Brother And Love

Brother And Love
ba19- Eka..


__ADS_3

" Mita, tak tau siapa yang membawanya ke kamar, yang ia ingat terakhir kalinya berada di mobil bersama kak alvin dan bella.


" Sedang dira dan amel pulang bersama bunda.


dan yang ia ingat ia pulang sekitar jam sebelas malam.


" Matanya mengucek mata karna belum sadar sepenuhnya. dia kaget sebuah kaki menaiki badannya. Mita menyingkirkan kaki itu yang gak lain kakinya bella. Mita melihat ke arah jendela yang ternyata sudah siang. mungkin efek kelelahan dari tadi malam.


" Dia bangkit dan menuju kamar mandi, lo jahat Eka, jangan tinggalin gue, gue sayang. Mita melihat Bella dengan aneh, cewek di atas kasur itu mengelus-elus guling sambil memanggil nama Eka.


'' Emang Eka siapa bel? dia pacar gue, gue sayang dia. Bella bersuara seakan lagi sedih.


" Bella, emang sering mengigau seperti ini, terlebih saat kecapean. ini sudah kebiasaan wajib bagi gadis yang masih tetidur pulas di kasur itu. dan yang membuat mita suka, setiap pertanyaan yang mita tanyakan bella selalu jawab sesuai dengan hal yang dia igaukan.


" Eka yang mana? mita mulai curiga!


" Eka, geng boy four. ucapnya dengan suara gak sepala jelas. udah lama pacaran?


" Mmm..., dua bulan lebih Bella mengangkat tangan nya dan menunjukkan tiga jari ke mita.


" Oo.. Mita memukul Bella dengan bantal. bella langsung bangun dan terduduk lalu membuat ancang-ancang ingin memukul balik dengan gaya rambut acak-acakan serta make up yang berantakan, tapi matanya masih pejam.


" Lo sadar tapi setengah aneh ya, Mita berjalan menuju kamar mandi dan sengaja menutup pintu dengan keras.


" Mita udah terlebih dahulu sarapan sedang bella baru datang, matanya sedikit bengkak, mulutnya masih sesekali menguap , walaupun udah mandi tapi bella masih keliatan baru bangun. melihat mita yang dari tadi memandang ke arahnya bella jadi heran.


" Sambil mengoleskan selai stroberi ke roti, bella tersenyum-senyum sendiri dengan pikirannya. Mita pun jadi aneh dengan kelakuan bella, bel yang lo oles tangan bukan roti, mita menunjuk ke arah tangan bella, bukanya langsung mengelap tanganya yang kotor tapi bella malah bertanya!


" Apa? "


" Mita berjalan sambil memunjuk tanyanya Bella. bella langsung mengelap tangannya yang kotor, dan mengoles asal selai lalu menyusul mita ke ruang tamu.


" Di sofa ada beberapa kado yang berserakan. Bella melihat Mita yang dari tadi memandangi sebuah kado berbungkus kupu-kupu. buka aja kali masak di liatin dinag, kan kasian? "


" Mita dan Bella saling pandang ketika kado itu mereka buka dan novel. bella tertawa kecil melihat apa isinya, ya isinya buku, tapi Bella berhenti tertawa ketika mita menggangkat sebuah boneka kecil. beneka itu boneka panda kini mita yang tertawa melihat ekspresi Bella.


buat gue dong? Bella bersuara sedikit manja.

__ADS_1


huu.. setelah puas menyorai mita memberikan boneka itu ke Bella.


" Emang dari siapa beb? kok tau banget kesukaan lo!


" dari bunda, bella yang membuka kado pun terhenti. kenapa berhenti ?


" Pantes, kasih lo buku ama novel tapi bunda lo kasih lo boneka itu kan gak kesukaan lo!


" Mita emang gak suka sama yang namanya boneka. jadi gak ada sebiji pun boneka di kamarnya . tapi kalo bella jangan di tanya dari berbagai jenis dia punya jadi mirip pengoleksi boneka tuh si bella. ini merupakan salah satu alasan mita jarang main ke rumah bella.


" Bunda kan punya anak cewek dua satu gue satu lo, jadi adil kan. dasar adek aneh, mulai deh panggilan nya aneh aneh ledek mita, mesara risih dipanggil adek.


" Hahaha... keduanya pun tertawa "


()()


" Bayu sengaja beberapa hari ini dia jarang pulang, dan sesekali pulang untuk sekedar mengambil buku dan seragam sekolah.


" Dia tau sang ayah sudah kembali ke luar kota lagi. karena mama tirinya yang duduk santai di ruang keluarga bersama sang adik kecilnya yang menonton televisi.


" Dia memutar-mutar kunci kamarnya yang tak juga terbuka, suara tawa terdengar ditelinga nya gak lain suara wanita yang selalu sok perhatian kepadanya di depan sang ayah. Ari tidak memperdulikan suara waniya yang mulai sangat terdengar ditelinga nya.


" Ari tersenyum sinis, bukan urusan anda bisa atau gak bisa, lagian ini kamar gue. ari berbicara sedingin mungkin. dan lagi wanita disamping nya itu menertawakan dia, di saat ari mencoba kembali membuka pintu kamarnya.


" Sampai kapan, kamu seperti ini? "


" Ari hanya memandang orang disamping nya dengan tatapan kesal.


" Mau apa sih, anda dengan saya ? "


Wanita itu menunjukkan sebuah kunci, kuncinya udah di ganti jadi mau sampai kapan pun pasti gak bakal bisa kebuka.


" Ari tidak mendengar kan kata-kata wanita itu. dia mencoba menunjng-nunjang pintu, tapi hasil nya sama pintu itu tak bergeming sama sekali.


" Mau kuncinya gak, tanya wanita iti lagi. sambil menujukan kunci ditanganya. gue gak percaya itu kunci kamar gue!


" Perlu pembuktian jawab wanita itu lagi.

__ADS_1


wanita paruh itu mendorong ari agar sedikit bergeser. apaan sih main geser-geser, ari mengelap-elap bekas tangan wanita itu yang mengenai bajunya.


" Kebuka kan, pintu kebuka tapi hanya sedikit , wanita itu dengan cepatnya menutup kembali pintu, ketika melihat ari ingin masuk.


" Mau anda apa sih? kini emosinya tak dapat dibendung lagi.


" Tidur dirumah, jangan keluyuran malem, nurut sama yang saya bilang. Ari meninggal kan wanita itu dengan langkah cepat.


Sesampainya di tangga terakhir, bang makan siang bareng yok. ari tak membalas jawaban anak yang sok memangilya dengan sebutan abang menutnya itu hanya menambah masalah baginya.


" Ari mengebut samb memotong mobil besar didepanya l tanpa mengenakan helm. ia rasa dirinya telah terlalu banyak di atur oleh ayahnya , ia harus menuruti perkataan sang mama tirinya, jika tidak iang jajan putus ancaman ayahnya membuat kepalanya mangkin pusing.


" Sangging kesalnya gak sadar kalo dia hampir aja nabrak kucing ya menyerang tiba-tiba di depannya.


" Ari mengacak rambutnya kasar sesekali mengeluarkan nafas berat. oke deh kalo ini kemauan mereka, batin ari. ari pun langsung kembali lagi ke motornya. ari menjalan lemas menuju kamar bayu. dia mau cerita sama bayu dan meliat apa reaksi si pria paling lembut


()()


" Wah, banyak dapat baju nih, bisa dong bagi² sama.... "


" Mita tau maksut bella dan langsung melempar bayu je arah Bella. untuk gue balas bella gak percaya. iya...Bella.


" Makasih deh, baik banget, sambil memeluk Mita dari samping.


" He'em"


" bel ada yang mau gue tanya lo, mita keliatanya ingin bertanya serius ke bella jadi bella pun langsung aja mau tanya apa? "


" kemarin gue ketiduran ya di mobil?


iya. lo ketiduran gue sih masih terjaga, waktu di mobil.


" Trus siapa dong yang bawa gue sampai bisa sampai kamar ? tanya mita lagi.


Kak Alvin, dia tuh perhatian banget deh ama lo. waktu lo tidur dimobil dia nyelimuti lo pake jasnya lo beb. bukan hanya itu dia juga sengaja jalan agak pelan agar lo gak kebangunan..


" Dia tuh seperti lagi pacaran tau gak ama lo. masa, tapi gue masih canggung sih ama kak alvin

__ADS_1


" Kini Bella tertawa seperti memikirkan sesuatu yang lucu. bel lo gak kerasukan kan?


" Ini nih yang gue lucuin dari lo. apaan Mita mangkin tak sabar mendengar cerita Bella.


__ADS_2