
ketiga teman bella memasang wajah khawatir ke Bella.
Cowok itu tersenyum sambil memegang pipinya yang memerah akibat tamparan dari Bella.
"Jangan lo ganggu kakak gue" Bella memandang orang yang masih dalam keadaan menunduk.
" seketika ketiga teman bella gak bisa diam melihat bella di perlakukan seperti itu. tapi sebelum dira membantu bella memberikan sebuah kode melalui mata. mita tampak gelisah tapi dia juga gak tau harus apa!
" tangan bella sedikit kesakitan, jangan mendekat. ini ganjaran bagi seorang cewek yang salah menampar lawan.
" bella sedikit merasa sakit dengan cepat ia kembali memutar tangan orang didepanya.
melihat cowok itu kesakitan dengan cepat pula ketiga teman bella bereaksi. kini mereka dua kalah, dua cowok itu berlari dengan sedikit pincang, sebelumnya mereka diminta meminta maaf terhadap orang yang mereka bully.
" sedang seorang cowok yang tadi di bully langsung pergi tanpa berterima kasih!
" sejujurnya bella geram sih sama tuh cowok, gak punya etika gak sih, masak iya kita yang bantu. bukanya makasih, malah main pergi aja.
bella merenggangkan badanya yang lelah setelah melawan dua pembully tadi.
" mungkin dia malu karena yang bantuin dia itu cewek, mita mengelus pundaknya bella.
iya menurut gue juga gitu sih, tau sendiri lah. masa ia cewek ulang ngelindui bukan cowok.
Ya udah deh, balik kelas yok udah bel dari tadi loh? "
"Mereka pun kembali ke kelas dan berpisah saat sudah di depan kelas.
__ADS_1
()()
Sejujurnya pergelangan tangan kiri Bella sedikit nyeri , namun ia tahan karena ia berada bersama teman-temanya. Namun kini ia sudah dirumah. namun mangkin lama di biarkan pergelangan tanganya semangkin nyeri.
Bella pun memberhentikan belajarnya, ia berkeliling ruang keluarga mencari kotak obat.
"Cari apa non?"
Tanpa melihat Bella a langsung menjawab, "Kotak obat dimana ya bik? "
"Oh. tempatnya di pindahkan ke ruang tamu non, bentar bibi ambilkan!" Bella pun menduduki sofa sambil menunggu kotak obatnya tiba.
Bella menerima pesan singkat dari Eka.
_ Kamu dirumah kan yang..
_ Iya, "
_ Gue main kerumah ya? " boneka kemarin kebawa aku!
_ Oh iya aku lupa bawa kemarin, yaudah pintu kebuka lebar kok, untuk kamu!
"Non, obatnya' asisten rumah tangga pun memberikan sebuah kotak yang di tunggu dari tadi. Iya, bik taro meja aja..
Tak lama setelah meminum paracrtamol ia pun merasa sedikit baikan, untung yang sakit tangan kiri jadikan gak pala keliatan kalo sakit.
"Bella sengaja memakai sweater, agar Eka gak tau kalo tanganya lagi sakit. sambil menunggu kedatangan Eka, Bella mengompres tangan kirinya yang nampak sedikit membengkak, baru kali ini tangan nya sakit akibat berantem, jadi bella merasa risih.
Bella kira Eka datang sendiri tapi ternyata sama Deni. wajah Bella yang awalnya tersenyum mulai memudar ketika melihat deni di belakang Eka.
" Kenapa? "
"Eka melihat wajah sang pacar dengan tatapan mengarah ke deni. kok ada deni sih ka?"
"Eka maph bingung atas pertanyaan bella, loh kan aku dah bilang bakal sama deni kesininya.
dan kamu mengiyakan.
"Gak ada, kamu gak ada bilang kalo mau datang sama Eka!" Bella emang sebel sama Deni, dari awal dia pacaran sama Eka, selalu aja tuh deni yang selalu jadi bahan omongan, apalagi pas kencan, rasanya bosan dengar cerita deni.
"Liat deh ponsel kamu!"
Bella mendelik sebel membaca pesan nya dengan Eka. sejak kapan? sejak kapan gue bilang ia. Bella gak percaya ternyata benar dia mengiyakan kedatangan Deni.
"Jadi tamu gak di izinkan masuk atau emang jadi pajangan nih di pintu!" Deni terlihat sebal karna udah hampir sepuluh menit menunggu di pintu, dan hanya mendengar debatan antara Eka dan Bella apalagi yang jadi masalah nya dia.
__ADS_1